Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Kejutan Untuk Fani


__ADS_3

Fani berjalan melenggang masuk kedalam rumah, membawa


setangkai bunga dan sebuah bingkisan yang dia juga tidak tahu apa isinya. Wajahnya


menunjukkan jika dia benar-benar bahagia hari ini. Bahagia karena bisa bermain


dipantai saat hari spesialnya.


“ Eh udah pulang anak ibu.” Ucap ibu ketika melihat sosok


Fani yang mendekat.


“ Hehehehe udah bu.” Jawabnya kemudian berlalu pergi menuju


kamarnya. Ingin segera mandi karena tubuhnya dipenuhi pasir pantai.


Fani segera mandi dan membersihkan dirinya. Kemudian bergegas


mencharger daya ponselnya yang sudah mati sejak tadi. Tidak sabar ingin melihat


siapa saja yang mengucapkan ulang tahun kepadanya. Meskipun teman-teman lamanya


tidak lagi memiliki nomor baru Fani, namun mereka bisa mengucapkan selamat


ulang tahun melalui sosial media yang mereka pakai.


“ Wah ramai sekali.” Ucapnya ketika banyak sekali pesan


masuk saat ponselnya sudah menyala.


“ Hihihihi aku paling suka ulang tahun, aku suka dicari dan


diucapkan begini.” Lanjutnya terus melihat-lihat siapa saja yang mengirimkan


pesan kepadanya. Membalas satu persatu pesan mereka dan mengucapkan


terimakasih. Tidak lupa Fani juga membalas pesan dari teman-temannya disekolah


yang lama, mengucapkan terimakasih kepada mereka yang terlah mengirimkan do’a dan


ucapan melalui sosial media.


“ Ih dari mana mereka mendapat foto-foto aibku.” Gerutunya kesal


ketika melihat foto-foto aibnya berseliweran dimana-mana. Hampir semua teman


disekolah barunya mengunggah foto-foto aibnya.


“ Ih ini lagi jelek banget. Irma dapat dari  mana sih.” Sambungnya masih menggerutu kesal.


Tidak terima jika Irma mengunggah fotonya yang sudah lama dan sangat buruk itu.


Setelah puas melihat unggahan teman-teman dan memastikan dia


sudah membalas semua pesan dari teman-temannya, sekarang Fani memilih untuk


menarik selimut dan tertidur. Sebab tadi malam tidurnya tipis sekali, biasa


menunggu siapa yang pertama kali mengucapkan ulang tahun kepadanya. Memang Fani


sangat menyukai hari ulang tahunnya, ingin melihat seberapa banyak orang yang


peduli dan mengingat tentang dirinya.


“ Hem aku tidur dulu ah. Nanti pas bangun liat lagi siapa


aja yang ngucapin hehehehe.” Ucapnya sembari menarik selimut hingga setengah


leher. Berangan-angan ingin memejamkan mata dan tenggelam dalam tidurnya. Namun


tiba-tiba suara ibu yang melengking membuyarkan lamunannya yang sedikit lagi


menyentuh pintu mimpi.


“ Fani..” Teriak ibu sambil mengetuk-ngetuk pintu. Terus mengetuk


dan memanggil berulang-ulang hingga Fani menyahut dan membukakan pintu

__ADS_1


kamarnya.


“ Fani..” panggilnya lagi.


“ Iya bu.” Sahut Fani kesal. Berjalan sambil mengacak-acak


rambutnya dan menghentakkan kaki kesal.


“ Kenapa sih bu ribut banget.” Ketusnya kesal, membuka pintu


dengan mata yang masih sesekali terpejam. Betapa kagetnya Fani melihat banyak


sekali yang berdiri didepan pintu kamarnya, ada ibu, ayah, adiknya serta


abangnya. Semua yang ada didepan kamarnya menyanyikan lagu selamat ulang tahun


dan ibu memegang kue dengan lilin 17 paling depan.


Selamat ulang tahun…


Selamat ulang tahun..


Selamat hari ulang tahun, selamat ulang tahun…


Mereka semua menyanyi dan bertepuk tangan, Fani pun


demikian. Tersenyum gembira saat mendapatkan kejutan ulang tahun dari


keluarganya.


Tiup lilinnya…


Tiup lilinnya..


Tiup lilinnya sekarang jugaa,, sekarang jugaaa..


Lanjut menyanyikan sambil bertepuk tangan. Kemudian meniup


lilin yang tampak sudah mencair diatas kue bergambar beruang itu. Setelah acara


tiup lillin selesai, semuanya bubar dan masing-masing berjalan menuju meja


Fani yang kelihatan enak.


