Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
iseng


__ADS_3

"Awas ih, aku mau ke kamar mandi". Nala mendorong tubuh Gaara yang sejak tadi terus menempel padanya.


Lebih menyebalkannya, lelaki itu terus saja mengungkit perihal perasaan cintanya. Seolah tak ada bosannya dengan pertanyaan yang terdengar menyebalkan ditelinga Nala.


"Jangan lama-lama ya, kasian.."


"Kasian kenapa?". Tanya Nala galak


"Kasian nanti kamu kangen". Nala mendelik saat melihat Gaara mengedipkan sebelah matanya dengan begitu menjengkelkan.


"Nggak akan!". Ketus Nala kemudian menutup pintu kamar mandi dengan keras.


Gaara tergelak dibalik pintu kamar mandi. Lelaki itu tak berpindah kemanapun, ia bahkan menyandarkan tubuhnya didinding samping pintu kamar mandi. Dan dengan setia menunggu Nala yang ia yakin tidak melakukan apapun di kamar mandi. Karna Gaara yakin, gadisnya itu pasti hanya ingin menghindar darinya saja.


Sejak tadi Nala berusaha keras terlepas dari kungkungan Gaara. Bahkan Gaara terus mengikuti kemanapun kakinya melangkah. Satu-satunya tempat aman yang terpikir oleh Nala adalah kamar mandi. Karena itulah ia memutuskan pergi ke kamar mandi dengan alasan ingin buang air kecil. Jelas itu hanya alasan karena saat ini dirinya hanya ingin menghindari lelaki menyebalkan bernama Gaara itu.


"Nih bibir dasar nggak ada solidaritasnya banget!!". Nala memukul pelan bibirnya beberapa kali. Merutuki sikap spontannya dalam menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan Gaara.


"Ini juga harusnya ingetin kalo bibirnya lagi lepas kontrol! Gimana sih! Nggak bisa diajak kerjasama banget kalian". Nala menoyor sendiri kepalanya, seolah menyalahkan otaknya atas apa yang ia katakan.


Nala merasa kesal sekaligus terjebak dengan semua pertanyaan Gaara yang berakibat lelaki itu mengetahui seperti apa perasaannya saat ini. Perasaan yang masih sama seperti dulu bahkan setelah hatinya terlukai.


"Kenapa sih nggak berubah. Kenapa gampang banget kejebak sama pembicaraan yang dia mulai". Ingin rasanya Nala berteriak keras. Namun jika itu ia lakukan, sudah bisa dipastikan, si kang gara-gara akan langsung mendobrak pintu kamar mandi.


"Ya ampun..ini gimana caranya ngusir itu orang sih?!". Gerutu Nala


"Mas Zayn juga kemana sama si Jen. Itu lagi si asisten koplak bukannya bawa balik bosnya malah ilang". Nala terus mengoceh didalam kamar mandi sembari berpikir bagaimana caranya mengusir Gaara.


"Usir aja deh". Putus Nala setelah cukup lama berpikir. Toh disini ia yang menjadi tuan rumahnya, jadi tak masalah jika ia mengusir tamunya sendiri, pikirnya menenangkan diri.


Perlahan Nala membuka pintu, berharap Gaara sudah keluar dari kamarnya, karena saat ini Nala berada didalam kamar mandi didalam kamarnya.


Nala menyembulkan sedikit kepalanya, menatap kedalam kamarnya, kasur, sofa dan sekelilingnya. Bibirnya membentuk lengkungan sempurna saat tak mendapati si manusia penguntit disana.

__ADS_1


"Aman.." Gumam Nala yang dengan percaya diri membuka lebar pintu kamar mandi dan keluar.


"Astagfirullah.." Nala terlonjak saat menutup pintu kamar mandinya. Bagaimana tidak, Gaara masih berada disana. Bersandar ditembok samping pintu kamar mandi. Pantas saja Nala tidak bisa melihat lelaki itu saat tadi mengintip.


"A-abang ngapain sih masih disini. Pulang sana". Usir Nala yang bergegas keluar kamar. Akan berbahaya jika berdua dengan Gaara didalam kamar. Apalagi rumahnya sedang tak ada orang selain mereka berdua.


"Nungguin kamu. Abang kira kamu pingsan, baru juga mikir mau dobrak pintu". Gaara membuntuti Nala. Persis seperti anak kecil yang meminta makan pada ibunya.


"Pulang sana gih". Usir Nala lagi tanpa mempedulikan Gaara yang masih membuntuti dirinya. Tak menjawab atau mempedulikan Nala yang mengusirnya.


Si kang gara-gara kalo ada maunya ampun dah ah pokoknya. Bodo amat mau diusir ama yang punya rumah juga. Yang penting pasang muka tembok aja ama tebelin kuping ya bang😂😂


Nala berjalan ke dapur, membuka kulkas dan mengambil sebotol air putih dan langsung meneguknya tanpa menuangkannya ke gelas.


