Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Penguntit.


__ADS_3

Fani berniat ingin mengabaikan pesan dari Andry, namun rasa penasaran mendorongnya untuk segera membaca pesan itu.


" Selamat pagi gadis cantik ku. Udah sarapan?."


" Oh iya, hari iini pulang bareng aku ya. See ya cantik ku." Dua pesan dari Andry membuat Fani tersedak dan memuntahkan sosis bakar yang ada didalam mulutnya. Fani terbatuk-batuk dan meneguk sebotol minum yang dibelinya. Kedua matanya memerah, batinnya menangis seolah ingin berteriak.


*Wahai manuasia yang bernama Andry, kau benar-benar hama bagiku. *


" Eh ini kenapa tiba-tiba ngajak pulang bareng ya? Lagian hari ini jadwal pulang kita kan beda." Fani mencoba mencari alasan untuk menolak.


" Udah gak usah nolak. Nanti aku tunggu sampai kamu selesai jam sekolah. Sampai jumpa nanti cantik ku." Andry kembali membalas pesan.


" Cihh.. Sejak kapan aku jadi miliknya. Gak tau ya kalau kalimat (ku) menunjukkan kepunyaan. Ah ingin muntah lagi." Fani bergumam kesal. Mukanya terus ditekuk, memutar otak untuk mencari alasan agar bisa menolak ajakan Andry.


" Woi, bengong mulu lo." Sophia mengagetkan Fani yang sedang terduduk diam.


" Parah sih lo ya Fan ngebiarin gue jajan sendirian." Gerutunya sambil menarik kursi dan duduk mendekat.


" Kok lu gak respon apa-apa sih. Udah ga bisa ngerespon lo ya Fan?." Sophia mendekat dan menempelkan punggung tangannya ke dahi Fani. " Sakit lo? Kok bengong aja sih." Sophia menatap Fani penuh keheranan.


*Andai lo tau kalau sebenarnya Andry nelfon dan nanyain lo pulang jam berapa itu karena mau ngajak gue pulang bareng dan bukan lo, gue yakin hari ini juga lo paksa gue tandatangan surat pernyataan pemutusan pertemanan. *


" Gue tiba-tiba gak enak badan nih, gue ke UKS ajadeh." Fani akhirnya menyahut. Dengan cepat Sophia mengangguk mengiyakan keinginan sahabatnya itu.


" Iya cepetan sana lo istirahat di UKS aja, gue takut lo kesambet kalau lama-lama bengong disini." Ujarnya sambil mendorong pelan tubuh Fani agar segera beranjak.


" Iya nanti izinin gue ya. Gue ke UKS dulu ya." Fani mengambil sampah makanan dan beranjak meninggalkan Sophia yang menikmati jajanannya.

__ADS_1


" Eh Fan tunggu, gue anterin lo ya." Sophia berlari mengejar Fani dengan mulutnya terisi penuh.


" Gue anterin ya, kan lo sakit sih Fan." Sophia menggandeng tangan Fani dan melangkah menuju UKS.


" Sini lo tiduran, mana yang sakit biar gue pijat." Sophia membantu Fani untuk merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


" Engga kok. Lu balik ke kelas aja, gue mau tiduran dulu." Fani mendorong-dorong tubuh Sophia agar berajak pergi.


" Yakin lo? Gapapa ni gue tingngal?." Sophia tak beranjak.


" Iya sana lo. Jangan ganggu gue." Fani memejamkan matanya.


Bel berbunyi, Sophia bergegas kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran. Sedangkan Fani berdiam diri di UKS, sebenarnya Fani tidak sakit sama sekali. Hanya saja pikirannya sedang riwuh dan kacau. Fani menatap langit-lanngit, mencoba mencari solusi dari masalah yang di embannya akhir-akhir ini.


" Harus gimana dong?." Fani meringis lirih.


Mencoba tenggelam dalam lamunan, berharap mendapatkan solusi untuk menolak tawaran Andry. Beberapa kali ponsel Fani berdering, namun dia tak menghiraukan. Masih betah dengan lamunannya yang berantakan. Ponselnya kembali berdering, sebuah pesan masuk. Fani meraih ponsel dan membuka pesan. Lagi-lagi pria itu bagaikan jin pengikut, tau-tau saja kalau sedang dipikirkan.


" Hey, kamu kenapa cantik? Aku liat kamu ke UKS barusan, kamu sakit? Apa aku antar pulang sekarang?." Pesan dari Andry.


" Gila ya. Dia manusia atau setan sih, tau-tau aja kalo gue lagi mikirin dia. Dia penguntit, intel. Ih serem." Fani bergumam cemas membayangkan.


