Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Apakah Ini Akhir Dari Pertemanan?


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Fani memeriksa ponselnya yang ternyata sudah mati entah sejak kapan. Lalu bergegas mengemasi barang-barangnya yang berserakan diatas meja. Sophia juga tampak sedang sibuk berkemas, sesekali memandangi Fani. Memastikan apakah sahabatnya itu telah selesai berkemas. Sophia mendekati Fani yang masih mengemasi barang-barangnya.


“ Woi buruan dong. Gak pulang lo?.” Sophia memukul pundak Fani.


“ Iya bentar, gue masih bingung nih kunci rumah gue dimana. Gue lupa Sop.” Fani tampak mengaduk tangan kedalam tas untuk menemukan benda yang dicarinya.


“ Ya elah. Besok-besok lo lupa letak kepala lo dimana.” Sophia menggerutu kesal melihat Sahabatnya itu.


Sophia duduk dimeja sebelah sambil memainkan ponselnya. Menunggu Fani yang masih sibuk mencari kunci rumah yang entah dimana ia letak kan. Suara teriakan Fani mengagetkan Sophia yang tengah asyik bermain game, sontak Sophia terperanjak dan memukul Fani.


“ Ini dia.. Dapat.” Suara Fani memenuhi isi ruangan.


“ Asataga Fani.” Sophia terperanjak kaget dan spontan memukul Fani dengan kuat.


“ Aw sakit.” Fani meringis dan mengelus bahunya yang dipukul Sophia.


“ Lagian sih lo ngagetin gue aja.” Protesnya.


“ Hahaha yaudah yuk pulang.” Fani terkekeh dan melangkah menuju parkiran.

__ADS_1


Saat sampai diparkiran, Fani melihat Andry yang menuju mobil berbalik arah mendekatinya. Tangannya berubah menjadi dingin, mukanya berubah menjadi pucat lagi. Jantungnya berdetak sangat kencang seolah mau meledak. Berkali-kali Sophia mengajaknya bicara namun dia tak mendengar.


“ Woi. Ni helm lo. Melamun terus nih anak, kesambet lo ya?.” Sophia memukul bahu Fani dengan helm yang ada ditangannya.


“ Eh iya sorry gue agak pusing nih.” Berkilah dan segera mengambil helm yang disodorkan Sophia.


Sophia sudah menyalakan mesin motornya dan siap melajukan kuda besi kesayangannya itu. Namun suara lelaki yang memanggil Fani membuatnya mengurungkan niat dan berbalik memandang sosok itu.


“ Fan.” Andry berhenti persisi disebelah motor Sophia.


“ Eh.. iyaa kak.” Fani menjawab terbata-bata. Ketakutannya benar-benar akan terjadi hari ini.


“ Loh kok ada kak Andry.” Sophia mematikan mesin motornya. Dan Andry hanya menganngguk dan tersenyum.


“ Aku pulang bareng Sophia aja kak.” Fani mneolak ajakan Andry namun Andry bersikukuh mengajak Fani pulang bersamanya.


“ Udah ayok pulang bareng aku aja.” Andry melepaskan helm yang ada dikepala Fani dan menarik tangannya. Fani yang tau akan diserang pertanyaan dari Sophia itu pun mengiyakan permintaan Andry. Bergegas meninggalkan Sophia yang kebingungan seorang diri.


“ Sop, gue duluan ya. Bye.” Fani bergegas melangkah menjauhi Sophia dengan sebelah tangannya digenggam oleh Andry.

__ADS_1


“ Ayok buruan.” Andry meminta Fani untuk mempercepat langkahnya.


“ Ini kenapa tiba-tiba ngajak pulang bareng sih. Kan aku gak enak sama Sophia.” Protes Fani saat sudah duduk dikursi sebelah kemudi.


“ Emangnya salah? Kan sekarang kamu pacar aku.” Andry mengatakan sesuatu yang membuat Fani terdiam kaku. Seolah mengingatkan pada kesalahan terbesar Fani.


“ Aku mau ajak kamu kesuatu tempat. Habis itu aku antar pulang ya.” Sambung Andry dan Fani tak menjawab apapun.


Andry melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan sekolah dan Sophia yang masih terdiam bingung diparkiran. Mencari jawaban dari sejuta tanya yang ada dalam pikirannya. Ada apa yang terjadi sebenarnya. Membingungkan dan menyebalkan. Sejak pagi hatinya dipenuhi rasa bahagia, lalu tiba-tiba hatinya dipenuhi rasa bingung dan curiga.


“ Ada apa ini? Kenapa mereka pulang berdua? Apa ada yang dirahasiakan Fani dari gue?.” Gumam Sophia dalam hati.


“ Aaa bahkan kepala ku dipenuhi jutaan pertanyaan yang aku sendiri tak punya jawaban.” Sophia meringis.


“ Gak bisa dibiarin, gue harus minta penjelasan dari Fani.” Sambungnya. Kemudian Sophia menyalakan mesin dan melajukan sepeda motornya meninggalkan pekarangan sekolah. Sepanjang perjalanan Sophia tak henti-hentinya menerka apa yang terjadi anatar Fani dan Andry. Hal yang tak pernah diduganya terjadi barusan. Seorang Fani pulang bersama lelaki yang tak disukainya. Benar-benar mengobrak-abrik isi kepala Sophia, mencoba mematahkan asumsinya yang tidak-tidak.


“ Aaaa tak mungkin mereka punya hubungan. Jelas-jelas Fani tak suka padanya. Mungkin hanya kebetulan ada kepentingan yang melibatkan mereka berdua.” Sophia tetap berfkir positif.


“ Pokoknya Fani harus jelasin ini ke gue. Gue gak mau ada yang dirahasiakan dari gue.” Gumamnya sambil mempercepat sepeda motornya.

__ADS_1


Sementara Fani hanya terdiam menatap jalanan yang ramai. Pikirannya menjalar entah kemana-mana. Menyusun kalimat untuk memberi penjelasan pada Sophia. Kedua tangannya saling menggenggam karena dingin. Dalam hatinya merasa takut meski hanya sekedar memberi penjelasan pada Sophia.


Aaa matilah aku. Bahkan aku tak tau cara menjelaskan pada Sophia. Tuhan apakah ini akhir dari pertemanan ku?. Aku tak sanggup menghadapi murkanya Sophia, aaa bahkan membayangkannya saja aku tak sanggup.


__ADS_2