
Kara masih memeluk kedua orang tuanya dengan begitu erat. Antara perasaan bersalah dan lega bercampur menjadi satu. Ia benar-benar merasa menjadi anak durhaka yang sudah berpikir buruk tentang kedua orang tuanya.
Namun saat teringat sesuatu, Kara melepaskan pelukannya pada mama nya dan langsung menatap sang mama intens.
"Kenapa?". Tanya Diandra yang melihat putrinya menatap dirinya terus.
"Kalo semua ini cuma akal-akalan mama sama papa, terus kak Arkan?". Diandra dan Abi terkekeh geli melihat Kara berpikir keras.
"Arkan bantuin mama. Abis mama kesel kalian nggak mau ngaku padahal udah pacaran lama-lama". Diandra mendengus kesal.
"Abang juga penasaran deh ma. Kenapa bisa Arkan bantu mama". Diandra tersenyum, pikirannya menerawang saat dirinya meminta bantuan pada sahabatnya dan putra sahabatnya itu.
*flashback lagi ya, biar nggak pada suudzon ama mak dian**😁*
Sore itu Diandra sedang bersantai ditoko kue miliknya. Melihat pelanggan yang hilir mudik keluar masuk kedalam tokonya untuk membeli kue.
Kesenangannya buyar oleh dering ponsel diatas mejanya. Namun senyumnya melebar saat melihat nama sang sahabat tertera dilayar ponselnya.
"Assalamualaikum Nay..ya ampun aku kangen banget sama kamu. Gimana kabar kamu??.." Pekik Diandra girang. Ia benar-benar merindukan sahabat nya itu.
"Wa'alaikumsalam Di..aku juga kangen banget sama kamu. Alhamdulillah aku sehat". Suara Naya pun tak kalah girang.
"Makanya aku ada rencana ke rumah kamu minggu depan". Diandra tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya mendengar ucapan sahabatnya.
"Beneran??". Tanya Diandra masih tak percaya.
"Emang aku pernah boong. Insyaallah nanti aku kesana sama Arkan. Icha sibuk sama kuliahnya jadi gabisa ikut". Diandra sangat senang mendengar kabar sahabat baiknya akan datang berkunjung.
"Aku udah nggak sabar nunggu kamu deh.."
"Nanti aku kabarin lagi ya kalo aku mau kesana". Diandra mengangguk meski Naya tak bisa melihatnya.
"Aku tutup dulu ya Di, Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam Nay.." Diandra menatap layar ponselnya yang kini menggelap.
Diandra masih memikirkan akan mengajak sahabatnya kemana nanti saat Naya dan Arkan berkunjung.
Namun sesaat kemudian, sebuah ide brilian terlintas di otak cerdasnya. Jika dengan cara suaminya menggoyahkan cafe milik Baim tidak berhasil, maka Diandra akan mencoba membuat mereka mengaku dengan menghadirkan sosok lelaki lain.
__ADS_1
"Ayo kita lihat. Apa kalian akan tetap bungkam dan membohongi mama dan papa". Diandra tersenyum penuh arti sambil menatap foto keluarga lengkapnya yang ada diatas meja kerja miliknya.
Waktu yang Diandra nantikan akhirnya datang. Ia menjemput Naya dan Arkan di bandara tanpa sepengetahuan siapapun.
"Ya ampun..kangen banget". Kedua ibu itu berpelukan erat seolah sudah puluhan tahun tak berjumpa.
"Iya..udah lama banget nggak ketemu ya, Di". Diandra beralih menatap Arkan. Anak sahabatnya itu tumbuh menjadi pemuda tinggi yang tampan. Tak berbeda jauh dengan ketiga putranya.
"Kamu udah gede ya.." Arkan tersenyum, kemudian mencium punggung tangan Diandra.
"Kalian tidur di rumah aku aja kan?". Naya langsung menggeleng mendengar penawaran Diandra.
"Kita juga mau liburan disini. Jadi kita udah pesen hotel jauh-jauh hari". Diandra menghela nafas kecewa.
"Kita bisa sering ketemu. Kamu juga bisa jadi pemandu kami selama liburan". Naya mengedipkan sebelah matanya membuat keduanya tertawa setelahnya.
"Biar Arkan yang bawa mobilnya tante". Dengan senang hati, Diandra menyerahkan kunci mobil miliknya.
Kemarin malam Diandra sudah mengatakan jika Arkan dan Naya akan datang lusa. Artinya, esok rencananya akan dimulai. Hari ini dirinya harus meminta bantuan sepasang ibu dan anak itu.
Sampai di kamar hotel, Diandra ikut masuk. Menatap kagum kamar yang tidak nampak seperti sebuah kamar hotel.
"Minumnya tante.." Arkan kembali dengan sebuah nampan berisi dua cangkir teh.
"Makasih ya..kamu baik banget sih. Menantu idaman deh". Kelakar Diandra membuat Naya terbahak.
"Anak kaku kaya kanebo kering begitu kok dibilang calon menantu idaman". Cibir Naya membuat Arkan mendengus kesal.
"Oh iya..mumpung kalian disini. Aku mau minta tolong sama kamu sama Arkan, Nay". Dahi Naya berkerut, menandakan ia bingung tentang bantuan apa yang akan Diandra butuhkan.
