Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Ke Pantai Lagi


__ADS_3

Pagi ini Andry bangun sangat awal, mandi dan mempersiapkan beberapa barang yang harus dibawanya. Tak lupa bunda juga membekalkan sarapan untuk Andry dan Fani. Andry mengenakan kemeja pendek dengan motif-motif pohon kelapa, sangat cocok untuk dibawa ke pantai. Celana jeans pendek dan sandal santai melengkapi gayanya pagi ini. Andry meraih tas kamera dan kacamata dan kemudian bergegas menjeput kekasihnya.


“ Bun aku pergi dulu ya.” Mendekati bunda dan berpamitan.


“ Iya hati-hati ya, ini jangan lupa sarapannya.” Menyodorkan tas kecil berisikan makanan dan minuman. Sengaja dia buat untuk buah hati dan Fani calon menantunya.


“ Bye bun.” Andry melangkah menjauh dan segera melajukan mobilnya. Melambaikan tangan kepada bundanya yang masih berdiri menatap kepergiannya.


Pagi yang dingin sekali. Masih tampak gelap samar-samar belum dijamah cahaya mentari. Tentu saja, Andry pergi sebelum pukul 6 pagi. Tidak sabar ingin membawa kekasih hatinya bermain dan menyapa datangnya mentari dipantai. Andry meraih ponselnya dan menghubungi Fani untuk memastikan jika kekasihnya sudah bersiap-siap untuk pergi.


“ Hallo sayang udah selesai?.” Tanya Andri saat panggilan terhubung.


“ Sudah, aku tunggu dirumah ya.” Sahut Fani dari dalam telepon.


“ Oke bye.” Mengakhiri obrolan dan menutup sambungan telepon. Menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai dirumah wanita yang sudah menunggu kedatangannya itu.


Terdengar suara mobil berhenti didrpan rumah Fani, ternyata Andry sudah sampai. Fani bergegas keluar dan meminta Andry untuk menunggu sebentar. Berlari kedalam rumah mengambil barang-barangnya yang masih ada dikamar. Tas kecil, topi pantai, kacamata, dan beberapa barang lainnya. Hari ini Fani mengenakan dress panjang berwarna putih, agar menyatu dengan suasana pagi hari. Fani juga mengambil bekal yang dibuatkan ibunya. Bergegas agar tak ketinggalan moment yang dicarinya. Fani meneriaki ibu dan mendekati, berpamitan dan mengatakan dia harus buru-buru pergi.


“ Bu,,” Teriak Fani sambil menyusuri isi rumah mencari ibunya.


“ Ibu dimana? Aku pergi dulu ya.” Ucapnya lagi.

__ADS_1


“ Ibu ada disini, di ruang tamu.” Sahut ibunya dari depan. Fani segera berjalan mendekat dan berpamitan.


“ Bu, aku pergi dulu ya kasihan Andry kalau nunggu lama.” Berjalan mendekati wanita paru baya yang tampak sedang bersih-bersih itu.


“ Iya hati-hati ya.” Sahutnya sambil mengantarkan Fani ke mobil Andry.


Fani bergegas masuk dan meminta Andry segera melajukan mobilnya. Tak sabar ingin menyapa mentari pagi dan bersantai ria dipantai yang sejuk dan tenang. Fani melambaikan tangan kepada ibunya yang masih berdiri menatap kepergian mobil berwarna hitam itu. Andry menambah kecepatan mobilnya membelah jalanan yang tampak lengang. Masih gelap samar-samar, udara terasa sangat dingin ketika menyentuh kulit mereka. Andry mempercepat gerak mobilnya agar tak kehilangan kesempatan menikmati indahnya suasana pagi dipantai. Sementara Fani menurunkan kaca mobil menikmati dingin dan segarnya udara pagi yang belum terjamah oleh polusi. Menatap jalanan yang makin lama makin menjauhi perkotaan. Meninggalkan hiruk pikuknya suasana kota yang dipadati jutaan manusia.


“ Sayang, udaranya dingin ya. Makin lama juga makin indah pemandanganya.” Ucap Fani saat melihat pemandangan bukit-bukit yang indah.


“ Pantainya jauh lebih indah. Bahkan sangat indah. Sejuk dan menangkan.” Sahut Andry yang ikut merasakan dinginnya udara pagi yang menyentuh kulitnya.