" Aku tidur ajadeh, bangunnya nanti pas bel pulang bunyi hehehe." Fani terkekeh. Tak ada solusi lain, mungkin ini bisa jadi solusi sederhana menurutnya. Mulai memejamkan mata, mendekap ponselnya dan berangsur-angsur melupakan kegundahan hatinya.


****


Andry pulang lebih awal hari ini, pikirannya tertuju pada Fani yang berjalan menuju UKS beberapa jam lalu. Ditambah lagi Fani tak membalas pesan membuat Andry semakin cemas. Andry berjalan menuju parkiran, masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin. Inginnya pergi nongkrong sejenak semari menunggu jam pulang Fani. Namun, lagi-lagi wajah Fani bergelayut dalam pandangannya. Seolah memaksa Andry untuk menemui dan memeriksa keadaan Fani di UKS. Akhirnya Andry mematikan mesin mobil dan bergegas menuju UKS.

__ADS_1


" Malah jadi cemas gini sih. Gue periksa langsung ajadeh kesana." Gumamnya. Andry mempercepat langkah dan tak lama sampai didepan pintu UKS. Dengan rasa ragu Andry masuk untuk memeriksa apakah Fani ada didalam atau tidak. Benar saja, Andry mendapati sosok gadis yang dicarinya tengah tidur melengkuk bak ulat bulu.Andry tersenyum tipis melihat pemandangan didepannya.


" Lucu banget sih kalau melengkuk gini." Andry tersenyum dan mendekati Fani. Duduk dikursi sebelah dan menyentuh pelan jari-jari Fani. Wajahnya mendekat, hanya berjarak lebih kurang 20 cm. Andry menyentuh dahi Fani untuk memastikan suhu tubuhnya.


" Badannya gak panas kok. Ini sakit atau pura-pura sakit sih?." Andry mendekat dan beberapa kali memukul bahu Fani pelan. Mencoba memanggil Fani berkali-kali, namun tak ada jawaban. Seperti biasa, Fani hanya menggeliat kiri-kanan saat dibangunkan.


" Yaudah, lo tidur aja ya cewe tengil. 10 menit lagi gue kembali ." Andry beranjak dan berlalu meninggalkan Fani seorang diri diruang UKS.


Andry mengambil mobil dan meninggalkan sekolah. Membeli sekotak salad dan beberapa kotak susu. Kemudian bergegas kembali menemui Fani.


" Ini gue beliin kesukaan lo." Andry meletak kan sekotak salad dan susu dimeja sebelah Fani.


" Hehehehe selamat datang didunia main-main Fani. Semoga lekas jatuh cinta dan tergila-gila hehehe." Andry berbisik ditelinga Fani yang sedang tertidur pulas. Berkali-kali ia terkekeh mellihat mangsa yang ada dihadapannya itu. Andry melangkah menjauh meninggalkan Fani, sebab jam sekolah Fanni masih tersisa dua jam lagi. Andry memutuskan untuk bersantai sejenak sebelum memainkan dramanya.


*****


Sudah lama sekali Fani tertidur diruang UKS. Perlahan matanya terbuka dan menggeliat sana-sini. Mungkin karena tidurnya yang tak nyenyak tadi malam membuatnya sangat mengantuk disekolah.


" Ah nyenyak sekali." Gumamnya. Fani mengedarkan pandangannya menyapu seisi ruangan, pandangannya terhenti pada meja sebelahnya.


" Loh, kok ada salad dan susu. Siapa yang bawain?." Batinnya bertanya.


" Apa mungkin Sophia? Tapi kan dia dikelas." Batinnya masih bertanya-tanya. Mengambil salad dan susu, mulai menyantap rezeky misteriusnya ini. Fani meraih ponsel yang sudah berpindah tempat diatas meja itu. Sebuah pesan dari Andry lagi.


" Hai cantik. Sudah bangun? Jangan lupa makan salad dan minum susunya ya. Semoga cepat sembuh cantikku."


" Oh iya, aku jemput tepat waktu. Jangan kemana-mana ya, tunggu dikelas. Jangan buat aku datang dengan harapan dan pulang dengan kekecewaan." Pesan kedua Andry. Sontak Fani berhenti mengunyah salad yang ada dimulutnya, seolah tak ingin lagi mencerna.

__ADS_1


" Cihh,, ternyata dari pria gila itu. Kapan dia kesini? Aaa dia bukan hanya penguntit tapi juga pengintip." Batinya kesal.


__ADS_2