
Motor kesayangan Sophia sudah memasuki pekarangan sekolah. Memilih letak parkir yang pas untuk kuda besi nya itu. Dua sejoli itu menyusuri koridor sekolah sambil saling melontarkan beberapa kalimat candaan. Sesekali suara tawa mereka memenuhi seisi sekolah.
" Udah dong, capek ni ketawa terus." Ucap Sophia.
" Ah lemah deh lo. Lagian kan yang mulai duluan itu lo." Sahut Fani.
" Ngetawain aib teman ternyata lebih menyehatkan daripada olahraga ya. Buktinya keringat gue sekarang lebih banyak ketimbang lari keliling sekolah hahahaha" Sophia tertaw terbahak-bahak.
" Lebih sekat kepalamu !" Ketusnya.
Fani melemparkan bokongnya keatas kursi ternyaman nya itu. Begitupun dengan sahabatnya Sophia. Saling mengatur pernafasan yang tersengal-sengal.
" Ya tuhan, jalan sambil ketawa aja capek nya pakai banget ya." Gumam Fani.
Kemudian Fani meraih benda pipih berwarna hitam dari saku tasnya. Menggeser layar dan membuka kunci ponselnya. Masih ada waktu 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Fani menghidupkan fitur music dan membuka akun media pribadinya. Melihat-lihat berita yang viral beberapa saat belakangan ini.
" Wah parah sih gara-gara cemburu sampai bunuh pacarnya gitu." Fani meringis dan menggidikan bahunya beberapa kali.
" Ogah sih punya pacar begitu." Sambungnya.
Tak lama kemudian bel berbunyi. Guru sudah tiba dikelas dan jam pelajaran akan segera dimulai. Fani dan Sophia mengikuti pelajaran dengan seksama dan penuh semangat. Hari ini adalah pelajaran Biologi kesukaan Fani.
__ADS_1
*****
Bel istirahat sudah berbunyi. Andry bergegas menyimpan buku-buku dan peralatan lain kedalam tas. Perutnya yang sudah memberontak sedari tadi membuatnya ingin cepat-cepat menuju kantin. Tapi hari ini sahabat karibnya Ardi tidak masuk sekolah. Ah betapa sedih dirinya, tanpa teman hari ini. Dari kelas sebelah terlihat Heru dan Abim yang juga hendak meuju kantin.
" Eh An, ngapain bengong lo. Kesambet setan baru tau deh." Ucap Heru yang diikuti tawa Abim.
" Kantin yuk. Daripada bengong ga jelas disini." Sambung Heru.
" Apasih lo berdua." Ketusnya. Namun saat bertemu Heru dan Abim, Andry tiba-tiba teringat dengan misi nya yang masih ia ragukan. Terfikir dibenak Andry untuk mencoba menjalankan misinya mulai dari hari ini.
" Eh, gue ada urusan lain nih. Lo berdua duluan ajadeh. Bye." Andry melambaikan tangan menjauhi kedua temannya. Melangkah menuju parkiran dan berdiam dimobil kesayangannya. Meraih ponsel dan mengirim beberapa pesan kepada Fani.
" Hai Fan. Lo dimana? Sibuk gak? " Memberanikan diri dan menekan tombol kirim. Sudah 2 menit, tapi Fani tak kunjunng membalas pesanya. Entah apa maksudnya, padahal Fani online sedari tadi. Kemudian Andry mencoba mengirim pesan lagi.
Idih songong banget ni cewek. Sengaja gak balas chat gue, ngerasa paling cantik deh tu. Gak tau aja kalau dia diincar pemburu sekarang. Eh tunggu, kan gue belum pernah jadi pemburu sebelumnya. Amatir dong ya hahahaha.
Andry menghidupkan pendingin dan musik dimobilnya. Tak lama kemudian ponselnya berdenting, terlihat dua pesan dari kontak dengan nama Cewek Tengil Arghh. Heheheh lucu banget sih Andry.
Dengan cepat siempunya ponsel membuka pesan yang ditunggu-tunggunya dari tadi. Tak sesuai harapan, Andry malah mendapati balasan yang membuatnya kesal. Penolakan dari Fani si mangsanya.
" Eh sorry kak, baru sempat balas nih. Aku lagi sibuk ngerjain tugas kak."
" Maaf banget ya kak. Lain kali deh ya kak." Pesan beruntun dari Fani.
__ADS_1
Andry merasa kesal melihat balasan dari Fani. Baru kali ini ditolak cewek, begitulah pikirnya. Baru akan mencoba memulai misi tapi sudah langsung di gagalkan oleh mangsanya. Andry mengutuki Fani dalam batinnya.
Menjijikkan ! Berani-beraninya dia menolak ajakan ku. Seumur-umur gak pernah ngejar cewe apalagi ditolak begini. Double damn ! Faniiiiiiiiiiiiii.... Tunggu pembalasan ku. Aku pastikan kau yang akan mengemis cinta padaku nantinya.
Andry tak henti-hentinya mengutuki Fani. Merasa kekesalan yang memenuhi semua ruang hatinya. Kesalnya memuncak menjadi amarah. Andry mengepal tangan dan berkali-kali memukul setir yang ada didepannya.
" Aaaaaaa memalukan sekali ! " Teriaknya sambil tetap memukul benda bulat dihadapanya itu.
FANI POV.
Fani sedang sibuk membalas chat dari Al, Sambil menyantap beberapa snack diiringi tawa kecilnya. Entah apa yang mereka bicarakan melalui chat hingga membuat Fani terkekeh berkali-kali. Saat sedang asik mengetik, sebuah pesan masuk dari Andry. Fani berniat mengabaikan pesan tersebut dan tetap memilih berada diroom chatnya bersama Al. Namun, tak lama kemudian sebuah pesan dari Andry kembali masuk. Fani yang penasaran pun langsung membuka pesan itu.
" Hai Fan. Lo dimana? Sibuk gak? "
" Sibuk ya Fan. Sorry ya ganggu. Kalau gak sibuk sih gue pengen ngajak lo makan bareng." Dua pesan dari Andry membuat Fani mengerutkan dahinya. Menynggingkan bibirnya seolah merasa jijik dengan pesan tersebut.
Idihh najis deh bacanya. Emang gue siapa nya lo sih pakai acara ngajak makan bareng lagi. Gak akan ya ! Gak tertarik gue sama cowok kayak lo ihhh. Gak lucu dong kalau gue cuma pengen kontak lo doang, tapi lo nya malah suka sama gue. Batin Fani berkecamuk mengutuki pesan dari mangsanya itu. Langsung dengan fasih Fani mengirimkan dua pesan beruntun.
" Eh sorry kak, baru sempat balas nih. Aku lagi sibuk ngerjain tugas kak."
" Maaf banget ya kak. Lain kali deh ya kak." Dengan cepat ditekannya tombol kirim.
Maaf ni ye. Ga tertarik hahahaha.
__ADS_1