Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Minggu Yang Membosankan


__ADS_3

Sudah beberapa hari semenjak tragedi penolakan yang memalukan itu. Andry tak pernah lagi menghubungi Fani, baik menelfon atau hanya sekedar mengirim pesan. Hal yang benar-benar memalukan bagi Andry. Sempat terfikir untuk mengurungkan niat buruknya pada Fani semenjak kejadian itu. Takut nantinya Fani bisa saja mempermalukannya lebih dari itu.


Hahahaha. Baru ditolak makan siang aja langsung pupus deh niat buruknya. Tipe-tipe gampang menyerah ni si Andry. Author.


Andry bersandar pada sofa empuk dikamarnya, membaca kembali  komik yang sudah pernah dibacanya berulang kali. Menarik nafas panjang dan menghembuskan dengan cepat. Hari yang membosankan bagi Andry. Tak tau harus berbuat apa agar minggunya menjadi menyenangkan.


" Ah sangat membosankan sekali." Melemparkan komik ke atas meja dan beranjak keluar kamar untuk turun menemui penghuni rumah yang lain.


" Rumah ku sayang rumah ku malang. Sepi tak berpenghuni." Andry mengedarkan pandnagannya, menyapu seisi rumah namun tak seorang pun terlihat. Andry meneruskan langkah menuju dapur dan meraih sebuah apel untuk mengganjal rasa lapar.


" Ke tongkrongan ajadeh biar gak mati karena bosan." Gumamnya sambil mengunyah apel merh ditangan nya.


Andry menuju kamar dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Mengedarkan pandangan menyusuri langit-langit kamarnya. Tiba-tiba teringat dengan ketiga temannya, Ardi, Heru dan Abim. Dengan cepat Andry meraih benda pipih dari atas meja dan menelfon satu persatu temannya tersebut. Meminta mereka untuk datang ke rumah bermain PS.

__ADS_1


" Malas keluar, rumah ajadeh yang dijadiin tempat tongkrongan anak-anak hehehe." Andry terkekeh. Andry memutar music dengan suara yang keras untuk mengusir kebosanan sambil menunggu kedatangan teman-temannya.


" Rocker juga manusiaaaa.. Punya rasa punya hati.." Andry bernyanyi dengan suara lantang mengikuti irama lagu.


Bebeapa saat kemudian ketiga orang yang ditunggu sudah sampai dirumah Andry. Dengan suka ria mereka berlari menghambur keatas ranjang king size milik Andry. Mereka bernyanyi dan berteriak mengikuti lagu yang ada. Melonjak dan melompat diranjang layaknya anak kecil. Kemudian bercanda, tertawa dan berlari saling mengjear satu sama lain. Ternyata ketiga manusia ini benar-benar ampuh menghilangkan kebosanan Andry.


*******


Minggu menjadi hari yang sibuk bagi Fani. Sebagai anak perempuan, menjadi kewajiban bagi Fani untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Mulai dari mencuci, berbenah dan membersihkan semua bagian rumah. Hingga tanpa sadar sudah menyita setengah hari minnggu Fani. Ditambah lagi ibu ada acara sejak tadi pagi, mengharuskan Fani untuk mengerjakan semuanya sendirian.


Bahkan sudah setengah hari aku membabu, tetap saja aku masih punya setengah hari lagi untuk menghabiskan minggu yang membosankan ini.


Fani beranjak menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dan setoples kue dari atas meja belajarnya. Kemudian kembali lagi menuju sofa dan layar tv yang masih menunggunya. Rumah yang sepi tak berpenghuni, ibu dan ayah pergi sejak pagi buta. Sedangkan Joo menginap dirumah temannya sejak kemarin malam.

__ADS_1


" Aaaa membosankan sekali. Siapa yang harus aku ganggu untuk membunuh rasa bosan ini." Gerutunya sambil mengunyah kue kering dimulutnya. Fani teringat akan Sophia, dengan cepat mencari kontak Sophia dan mencoba menghubungi. Sudah lebih dari tiga kali Fani mencoba menghubungi, namun tak ada jawaban dari Sophia.


" Ternyata ada yang hari minggunya lebih sibuk dari aku ya.'  Gumamnya kesal. Apa setiap hari minggu harus dilalui dengan rasa bosan? " Aaaa bsng Joo pulang dong biar ada temen berantem." Suaranya menggelegar memenuhi seisi ruangan.


Fani beranjak kedapur dan mengambil sebungkus mie instan. Menjadi babu yang melelahkan, perutnya sudah tak bisa dikondisikan lagi. Dengan handal Fani memasak meski hanya sekedar mie instan dan telur hehehe.


" Ibu cepat pulang. Hari ini gadis kecilmu hanya makan semangkuk mie instan " Lirihnya menuangkan mie ke mangkuk.


Fani membawa semangkuk mie instan ditangannya dan kembali lagi menghadap layar tv yang menunggu. Tiba-tiba Fani teringat Al, mungkin sosok ini bisa membantu membunuh rasa bosannya. Fani meraih ponsel dan dengan cepat mengubungi Al. Namun sama seperti Sophia, Al tak menjawab sama sekali.


" Yang satu ini pun sibuk juga? Wah bener-bener minggu yang menyibuk kan bagi mereka dan membosankan bagi aku." Gerutunya dan tetap mencoba menghubungi meski tak ada jawaban lagi.


*Selain minggu, tolong hilangkan juga manusia yang menghilang saat dibutuhkan seperti makhluk berdua ini." *

__ADS_1


Sambil menyeruput pelan mie instan dihadapannya, Fani tak henti-hentinya mengutuki kedua sosok yang dari tadi susah ia hubungi. Semakin membosankan, menyebalkan gerutunya kesal.


__ADS_2