Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
satu kamar


__ADS_3

Nala menatap tak percaya pada sang kakak yang saat ini tengah berbincang hangat dengan kedua orang tua sahabatnya yang dulu selalu ia gadang sebagai calon mertuanya.


Saat ini Abi dan Diandra ada dirumah Raffa yang baru. Rumah yang ia hadiahkan pada Raffa dan istrinya yang baru menikah dua hari lalu. Jangan lupakan dimana mereka saat ini.


Jika saja dekat, maka sudah pasti Nala akan menyeret sang kakak untuk pulang ke rumah mereka saja.


Nala menatap tajam si santen sachet biang jahil yang tampak santai saja bersandar mesra dipundak sang tunangan.


"Santen sachet.!! Awas aja lo ya..tunggu pembalasan gue". Gumam Nala sambil melirik kesal Kara.


"Ya ampun..mama kangen banget sama kamu, La. Nggak ada yang teriak-teriak lagi manggil mama calon mertua". Diandra memeluk Nala yang terlihat kikuk. Apalagi saat tatap matanya bertemu dengan mata tajam Gaara yang rupanya juga tengah menatap dirinya.


"Mama jangan bahas itu..ada calon suaminya Nala. Nggak enak". Zayn tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. Jika ia lihat, sepertinya sahabat adiknya ini sangat berniat membuat kakaknya cemburu.


"Apaan sih Ra, orang mas Zayn---"


"Nggak usah malu, La. Mama juga maklum kali.." Kara mengedipkan sebelah matanya membuat Nala mendengus. Ada apa dengan otak sahabat baiknya itu. Bertambah gesrek kah?


Diandra dan Abi hanya mengulum senyum. Apalagi melihat wajah Gaara yang terlihat masam mendengar celotehan penuh kebohongan adiknya itu.


Jangan ditanya mengapa Abi dan Diandra tidak terkejut. Jawabannya tentu saja karena putri bungsu mereka sudah memberikan semua rahasia dan rencana yang ia susun selama Nala dan sang kakak menginap dirumah Raffa.


"Ganteng banget calon suami Nala ya, mas.." Diandra mulai memainkan perannya sebagai ibu durjana untuk Gaara.


"Iya..mukanya mirip ya sayang. Pantas saja berjodoh". Nala membuka mulut hendak meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Namun lagi-lagi Kara lebih dulu menginterupsinya.


"Mas Zayn bisa istirahat di kamar yang itu. Kasian kalo naik turun.." Kara menunjuk kamar di lantai satu yang terlihat dari tempat mereka duduk saat ini.


Zayn menatap Nala sesaat sebelum mengangguk. Sedangkan Nala tampak menghela nafas. Jika mereka menginap disini, itu artinya ia akan lebih sering melihat wajah tampan Gaara. Bisa gagal satu tahun perjuangannya jika terus berada dekat dengan Gaara. Gaya-gayaan si kuman, emang selama setaun udah bisa move on gitu? So-so an ngatain Gaara gagal move on, padahal sendirinya lebih gagal move on😂😅🤦🏼‍♀️


"Saya satu kamar saja sama Nala, om..tante". Gaara langsung menatap Zayn tajam. Kemudian menatap Nala dengan penuh harap. Berharap gadis itu menolak. Namun semuanya sirna saat mendengar ucapan gadis itu.


"Iya tan..maksud Nala, ma..Nala satu kamar aja sama mas Zayn. Udah biasa juga kok kaya gitu. Kalo Nala sakit juga, mas Zayn pasti tidur di kamar Nala buat jaga dan rawat aku". Mata Gaara semakin melebar saja mendengar Nala menyetujui ide gila Zayn. Benarkah yang kini ia dengar? Sungguh ia tak percaya jika hubungan Nala dan Zayn sudah sejauh itu.

__ADS_1


"Tapi nanti gimana, La. Nggak baik loh laki-laki sama perempuan satu kamar.." Ucap Diandra sementara dibelakang Gaara, Raffa dan Kara setengah mati menahan tawanya hingga wajah keduanya nampak memerah.


"Apa yang dikatakan mama benar. Nggak baik kalian tidur di satu kamar yang sama. Toh dirumah ini ada banyak kamar". Tak kuasa menahan bibirnya untuk tetap bungkam. Akhirnya Gaara bersuara dan menentang rencana konyol Nala dan Zayn.


"Tapi kan mereka---" Raffa langsung membekap bibir istrinya. Takut jika Delisha membuka kebenaran yang belum saatnya Gaara tahu. Biarlah lelaki itu merasakan dulu perjuangan Nala saat dahulu mengejar cintanya.


"Mereka kenapa?". Tanya Gaara menatap Delisha yang bibirnya masih dibekap Raffa.


"Mereka calon suami istri.." Ucap Delisha kemudian saat menyadari dirinya hampir kelepasan bicara.


"Ya tetep aja. Kan baru calon". Gaara kekeh dengan pendiriannya jika keduanya tidak bisa satu kamar.


"Saya dan Nala sudah biasa tidur satu kamar kalau salah satu dari kami sedang sakit seperti saya saat ini.." Zayn memberikan senyumnya pada Gaara yang tampak emosi. Sebagai lelaki, Zayn tahu kemana arah pikiran Gaara. Dan itu mampu membuat dirinya sedikit terhibur melihat wajah merah padam Gaara.


