Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
kado


__ADS_3

Kara duduk dengan gelisah karena merasa Baim lama tak kembali hanya mengambil air. Apalagi tatapan Aaron yang benar-benar membuatnya semakin tidak nyaman.


"Gila ya, adeknya si Baim ama Gaara cantik banget". Aaron masih terus memuji wajah rupawan Kara.


"Mulut lo diem deh, Ron. Kaga liat tu bocah udah kaga nyaman lo liatin mulu dari tadi". Teman pria kakaknya yang lain memarahi Aaron.


"Yaelah Sam, lo kolot banget sih. Gue cuma kagum aja ama kecantikannya". Lelaki yang dipanggil Sam hanya mendengus.


"Kenalin, nama gue Samuel. Panggil aja Sam". Kara kembali tersenyum, senyum yang menghipnotis seorang Aaron yang langsung terpaku sesaat melihat wajah Kara yang terlihat semakin cantik jika tersenyum.


"Nama aku Kara. Aku panggil kak Sam aja ya.." Samuel mengangguk. Ia akui jika gadis dihadapannya ini memang benar-benar cantik dan menarik. Ditambah pembawaannya yang ramah dan ceria, akan sangat mudah bagi lelaki jatuh hati padanya.


Pada belom tau aja ya kelakuan si santen kaya gimana. Nyenggol dikit diajak gelut ama si santen😂😂


Tak lama Baim kembali dengan jus jeruk kesukaan adiknya. Kara merasa lega karena akhirnya Baim kembali.


"Kamu ngapain kesini? Tumben nggak telpon dulu sih.." Baim duduk disamping Kara yang sedang menenggak jus yang tadi di berikan Baim.


"Ini apa?". Baim meraih paperbag di sofa tempat mereka duduk.


"Eh, bukan apa-apa kak". Kara merebut paperbag ditangan Baim. Tadinya ia sangat percaya diri untuk memberikan hadiah pada Baim. Tapi melihat ada gadis cantik disana ia merasa malu memberikannya.


"Siniin". Baim kembali mengambil paperbag yang disembunyikan Kara dibelakang tubuhnya. Kara menahan nafas sejenak saat posisi keduanya benar-benar dekat. Ia bahkan bisa merasa hembusan nafas hangat Baim diwajahnya.


"Buat kakak kan?". Kara tersadar saat Baim sudah kembali duduk ditempatnya. Bahkan Kara baru sadar jika Baim sudah membuka hadiah yang ia bawa.


Tahu jika Baim akan tetap mengambil hadiah darinya, Kara pasrah dan mengangguk.


"Bagus..kakak suka. Makasih ya". Semua interaksi Baim dan Kara tak luput dari pengamatan teman-temannya yang masih merasa kagum melihat bagaimana lembutnya Baim memperlakukan Kara. Kini mereka tahu sisi lain seorang Baim yang terkenal pendiam dan dingin.


"Ni gunung es bisa cair juga ya ternyata". Goda Aaron melihat sikap manis Baim pada Kara, teman-temannya yang lain hanya terkekeh pelan karena apa yang dikatakan Aaron adalah benar.


"Iya ya..gue juga jadi meleleh sendiri liat sikap Baim". Amandha ikut menimpali. Dari sekilas pandang saja, Kara dapat melihat jelas jika teman perempuan kakaknya itu sangat mengagumi dan sepertinya juga menyukai Baim. Apa dia gadis yang diceritakan kakaknya itu? Kara terus bertanya meski tak akan mendapat jawaban apapun karena ia hanya bertanya pada dirinya sendiri.


Tak lama, pintu apartemen kembali terbuka. Menampakkan sosok gadis manis berhijab, diikuti sosok tampan dan gagah yang terlihat kesulitan menenteng dua kantong kresek besar yang isinya entah apa.


"Aku bantu, Ga". Namun sosok tampan itu menggeleng saat si gadis menawarkan bantuan.


"Lama banget lo berdua. Pacaran dulu ya lo?". Kara menoleh, menatap Aaron yang terlihat menatap jahil pada dua orang yang kini terlihat salah tingkah.


"Pala lo pacaran! Kaga liat bawaan gue!". Semprot lelaki yang tak lain adalah Gaara, abang tercinta si santen.


Bahkan sepertinya Gaara belum menyadari kehadiran adik bungsunya didalam apartemen itu.

__ADS_1


"Berat ya bang?". Tanya Kara tersenyum menggoda sang kakak.


"Iya. Udah tau berat bukannya bantuin lo tuh. Dasar santen". Semprot Gaara yang sesaat terdiam kemudian matanya melotot melihat adik bungsunya ada disana.


"Heh santen?!". Pekik Gaara menatap adiknya yang sudah tersenyum manis menatap sang kakak.


"Santen?". Beo teman-teman Baim yang lain.


"Ngapain lo disini?". Tanya Gaara mendekat dan langsung duduk menggeser Baim.


"Ish, badan abang tuh gede. Main nyempil-nyempil kaya upil aja". Gerutu Kara membuat Gaara gemas dan langsung memiting kepala adiknya dan mengusak rambut sang adik hingga berantakan.


