Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Libur yang membosankan.


__ADS_3

Hari ini hingga dua minggu kedepan Andry dan Fani tidak bersua disekolah. Karena saat ini sedang libur kenaikan kelas. Andry hanya bisa menelepon dan menemui Fani dirumahnya. Kesibukan Fani membuat mereka tidak setiap hari bisa bertemu. Andry meraih ponselnya dan menelepon kekasihnya dengan alasan rindu, padahal baru saja kemarin mereka bertemu.


“ Hallo sayang kamu dimana?.” Tanya Andry langsung saat telepon terhubung.


“ Aku lagi nemenin ibu belanja bulanan sayang.” Sahut Fani yang terdengar samar-samar. Disekelilingnya terdengar ribut dan ramai.


“ Aku rindu nih. Nanti aku jemput ya.” Pintanya memohon.


“ Aduh hari ini gak bisa. Ibu minta bantu bikin kue setelah ini.” Fani menolak ajakan Andry karena dia benar-benar sibuk hari ini.


“ Nanti aku telepon lagi ya. Aku video call deh biar gak rindu lagi. Udah dulu ya sayang disini ribut sekali.” Fani mengakhiri obrolan.


“ Iyadeh sayang. Bye.”Andry memutuskan sambungan telepon dan merebahkan tubuhnya diranjang. Sejak pagi dia hanya bangun, makan lalu tidur lagi. Mungkin hanya ini yang dilakukannya sampai dua minggu kedepan.


“ Bosan banget sih. Pengen sekolah aja biar ketemu pacar terus.” Gumamnya kesal.


Andry turun dari ranjangnya dan memilih bermain ps untuk menghilangkan rasa bosannya. Meski hanya bermain sendiri Andry tetap fokus mengalahkan musuhnya. Hari ini akan dihabiskannya dengan bermain game, tidur dan mengulangi lagi.


“ Aaaa ini pun membosankan.” Andry membantingn stick ps nya setelah cukup lama bermain.


“ Haruskah aku lalui 2 mingguku dengan penuh kebosanan?.” Gumamnya setengah berteriak.

__ADS_1


“ Lebih baik aku tidur saja.” Andry kembali menghempaskan tubuhnya diatas ranjang dan mulai memejamkan matanya. Berharap waktu berjalan dengan cepat, hingga saat dia bangun hari sudah malam.


Akhir-akhir ini Andry lebih suka pergi ke sekolah. Karena dia bisa bertemu kekasihnya berkali-kali. Mulai dari pergi sekolah bersama, makan dikantin bersama dan pulang pun bersama. Tentu saja ketika libur dia merasa bosan, bahkan sekali sehari saja belum tentu dia bisa menemui kekasihnya. Andry tenggelam dalam mimpinya dan membawa Fani kedalam mimpinya. Mengurangi rasa rindu yang dia rasakan. Ternyata orang-orang yang dimabuk cinta itu mmenggelikan juga ya.


****


Sejak pagi Fani sudah disibuk kan dengan pekerjaan rumah yang menumpuk. Sekolah yang sedang libur memaksanya untuk membantu ibu mengerjakan sebagian pekerjaan rumah. Sekarang dia harus menemani ibu berbelanja bulanan dan bahan-bahan untuk membuat kue kering. Benar-benar melelahkan bagi Fani, bahkan lebih melelahkan daripada hari minggu. Tangan Fani dipenuhi kantong plastik yang berisi belanjaan ibu.


“ Bu, masih lama?.” Fani menghentikan langkahnya dan menyeka pelan dahinya yang dipenuhi keringat.


“ Sabar ya nak. Sebentar lagi juga selesai.” Ibu kembali melangkah dan mencari bahan-bahan yang diperlukannya.


Fani hanya mengikuti langkah ibu dengan wajah yang lelah. Jalannya tergopoh-gopoh membawa barang belanjaan yang cukup berat. Kakinya terasa sangat sakit setelah cukup lama berjalan dan berkeliling mencari semua yang ibu butuhkan. Fani berehenti lagi dan menyeka keringatnya yang memenuhi dahi. Berharap ibunya segera selesai.


“ Cepetan ya bu. Aku agak pusing ni.” Fani menyeka keringat yang ada diwajahnya.


