Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
Akhirnya kamu kembali


__ADS_3

"Gaara. Hey tenanglah".


Gaara menghentikan gerakannya yang sedari tadi terus memberontak saat orang yang menepuk bahunya memegang lengannya.


Gaara menoleh dan seketika wajahnya berbinar dengan senyum mengembang diwajah tampannya. Ketakutannya sirna tak berbekas berganti rasa senang.


"Tante Naya..." Seru Gaara kemudian langsung memeluk erat sahabat dari mama nya itu.


"Kamu ngapain disini?". Naya menatap Gaara. Alisnya berkerut melihat Gaara memakai pakaian rawat rumah sakit.


"Kamu lagi sakit? Terus kenapa diluar?". Tanya Naya beruntun.


"Tolong tante..tolong bawa aku pulang". Naya terlihat semakin bingung hingga tak lama Al, suami Naya datang dengan dua anaknya.


"Sayang.." Naya menoleh mendengar panggilan suaminya.


"Loh, bukannya dia Gaara?". Naya mengangguk mengiyakan. Al menatap Naya meminta penjelasan namun Naya hanya menggeleng karena ia juga belum mengetahui ada apa sebenarnya.


"Tante tolong. Cepat bawa aku". Tiba-tiba wajah Gaara ketakutan. Naya semakin kebingungan kemudian mengikuti arah pandang Gaara.


"Masuk ke mobil sekarang". Perintah Al pada Naya yang langsung membawa Gaara masuk kedalam mobil diikuti putra putri Naya.


"Menunduk". Perintah Al pada Gaara yang langsung melaksanakan perintah Al.


"Permisi tuan. Apa anda melihat seorang anak laki-laki. Tingginya mungkin sekitar 150cm, kulitnya putih dan memakai pakaian rumah sakit". Al menatap seorang lelaki berpakaian serba hitam didepannya. Ia bersama dua orang satpam yang mengikutinya.


"Tidak". Sahut Al pendek


Lelaki itu kemudian menatap mobil Al. Ia bisa melihat didalam ada tiga orang meski kaca mobil Al terlihat cukup gelap.


"Maaf, bisa lihat siapa yang didalam".


Al menatap tak suka pda orang yang berdiri didepannya.


"Tidak. Kenapa saya harus menunjukkan istri dan anak-anak saya?". Tanya Al membuat anak buah Abram gelagapan.


"Siapa sebenarnya yang anda cari? Kenapa gerak gerik anda sangat mencurigakan". Al menatap tajam lelaki garang itu yang kini wajahnya terlihat tegang.


"Saya permisi". Anak buah Abram memilih melarikan diri daripada berurusan dengan Al dan masalah semakin rumit nantinya.


"Sayang..kamu kenapa nak? Hm??". Naya bisa melihat tubuh Gaara gemetar.


"Aku ingin pulang tante. Aku kangen mama". Meski sudah berusia 13tahun, namun Gaara tetap seorang anak. Ia merasakan takut ketika mengingat dirinya dipisahkan dari sang mama.


"Tenang ya..tante akan mengantar kamu pulang". Naya menatap suaminya kemudian saling mengangguk.

__ADS_1


"Kak Gaara kenapa?". Tanya seorang gadis cantik yang berusia 10tahun itu. Putri dari seorang Kanaya dan Yohan Alexander.


"Kakak Gaara nggak kenapa-kenapa, Cha. Dia cuma capek dan perlu istirahat". Ucap Naya menenangkan putrinya yang bernama Marisha. Atau sering ia panggil Icha.


"Kakak tidur aja.." Ia menggenggam tangan Gaara yang bersandar pada pundak sang mama.


"Makasih Cha". Lirih Gaara kemudian memejamkan matanya. Kini ia merasa aman meski memejamkan mata. Ada orang-orang yang ia percayai disekelilingnya.


"Kasian kak Gaara ma.." Naya mengelus kepala putrinya yang masih menggenggam tangan Gaara.


"Kamu kenapa Gaara". Lirih Naya yang beralih mengelus kepala putra sahabatnya itu.


Perjalanan memakan waktu hampir dua jam lamanya untuk bisa sampai di kediaman rumah Abi.


Al turun lebih dulu bersama putra pertamanya, Arkan. Ia meninggalkan Naya dan putrinya beserta Gaara yang masih terlelap meski mobil sudah berhenti.


Naya tersentak melihat Diandra yang duduk diteras rumah dengan tatapan kosongnya. Diandra terlihat begitu kacau saat ini. Tak ada binar kehidupan dimata wanita itu. Bahkan saat suami dan anak pertamanya sampai dihadapannya saja Diandra masih belum menyadarinya.


"Ada apa sebenarnya ini". Gumam Naya melihat Diandra dan Gaara bergantian.


"Selamat sore.." Al mengernyit bingung melihat Diandra tak meresponnya.


"Tante..tante Diandra". Arkan memberanikan diri menepuk pelan tangan Diandra.


"Tuan Al?". Abi yang mendengar deru mobil bergegas keluar. Dan betapa terkejutnya ia melihat rekanan bisnisnya ada diteras rumahnya.


