
Fani berjalan melenggang masuk kedalam rumah, membawa
setangkai bunga dan sebuah bingkisan yang dia juga tidak tahu apa isinya. Wajahnya
menunjukkan jika dia benar-benar bahagia hari ini. Bahagia karena bisa bermain
dipantai saat hari spesialnya.
“ Eh udah pulang anak ibu.” Ucap ibu ketika melihat sosok
Fani yang mendekat.
“ Hehehehe udah bu.” Jawabnya kemudian berlalu pergi menuju
kamarnya. Ingin segera mandi karena tubuhnya dipenuhi pasir pantai.
Fani segera mandi dan membersihkan dirinya. Kemudian bergegas
mencharger daya ponselnya yang sudah mati sejak tadi. Tidak sabar ingin melihat
siapa saja yang mengucapkan ulang tahun kepadanya. Meskipun teman-teman lamanya
tidak lagi memiliki nomor baru Fani, namun mereka bisa mengucapkan selamat
ulang tahun melalui sosial media yang mereka pakai.
“ Wah ramai sekali.” Ucapnya ketika banyak sekali pesan
masuk saat ponselnya sudah menyala.
“ Hihihihi aku paling suka ulang tahun, aku suka dicari dan
diucapkan begini.” Lanjutnya terus melihat-lihat siapa saja yang mengirimkan
pesan kepadanya. Membalas satu persatu pesan mereka dan mengucapkan
terimakasih. Tidak lupa Fani juga membalas pesan dari teman-temannya disekolah
yang lama, mengucapkan terimakasih kepada mereka yang terlah mengirimkan do’a dan
ucapan melalui sosial media.
“ Ih dari mana mereka mendapat foto-foto aibku.” Gerutunya kesal
ketika melihat foto-foto aibnya berseliweran dimana-mana. Hampir semua teman
disekolah barunya mengunggah foto-foto aibnya.
“ Ih ini lagi jelek banget. Irma dapat dari mana sih.” Sambungnya masih menggerutu kesal.
Tidak terima jika Irma mengunggah fotonya yang sudah lama dan sangat buruk itu.
Setelah puas melihat unggahan teman-teman dan memastikan dia
sudah membalas semua pesan dari teman-temannya, sekarang Fani memilih untuk
menarik selimut dan tertidur. Sebab tadi malam tidurnya tipis sekali, biasa
menunggu siapa yang pertama kali mengucapkan ulang tahun kepadanya. Memang Fani
sangat menyukai hari ulang tahunnya, ingin melihat seberapa banyak orang yang
peduli dan mengingat tentang dirinya.
“ Hem aku tidur dulu ah. Nanti pas bangun liat lagi siapa
aja yang ngucapin hehehehe.” Ucapnya sembari menarik selimut hingga setengah
leher. Berangan-angan ingin memejamkan mata dan tenggelam dalam tidurnya. Namun
tiba-tiba suara ibu yang melengking membuyarkan lamunannya yang sedikit lagi
menyentuh pintu mimpi.
“ Fani..” Teriak ibu sambil mengetuk-ngetuk pintu. Terus mengetuk
dan memanggil berulang-ulang hingga Fani menyahut dan membukakan pintu
__ADS_1
kamarnya.
“ Fani..” panggilnya lagi.
“ Iya bu.” Sahut Fani kesal. Berjalan sambil mengacak-acak
rambutnya dan menghentakkan kaki kesal.
“ Kenapa sih bu ribut banget.” Ketusnya kesal, membuka pintu
dengan mata yang masih sesekali terpejam. Betapa kagetnya Fani melihat banyak
sekali yang berdiri didepan pintu kamarnya, ada ibu, ayah, adiknya serta
abangnya. Semua yang ada didepan kamarnya menyanyikan lagu selamat ulang tahun
dan ibu memegang kue dengan lilin 17 paling depan.
Selamat ulang tahun…
Selamat ulang tahun..
Selamat hari ulang tahun, selamat ulang tahun…
Mereka semua menyanyi dan bertepuk tangan, Fani pun
demikian. Tersenyum gembira saat mendapatkan kejutan ulang tahun dari
keluarganya.
Tiup lilinnya…
Tiup lilinnya..
Tiup lilinnya sekarang jugaa,, sekarang jugaaa..
Lanjut menyanyikan sambil bertepuk tangan. Kemudian meniup
lilin yang tampak sudah mencair diatas kue bergambar beruang itu. Setelah acara
tiup lillin selesai, semuanya bubar dan masing-masing berjalan menuju meja
Fani yang kelihatan enak.