"Abaaaang!!!". Sungut Kara kesal karena kini penampilannya jadi acak-acakan.


"Lo ngapain disini hah?". Gaara melepaskan Kara, dan membantu Kara merapikan rambutnya.


"suka-suka aku lah". Cebik Kara membuat Gaara tersenyum.


"Gila sih..kayanya ni kulkas duaan emang cuma bisa senyum manis ama ketawa kalo ama Kara aja ya?". Celetukan Gia membuat mereka yang disana menatap Gaara dan Baim serta Kara.


"Eh.." Kara terlihat salah tingkah sendiri karena menjadi fokus semua orang kini.


"Apaan nih?". Gaara meraih paperbag yang diletakkan Baim dibawah meja.


"Seenaknya aja buat lo. Kado buat gue itu! Kaga ada buat lo", Baim langsung merebut sepatu yang ditenteng Gaara.


"Yaelah, ntar biar si santen beliin lagi buat lo lah. Gue suka nih". Gaara hendak merebut sepatu Baim, namun Baim menjauhkannya. Hingga terjadilah sesuatu yang belum pernah dilihat oleh teman-teman mereka. Gaara dan Baim yang biasa anteng tak banyak berbicara kini sedang berdebat dan berebut sepatu dari Kara.


"Dasar bocah". Cibir Kara membuat keduanya berhenti dan menatap teman-temannya yang masih melongo menatap keduanya.


Keduanya berdehem sejenak lalu kembali memasang wajah cool tanpa senyum dan kembali duduk mengapit Kara.


"Eh tunggu..lo kesurupan setan apaan Ra? Pake dress segala, tu pake sepatu gituan kaga kecengklak kaki lo?". Tanya Gaara beruntun membuat Kara mendengus kesal namun juga sekaligus sedih.


Niat hati berdandan berbeda dari biasanya untuk memberi kejutan pada sang kakak, malah dirinya yang dikejutkan dengan kehadiran teman-teman sang kakak.


"Rahasia dong. Aku mau nonton soalnya abis dari sini". Jawab Kara mencari alasan. Namun justru kini ia mendapat tatapan tajam dari kedua kakaknya.


"Ama siapa?".


"Laki apa perempuan?".


"Mana orangnya?".

__ADS_1


"Terus ngapain harus dandan kaya gini?!". Kara menghela nafas panjang, ia benar-benar salah mencari alasan. Harusnya ia tahu akan seperti apa reaksi kedua kakaknya jika ia beralasan seperti itu.


"Becanda kak, bang". Kara nyengir, menampakkan deretan gigi putihnya hingga membuat matanya sedikit menyipit.


"Awas lo macem-macem". Ancam Gaara serius.


"Iya..yaelah". Wajah Kara berubah cemberut. Selalu saja seperti ini, dirinya selalu nampak seperti anak kecil yang harus dilindungi oleh semua orang. Ia tak pernah dilihat dewasa oleh kedua kakaknya.


"Eh kok jadi diem semua sih..gara-gara aku jadi ganggu acaranya ya?". Kara menatap tak enak pada teman-teman kakaknya.


"Gapapa kok Ra. Kamu gemesin banget sih..pantes aja kakak kamu pada sayang banget sama kamu". Amandha tersenyum manis, lalu menatap Baim dengan sejuta makna yang tak Kara tahu.


"Eh yang ini siapa? Kara belom tahu namanya". Kara menatap gadis berhijab yang sedari tadi diam.


"Ssstt..aku nanya sama kakak ini. Bukan sama abang". Ketus Kara yang melihat Gaara hendak membuka mulut.


"Adek sableng". Cibir Gaara membuat Kara menjulurkan lidahnya pada sang abang.


"Farhana..panggil aja Hana". Kara terpaku menatap senyum teduh wanita bernama Farhana itu. Sangat manis dan membuat yang melihat tenang.


"Cantik.." Puji Kara membuat Hana kembali tersneyum lembut.


"Lebih cantik Kara kok.." Hana balas memuji.


"Kakak pacarnya abang?". Gaara yang sedang minum menyemburkan kembali minumannya lantaran pertanyaan adiknya yang blak-blakan tanpa basa basi.


"Mulut lo Ra, kalo ngomong kaga ada saringannya". Gerutu Gaara membuat Hana tersenyum.


"Eh iya deng. Nggak mungkin juga orang pendiem kaya kak Hana mau sama abang yang nyebelin". Ledek Kara yang membuat Gaara kembali memitingnya dan terjadilah perdebatan antara Gaara dan Kara yang menjdi hiburan bagi teman-teman kakaknya.


...___^^^___...


Holla semuaaa..


Gimana kabar reader semua? Semoga sehat dan selalu dilimpahi berkah oleh yang kuasa yaa..


Meskipun belum lolos review, othor tetep nulis. Kemaren juga udah nulis dua bab, tapi masih direview terus..


Tapi gapapa, kita lanjut nulis aja. Jadi nanti kalo lolos review langsung banyak bab😂


Bersabarlah..sama seperti othor yang bersabar nunggu update an nya dilolosin sama pihak NT🤭


Happy reading resdersku tercintaaah🥰🥰💋

__ADS_1


__ADS_2