"Sayang.." Abi menepuk pundak istrinya yang masih asyik dengan lamunannya.


"Apa mas.." Diandra tersadar dan menatap suaminya. Ia belum menyadari jika ada Al dan Arkan.


"Kenapa tamunya dianggurin?". Abi mengelus kepala istrinya dan membuat Diandra mengikuti arah pandang suaminya. Betapa terkejutnya ia melihat suami dari sahabatnya ada didepannya.


"Loh..pak Al kok disini?".


"Arkan?". Diandra tersenyum tipis kemudian menerima uluran tangan Arkan.


"Silahkan masuk, pak". Diandra mempersilahkan tamunya masuk.


"Aku masuk dulu mas. Aku buatin minum.." Pamit Diandra dijawab anggukan kepala Abi. Ia tidak menanyakan keberadaan Naya karena ini bukan kali pertama Al datang tanpa Naya.


"Kenapa istri anda tuan Abi? Apa ada masalah?". Tanya Al membuat Abi menghela nafas panjang.


"Mari masuk..saya akan ceritakan didalam". Al mengangguk, kemudian ia melirik kedalam mobil dan menganggukkan kepalanya juga.


Kini Abi dan Al serta Arkan duduk diruang tamu. Abi berkali-kali melirik pintu dapur untuk memastikan istrinya belum kembali.

__ADS_1


"Sudah beberapa hari istri saya seperti itu, tuan Al". Abi kembali menghela nafas panjang.


"Sejak Gaara menghilang.." Dada Abi terasa sesak setiap kali mengingat kegagalannya menjaga putranya.


Al dan Arkan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya mendengar berita yang Abi sampaikan. Jadi, Gaara diculik? Batin keduanya.


Tak lama Diandra datang dengan nampan berisi tiga gelas minuman dan beberapa cemilan untuk tamu suaminya itu.


"Silahkan diminum pak Al".


"Arkan, diminum sayang. Cemilannya dimakan".


"Iya tante..makasih". Sahut Arkan sopan membuat Diandra tersenyum pilu. Melihat Arkan membuatnya mengingat Gaara, putranya. Betapa rindunya ia pada putra sulungnya itu. Ia sungguh sangat rindu.


"Kak Baim, Raffa sama Kara mana tante?". Tanya Arkan yang belum melihat anak-anak Diandra yang biasa bermain dengannya saat ia datang berkunjung dengan kedua orang tuanya.


"Mereka lagi dirumah nenek Dita. Kak Baim lagi jagain adik-adiknya". Jelas Diandra membuat Arkan mengangguk.


"Tante tinggal ke belakang dulu ya". Diandra mengelus kepala Arkan dengan lembut.


"Saya tinggal dulu pak Al.." Al mengangguk dan Diandra berbalik hendak kembali ke dapur. Hingga sebuah suara membuat kakinya kaku dan tak mampu bergerak barang sejengkal pun.


"Mama.." Suara itu, Diandra tahu suara itu. Diandra sangat mengenalinya.


Diandra masih membeku, tak mampu bergerak bahkan sekedar membalikkan tubuhnya saja ia tak mampu. Hanya air mata yang sudah mengalir deras melewati pipinya.


Sementara Abi, lelaki itu sudah berdiri dari duduknya. Menatap seorang yang juga ia rindukan sudah berdiri didepan pintu rumahnya. Ia pun sama terkejutnya dan tak mampu berkata-kata.


"Ma..mama. Gaara kangen ma.." Suara itu semakin terdengar jelas diindera pendengaran Diandra. Diandra meragu, mungkin dirinya kini benar-benar gila karena ditinggalkan putranya, hingga kini ia terus mendengar suara putra sulungnya itu.


"Mama..!". Diandra merasakan tubuh Diandra ditabrak seseorang dari belakang.


"Mama..." Diandra segera berbalik. Menatap tak percaya pada siapa yang kini ada dihadapannya.


"Ga-Gaara..Ini kamu sayang?". Tanya Diandra dengan tangan gemetarnya mengelus wajah Gaara.


Gaara hanya mengangguk dan kembali memeluk sang mama dengan erat. Dibalas tak kalah erat oleh Diandra yang masih tak percaya Gaara telah kembali padanya.


Ibu dan anak itu saling berpelukan dengan air mata yang terus mengalir hingga membuat siapapun yang melihatnya akan ikut meneteskan air matanya karena terharu.


Abi beranjak dari duduknya dan kemudian memeluk Diandra dan Gaara yang masih berpelukan. Jadilah mereka bertiga berpelukan dengan hangatnya.


"Akhirnya kamu kembali nak.."


...---***---...

__ADS_1


Yeeee...akhirnya ketemu sama mama Diandra👏🏻👏🏻👏🏻


Yang pengen Abram sama Monika di azab sabar ya. Azab nya lagi otw buat Monika..kalo Abram mah kan tinggal disentil dikit juga langsung gulung tikar😅😅 Karma nya Abram udah dari kemaren-kemaren dengan bikin usahanya rugi dimana-mana, tinggal finishingnya🤭


__ADS_2