
Sepanjang jalan menuju mall Kara tak henti mengomeli sahabatnya. Meski sempat bungkam karena sogokan sang kakak, rupanya kekesalannya masih tersisa.
"Udah napa sih Ra. Kaga capek aja ngomel mulu dari tadi". Keluh Nala yang lama-lama merasa lelah juga mendengar ocehan Kara.
"Kaga. Lebih capek liat kelakuan kamu sama abang". Nala terkekeh, sahabatnya itu jika sudah mengoceh memang susah dihentikan. Entah bagaimana bisa Baim tahan dengan segala ocehan Kara.
"Nggak usah ngebatin ya". Semprot Kara membuat Nala tergelak. Susah memang jika berteman dengan orang yang selalu sepemikiran dengan kita. Bahkan yang baru dipikirkan saja dia sudah tahu.
"Ketawa lagi.." Kara mendengus kesal melirik sekilas Nala yang duduk disampingnya yang tengah fokus mengemudi.
"Oke-oke...sorry". Nala mencoba meredam tawanya.
"Eh La,."
"Hm.." Nala hanya bergumam menanggapi panggilan Kara.
"Udah denger belom.."
"Udah.." Sahut Nala cepat membuat Kara mendengus.
"Denger apa emangnya?". Tanya Kara sewot.
"Denger kamu ngomong kan?". Sahut Nala enteng membuat Kara ingin sekali menempeleng kepala sahabatnya itu. Jika saja ia tidak sedang mengemudi, sudah pasti ia akan melakukannya.
"Ish.." Desis Kara kesal.
"Emang apaan?". Tanya Nala yang mulai penasaran.
"Kemaren aku denger anak-anak pada ngomongin pak Haikal", Nala segera menoleh. Berpikir sejenak seolah mengingat sesuatu.
"Soal?". Tanya Nala penasaran. Pasalnya sudah beberapa hari ini Haikal tak mengganggunya. Bahkan beberapa kali kelas nya kosong karena si dosen yang absen.
"Aku nggak tau sih ya, bener atau enggak.." Kara berbicara sambil terus fokus pada kemudinya.
"Kata anak-anak, pak Haikal diberhentiin".
"Hah? Serius Ra??". Kara sampai harus menggeser sedikit kepalanya ke samping karena suara Nala yang membuat telingatnya berdengung.
"Sorry..sorry. Kaget..reflek". Nala nyengir membuat Kara kembali mendengus.
"Tapi nyadar nggak sih. Emang udah beberapa kali kan kelas nya pak Haikal kosong. Cuma dikasih tugas-tugas doang", Nala mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Tadi denger dari anak-anak. Katanya dipecat gara-gara permasalahan pribadi. Ada yang laporan ke dekan kayanya". Kara berasumsi karena berita yang ia dengar adalah seperti itu.
Kedua gadis itu tak tahu jika Gaara dan Nick berada dibalik semua itu. Gaara yang sudah jengah dengan kelakuan Haikal akhirnya turun tangan sendiri, menemui dekan yang cukup ia kenal dan membeberkan segala perbuatan Haikal yang baginya cukup mengganggu.
Memberikan beberapa bukti ketidak profesionalan Haikal dikampus yang sebelumnya. Tentu Gaara mewanti-wanti dekan agar identitas Nala tersimpan rapat. Dan dekan menyanggupinya.
Haikal yang terlalu sibuk mendekati Nala tak memperkirakan serangan mendadak Gaara. Hingga saat dekan memanggilnya, Haikal tak bisa berkutik saat semua bukti diletakkan didepannya.
Ditambah dengan bukti kecurangannya selama menjadi dosen di kampus yang lama yang diberikan Nick. Rupanya Haikal juga seorang dosen yang nakal di kampus nya yang lama. Banyak mahasiswa yang sudah menjadi korbannya dengan menyerahkan beberapa jumlah uang dengan dijanjikan nilai bagus di mata perkuliahan yang ia pegang.
Walaupun Gaara juga bingung darimana asistennya itu mendapat semua bukti itu, namun Gaara sangat berterimakasih. Dengan adanya bukti itu, sudah dapat ia pastikan Haikal tidak akan bisa bertahan di kampus Nala saat ini.
Dan benar saja, tepat di hari Haikal di panggil oleh Dekan. Dirinya diberhentikan secara tidak terhormat. Hanya karena obsesi dan ego nya, Haikal kehilangan pekerjaannya.
Sedangkan saat ini, tepat didepan ruangan Gaara terdengar suara keributan. Gaara dan Nick yang tengah membahas proyek mereka saling menatap bingung saat mendengar suara ribut didepan.
"Saya akan lihat bos.." Gaara mengangguk dan kembali fokus pada berkas didepannya.
Nick berjalan keluar, dan mendapati Bunga, si resepsionis sudah berdiri didepan pintu ruangan Gaara. Menghalangi seseorang yang sangat Nick kenal agar tidak masuk ke ruangan bos nya.
