Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
apa aku siap?


__ADS_3

"Whaaaaat??????". Pekik Nala saat mendengar kabar mnegejutkan dari Kara.


"Gimana bisaaa????". Tanya Nala menuntut. Ia bisa mendengar helaan nafas panjang diujung sambungan teleponnya.


Kara pun mulai menceritakan awal mula kejadian yang tidak hanya membuat Nala terkejut, namun seluruh keluarganya pun sama terkejutnya.


flashback on


plakkk!!!


Terdengar sangat keras sebuah tamparan yang mengenai pipi seorang pria tampan yang kini menunduk dalam didepan orang tuanya. Ia sama sekali tidak berani mengangkat wajahnya apalagi menatap wajah kedua orang tuanya.


"Kamu benar-benar mengecewakan mama dan papa". Semakin dalam saja rasa bersalahnya pada kedua orang tuanya.


"Papa jangaaan!!". Teriak seorang gadis yang langsung memeluk papanya agar tidak kembali menyakiti saudaranya.


"Jangan pa..kasian Rapa". Abi menatap putrinya yang masih memeluk dirinya.


"Dia pantas mendapatkan itu". Kara tahu jika saat ini sang ayah sangat marah pada saudara kembarnya.


"Maaf ma..pa.." Laki-laki yang tak lain adalah Raffa membuka suara. Memberanikan diri menatap netra tajam sang ayah dan mata indah sang mama yang sudah berlinang air mata.


Sementara Gaara dan Baim yang duduk di kursi lain hanya menatap adik mereka dengan prihatin.


"Kita dengerin dulu penjelasan Rapa, pa". Bujuk Kara.


"S-saya bisa jelaskan om.." Gadis yang sejak tadi diam, kini mulai membuka suara. Membuat semua mata menatap padanya.


"Jelaskan!". Pinta Abi dengan suara dinginnya dan kembali duduk.


"Mama tenang dulu ma.." Baim berpindah tempat duduk dan mencoba menenangkan mamanya agar bisa mendengar penjelasan Raffa dan gadis yang dibawanya itu.


"K-kami dijebak om. Kami benar-benar tidak sadar..dan saat kami terbangun, kami..." Gadis itu tak berani meneruskan ucapannya. Rasanya sangat malu menjelaskan semua yang terjadi antara dirinya dan Raffa.


Raffa dan gadis yang mereka tahu bernama Delisha itu terus menjelaskan dan menceritakan semua dari awal hingga terjadi hal yang bahkan mereka tak ingat.


Ia dan Raffa mencoba meyakinkan Abi dan semuanya jika tidak terjadi apapun pada mereka meski tidur didalam selimut yang sama.


Beberapa jam lalu, Abi dan Diandra mendapat kiriman foto yang dimana didalam foto tersebut terlihat Raffa dan seorang gadis yang berada didalam satu selimut yang sama.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Abi membawa semua anaknya beserta sang istri untuk mendatangi putranya itu di apartemennya.


Jarak yang jauh tidak membuat Abi mengurungkan niatnya hari itu. Dan disinilah mereka saat ini. Diruang tamu apartemen milik Raffa.


Terkejut? Tentu Abi dan Diandra sangat terkejut. Anak lelakinya bisa melakukan hal serendah itu. Keduanya merasa gagal menjadi orang tua.


"Kalian harus menikah!". Ucap Abi tegas


"Apa???!!!". Bukan hanya Raffa dan gadis bernama Delisha itu yang terkejut. Namun semua orang terkejut bukan main dengan keputusan Abi.


"T-tapi pa, Raffa.." Raffa memilih diam saat melihat tatapan tajam Abi.


"Suka atau tidak suka. Kalian harus tetap menikah! Entah hal buruk itu sudah terjadi atau belum, kalian harus tetap menikah!". Tegas Abi dengan keputusannya yang sudah mutlak.


Abi ingin Raffa bertanggung jawab pada masa depan gadis bernama Delisha itu. Meski keduanya meyakinkan dirinya jika tidak terjadi apapun pada mereka, namun pada kenyataannya keduanya berada dibawah selimut yang sama dengan keadaan polos. Itu yang menjadi pertimbangan Abi menikahkan keduanya.


Sementara yang lain hanya bisa mengikuti perintah Abi setelah mencoba membujuk Abi mengurungkan niatan untuk menikahkan Raffa gagal. Abi tetap teguh pada pendiriannya dan meminta Raffa menikahi Delisha.


