
Acara selanjutnya adalah dansa. Semua yang membawa pasangan sudah bersiap untuk memulai pesta dansa. Musik sudah diputar dan beberapa pasangan pun mulai berdansa. Yang lain menikmati hidangan sambil menonton pesta dansa ini. Sesekali terdengar suara sorak sorai tepuk tangan. Andry dan Fani berdansa paling depan. Andry merangkul pinggang Fani dengan lembut dan penuh kasih sayang. Manik mata mereka saling beradu menemani gerakan dansa yang pelan.
“ Fan,” Andry memecahkan keheningan antara mereka. Fani hanya menjawab dengan senyuman.
“ Aku sayang kamu.” Andry menarik pinggang Fani agar semakin mendekat dengannya.
“ Aku juga sayang kamu.” Tanpa sadar ucapan itu keluar dari mulut Fani.
“ Jangan tinggalin aku ya.” Andry menempelkan dahinya dengan dahi Fani. Menunjukkan ketulusannya dalam mencintai Fani. Meskipun Awalnya Andry berniat buruk, tapi saat ini dia benar-benar merasa nyaman dan mencintai Fani.
Kenapa aku mengatakan sayang berulang kali? Apa aku benar-benar menyayanginya? Tapi aku benar-benar nyaman saat ini. Aku ingin mengatakan ini terus-terusan. Aku menyayangi gadis tengil ini.
Mereka hanyut dalam suasana romansa, tanpa sadar Fani menempelkan tubuhnya dengan Andry. Tak berjarak, bahkan hembusan nafas Andry terdengar ditelinga Fani. Lagi-lagi mereka tenggelam dalam situasi, saling menatap penuh cinta pasangannya. Andry ingin sekali mencium gadis yang ada dihadapannya, mengatakan jika dia benar mencintai Fani. Begitupun dengan Fani yang larut dalam rasa, menikmati setiap hembusan nafasnya dengan orang terkasih.
“ Ah aku mencintaimu.” Andry kembali menempelkan dahinya dengan dahi Fani dan semakin menarik Fani dalam pelukannya.
“ Aku mencintaimu.” Sekali lagi dia mengatakannya.
Hukum alam benar-benar bekerja dengan baik, hanya beberapa waktu niat jahatnya berbalik menjadi rasa cinta. Memang awalnya niat jahat Andry tak memiliki dasar, hingga dengan mudah niatnya berubah arah. Tak ada lagi kebencian dan balas dendam diantara mereka, hanya ada rasa cinta dan kasih sayang. Malam ini menjadi saksi luahan kasih sayang dan cinta mereka.
“ Aku juga mencintaimu.” Fani tersenyum dan kembali menempelkan dahinya.
__ADS_1
Sementara dari kejauhan Sophia menatap penuh kebencian sepasang kekasih yang dimanbuk cinta itu. Menggerutu kesal dan mencaci maki dalam hati. Sophia semakin tak sabar ingin menghancurkan hubungan Andry dan Fani. Meskipun terkesan jahat tapi Sophia tak peduli. Baginya Fani pun harus merasakan sakit yang dia rasakan.
“ Cihh. Tunggu aja pembalasan gue Fani.” Gumamnya menggerutu.
“ Gue yakin lo bakal ngerasain sakit yang lebih parah dari gue.” Sambungnya sambil meneguk air ditangannya.
Sophia berencana ingin mengatakan yang sebenarnya dengan Andry mala mini, namun Sophia juga merasa segan karena ada orang tua dan kakaknya Andry. Padahal ini adalah moment yang paling tepat baginya, mempermalukan Fani dihadapan banyak orang. Mungkin jika dipemalukan dipesta ini akan membuat Fani malu setengah mati. Sophia terkekeh membayangkan Fani yang menangis karena malu disorak-soraki oleh tamu yang hadir malam ini.
“ Gue mau mempermalukan lo mala mini, tapi gue masih menghargai orang tua dan kakaknya Andry.” Gumamnya.
“ Mungkin lain waktu gue bakal permalukan lo dihadapan orang yang lebih banyak dari ini.” Sambungnya tersenyum jahat.
Pesta dansa masih berlangsung penuh dengan romansa, lampu kerlap-kerlip dan hebusan angin yang sepoi-sepoi melengkapi kesempurnaan suasana. Andry dan Fani yang berdansa dan menatap penuh cinta seakan tak ingin berhenti berdansa. Namun sudah hampir larut malam, pesta dansa akan segera berakhir. Andry menarik Fani semakin erat dalam pelukannya, saling menatap dalam manik mata pasangannya.