“ Pokoknya setiap liburan kamu harus ajak aku ketempat-tempat yang indah.” Pintanya seolah Andry harus mengajaknya menjelajah alam lebih jauh lagi.


“ Aku janji deh kalau liburan pasti ajak kamu jalan-jalan ketempat yang lebih indah.” Sambungnya sambil mengangkat dua jari berjanji.


“ Tapi sayangnya libur tinggal 2 hari lagi. Lusa udah harus masuk sekolah lagi.” Gerutunya terdengar sedih karena akan segera kembali kesekolah.


“ Kan bagus dong bisa ketemu setiap hari.” Jawabnya senang karena tak harus bersusah payah lagi untuk menemui kekasih yang rentan dia rindukan itu.


“ Kalau libur sekolah ya kita liburan lagi.” Sambungnya merasa jika mereka akan tetap bersama hingga liburan-liburan berikutnya.

__ADS_1


“ Iya sih. Hem tapi kan kamu bentar lagi bakal masuk dunia perkuliahan yang cewek-ceweknya lebih cantik dari aku.” Gumamnya murung, teringat jika Andry hanya tinggal beberapa bulan lagi disekolah.


“ Heheheh kan cewek-ceweknya yang cantik. Aku sih tetap cintanya sama kamu.” Sahutnya menggoda Fani yang murung tak jelas itu.


“ Hehehehe bisa aja.” Fani tertawa dan memukul-mukul pelan bahu Andry.


Mereka saling menggoda, tertawa dan bercerita. Menemani sepanjang perjalanan mereka yang cukup jauh, menatap indahnya pemandangan yang disuguhkan. Andry menghentikkan mobilnya dipinggir jalan, meminta Fani turun dan berdiri didepan pohon tanpa dedaunan. Andry mengambil kamera dan mulai menjadi photographer dadakan. Sempurna, Fani berdiri tepat didepan pohon tanpa dedaunan dan dibelakangnya terlihat matahari yang tampak malu-malu. Setelah puas mengambil foto dengan spot yang menakjubkan itu, Andry kembali melajukan mobilnya menuju pantai yang hampir sampai. Hanya 10 menit perjalanan, Andry memarkirkan mobilnya dan segera menarik kekasihnya untuk turun. Membawa gadis itu berlari riang menuju pantai. Angin yang kencang menerpa pepohonan, bergoyang dan melambai-lambai. Fani melepas alas kakinya dan berlari riang diatas pasir putih yang indah.


“ Jangan lari-lari nanti jatuh.” Teriak Andry saat melihat Fani berlari-lari kesana sini.


“ Kenapa kamu baru ajak aku kesini. Bahkan ini lebih indah dari yang kemarin.” Semakin berlari menuju bibir pantai, membiarkan kakinya bersalaman dengan ombak yang cukup tenang.


Andry mengeluarkan lagi kameranya, memotret gadis kecil yang di cintainya. Mengambil gambar secara diam-diam, berlari hingga melompat senang. Andry bahkan bisa merasakan bahagia yang dirasakan Fani hanya melalui gambar-gambar yang di ambilnya. Gadis tengil yang dulu dibencinya sekarang menjadi manusia Favoritenya. Terus mengambil gambar kekasihnya yang masih asyik bermain sendirian. Pagi dipantai yang indah bersama manusia yang dicintainya.


“ Sayang sini.” Teriak Fani meminta Andry mendekat. Hanya anggukan sebagai jawabannya. Andry mendekat dan tiba-tiba Fani langsung memeluknya bahagia. Wajahnya tersenyum seolah habis dapat uang milyaran.


“ Kenapa sayang?.” Tanya Andry saat Fani tiba-tiba menghamburkan badan dan memeluknya erat.


“ Aaa aku bahagia. Aku senang. Terimakasih sayang.” Jawabnya memeluk semakin erat.


“ Kan udah tugas aku untuk bikin kamu bahagia.” Ucap Andry sambil mengecup kedua pipi Fani.

__ADS_1


Mereka berpelukan saling menumpahkan perasaan senang, tetap berdiri kokoh meski ombak menerjang. Berulang kali Andry mengecup pipi Fani yang masih tersenyum senang. Menikmati hangatnya pelukan dibawah hangatnya sinar mentari pagi ini.


__ADS_2