“ Ayo semua kita pindah kemeja makan dan menyantap semua


makanan yang sudah ibu buatkan dihari ulang tahun Fani.” Ucapnya senang. Kemudian


meminta semua yang ada disana untuk beralih menuju meja makan termasuk Fani.


Setelah satu persatu pergi, Fani baru menyadari jika Al ada


dirumahnya. Entah sejak kapan dan dari mana datangnya. Fani terperanjak kaget


hingga kepalanya membentur dinding, tidak percaya jika yang dilihatnya adalah


Al lelaki yang dulu pernah dia suka. Fani mengucek-ucek matanya berkali-kali,


mencoba membelalakkan matanya memastikan jika itu memang benar adalah Al, bukan


hanya baying-bayang.


“ Ini gue salah lihat gak sih? Kenapa waktu ulang tahun


langsung ingat dosa sama Al sih, mana langsung kelihatan wujud orangnya lagi.”


Batinnya bergumam sebari tangannya terus mengucek-ucek matanya.


Sosok Al itu berjalan mendekat dan semakin mendekat,


tersenyum kepada Fani yang masih saja mengucek-ucek mata dan memastikan jika


itu bukanlah sosok Al. mana mungkin Al tiba-tiba ada dirumahnya, kan sudah lama


menghilang dan tidak mendengar kabarnya. Fani terus meyakini diri jika sosok


yang dilihatnya itu hanyalah bentuk dari rasa penyesalan dan rasa bersalahnya. Namun

__ADS_1


siapa sangka sosok yang ada didepannya itu adalah nyata, sosok itu adalah Al


yang sejak beberapa jam lalu tiba dirumahnya.


“ Hei Fan, apa kabar? Udah lama ya gak ketemu, makin cantik


aja.” Ucap Al ketika sudah berada dihadapan Fani, hanya berjarak kurang dari


satu meter saja.


“ Oh iya selamat ulang tahun ya. Udah 17 nih, udah legal


dong, udah bisa bikin identitas.” Lanjutnya sambil tersenyum dan mengulurkan


tangan. Sementara Fani masih tampak bingung dan tidak percaya dengan sosok yang


ada didepannya itu adalah Al dan bukan sekedar bayangan saja.


“ Ini beneran kak Al?.” Sahutnya bertanya. Memastikan jika


sosok yang ada didepannya itu adalah Al.


“ Emang ada berapa manusia yang wajahnya mirip denganku?.” Sahut


Al balik bertanya. Memahami kebingungan Fani karena kedatangannya yang


tiba-tiba dan tidak disangka-sangka ini.


“ Eh tunggu, cubit aku. Aku gak lagi menghayal kan?.” Sambungnya


kali ini malah minta dicubit. Saking tidak percayanya jika sosok yang ada


didepannya itu adalah nyata dan bukan hanya baying-bayang saja.


“ Hehehehe kenapa makin lucu sih. Baru ketemu eh minta


dicubit.” Ucapnya sambil terkekeh dan kemudian menarik sebelah tangan Fani. Mencubitnya


dengan kuat agar Fani percaya jika dia tidak sedang melamun.


“ Awww sakit.” Teriaknya terperanjak karena Al mencubit


dengan sangat kuat, penuh tenaga.


“ Jadi sekarang udah percaya apa minta dicubit lagi?.”


lagi-lagi Al menertawakan wajah bingung dan bengong Fani.


“ Sejak kapan kak Al ada disini? Kenapa aku tidak tahu?.” Sudah


mulai percaya dan terus bertanya.


“ Sejak beberapa jam yang lalu, tapi saat aku datang kamu


lagi gak dirumah. Kepantai katanya.” Jawab Al sembari terus tersenyum menatap


Fani yang masih linglung.


“ Ah kenapa datangnya tiba-tiba sih, kan aku jadi kaget.” Ucapnya


sudah benar-benar percaya. Wajahnya juga tersenyum melihat Al yang ada


dihadapannya. Sudah sekian lama tidak bertemu akhirnya sekarang mereka bertemu


juga.


“ Hehehehe selamat ulang tahun ya, kedatanganku ini spesial


dihari ulang tahunmu.” Sambungnya.


“ Aw terimakasih kak Al, kemana aja sih.” Terus melontarkan


pertanyaan. Kemudian menarik tangan Al menuju meja makan untuk bergabung


bersama keluarga yang lain, menikmati makan siang dan cemilan buatan ibu. Banyak


sekali makanan yang harus mereka habiskan dihari ulang tahun Fani ini. Semua tampak

__ADS_1


senang, saling bercanda dan saling mengejek satu sama lain seperti biasanya.


__ADS_2