Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Kekhawatiran Al


__ADS_3

Al baru saja menyelesaikan pertandingan badmintonnya. Duduk dipinggir lapangan dan menyeka keringat disekitar mukanya. Hanya butuh beberapa detik saja untuk  Al meneguk habis sebotol air mineral. Keringatnya bercucuran membasahi pakaian yang ia kenakan. Al melihat jam yang melingkar tangannya sudah menunjuk kan pukul 14:00 WIB, kemudian mengambil ponsel dari tas kecilnya. Al hendak pulang namun langkahnya terhenti saat matanya tertegun pada layar benda pipih itu. Melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Fani Al menjadi khawatir. Sudah satu jam berlalu saat Fani menghubungi, dan Al baru menyadarinya sekarang.


" Sial. Kenapa aku gak sadar ada panggilan masuk sebanyak ini." Al mencoba menghubungi Fani beberapa kali namun tak ada jawaban dari Fani.


" Aku baru sadar satu jam setelah dia menghubungiku. Pasti sangat penting." Al menghela nafas dan mencoba menghubungi Fani lagi. Masih sama seperti sebelumnya, Fani tak menjawab telfon Al.


Pikiran al menjalar kemana-mana. Al benar-benar khawair dengan Fani. Sebelumnya Fani tak pernah melefon hingga sebanyak ini, pantas saja jika pikiran Al menjalar entah kemana-mana.


Fani. Kumohon angkat telfon ku, aku benar-benar khawatir. Kau tak pernah menelfon ku sebanyak ini sebelumnya, jika sudah sebanyak ini kau menghubungi berarti kau sedang membutuhkan ku. 


 


Al bergegas keluar dari gor dan segera menuju parkiran. Mencoba menelfon Fani berkali-kali tapi tetap saja tak ada jawaban dari Fani. Al semakin khawatir dan memutuskan untuk kerumah Fani, melihat langsung keadaan gadis yang menelfon nya berulang kali itu. Dengan cepat Al melajukan kuda besinya menyusuri jalanan yang ramai. Pergi dengan mengenakan pakaian yang basa membuat Al merasa dingin saat kulitnya bersentuhan langsung dengan udara disepanjang jalan.


" Dingin sekali rasanya. Padahal cuaca lumayan terik" Gumam Al sembari menambah kecepatan kuda besinya.


Tak butuh waktu lama, Al sudah sampai didepan rumah Fani. Namun tak satupun kendaraan terliihat pekarangannya. Al segera turun dan mencoba menerka-nerka dimana Fani sebenarnya. Rumah terlihat sangat sepi, seperti tak berpenghuni. Al mencoba mengetuk pintu berkali-kali, lalu disusul dengan teriakan memanggil Fani.


" Fan.. Fanii.. Fani.."

__ADS_1


" Fani.. Fan..Fanii.." Masih tak ada jawaban dari dalam rumah. Al yang khawatir langsung memberanikan diri menekan gagang pintu, benar saja ternyata pintunya tidak dikunci. Berarti ada orang didalam rumah itu.


" Pintunya tak dikunci. Berarti ada penghuninya didalam." Gumam Al sembari melangkah dengan hati-hati menyusuri isi rumah.


" Fani.. Fani.." Al kembali berteriak memenuhi seisi rumah. Al menyusuri seisi rumah namun tak melihat siapapun.


" Lah ada suara tv." Al terus melangkah hingga langkahnya  terhenti saat menemukan sosok yang dicarinya. Fani tengah tertidur diatas sofa dan dihadapan layar tv.


 


" Wah manusia yang gue khawatirkan malah enak-enakan tertidur." Al mengerutkan dahi dan mendekati Fani.


" Wah semakin di marahi semakin enak saja tidurnya." Al menggeleng-gelengkan kepalanya melihat reaksi Fani. Al duduk disofa sebelah, matanya terus memandangi Fani yang tengah tertidur. Fani, gadis yang disukainya saat ini. Merupakan sebuah kebahagiaan jika bisa memandangi orang yang disukai seperti ini.


Enak banget ya Fan. Kau buat aku khawatir setengah mati, lalu kau tertidur manis sekali. Apa kau tau? Karena kau bahkan aku tak sempat berganti baju. Badan ku sangat bau, tapi aku harus kesini hanya untuk menyaksikan tidurmu. 


 


" Baiklah gadis kecil, sore ku full untuk menyaksikan tidurmu." Al meraih remote tv dan mengganti siaran yang diinginkan. Kemudian mengambil ponsel untuk menelfon sipemilik rumah, Joo.

__ADS_1


" Hallo Joo, lo dimana? " Al langsung bertanya.


" Gue lagi dirumah gaga nih. Ada apa Al? " Sahut Joo diikuti pertanyaan.


" Lo balik sekarang dong. Gue dirumah lo sekarang." Pinta Al pada pemilik rumah itu.


" Loh kok lo dirumah Al?" Tanya nya dari balik telepon.


" Adik lo nih tadi neflon gue bejibun, gue kira ada apa gitu ternyata gue cuma disuruh jdi penonton saat dia tidur." Gerutu Al.


" Oh, hahaha palingan juga lagi bosan. Soalnya yang lain pada pergi ke acara keluarga." Jelas Joo.


" Yudah lo tunggu disana ya gue langsung balik nih." Pinta Joo.


" Oke , bye." Al menutup sambungan telepon dan kembali menikmati siaran tv yang dicarinya tadi.


 


 

__ADS_1


__ADS_2