"Baik. Raffa akan nikahi Delisha". Jawaban tegas Raffa kembali membuat semua orang terkejut namun juga bernafas lega.


flashback off


"Lo harus dateng, La". Nala terdiam mendengar ucapan Kara. Jika ia datang, besar kemungkinan ia akan kembali bertemu Gaara. Dan apakah ia siap untuk kembali bertemu dengan lelaki pemilik hatinya?


Nala menutup telponnya setelah mengatakan pada Kara bahwa ia akan berpikir lebih dulu. Pasalnya pernikahan Raffa hanya tinggal satu minggu lagi.


"Aku belum siap ketemu kamu, bang. Aku takut semakin nggak bisa lupain abang.." Gumam Nala mengusap wajah tampan Gaara ynag menjadi wallpaper layar ponselnya.


"Dek.." Panggilan sang kakak membuatnya segera bangun dari posisinya.


"Makan yuk.." Ajak Zayn yang langsung disetujui oleh Nala.


Sepanjang makan malam, Nala terus diam. Dan itu tidak lepas dari penglihatan Zayn.


"Kamu kenapa?". Tanya Zayn lembut. Zayn memnag sangat menyayangi Nala. Meskipun kadang sering berdebat.


Nala kemudian menceritakan semua. Tentang pernikahan Raffa dan ketakutannya untuk bertemu lagi dengan Gaara. Dan semua cerita Nala justru membuat Zayn tertawa.


Selama satu tahun lebih ini adiknya selalu bilang jika sudah bisa melupakan Gaara. Namun pada kenyataannya, gadis itu masih menyimpan rapi perasaannya.

__ADS_1


"Ih..kenapa malah ketawa sih mas". Kesal Nala membuat Zayn semakin tergelak.


"Kamu tu aneh. Bilang sama mas udah bisa lupain, terus kenapa takut ketemu?". Tanya Zayn membuat Nala diam.


"Kamu itu mau menghadiri acara pernikahannya Raffa, bukan mau ketemu Gaara kamu itu kan?". Nala mengangguk polos.


"Yaudah kalo gitu ngapain takut?". Nala tampak berpikir


"Nanti mas anterin. Mas temenin juga pas acara nikahan sahabat kamu itu". Mata Nala tampak berbinar mendengar ucapan kakaknya.


"Beneran temenin ya?". Zayn mengangguk. Namun kemudian senyum Nala memudar.


"Kenapa?". Tanya Zayn heran melihat perubahan mimik wajah Nala.


"Kerjaannya mas Zayn gimana?". Tanya Nala membuat Zayn tersenyum.


"Itu masalah gampang, dek. Nggak usah khawatir". Ucap Zayn menenangkan. Ia mengatakan jika asisten dan sekretarisnya orang yang sangat bisa ia percaya dan akan bisa menghandle semua pekerjaannya. Toh ia tidak lama meninggalkan pekerjaan. Hanya menghadiri pernikahan yang paling lama memakan waktu 2hari, pikir Zayn.


"Calon istri Raffa sih katanya cuma orang kota sebelah mas, jadi cuma kaya kita kalo pas main.." Ucap Nala membuat Zayn mengangguk.


"Nanti kita pakai mobil aja kalo deket". Nala mengangguk semangat. Setidaknya ada sang kakak yang akan menemani dirinya ketika menghadiri pesta pernikahan Raffa.


Waktu satu minggu ke depan, Nala harus menyiapkan dirin untuk kemungkinan terburuknya bertemu dengan Gaara.


Ia tidak mau masih terlihat mencintai Gaara saat nanti kembali bertemu.


"Nggak usah dipikirin sih. Kaya mikirin apaan aja kamu tuh, dek". Zayn terkekeh melihat Nala yang berkali-kali menghela nafas.


"Apaan sih mas.." Nala mencebik kesal karena Zayn terus menggodanya.


"Apa aku siap bang ketemu sama abang lagi? Apa hati aku siap kalo harus liat abang lagi. Lupain abang selama setahun ini aja aku nggak bisa bang". Batin Nala bingung.


Bagaimanapun, Raffa adalah sahabat baiknya. Laki-laki yang selalu menjaga dirinya dan Kara dari gangguan anak-anak lain ketika masih kecil dulu.


Jadi tidak mungkin jika Nala tega tidak menghadiri pernikahan Raffa. Meski pernikahan itu dilaksanakan karena sebuah keterpaksaan.


...¥¥¥•••¥¥¥...


Iya iya iya..gimana nih? Dibikin ketemu jangan???

__ADS_1


Ketemuin aja lah ya biar rame😂😂😂


__ADS_2