Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Hari Pertama Unfriend (Part 2)


__ADS_3

Bel pulang sudah berbunyi, Fani dengan malas mengemasi barang-barang yang berserakan diatas meja. Fani meluruskan sebelah tangan dan menjadikan bantal kepalanya. Memperhatikan Sophia yang cekikikan bersama teman-teman lain. Biasanya mereka selalu berbagi tawa, namun sekarang hanya ada kebencian.


“ Satu-satunya sahabat yang paling aku percaya, lalu malah aku yang menghancurkan kepercayaan nya.” Gumamnya dengan mata yang berkaca-kaca. Sorot matanya takberalih dari Sophia, buntalan matanya mengikuti  kemana arah tubuh Sophia. Fani kembali bangun dan mengemasi barang-barangnya. Teringat jika hari ini Andry mengajaknya untuk pulang bersama. Lalu dengan segera beranjak menuju parkiran.


“ Ayuk pulang.” Ajak Andry yang sudah berdiri didepan kelas. Fani hanya mengangguk mengiyakan dan segera mendekati Andry.


“ Kenapa murung gitu sih?.” Andry tersenyum dan mengelus rambut ikal Fani. Menggenggam tangannya menyusuri koridor yang tampak sepi.


“ Gak kok. Cuma lagi capek aja.” Fani berdalih dan segera menyunggingkan bibirnya tipis.


“ Yaudah aku langsung antar kamu pulang ya.” Andry kembali mengelus rambut Fani dan tersenyum. Menyelaraskan langkah kaki menuju parkiran sekolah. Tangannya masih menggenggam erat pacar dadakannya itu.


Saat diparkiran, tak sengaja mereka berpapasan dengan Sophia. Andry yang tak menyadari ada perselisihan antara dua wanita itupun tampak biasa saja. Saat berpapasan Sophia kembali memalingkan muka, lalu menekuk dan terdengar sayup-sayup gerutunya. Fani hanya tertunduk diam dan mengelus dada. Ingin marah rasanya, namun sadar penyebab perubahan sikap Sophia adalah dirinya.


“ Oh iya aku lupa sesuatu.” Andry menghentikan langkahnya dan menepuk pelan jidatnya. Berbalik dan berteriak memanggil Sophia.


“ Sophia.” Andry berteriak. Fani kaget saat Andry memanggil sosok yang sejak pagi menatapnya penuh kebencian itu.


“ Iya.” Sophia menghentikan langkah dan berbalik. Mencari sosok yang memanggil dirinya.


“ Tunggu.” Andry kembali berteriak saat melihat Sophia berhenti melangkah. Kemudian menarik tangan Fani setengah berlari mendekati Sophia.


“ Ada apa kak?.” Sophia tersenyum palsu saat Andry dan Fani berhenti dihadapannya.

__ADS_1


“ Oh iya besok malam ada pesta ulang tahun dirumah gue. Jangan lupa datang ya.” Andry meraih tas dan mengeluarkan selembaran kertas undangan.


“ Wah lo ulang tahun kak? Selamat ya.” Sophia mengambil selembaran kertas itu dan kembali tersenyum pada sepasang kekasih itu.


“ Semoga yang baik-baik menyertai lo ya kak.” Sambungnya.


“ Thanks ya Sophia. Jangan lupa datang. Awas lo kalau gak datang.” Andry terdengar mengancam.


“ Oh iya satu lagi, semoga langgeng ya buat kalian berdua.” Sophia kembali tersenyum paksa.


“ Pesta ulang tahun sekalian ngerayain hubungan baru dong ya.” Sophia menutup mulutnya dan terkekeh.


“ Bisa aja lo.” Andry menyunggingkan bibirnya.


Wajah Fani tampak memerah karena malu. Hanya bisa tertunduk dan diam tak bergeming. Perkataan Sophia seolah menjelaskan kembali kesalahan yang dilakukannya. Andry kembali menggenggam tangannya dan berjalan menuju mobil.


“ Kasian yang capek. Yuk pulang.” Andry melangkah diikuti Fani. Sementara Fani tak menjawab dan memberi respon apapun. Hanya mengikuti langkah Andry dan masuk kedalam mobil berwarna hitam itu.


“ Kita pulang ya.” Andry tersenyum dan menyalakan mesin mobilnya.


“ Iya kak.” Fani hanya menjawab sekenanya. Lalu menyenderkan kepala dan menatap jalanan yang ramai. Pikirannya sangat kacau.


“ Kita makan dulu ya. Kamu tadi kan gak makan.” Andry menatap Fani yang terlihat sedih.

__ADS_1


“ Gak usah kak. Aku makan dirumah aja nanti.” Fani melipat kedua tangannya didada, tatapannya tak beralih dari jalanan. Andry hanya mengangguk mengiyakan, dia seolah menyadari jika Fani sedang ada masalah.


“ Kamu gapapa kan Fan?.” Tanya Andry. Fani hanya menjawab dengan gelengan. Andry menambah kecepatan mobilnya agar Fani dapat beristirahat secepatnya. Pikirnya Fani memang benar-benar kelelahan.


Mobil berawarna hitam yang dikemudikan Andry memasuki pekarangan rumah Fani. Ternyata ada ibu yang sedang menyirami tanaman yang ada dipekarangan. Fani segera turun dari mobil diikuti oleh Andry.


“ Eh ada nak Andry. Ayuk masuk dulul.” Melangkah mendekati Andry dan Fani.


“ Eh gapapa tante, aku langsung pulang aja.” Andry mencoba menolak.


“ Gak boleh nolak. Harus masuk dulu.” Ibu Fani mendorong pelan Andry agar masuk kedalam rumah. Sementara Fani tak berbicara sepatah katapun. Hanya memperhatikan drama antara ibunya dan kekasiih dadakannya itu. Berjalan mengikuti ibu dan Andry yang sudah masuk kedalam rumah.


“ Duduk dulu ya, tante mau bikini minum.” Ibu Fani meninggalkan Andry sendirian diruang tamu dan bergegas menuju dapur.


“ Eh Fan, mau kemana? Buruan ganti baju terus kamu temenin Andry ngobrol dulu didepan.” Ibu menarik ujung baju Fani saat melihat anak gadisnnya itu ingin merebahkantubuh diatas sofa.


“ Yah ibu, aku capek banget ni.” Fani mendengus kesal.


“ Ah udah sana buruan ganti baju. Gak enak kalau tamu ditinggal sendirian.” Ibu menarik tangan Fani agar segera berdiri dan beranjak untuk berganti pakaian.


“ Tapi bu,,” Fani mencoba mengelak. Namun ibu dengan cepat menyela pembicaraan.


“ Gak ada tapi-tapian. Udah cepetan.” Ibu mendorong pelan tubuh Fani menjauh. Fani hanya bisa menggerutu dan mendengus kesal.

__ADS_1


“ Ah lagian ngapain juga nyuruh tu cowo mampir dulu. Kan gue yang ribet.” Gerutunya sambil melangkah menuju kamar. Dengan malas-malasan mengganti pakaiannya dengan kaos longgar dan celana pendek andalan.


__ADS_2