“ Aku mencintaimu.” Lagi-lagi Andry mengatakan ini. Hatinya seolah berkecamuk selalu ingin mengatakan cinta pada gadis yang ada dihadapannya.
Musik berhenti dan pesta dansa sudah berakhir. Semua tamu bertepuk tangan meriah dan bersiul melihat pesta dansa yang menakjubkan ini. Tak sedikit tamu yang mengabadikan momen dansa itu diponsel mereka. Apalagi yang menjadi sorot utama adalah Andry, pria yang selama ini belum pernah terkuak kisah percintaannya. Malam ini berdansa penuh cinta dengan seorang wanita super yang berhasil menaklukan hatinya.
“ Aku masih ingin memelukmu.” Andry berbisik ditelinga Fani dan membelai rambut bergelombang milik gadis tengil itu.
“ Udah dong. Malu diliat tamu yang lain.” Fani menjarak dari Andry karena malu disorot oleh tamu lain.
__ADS_1
Satu persatu tamu datang menghampiri Andry, mengucapkan selamat dan pamit untuk pulang. Andry yang dikenal sangat dingin dan pendiam tak henti-hentinya tersenyum malam ini. Aura bahagianya tak dapat disembunyikan. Tak sedikit yang takjub melihat seyuman Andry, terutama para tamu wanita. Rumah Andry mulai sepi karena tamu sudah banyak yang pulang. Andry berjalan menghampiri Ardi dan beberapa temannya yang lain.
“ Waah seneng banget nih romannya.” Sahut Ardi saat melihat Andry mendekat.
“ Iya dong.” Andry menjawab dengan cengengesan.
Ardi menarik tangan Andry menjauh dari kumpulan teman-teman yang lain. Tak sabar ingin menanyakan ada apa dengan dirinya. Andry belum pernah sebahagia ini sebelumnya, apalagi malam ini dia tak henti-hentinya tersenyum.
“ Apasih pakai Tarik-tarik segala.” Protes Andry saat Ardi menarik tangannya menjauh.
“ Ada yang mau gue tanyain, ayo ikut.” Ardi mempercepat langkahnya menuju sudut rumah yang cukup sepi.
“ Sekarang jelasin sama gue, lo beneran serius sama Fani atau ini Cuma bagian dari rencana jahat lo.” Ardi menatap dengan serius.
Ardi seolah mengingatkan Andry pada tujuan utamanya mendekati Fani, namun dia melupakan tujuan itu. Yang ada dihatinya hanya rasa cinta dan bahagia saat bersama Fani. Andry kembali meyakinkan hatinya tentang tujuan utamanya, namun hatinya menolak untuk melakukan hal itu. Berkecamuk antara benci dan cinta dihatinya, pikirannya ingin melanjutkan misi namun hatinya ingin mencintai Fani dengan sepenuh hati. Cukup lama Andry terdiam memikirkan hal ini, sampai akhirnya mulutnya bersuara dan mengakatan hal yang tak Ardi sangka-sangka.
“ Sebenernya gue emang punya niat buruk sama tuh cewek. Tapi makin kesini gue makin gak bisa sembunyiin rasa gue. Gue sayang sama Fani, gue cinta sama dia. Mungkin ini yang namanya karma, gue yang niatnya buruk sekarang malah tergila-gila dengan dia. Gue sayang dia, gue gak bakal kecewain dia. Lo jangan takut.” Andry terdengar serius, sorot matanya menunjukkan kalau dia tidak berbohong. Memukul pelan bahu Ardi dan tersenyum seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.
“ Gue percaya sama lo bre, semoga kalian bahagia ya.” Ardi berbalik memukul pelan bahu Andry dan tersenyum senang.
Mereka kembali berjalan mendekat dengan teman-teman yang lain. Menghabiskan malam ini dengan canda tawa. Andry malam ini benar-benar berbeda dari segi aura. Sifat dinginnya seolah lenyap bersama hembusan lilin tadi. Ardi hanya tersenyum menatap sahabatnya itu, merasa tenang dengan apa yang dikatakan Andry barusan.
__ADS_1
Gak nyangka kalau niat buruk lo berbalik arah. Lo yang awalnya ingin menyakiti malah berlabuh dihati Fani. Gue senang, gue tenang.