Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Liburan Ke Pantai (part2)


__ADS_3

Andry dan Fani berlari-larian di bibir pantai. Menghabiskan sore mereka dengan penuh kegembiraan. Andry menangkap Fani dan kemudian mencubitnya pelan. Tawa mereka menggema dipantai yang sunyi itu. Berjalan bergandengan tangan menyusuri bibir pinggir pantai, menunggu deburan ombak menghantam kaki mereka. Saling bersyukur dalam hatinya memiliki hubungan yang dipenuhi cinta dan kasih sayang.


“ Kita duduk disini aja ya sayang sambil main air.” Andry duduk dan meluruskan kedua kakinya diikuti oleh Fani.


“ Bentar lagi sunset ni. Pemandangan yang paling aku suka.” Andry menunjuk langit yang mulai gelap. Fani hanya tersenyum kemudian mengangguk mengiyakan. Tiba-tiba Andry berdiri dan mengambil sebuah ranting kayu. Mulai menulis diatas pasir dan meminta Fani untuk mendekat dengannya.


“ Sayang sini.” Andry menjentikkan tangan nya dan Fani beranjak mendekat.


“ Iya sayang. Kamu ngnapain sih?.” Tanya Fani saat berjalan mendekat.


“ Sini kamu duduk disini, aku fotoin kamu ya.” Andry menunjuk tempat yang ada ditengah-tengah tulisan itu. Fani tersenyum melihat tulisan I love u, kemudian  duduk ditempat yang ditunjuk oleh Andry.


“ Senyum dong sayang.” Pinta Andry. Fani mengangguk dan tersenyum manis menatap kamera.


“ Eh tunggu, pegang tangan aku sayang biar lebih bagus fotonya.” Andry mengulurkan sebelah tangannya. Tangannya disambut oleh Fani dan Andry menggenggam erat tangan itu. Fani tersenyum bahagia didepan kamera, benar-benar angel yang bagus sore itu. Mereka mengabadikan setiap momen kebersamaan mereka, seolah ingin bersama selama-selamanya.


“ Eh lihat, matahari nya mulai tenggelam sayang.” Fani menunjuk matahari yang tampak bergerak menghilang.


“ Wah sini pindah kesebelah sini, aku fotoin kamu bersama senja sore ini.” Fani bergegas berdiri ditempat yang dikatakan Andry.


“ Benar-benar dua ciptaan tuhan yang amat sangat indah.” Andry berdecak kagum saat berhasil memotret dengan sangat bagus.


“ Sekarang giliran kamu sayang,” Fani dengan cepat merampas ponsel dari tangan Andry. Meminta Andry untuk bergaya lebih keren lagi.


“ Sini sayang pegang tangan aku. Hari ini akan aku abadikan cinta, kamu dan senja.” Fani mengulurkan tangannya dan menggenggam erat tangan kekasihnya itu.


“ Bagus. Pacarku keren.” Gumamnya bahagia saat melihat hasil potretan nya itu. Andry mendekat dan menatap layar ponsel, benar saja Fani menangkap pemandangan yang begitu indah.


Andry melambaikan tangannya kepada salah satu pengunjung pantai. Meminta pria itu untuk mengambil foto dirinya dan Fani ditengah sibuknya bulan menggusur matahari.


" Hallo bang. Saya bisa minta tolong ambilin foto?." Andry mendekati pengunjung pantai itu. Lelaki itu hanya menjawab dengan anggukan dan segera Andry menyodorkan ponselnya.

__ADS_1


Andry dan Fani bergaya mesra dihadapan senja. Saling bertatap muka, berpegangan tangan dan membelakangi kamera. Tak keinggalan mereka juga berfoto dengan gaya tangan yang membentuk love. Hamppir mirip foto pre wedding.


" Thankyou ya." Ucap Andry pada pengunjung itu.


Matahari semakin jauh tenggelam, menyisakan kegelapan ditepi pantai yang sunyi. Hanya ada suara deburan ombak dan riuh burung yang berterbangan. Andry dan Fani memutuskan untuk pergi kerestoran yang tak jauh dari pantai. Restoran yang menyuguhkan pemandangan pantai dikala malam.


“ Sayang kita ke restoran sana yuk” Andry menunjuk sebuah restoran yang tak jauh dari pantai. Tampak kerlap-kerlip lampu dari kejauhan.


“ Disana makanannya enak-enak loh.” Sambungnya menarik tangan Fani.


“ Pas nih lagi lapar heheh.” Fani terkekeh dan melangkah mengikuti Andry.  Mereka mempercepat langkah menuju restoran itu.


“ Sayang aku ke toilet dulu ya.” Andry meninggalkan ponsel dan kunci mobil kepada Fani.


