Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Menyusul Fani (part3)


__ADS_3

Joo memanggil Fani saat mereka sudah mendekat, melambaikan tangan dan tersenyum kepada orang-orang sibuk bermain lumpur itu. Berbeda dengan Andry, dia hanya menunduk dan berjalan menatap jalanan. Kesal melihat kekasihnya bermesraan dengan lelaki lain. Kakinya mengikuti kemana langkah Joo dan juga berhenti saat Joo berhenti.


“ Fan.” Berteriak dan melambaikan tangannya.


“ Bang Joo, sini gabung bareng kita.” Membalas lambaian tangan Joo dan menjentikkan jarinya meminta Joo mendekat.


“ Siapa tu bang?.” Tanya Fani saat melihat sosok lelaki yang datang bersama Joo. Tak terlihat jelas karena Andry menunduk dantertutup punggung Joo.


“ Coba tebak ini siapa?.” Joo menutup Andry dengan tubuhnya.


Fani dan Rafi melangkah pelan dari lumpur dan beranjak naik mendekati Joo. Kaki mereka dipenuhi lumpur hingga bajunya pun ikut kotor. Senyum seolah masih terukir diwajah yang habis bersenda gurau itu. Rafi merangkul Fani mesra dan mencubit sebelah pipi adik kesayangannya itu. Andry yang semula merunduk mendongak kan kepalanya dan semakin kesal saat disuguhkan pemandangan itu. Mukanya memerah dan giginya mengatup kesal. Kecemburuan menggebu-gebu menyelimuti seluruh tubuhnya. Fani pun kaget saat mendapati lelaki yang bersama Joo itu adalah Andry kekasihnya. Melihat wajah Andry yang memerah dan tertekuk seperti kesal.


“ Aaaa kok ada disini sih.” Fani terlonjak kegirangan melihat kekasihnya tiba-tiba ada disana.


“ Sengaja kasih kejutan.” Joo tersenyum tipis dan menyenggol bahu Andry seolah mengejek.


“ Iya kan An?.” Lagi-lagi Joo mengejek Andry yang disebelahnya itu. Andry hanya tersenyum paksa melihat Fani yang tersenyum bahagia.


“ Aaaa seneng banget.” Fani terus tersenyum bahagia dan melonjak-lonjak dengan tubuh yang dipenuhi lumpur.


“ Oh iya kenalin ini sepupu gue, namanya Rafi.” Joo menunjuk Rafi.


“ Hai, gue Rafi.” Mengulurkan tangan menyalami Andry.


“ Andry.” Jawabnya singkat dan menyambut tangan Rafi bersalaman.


“ Yok Raf kita kebawah bantuin paman.” Joo melangkah dan merangkul Rafi agar ikut dengannya. Seolah mengetahui jika sepasang kekasih itu ingin saling melepas rindu.


Fani masih tersenyum bahagia tak percaya kedatangan kekasih hati yang dirindukannya itu. Mendekat dengan memasang wajah manjanya, namun Andry hanya diam tak bergeming dan memasang muka datarnya.


“ Kok gak bilang-bilang sih mau kesini.” Bergelayut manja dan memegang tangann Andry.


“ Aaaaa kamu sengaja ya gak bilang-bilang.”  Sambungnya sambil memukul-mukul pundak Andry kesal.


“ Kenapa takut ketahuan belangnya? Takut ketahuan kalau lagi mesra-mesra sama pria lain?.” Ketusnya kesal.

__ADS_1


“ Ih kok gitu sih. Itu kan sepupu aku. Kamu cemburu ya?.” Protesnya kemudian tersenyum dan memukul-mukul dada Andry pelan.


“ Gak kok biasa aja.” Jawabnya dingin dan kemudian melangkah menuju gubuk yang tak jauh dari mereka.


“ Ciee cemburu.” Ejek Fani sambil mengikuti langkah Andry.


“ Gak kok.” Jawabnya masih singkat. Duduk digubuk sederhana itu sambil menatap hamparan sawah yang ada disekitarnya.


“ Cie cemburu cie. Ngaku aja deh.” Terkekeh dan kemudian duduk disebelah kekasihnya itu.


“ Cie-cie.” Sambung nya tetap terkekeh dan mendorong bahu Andry pelan. Terkekeh melihat wajah Andry yang kusut masam karena cemburu, bahkan Andry enggan menatapnya. Membuang pandangan kearah yang lain. Fani yang merasa lucu melihat pemandangan itu pun tak hentinya menertawakan dan menggoda Andry.


“ Aaaa gemes banget sih kalau lagi kesal gini.” Mendekat dan mencubit kedua pipi Andry menggunakan tangannya yang penuh dengan lumpur. Andry merasa geli dan segera menepis tangan Fani. Karena dia menepis cukup kuat Fani pun berteriak kesakitan.


“ Aw sakit.” Fani memegang tangannya yang sakit karena ditepis kuat oleh Andry.


