Suami Ku Hasil Taruhan

Suami Ku Hasil Taruhan
Terus atau Enggak


__ADS_3

Mondar-mandir kesana-sini, itulah yang dilakukan Andry sejak beberapa menit yang lalu. Tangan kanan menggenggam ponsel dan tangan kiri diletakkan di dagu. Layaknya orang yang sedang bingung, Andry menatap kosong lantai dibawahnya. Pikirnya kembali ke sosok gadis yang sejak beberapa hari lalu dia cap sebagai mangsanya. Namun beberapa hal berkelibat dalam kepalanya, antara ingin melanjutkan niat nya atau meluruskan kembali niatnya. Awalnya Andry mengira jika Fani adalah tipe cewek yang dengan mudah bisa dia taklukan. Ternyata Andry salah, sebaliknya Fani susah untuk didekati.


" Mengingat penolakan kemarin aja bikin gue jadi malas mau menghubungi nya lagi." Gumamnya dan kemudian duduk dipinggir ranjang.


" Gue kira tu cewek gampang dideketin deh, apa niat gue yang salah ya." Terus bergumam dan menepuk pipinya dengan jari telunjuk. Andry sebenarnya juga bingung kenapa dia harus punya niat buruk seperti ini kepada Fani, Padahal dia sama sekali tak pernah diusik oleh Fani. Kurang tepat rasanya jika Andry membalaskan dendam Heru dan Abim yang jelas-jelas pemilih hati yang patah tetap bersikap biasa-biasa saja.


Lagian kenapa gue niatnya jelek begini sih. Masa yang patah hati Heru dan Abim tapi yang balasin dendam nya gue. Otak gue kenapa kecil banget ya, ga bisa porsinya digedein lagi? Biar kalau mikir agak luas.


Bingung apakah Andry harus meneruskan misinya atau tidak. Pasalnya jika tetap meneruskan misinya, Andry harus rela kehilangan harga dirinya untuk mendekati Fani. Andry harus merendah dan berubah 180 derajat dari karakter aslinya. Ingin menyerah tapi Andry sudah berusaha sejauh ini, termasuk perjuangan mendapatkan nomor telepon gadis itu.


Berhenti? Menyerah ? Oh tidak ! Sudah kepalang basah juga, mending mandi sekalian.


 

__ADS_1


Tapi didalam hati Andry masih ada keraguan yang mendalam. Mengingat semua yang dikatakan Ardi tentang sosok Fani seperti apa dan bagaimana. Andry merasa tak tega untuk meneruskan niat jahatnya. Namun disisi hatinya yang lain, Andry juga merasa kesal dengan Fani yang suka memberi harapan palsu kepada lelaki termasuk teman nya Heru dan Abim.


" Aaahh gak boleh kasian sama tu Ratu pemberi harapan palsu." Gerutunya kesal.


" Bisa-bisa hilang marwah lelaki dibuatnya, wanita adalah racun bagi pria." Ucapnya tegas.


" Tunggu saja pembalasan ku wahai gadis pematah hati. Permainan mu bagus, mari aku tunjukan cara bermain yang sesungguhnya." Deklarasi yang kurang meyakinkan sih hahahaha. Andry berbicara seolah dia paling mahir dalam masalah cinta, padahal sekalipun belum pernah merasakan yang nama nya cinta.


" Kenapa lama banget sih balasnya." Gerutunya saat melihat Fani online tapi tak membalas pesan darinya.


" Aku baru meluncurkan bom semangat nih, jangan sampai kau hancurkan Fan." Gerutunya lagi. " Ingat kau adalah mangsaku, sampai kapan pun akan tetap jadi mangsaku." Sambungnya tegas.


 

__ADS_1


Hari sudah mulai senja, Andry memilih untuk mandi dan membersihkan diri. Mungkin lebih asik saat selesai mandi nanti dia mendapati balasan beruntun dari Fani.


 


******


Setelah tragedi penculikan berencana oleh Joo dan Al tadi, Fani segera membersihkan diri dari coretan-coretan dari tangan jahil Joo dan Al. Fani tak henti mengutuk kedua lelaki jahil itu. Paling menyebalkan adalah saat Al dan Joo mengambil potret muka Fani dengan coretan yang menyerupai badut. Ingin rasanya menendang muka kedua lelaki itu, tapi Fani tak berdaya karena tangan, kaki dan mulutnya diikat. Persis seperti penculikan di film-film.


" Kalau aja kaki ku bisa bergerak lebih tadi, ku pastikan wajah kedua lelaki itu berwarna biru hari ini." Gerutunya kesal. Fani mengenakan baju daster karakter kesukaannya lalu mengeringkan rambut bergelombangnya.


" Tapi lumayan sih, meskipun aku korban tapi melihat tawa mereka bosan ku juga hilang hehehehe." Fani terkekeh membayangkan betapa senangnya Al dan Joo saat menyiksa dirinya tadi.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2