Fani memilih tempat duduk dilapangan terbuka. Restoran khas pantai dengan pasir putih yang menjadi lantai. Dibawah lampu kerlap-kerlip yang bergoyang terbawa angin malam. Fani meraih ponselnya dan memotret beberapa pemandangan yang estetik.


“ Sayang lagi ngapain?.” Tanya Andry mendekat dan duduk dihadapan Fani.


Andry membuka buku menu yang ada dimeja, memesan beberapa seafood kesukaannya. Tak lupa kelapa utuh khas minuman pantai. Fani memesan nasi goreng seafood dan kelapa utuh tanpa tambahan susu dan gula.


“ Ini aja pesanannya mas?.” Tanya seorang pelayan restoran.


“ Iya mbak.” Andry tersenyum dan pelayan itu melangkah pergi.


Andry dan Fani beradu pandang dan saling tersenyum sayang. Andry meraih tangan Fani dan menciumnya berkali-kali. Fani hanya tersenyum malu, merasa jika dia benar-benar dicintai oleh Andry. Fani meminta Andry mengirim foto-foto yang diambilnya tadi, tak sabar ingin menjadikannya story. Fani menggeser layar ponselnya melihat-lihat hasil jepretan kekasihnya, angel yang bagus.


“ Sayang lebih bagus ini atau yang ini?.” Tanya Fani mendekatkan ponselnya dan menunjukkan dua foto yang membuatnya bingung.


“ Dua-duanya bagus sayang.” Andry terkekeh.


“ Terus harus posting yang mana?.” Tanya Fani lagi.

__ADS_1


“ Posting dua-duanya dong.” Andry kembali terkekeh.


“ Oke bos.” Fani mengedipkan sebelah matanya dan mengangkat jempol. Dengan cepat dia


memposting dua foto yang menurutnya paling bagus.


“ Sayang foto ini bagus kan?.” Giliran Andry yang bertanya. Dia mendekatkan ponselnya kewajah Fani, terpampang foto Fani menggenggam tangan Andry. Dibelakangnya tampak langit berwarna kuning kemerahan, senja yang indah menambah kesempurnaan foto itu.


“ Bagus dong. Kan kamu yang fotoin.” Fani terkekeh kecil. Dengan cepat Andry mengangguk dan menjadikan foto itu sebagai wallpaper ponselnya. Setiap dia membuka ponselnya otomatis Andry akan melihat wajah kekasihnya. Benar-benar tengah dimabuk cinta.


Seorang pelayan mendekat dan membawa nampan ditangannya. Pesanan Andry dan Fani sudah tiba, harum semerbak. Pelayan itu meletakkan satu persatu pesana diatas meja, kemudian melangkah pergi. Fani yang sudah merasa lapar itupun langsung menyantap makanan yang ada dihadapannya, terlebih lagi bau harum makanan itu membuatnya bergegas makan.


“ Sayang makannya pelan-pelan.” Andry tersenyum menatap Fani yang mengunyah dengan cepat. Andry membuka kulit udang dan meletakkan nya dipiring Fani. Lebih mementingkan Fani daripada perutnya itu.


“ Nih udangnya. Makan yang banyak ya sayang.” Andry tersenyum gemas melihat kerakusan gadis yang ada dihadapannya itu.


“ Terimakasih love.” Sahut Fani dengan mulut yang penuh.


Andry dan Fani menikmati makan malam romantis mereka. Ini adalah makan malam pertama mereka selama resmi berpacaran. Saling merasakan bahagia yang tak ketulungan. Mengunyah, menatap dan tersenyum saat beradu pandang. Angin malam yang kencang dan lampu yang bergoyang menemani makan malam pertama mereka. Dari kejauhan juga terdengar suara deburan ombak memecahkan keheningan antara sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta ini.


“ Makan lah. Aku akan mengantarmu pulang.” Andry membuka suara dan tersenyum saat tatapannya beradu dengan Fani.


“ Iya sayang.” Fani tersenyum dan melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan malam dengan suasana romantis, Andry bergegas membayar dan segera mengajak Fani pulang. Takut ibu Fani akan marah jika mereka pulang terlalu malam. Andry menggenggam tangan Fani dan mempercepat langkah menuju parkiran. Melajukan mobilnya dan segera pulang.


“ Terimakasih ya sayang untuk hari ini.” Fani menggenggam tangan Andry dan bersandar dibahu lelaki itu.


“ Apa kamu senang?.” Tanya Andry sembari mengelus pelan kepala yang bersandar itu.


“ Senang sekali. Love you.” Fani mendongak dan mengecup pipi kiri Andry. Andry hanya membalas dengan senyuman dan belaian dirambut bergelombang Fani.

__ADS_1


__ADS_2