"Abang..!". Nala kaget saat Gaara merebut botolnya dan meminum bekas minumnya.


"Ambil yang baru aja. Itu bekas aku". Ucap Nala.


"Cuma bekas bibir aja, ngerasain bibirnya langsung aja udah sering kok". Nala dibuat tak percaya dengan ucapan frontal Gaara. Ia menatap sekeliling, memastikan jika dirumah itu memang hanya mereka berdua.


"Hish..ni mulutnya kalo ngomong dijaga kenapa sih". Kesal sekali rasanya menatap Gaara yang memasang wajah tanpa dosa itu.


"Kan emang iya". Nala langsung memundurkan wajahnya saat Gaara tiba-tiba memajukan wajahnya hingga wajah keduanya berjarak sangat dekat.


"A-abang ngapain sih. Awas ih". Nala mencoba mendorong dada Gaara, namun tak bergeser sedikitpun.


Gaara terus menatap wajah Nala, menatapnya dengan intens hingga membuat wajah Nala terasa panas. Bisa dipastikan jika saat ini wajahnya sudah semerah tomat.


"Kamu cantik.." Ucap Gaara tanpa melepas tatapannya dari wajah ayu Nala.


Nala yang merasa malu memalingkan wajahnya. Tak kuasa jika harus terus bertemu tatap dengan Gaara. Apalagi jarak keduanya saat ini benar-benar sangat dekat.


Gaara meraih dagu Nala, membawa wajah cantik itu untuk kembali menatap dirinya. Meskipun otaknya meminta Nala untuk memberontak, namun tubuhnya tak kuasa menolak semua yang Gaara lakukan.

__ADS_1


Gaara menyusuri setiap detail kecantikan diwajah Nala. Alis yang tidak terlalu tebal namun terlihat rapi, bulu mata lentik, mata besar yang terlihat sangat jernih yang seolah mampu menenggelamkan Gaara. Tangan Gaara bergerak mengelus pipi Nala yang kenyal dan kembali menyusuri indahnya ciptaan sang kuasa yang ada dihadapannya.


Hidung yang mancung serta bibir Nala yang selalu berhasil menggoda iman Gaara yang imin itu, Gaara membelainya lembut dengan ibu jarinya hingga membuat Nala diserang ketegangan.


Tak dapat Nala pungkiri, beberapa kali berciuman dengan Gaara selalu membuatnya mendamba sentuhan lembut itu lagi jika tengah berdekatan seperti ini.


"Jangan kaya gini bang. Jantung gue nggak aman ini". Batin Nala menjerit


"Ya Allah..dosa banget deh gue. Fix ini mah digoreng dulu ntar gue di neraka sebelum dibawa naik ke surga. Maafin Nala ya Allah, tapi gimana lagi, enak". Nala seolah semakin hilang keimanannya saat Gaara semakin mendekatkan wajahnya.


Entah apa yang Nala pikirkan, yang pasti ia memejamkan matanya. Bersiap menerima sapuan lembut nan memabukkan yang selalu diberikan Gaara setiap bibir mereka bertemu.


"Ini mana sih nggak kerasa-kerasa bibir si abang". Batin Nala yang tak kunjung merasakan bibir keduanya bertemu.


Sementara Gaara tersenyum jahil saat melihat Nala memejamkan mata. Bukan ia tak ingin, tapi dirinya benar-benar takut kebablasan jika saat ini menyentuh bibir yang sudah menjadi candu untuknya itu.


Mereka hanya berdua, dan Gaara yang imannya imin itu tidak bisa menjamin dan tidak bisa berjanji pada siapapun jika dirinya tidak akan menyentuh Nala lebih jika sampai ia kembali melabuhkan bibirnya.


Nala yang tak kunjung merasakan apa yang diinginkannya perlahan membuka mata. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Gaara yang menatapnya dengan senyum meledek.


"Tuh kan..kamu yang seneng disosor sama bebek". Goda Gaara yang langsung membuat Nala mendelik.


"Pengen banget ya disosor ama abang, ampe merem-merem gitu". Betapa malunya Nala. Ia benar-benar mengutuk sikap iseng Gaara yang membuatnya sangat-sangat malu.


...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...


Selamat morning semuaaaa..sehat ya hari ini?? Insyaallah sehat semua yaa..aamiin🤲🏻


Si kang gara-gara bener-bener pengen dikutuk ama si kuman ya. Wanian pisan ngerjain si kuman😂 si kuman udah ngarep di kiss, malah di prank ama si abang, bener-bener deh😅


Awas lu bang, ntar pas lagi beneran ngebet kaga bisa nahan, di bales lu ama si kuman. Tau rasa deh kalo di bls, ntar diketawain ama temen-temenna si kuman🤣


segini dulu ya manteman, takut tangan othornya tremor lagi kalo nulis banyak🤣

__ADS_1


Happy reading semuaa..lopelope sekebon💐💐💐💋🥰🥰


__ADS_2