Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Permintaan Sederhana


__ADS_3

“ Hallo semuanya, lihat siapa yang datang mengunjungi kita.”


Ucap Joo setengah berteriak ketika memasuki rumahnya. Dibelakangnya sudah ada


Al yang mengikuti dengan membawa banyak sekali barang bawaanya, kurang ajarnya


Joo tidak membantunya sama sekali. Semua pandangan tertuju kepada Joo yang


berjalan mendekat, semua berusaha melihat sosok yang  bersembunyi dibalik Joo itu.


“ Siapa bang?.” Sahut adik Joo yang paling kecil. Semua yang


ada diruang keluarga menatap dengan penuh rasa bingung dan penasaran. Mencoba


mengintip siapa yang bersembunyi dibelakang tubuh Joo itu.


“ Iya siapa itu Joo?.” Tanya ibu yang ternyata juga


penasaran dengan sosok yang ada dibalik anaknya itu.


“ Ini dia kita sambut tamu yang sudah lama menghilang.” Ucapnya


sembari mengelak hingga semua anggota keluarga bisa melihat sosok Al, sosok


yang ada dibelakangnya tadi.


“ Hallo tante, hallo om. Hallo semuanya.” Ucap Al tersenyum


lebar dan melambaikan tangan kepada semua yang ada dihadapannya.


“ Oh ternyata nak Al, wah kamu jauh-jauh datang kesini. Apa kabar?


Kemana aja kemarin tidak pernah lagi main kerumah.” Sahut ayah berdiri dan


mendekati Al yang masih berdiam diri. Merangkul Al dan mengajaknya untuk duduk


dan bergabung bersama keluarganya yang lain.


“ Hehehehe iya om soalnya kemarin aku pindah rumah.”


Jawabnya memberi alasan kenapa dia sudah tidak pernah lagi main kerumah.


“ Hei Al apa kabar? Sudah lama gak ketemu ya.” Sahut ibu


ikut nimbrung. Tersenyum dan meminta Al untuk duduk bersama mereka.


Al berbincang-bincang dengan semua anggota keluarga Joo


terkecuali Fani. Sudah banyak sekali yang mereka bicarakan namun Al masih belum


melihat sosok Fani sejak kedatangannya. Mengedarkan pandangan menyusuri seisi


rumah untuk menemukan sosok Fani. Namun sama sekali tidak terlihat, bahkan tanda-tanda


Fani ada dirumah itu pun tidak ada. Sepertinya Fani sedang tidak dirumah.


Fani kemana sih? Aku sudah


cukup lama disini tapi aku belum melihat batang hidungnya. Bahkan tanda-tanda


dia dirumah ini pun tidak ada. Atau dia sedang diluar dan pergi bersama


teman-temannya ya?


“ Oh iya tante, om aku bawain ole-ole buat kalian semua.” Ucapnya


sambil meraih dan kemudian menyodorkan sebuah kantong plastik besar yang berisi


kue dan sebagainya.


“ Eh kenapa repot-repot sih Al, kamu datang kesini aja kita


semua udah senang kok. Akhirnya ada juga yang mengunjungi kita ditempat yang


baru ini.” Jawabnya sembari meraih kantong plastik yang diberikan oleh Al


tersebut.

__ADS_1


“ Yaudah kamu istirahat dulu dikamar Joo, pasti capek kan


habis perjalanan jauh.” Lanjutnya meminta Al untuk beristirahat dikamar Joo. Al


hanya mengangguk dan kemudian Joo mengajaknya menuju kamar.


“ Oh iya tante, Fani ulang tahun kan hari ini? Aku tadi


sekalian beliin kue, tapi aku lihat Fani gak ada dirumah.” Ucapnya saat melihat


plastik yang didalamnya berisi kotak kue ulang tahun yang sengaja dia beli


untuk Fani. Namun sangat disayangkan Fani tidak terlihat saat dia datang.


“ Aduh banyak sekali ya bawaanmu. Sini tante masukin kedalam


lemari pendingin dulu, nanti kita rayakan setelah Fani pulang dari rumah


temannya ya.” Sahut ibu meminta plastik yang berisikan kue ulang tahun untuk


anaknya itu.


Jangan bilang anak ini sengaja datang karena Fani ulang tahun hari ini. Padahal sudah lama dia menghilang, semoga saja tidak ada lagi rasa saling suka diantara mereka. Kembali lagi kepada mulanya, bersahabat dan bersaudara.


**


“ Sekali lagi selamat ulang tahun ya Fan.” Ucap Endrico


sembari tersenyum dan menyerahkan setangkai bunga kepada Fani.


“ Iya terimakasih ya kak Endi udah ajak aku main-main


kepantai dan menikmati mentari pagi ini.” Jawabnya membalas senyuman dan


kemudian mengambil bunga pemberian Endi.


Sejak pagi-pagi sekali Endrico sudah menjemput Fani


kerumahnya, bukan tidak beralasan. Itu semua berawal dari Fani yang meminta


untuk diajak pergi kepantai dan menikmati mentari pagi dihari ulang tahunnya.