“ Ayo semua kita pindah kemeja makan dan menyantap semua
makanan yang sudah ibu buatkan dihari ulang tahun Fani.” Ucapnya senang. Kemudian
meminta semua yang ada disana untuk beralih menuju meja makan termasuk Fani.
Setelah satu persatu pergi, Fani baru menyadari jika Al ada
dirumahnya. Entah sejak kapan dan dari mana datangnya. Fani terperanjak kaget
hingga kepalanya membentur dinding, tidak percaya jika yang dilihatnya adalah
Al lelaki yang dulu pernah dia suka. Fani mengucek-ucek matanya berkali-kali,
mencoba membelalakkan matanya memastikan jika itu memang benar adalah Al, bukan
hanya baying-bayang.
“ Ini gue salah lihat gak sih? Kenapa waktu ulang tahun
langsung ingat dosa sama Al sih, mana langsung kelihatan wujud orangnya lagi.”
Batinnya bergumam sebari tangannya terus mengucek-ucek matanya.
Sosok Al itu berjalan mendekat dan semakin mendekat,
tersenyum kepada Fani yang masih saja mengucek-ucek mata dan memastikan jika
itu bukanlah sosok Al. mana mungkin Al tiba-tiba ada dirumahnya, kan sudah lama
menghilang dan tidak mendengar kabarnya. Fani terus meyakini diri jika sosok
yang dilihatnya itu hanyalah bentuk dari rasa penyesalan dan rasa bersalahnya. Namun
__ADS_1
siapa sangka sosok yang ada didepannya itu adalah nyata, sosok itu adalah Al
yang sejak beberapa jam lalu tiba dirumahnya.
“ Hei Fan, apa kabar? Udah lama ya gak ketemu, makin cantik
aja.” Ucap Al ketika sudah berada dihadapan Fani, hanya berjarak kurang dari
satu meter saja.
“ Oh iya selamat ulang tahun ya. Udah 17 nih, udah legal
dong, udah bisa bikin identitas.” Lanjutnya sambil tersenyum dan mengulurkan
tangan. Sementara Fani masih tampak bingung dan tidak percaya dengan sosok yang
ada didepannya itu adalah Al dan bukan sekedar bayangan saja.
“ Ini beneran kak Al?.” Sahutnya bertanya. Memastikan jika
sosok yang ada didepannya itu adalah Al.
“ Emang ada berapa manusia yang wajahnya mirip denganku?.” Sahut
Al balik bertanya. Memahami kebingungan Fani karena kedatangannya yang
tiba-tiba dan tidak disangka-sangka ini.
“ Eh tunggu, cubit aku. Aku gak lagi menghayal kan?.” Sambungnya
kali ini malah minta dicubit. Saking tidak percayanya jika sosok yang ada
didepannya itu adalah nyata dan bukan hanya baying-bayang saja.
“ Hehehehe kenapa makin lucu sih. Baru ketemu eh minta
dicubit.” Ucapnya sambil terkekeh dan kemudian menarik sebelah tangan Fani. Mencubitnya
dengan kuat agar Fani percaya jika dia tidak sedang melamun.
“ Awww sakit.” Teriaknya terperanjak karena Al mencubit
dengan sangat kuat, penuh tenaga.
“ Jadi sekarang udah percaya apa minta dicubit lagi?.”
lagi-lagi Al menertawakan wajah bingung dan bengong Fani.
“ Sejak kapan kak Al ada disini? Kenapa aku tidak tahu?.” Sudah
mulai percaya dan terus bertanya.
“ Sejak beberapa jam yang lalu, tapi saat aku datang kamu
lagi gak dirumah. Kepantai katanya.” Jawab Al sembari terus tersenyum menatap
Fani yang masih linglung.
“ Ah kenapa datangnya tiba-tiba sih, kan aku jadi kaget.” Ucapnya
sudah benar-benar percaya. Wajahnya juga tersenyum melihat Al yang ada
dihadapannya. Sudah sekian lama tidak bertemu akhirnya sekarang mereka bertemu
juga.
“ Hehehehe selamat ulang tahun ya, kedatanganku ini spesial
dihari ulang tahunmu.” Sambungnya.
“ Aw terimakasih kak Al, kemana aja sih.” Terus melontarkan
pertanyaan. Kemudian menarik tangan Al menuju meja makan untuk bergabung
bersama keluarga yang lain, menikmati makan siang dan cemilan buatan ibu. Banyak
sekali makanan yang harus mereka habiskan dihari ulang tahun Fani ini. Semua tampak
__ADS_1
senang, saling bercanda dan saling mengejek satu sama lain seperti biasanya.