"Iya tan..maksud aku ma. Lagian kasian mas Zayn kalo butuh apa-apa. Kalau satu kamar kan aku gampang ngurus nya". Nala meyakinkan. Ia tak melihat awan gelap yang sudah mengelilingi Gaara.


Antara ingin tertawa dan merasa berdosa pada sang kakak, Kara mengarahkan pandangannya ke luar pintu ruang tamu. Sungguh ia ingin menyemburkan tawanya melihat kejadian dan obrolan konyol yang saat ini tengah berlangsung.


Ia bisa menjamin jika Gaara pasti semakin salah paham dengan situasi saat ini. Apalagi mendengar Nala dan Zayn yang mengatakan jika sudah terbiasa tidur dalam satu kamar jika salah satunya sedang sakit.


Masih tak percaya jika kini Nala nya telah berubah menjadi gadis yang sangat berani dengan tidur dalam satu kamar dengan seorang pria.


Meskipun lelaki itu adalah calon suaminya, namun Gaara masih tak bisa menerimanya. Apakah Nala tidak berpikir, jika sangat berbahaya jika berada dalam satu ruang tertutup dengan lawan jenis? Apalagi keduanya sudah sama-sama dewasa. Sungguh Gaara tidak rela, membayangkannya saja ia sudah sangat tak rela. Apalagi jika apa yang ia pikirkan benar adanya.


"Ah..papa pegal sekali. Papa akan istirahat dulu..kita bertemu lagi nanti makan malam". Ucap Abi sembari bangkit dari duduknya. Ia sudah tidak tahan ingin tertawa. Sedari tadi ia mencoba menahan tawanya melihat sikap Gaara.


"Istirahatlah Zayn, anggap rumah sendiri". Imbuhnya menatap ramah Zayn yang juga tersenyum padanya.


"Terimakasih banyak om. Maaf merepotkan". Ucap Zayn sungkan. Sejujurnya ia juga kurang nyaman harus mengganggu dan menumpang dirumah Abi, namun demi kebahagiaan adiknya, apapun akan ia lakukan termasuk membuat kang gara-gara kepanasan.


"Sama sekali tidak merepotkan Zayn", Timpal Diandra yang juga bangkit menyusul sang suami. Ia tahu mengapa suaminya itu melarikan diri dari obrolan yang tengah berlangsung saat ini.


Semuanya jelas, karena setiap melihat wajah Gaara yang suram dan beberapa kali matanya melotot itu mampu membuat pasangan paruh baya itu tak kuasa menahan bibirnya untuk melengkung.

__ADS_1


"Biar aku mas..." Nala hendak memapah tubuh kakaknya. Namun tubuhnya bergeser beberapa puluh centi saat seseorang menariknya.


"Biar aku saja". Nala mematung saat tubuhnya tiba-tiba digeser oleh Gaara yang langsung merangkul tubuh Zayn.


Zayn memalingkan wajah untuk menyembunyikan senyumnya. Sementara Kara dan Raffa sudah membekap mulut mereka melihat tingkah Gaara.


"Terimakasih tuan Gaara.." Ucap Zayn dengan mimik wajah yang sudah kembali normal.


"Panggil saja Gaara. Rasanya aneh memanggilku dengan sebutan tuan. Lagipula jika dilihat sepertinya umur kita tidak terlalu jauh berbeda". Zayn mengangguk.


Dengan perasaan bingung, Nala tetap mengikuti Gaara yang memapah Zayn menuju kamar yang akan mereka tempati.


Hingga sampai didalam kamar, Nala meletakkan koper milik sang kakak. Kemudian menatap Gaara yang masih berdiri kokoh disamping ranjang.


"Mas Zayn mau mandi?". Tanya Nala perhatian.


"Jangan bilang kalian juga akan mandi bersama". Batin Gaara menjerit


Ya kira-kira aja lu kang gara-gara. Ya kali si kuman mandi bareng kakaknya. Kaga-kaga aja lu punya pikiran😂😂


"Boleh, dek. Mas udah gerah.." Zayn melirik Gaara yang terus menatap Nala.


"Bentar ya, aku siapin dulu airnya". Nala masuk kedalam kamar mandi. Meninggalkan Gaara dan Zayn yang sama-sama diam seperti patung.


...•••¥¥¥•••...


Hayoloh siapa yang seneng liat si abang kepanasan. Lagian punya adek ama punya mak bapak seneng banget ngasih prank. Mana pranknya kaga kira-kira pula😂😂😂


Suka seneng othor tuh kalo liat si kang gara-gara belingsatan begindang😂😅


Paginya dikasih amunisi nih..semoga tangan bersahabat jadi bisa nambah bab lagi nanti siangan. Makasih banyak buat dukungannya yaa, jangan bosen-bosen baca cerita ini🥰🥰


Lope-lope sekebon dah ah semuaaah🥰🥰💋💋💐💐💐

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita yang lain..siapa tau gabut nunggu ni cerita kuman up, bisa melipir dikit kali ya🤭😁


__ADS_2