Ibu sudah selesai belanja, saatnya pulang kerumah dan lanjut membuat kue kering untuk dibawa pulang kampong. Ibu sengaja tak memberitahu Fani jika mereka akan pulang kampong dalam waktu dekat. Ibu membantu Fani membawa barang dan segera menuju parkiran. Fani meletak kan semua barang dikursi penumpang. Lalu dengan cepat melajukan mobilnya membelah jalanan yang ramai itu. Matanya mulai mengantuk,


 terasa sangat lelah. Fani ingin segera sampai rumah dan merebahkan tubuh mungilnya itu.


“ Bu, untuk apa sih kue keringnya? Aku capek bu mau istirahat.” Fani membuka suara tanpa pandangan beralih dari jalanan.

__ADS_1


“ Ada deh.” Jawab ibu mengedipkan sebelah matanya.


Fani hanya terdiam dan tak bertanya lagi saat mendengar jawaban ibu. Matanya fokus kejalanan yang ramai, mengemudi dengan sangat hati-hati. Fani membelokkan mobil berwarna putih itu kedalam pekarangan rumahnya. Menghentikan mobil persis didepan pintu depan rumahnya. Membantu ibu membawa barang belanjaan yang lumayan banyak itu. Kedua tangan Fani dan ibu dipenuhi tumpukan kantong plastik.


“ Bu, bahan-bahannya aku letak diatas meja makan aja ya. Capek banget ni bu. Mau istirahat sebentar.” Fani meletakkan barang diatas meja dan kemudian melangkah masuk kedlaam kamarnya.


“ Iya, tapi jangan lama-lama ya. Bantuin ibu.” Sahut ibu setengah berteriak saat melihat Fani sudah menutup pintu kamarnya.


Fani menuci wajah dan mengganti pakaiannya lebih longgar. Fani menghempaskan tubuhnya diatas ranjang berwarna pink miliknya itu. Merasa sudah lama tak bersetubuh dengan kasur nyamannya. Tiba-tiba Fani teringat Andry dan segera mengambil ponsel untuk menghubungi Andry. Fani mencoba berulang kali namun tidak ada jawaban dari Andry.


“ Kemana sih ni anak?.” Fani bertanya dalam hati sambil terus mencoba menghubungi kekasihnya itu.


“ Apa dia pergi keluar? Tapi dia gak kasih tau aku.” Batinnya bertanya.


" Atau jangan-jangan dia pergi bersama wanita lain?." Pikirannya sudah mulai curiga. Mungkin karena rasa cintanya  pada Andy, sekarang Fani sudah mulai curigaan dan terkadang bersikap posesif. Menunjukkan jika dia benar mencintai Andry dan takut kehilangan.


Fani mencoba menghubungi Andry sekali lagi, namun masih sama tak ada jawaban dari Andry. Fani hanya mendengus kesal dan mencoba memejamkan matanya. Membuang kecurigaan dan pikiran buruknya tentang Andry.  Hari yang melelahkan bagi Fani, menyesal pergi berbelanja bulanan bersama ibu. Fani mencoba memejamkan matanya dan memeluk boneka tedy bear yang berukuran besar berwarna coklat miliknya itu. Menyalakan lagu-lagu yang favoritenya. Tak butuh waktu lama, Fani sudah tenggelam dalam tidurnya. Saking kelelahannya Fani sampai mendnegkur dan ngiler. Entah apa yang dimimpikannya, Fani sesekali tersenyum dalam tidurnya. Mungkin Andry yang menjadi sebab senyum ketika tidur ini atau bermimpi ditiban uang sekarung hehehe.


“ Fan,” Teriak ibu terdengar sayup-sayup dari luar kamar. Ibu memanggil Fani berulangkali namun dia tetap belum  bangun dari mimpi indahnya itu.


“ Fani.” Panggil ibu dan membuka pintu kamar Fani. Tersenyum tipis saat melihat putrinya tertidur pulas dan mendengkur. Mendekati anak perempuan satu-satunya dan mengelus pelan kepala Fani.

__ADS_1


" Apa kau kelelahan sekali sampai mendnegkur begini?." Gumam ibu sambil menatap wajah polos putrinya itu.


" Tidurlah, ini pertama kalinya kamu berbelanja bulanan. Mungkin sangat melelahkan." Wanita parubaya itu menarik selimut Fani hingga keleher. Kemudian Melangkah pergi dan membiarkan gadis kecilnya itu tertidur nyenyak. Kembali kedapur dan membuat sendiri kue kering yang akan dibawa kekampung nanti.


__ADS_2