“ Aaa maaf sayang aku gak sengaja.” Kaget mendengar Fani yang mengerang kesakitan karena dia menepis cukup kuat. Tangannya langsung menggenggam kedua tangan Fani yang dipenuhi lumpur itu, mengangkat kehadapan


wajahnya dan kemudian meniup bagian yang sakit. Kesalnya berubah menjadi kecemasan.


“ Maafin aku, aku gak sengaja sayang.” Ucapnya menyesali.


Sebenarnya tepisan Andry tidak terlalu sakit, hanya saja Fani ingin membalik kan keadaan. Memainkan drama untuk mendapatkan perhatian lelaki yang mengabaikannya sejak tadi. Fani terkekeh dalam hati melihat Andry yang cemas dan sibuk dengan tangannya. Ingin tertawa namun harus tetap berdrama, ingin membuat Andry benar-benar merasa bersalah dan tak lagi mengabaikannya.


Ternyata kau lucu juga ya kalau cemas begini. Siapa suruh mendiami, malah kau yang panik sendiri.


“ Maaf ya aku gak sengaja sayang.” Masih menyesali perbuatannya. Fani semakin besar kepala, makin bermain drama.


“ Aaaa sakit, sakit bu.” Meringis sambil meniup-niup tangannya yang sakit. Seolah habis dipukul dengan kayu hingga memar, benar-benar DramaQueen.


“ Maaf sayang, maafin aku ya. Aku salah.” Andry benar-benar diselimuti kecemasan. Meniup tangan yang bahkan bintik sebesar gigitan nyamuk pun tak terlihat. Entah apa yang ditiupnya sejak tadi.


“ Jahaatt,, sakitt.” Erangan Fani semakin kuat. Mulutnya meringis padahal hatinya tertawa tak henti-henti.


Tolong berhentilah menggemaskan begini. Aku tak sanggup menahan tawa. Sudah mari kita hentikan drama ini.

__ADS_1


“ Hahahaha.” Tiba-tiba Fani tertawa terbahak-bahak saat Andry masih sibuk meniup tangannya. Heran kenapa Fani tertawa tiba-tiba, Andry menatap penuh keheranan. Saat sadar jika dirinya sedang dipermainkan, Andry sontak langsung melepaskan tangan Fani yang digenggamnya.


“ Kamu ngerjain aku ya.” Menekuk wajahnya kesal. Membuang muka dan kembali merajuk kesal.


“ Yah, merajuk lagi.” Fani menyentuh pipi Andry yang sudah ada bercak lumpur, memaksa Andry untuk menatap nya.


“ Aaaa aku kangen.” Fani menggeram gemas. Tak henti-hentinya mencubit pipi kekasihnya itu. Andry  hanya menatap dengan wajah murungnya.


“ Sayang jangan murung gini dong. Kan jadi gemes.” Sambungnya dengan tangan masih menempel dipipi Andry.


“ Kamu ngeselin.” Protesnya kesal. “ Aku cemas tau gak sih.”


Sambungnya.


“ hehehe maaf ya sayang.” Jawabnya cengengesan.


“ Lagian kamu sih datang-datang malah cuekin aku. Cemburu gak jelas, ngambek-ngambekan. Yajadi aku harus drama dulu biar dapat perhatian.” Fani terkekeh dan mengejek Andry yang masih tampak kesal.


“ Aku kesini mau kasih kamu kejutan. Eh sampai disini malah aku yang kamu kasih kejutan.” Ucapnya menatap sinis gadis yang ada disebelahnya itu.


“ Kamu malah asyik-asyik sama cowok lain. Mesra-mesraan sama orang lain.” Sambungnya masih menatap sinis.


“ Yah sayang, itu kan sepupu aku. Kamu kok malah cemburu sama sepupu aku sih.” Jawabnya sambil tersenyum geli melihat kecemburuan Andry.


“ Terus kalau sepupu kamu bisa seenaknya mesra-mesraan depan aku? Kamu dirangkul-rangkul depan aku?.” Protesnya lagi.


“ Heheheh kan aku gak tau kalau kamu jadi kesini. Aku dari kemarin nunguin kamu kabarin aku, tapi malah kamu diam-diam gitu. Aku kesal tapi kamu malah makin diemin aku. Gak dipujuk.” Jawabnya juga protes.


“  Kan aku sengaja bikin kamu kesal terus bikin kejutan biar kamu senang.” Jawabnya tak mau kalah.


“ Kan aku udah seneng sih.” Fani berbalik menatap Andry kesal.


“ Iya kamu senang. Aku yang kesal.” Jawabnya tetap tak mau mengalah.


Mereka hanya saling diam tak bergeming. Memandang kearah yang berlawanan, tak ada yang mau mengalah satupun. Hening tak bergeming, hanya ada suara hembusan angin dan kicauan burung sore itu.

__ADS_1


__ADS_2