Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Keberuntungan Sophia.


__ADS_3

Sudah dua hari tak masuk sekolah, Fani benar-benar merasa bosan. Rasanya waktu begitu lama berputar. Masih ada sehari lagi yanga harus dilewati dengan rasa bosan. Tak tanggung-tanggung ibu mengambil izin selama tiga hari. Tentu saja ini waktu yang lama bagi Fani. Menghabiskan hari-hari dirumah yang sepi, tidur, makan lalu bersantai menonton tv. Begitu membosankan.


" Mending telfon Sophia deh, pasti sekarang lagi jam istirahat." Fani meraih ponsel dan mencoba menghubungi Sophia. Sudah berulang kali Fani mencoba namun tak ada jawaban dari Sophia. Akhirnya Fani mengirim beberapa pesan kepada Sophia, meminta sahabatnya datang dan membawa beberapa pesanannya.


" Woi. Baru gue tinggal dua hari aja udah sombong lo."


" Gue bosan dirumah ni. Balik sekolah mampir ya sekalian gue titip salad XX dan nasi goreng depan sekolah." Fani mengirim pesan.


*****


Sophia termenung dibangku kesayangannya, menatap tempat duduk yang kosong milik Fani. Sudah berapa hari dia merasa kesepian. Biasanya setiap jam istirahat Sophia akan memaksa Fani untuk ikut kekantin bersamanya. Sophia mengeluarkan bekal yang dibawanya dari rumah, kemudian meletakan diatas meja.


" Terpaksa bawa bekal deh gue." Gumamnya. Sophia meraih ponselnya dari tas sandangnya.


" Gue kirim foto ke Fani ah, biar dia tau kalau gue sedih gak ada dia." Membuka kunci ponselnya dan muncul dilayar nya tulisan tiga panggilan tak terjawab dan dua pesan dari Fani.  Saat hendak membalas pesan Fani, tiba-tiba layar ponselnya berubah menjadi hitam dan sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal. Sophia mengabaikan panggilan tersebut, namun telfon berdering dan panggilan dari nomor yang sama. Sophia pensaran dan langsung menjawab panggilan tersebut.


" Hallo, apa benar ini Sophia?." Suara lelaki terdegar dari telfon.


" Iya. Ini siapa ya?." Tanya Sophia sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


" Ini gue Andry, masih ingat gue kan?." Sahut Andry. Seketika mata Sophia terbelalak saat mengetahui penelfon itu adalah Andry, pria yang disukai sekaligus target taruhannya bersama Fani.

__ADS_1


" I..i.ya.. Ingat kok kak." Jawab Sophia terbata-bata.


Bagaimana aku bisa lupa? Bahkan saat ini kau penyewa tetap dipikiranku.


Sophia bergelayut dalam kebahagiaannya. Keberuntungan apa hari ini? Sang pembawa kemenangan langsung menyerahkan diri padanya. Menutup mulutnya yang penuh dengan makanan agar tak berteriak. Sophia benar-benar merasa bahagia.


" Eh Sophia maaf ya gue gannggu lo. Gue cuma mau tanya apa Fani masuk sekolah hari ini?." Terdengar cemas.


ternyata andry menelfon sophia ,


" Apa kak, gak denger." Sophia setengah berteriak karena suara Andry terdengar putus-putus.


" Hallo Sophia, apa Fani sekolah hari ini?." Andry mengulangi pertanyaanya. Sophia terdiam cukup lama saat Andry menanyakan tentang Fani padanya.


" Masih sakit? Okedeh makasih ya Sophia." Andry memutuskan sambungan telfon.


Sial ! Dia menelfonku hanya untuk menyanyakan Fani. Aku kegirangan disini, tapi dia cemas


disana. Ah gak masalah. Mungkin karna dia gak punya kontak Fani makanya dia menelfonku. Yang penting sekarang punya kontaknya dan panggilan ini akan jadi bukti nantinya. 


****

__ADS_1


Andry Pov


Sejak pagi aku mengirim pesan tapi gak dibalas sama cewe tengil itu. Aku telfon berulang kali tapi juga tak dijawab. Kemana dia? Terakhir aku ketemu dia waktu di UKS. Berapa hari ini juga gak kelihatan batang hidungnya. Aku coba tanya ke temannya aja kali ya. Pasti Ardi punya kontak Sophia, secara kan dia playboy kelas kakap.


" Eh lo kenal Sophia temennya Fani kan?." Andry menarik kursi dan duduk mendekat dengan Ardi.


" Kenal." Jawab Ardi singkat dan terus menulis tugasnya.


" Punya kontaknya gak Di?." Tanya Andry lagi.


" Punya, emang kenapa? Mau ganti sasaran?." Jawab Ardi terkekeh.


" Sudah ku duga, emang playboy sejati lo Di. Hampir semua kontak cewe disekolah ini lo punya." Andry pun tertawa terbahak-bahak.


" Bukan gue yang playboy, tapi lo aja yang kurang pergaulan." Ardi menatap dengan sinis.


" Hehehe santai bre. Gue mau tanya Sophia nih Fani sekolah apa engga. Soalnya gue telfon gak diangkat sama tu cewe tengil." Gerutunya.


" Tengil-tengil tapi lo khawatir hahaha." Ardi terkekeh. Mengambil ponsel dan langsung mengirimkan kontak Sophia. Dengan segera Andry menjauh dan menelfon Sophia.


Aku mencium bau-bau benci menjadi cinta ni hehehe.

__ADS_1


Andry mencoba menelfon Sophia namun tak ada jawaban, sekali lagi mencoba dan telfon tersambung. Andry menanyakan tentang Fani kepada teman dekatnya. Tak butuuh waktu lama untuk sekedar menanyakan, Andry bergegas menutup panggilan dan kembali mendekati Ardi.


Bahkan aku rela melakukan hal konyol gini demi tujuanku yang gak pasti. Yang jelas niat utama mendekati, balas dendam atau enggaknya urusan nanti. Ah semoga temannya melebih-lebihkan kekhawatiran pura-pura ku ini.


__ADS_2