"Bantuan?". Tanya Naya dijawab anggukan kepala oleh Diandra.
"Bantuan apa, Di?". Diandra menghela nafas panjang, menceritakan semuanya pada Naya dan Arkan serta membeberkan rencananya untuk membuat kedua anaknya mengakui hubungan mereka meskipun dengan sedikit paksaan.
"Kamu yakin?". Tanya Naya ragu. Ia takut jika rencana Diandra malah membuat kedua anaknya terluka.
"Bagaimana kalau sampai mereka berpisah dan malah sama-sama terluka, Di?". Tanya Naya lagi. Sementara Arkan mendengarkan dengan seksama obrolan ibu dan sahabat ibunya itu.
"Justru disini aku juga ingin melihat bagaimana mereka akan menyikapi semua keputusanku ini, Nay. Aku capek nungguin mereka ngaku, 3tahun loh Nay. 3tahun dan mereka masih betah aja diem". Diandra kembali terlihat kesal saat mengingat kedua anaknya terus bungkam. Padahal sudah lama Diandra ingin mendengar pengakuan kedua putra putrinya.
__ADS_1
"Jika dengan masalah yang datang dari dalam keluarganya saja mereka menyeeah. Akan seperti apa jika mereka bersama nanti? Kita sama-sama tahu, Nay. Dunia sekarang terlalu kejam bahkan untuk orang yang saling mencintai sekalipun". Naya dan Diandra menghela nafas bersamaan. Mengingat kisah percintaan mereka yang tidak bisa dibilang mudah itu.
"Arkan akan bantu tante". Diandra dan Naya kompak menoleh dan menatap Arkan.
"Kamu yakin nak?". Tanya Naya menatap intens putranya yang mengangguk yakin.
"Aku tau bagaimana rasanya kehilangan ma. Dan aku harap kalian berdua tidak akan merasakan apa itu kehilangan. Aku akan bantu tante Diandra membuat mereka mengaku". Batin Arkan yakin.
"Baiklah..kalau yang mau jadi pemeran utamanya aja udah setuju, berarti pemeran pendukungnya juga harus setuju kan". Diandra berseru dan memeluk sahabatnya karena akhirnya Naya setuju untuk membantunya.
"Makasih ya..makasih banyak. Makasih ya Arkan". Diandra menatap Arkan dengan senyum tulus.
"Sama-sama tante.."
Dan terlaksanalah rencana Diandra itu. Arkan memerankan perannya dengan sangat apik hingga tidak akan ada yang menyadari jika dirinya hanya berlakon.
Arkan memang sempat terpesona oleh sikap Kara yang apa adanya. Mungkin jika dirinya tidak sedang berlakon, lelaki itu pun akan jatuh hati pada gadis cantik itu.
Hingga tiba saatnya Naya dan Arkan pulang, Diandra sangat berterimakasih pada keduanya dan meminta maaf karena Naya justru kabur tidak mengucapkan salam perpisahan.
"Maafkan anak tante ya..maafin Kara ya, Nay". Naya dan Arkan sama-sama menggeleng.
"Nggak masalah, Di. Dia pasti beneran mikir mau dijodohin sama Arkan makanya kabur". Naya terkekeh diikuti kekehan Diandra yang membayangkan wajah panik putrinya.
"Kara gadis baik tante. Tidak akan sulit untuk jatuh cinta pada Lengkara. Jadi katakan pada kak Baim, kalau dia nggak mau ngakuin Kara. Arkan siap jadi pengganti". Ketiganya tertawa menutup obrolan unfaedah itu.
*flashback nya udahan..udah paham yaaa**☺️ nggak boleh marahin mak Dian lagi😁😂*
Sama seperti Diandra yang saat ini tertawa melihat wajah Baim yang memucat mendengar dirinya bercerita.
"Denger tuh kak. Udah ada yang siap nampung Kara kalo kamu mau mundur sekarang". Goda Abi membuat Baim menggeleng.
"Nggak akan pernah pa. Kakak nggak akan biarin yang lain rebut Kara, bahkan ngelirik pun nggak akan bisa". Jawaban Abi membuat senyum semua orang mengembang sempurna. Mereka berharap setelah ini, hubungan Baim dan Kara akan langgeng dan tidak ada masalah lagi.
...¥¥¥••¥¥¥...
Bapak mak nya si santen emang the best lah ya. Nge prank anak-anaknya kaga nanggung-nanggung. Untung pada kaga punya riwayat jantung tu bocah berempat. Bisa berabe urusan kalo nyangkut ke rumah sekit jamaahan gara-gara kelakuan mak bapaknya yang kelewat absurd itu😩🤦🏼♀️
Ini othornya lagi galau, mau lanjut ceritain si sarap ama si abang disini, apa bikin cerita baru di lapak baru aja🙄 Apa ganti cerita tokoh lain🤔 Ah pantes aja tokoh novel aku semua pada galauan. Othornya juga tukang galau😂😩
__ADS_1
Sambil nunggu othornya mikir keras..tulungan atuh melipir ke cerita aku yang lain. Siapa tau ada yang nyangkut dihati para readers yang budiman ini😁😁