Flashback


dekat semenjak menjadi pasangan dansa diulang tahunnya Irma. Semenjak itu


Endrico juga merasa jika dirinya punya harapan dan peluang untuk mendekati Fani


hingga dia terus berusaha dan mencari cara untuk terus bersama Fani. Sore itu


mereka menyempatkan untuk makan disebuah rumah makan sederhana yang bernuansa


kekampung-kampungan. Makan digubuk-gubuk dan tempat yang lesehan.


“ Oh iya Fan gimana kabar kamu dengan pacarmu itu?.”


tiba-tiba Endrico memberanikan diri menanyakan hal ini kepada Fani. Sudah lama


sebenarnya dia ingin menanyakan namun belum berani.


“ Hem.” Hanya menjawab dengan deheman dan pandangan yang


tidak beralih dari ponsel yang dia genggam.


“ Kok hem sih, kan aku tanya gimana. Hem bukan jawaban.” Lanjutnya


semakin berani mengorek informasi pribadi Fani.


“ Udah putus kok, bahkan udah hampir dua minggu.” Ucapnya ketus.


Kali ini dia menjawab pertanyaan yang mengorek informasi pribadinya. Biasanya dia


tidak ingin sembarangan membicarakan masalah pribadi kepada orang lain. Mungkin


Endrico sudah termasuk orang yang dipercayainya dan menurutnya bisa untu


dijadikan teman cerita.

__ADS_1


“ Serius Fan? Kenapa kamu baru cerita sekarang?.” Lanjutnya terus


bertanya. Semakin berani bertanya dan ingin tahu lebih banyak lagi.


Kenapa baru bilang sekarang sih Fan? Harusnya kan gue udah pepetin lo sejak dua minggu yang lalu. Terus minggu ini gue udah bisa nembak lo, argghh. Tapi gapapa lah yang penting ada angin, ada peluang buat gue.


“ Lagian masa sih aku umbar-umbar kalau aku udah putus dan


lagi jomblo.” Ucapnya tetap ketus. Tangan  dan pandangannya masih fokus menatap ponsel yang digenggamnya. Bermain game


sembari menunggu pesanan datang.


“ Ya kali aja kan kamu mau promosi, saya jomblo, saya


jomblo. Yang mau jadi pacar saya silahkan merapat, silahkan mendaftar.” Ucap Endrico


sembari terkekeh senang. Senang mendengar jika Fani sudah tidak punya pacar


lagi, dengan begitu dia bisa dengan mudah mendekati Fani.


“ Ih apaan sih. Emang nya aku barang harus dipromosiin


segala.” Jawabnya kesal smabil memukul-mukul dada Endrico yang duduk


disebelahnya. Kemudian meneruskan game diponselnya.


“ Aduh masa sih yang ulang tahun besok jomblo hahahaha.” Lagi-lagi


Endrico mengejek Fani. Mencoba  memancing


dengan umpan yang ada.


“ Biarin.” Jawabnya ketus, tidak peduli dengan ejekan dan


cemoohan Endrico. Memilih mengabaikan dan tidak ingin melawan karena


ujung-ujungnya yang ada hanya emosi dan perdebatan.


“ Huuww kasihan deh yang ulang tahun tapi gak ada pasangan.”


Terus mengejek hingga Fani terpancing emosi.


“ Ah biarin, kan masih ada teman, sahabat dan juga masih ada


kak Endi. Jangan Cuma ngejek ya, besok harus ada kado untukku.” Ucapnya hampir


saja emosi. Namun sebisa mungkin dia mengendalikan emosinya.


“ Oke sekarang bilang kamu mau hadiah apa dari aku?.” Tanya Endrico


sambil menatap Fani dengan serius.


“ Mau diajak kepantai pagi-pagi dan ditemani menikmati


mentari pagi.” Jawabnya santai sembari sorot matanya terus terfokus pada


ponselnya.


Ha? Kusuruh minta hadiah malah minta kepantai. Aku kira dia bakal minta tas, sepatu atau make up. Aneh ya.


“ Kepantai doang?.” Tanya Endrico lagi. Kemudian Fani hanya


menjawab dengan anggukan tanda mengiyakan.


“ Gak mau yang lain?.” Lagi-lagi bertanya dan kemudian


dijawab Fani dengan menggeleng-geleng kepala.


“ Kapan kamu mau aku ajak kepantai?.” Tanya Endrico lagi. Cukup


bingung dengan permintaan Fani yang sangat sederhana ini.


“ Besok pagi pas dihari ulang tahunku.” Jawabnya sembari


tersenyum manis kepada Endrico, membuat Endrico langsung mengiyakan.


“ Oke besok aku jemput kamu pagi-pagi jam 6. Jangan bangun

__ADS_1


kesingan ya.” Ucapnya sembari terkekeh.


Flashback off


__ADS_2