"P-pak Nick.." Bunga tergagap. Takut kena omelan lelaki kaku itu.
"M-maaf pak. Saya sudah menahan bapak ini, tapi beliau bersikeras ingin menemui pak Gaara". Bunga menunduk takut. Sementara lelaki yang ada dibelakangnya nampak murka.
"Kamu boleh kembali ke tempatmu. Saya yang akan mengurusnya". Bunga mengangkat wajahnya dan mengangguk. Secepat kilat ia pergi dari sana sebelum Gaara keluar ruangan dan dirinya semakin berada disituasi sulit.
"Haikal?", Gumam Gaara yang mendengar seseorang berteriak. Dan ia cukup tahu suara siapa itu.
"Mau apa lagi ba jingan itu?!", Dengus Gaara kesal. Ia pikir setelah menyingkirkan Haikal dari kampus Nala, ia tidak akan lagi berurusan dengan Haikal. Namun rupanya lelaki itu belum jera berurusan dengannya.
"Mana bos mu!! Suruh dia keluar!!!". Teriak Haikal kesetanan. Ia tak menyangka Gaara bertindak cepat hingga membuatnya kehilangan pekerjaan yang bisa mendekatkannya pada Nala.
"Mending lo pulang". Usir Nick menatap jengah pada sosok lelaki yang telihat sangat berbeda dari sebelumnya.
Saat ini Haikal terlihat berantakan dan kacau, tidak se rapi saat terakhir ia lihat. Dan Nick tahu apa penyebabnya.
"Nggak usah nyari masalah lagi sama si bos. Daripada lo jadi gelandangan beneran". Tangan Haikal mengepal kuat.
"Dasar si alan!!! Breng sek lo berdua!!!". Teriak Haikal kalap dan hendak memukul Nick. Namun dengan mudah Nick menghindar hingga akhirnya Haikal sendiri yang jatuh tersungkur.
Gaara yang tak ingin lagi berurusan dengan Nick menghubungi security yang berjaga. Meminta beberapa keamanan untuk datang ke ruangannya dan menyeret Haikal keluar.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, tiga orang petugas keamanan sudah sampai didepan ruangan Gaara dan langsung mengamankan Haikal.
Gaara menghela nafas panjang. Ia keluar dari ruangannya dan mendapati Haikal tengah dipegangi oleh tiga security.
"Sini lo ba jingan!!! Jangan beraninya nyuruh kacung-kacung lo ini!!". Haikal mencoba berontak namun cekalan ditangan dan bahunya kuat hingga ia tak bergerak.
"Gue udah ingetin ke elo. Jangan ganggu calon istri gue". Desis Gaara dengan tatapan mata tajam. Sebenarnya sudah sangat malas menghadapi lelaki tak tahu malu didepannya ini.
"Pergi sejauhnya dari gue sama Nala. Gue juga nggak akan bikin lo lebih sengsara".
"Tapi...kalo peringatan gue ini masih lo anggep omong kosong. Jangan pernah salahin gue kalo elo nggak akan bisa hidup tenang. Bahkan jadi gelandangan sekalipun elo nggak akan bisa". Gaara berkata dengan tenang, namun mampu membuat tiga orang keamanan yang memegangi Haikal kesulitan menelan ludah mereka.
Pun Haikal, jika boleh jujur. Ia juga takut berurusan kembali dengan Gaara, kehilangan pekerjaannya dengan cepat sudah cukup memberi bukti seberapa berkuasanya lelaki didepannya ini.
Namun ego mengalahkan ketakutannya. Tak mungkin ia mengakui kekalahan didepan musuh besarnya ini.
"Seret dia keluar", Perintah Gaara tegas kemudian masuk kembali ke ruangannya.
"Tunggu pembalasan gue!!!! Gue nggak akan diem aja!!!". Haikal terus berteriak didepan ruangan Gaara yang sudah tertutup
"Dalam mimpi lo sekalipun, lo nggak akan bisa sentuh bos gue dan calon istrinya". Sengit Nick yang tersenyum smirk hingga membuat security dan juga Haikal bergidik.
"Bawa dia keluar! Dan ingat wajah laki-laki ini. Jangan biarkan dia masuk ke gedung ini sampai kapanpun",
"Siap pak!!", Sahut tiga orang keamanan kompak dan langsung menyeret tubuh Haikal keluar.
Kini Haikal sudah dilemparkan keluar dari gedung kantor yang dipimpin Gaara. Lelaki itu menatap nanar gedung tinggi menjulang itu. Lalu menatap petugas keamanan yang kini jumlahnya bertambah tengah mengawasinya.
"Aaaaaakkkhhhhh!!!!!!". Haikal berteriak keras menatap langit yang cerah. Seolah tengah menertawakan nasibnya yang tragis.
Sedikit banyaknya ia menyesal, melepaskan istrinya yang selalu mendukung karirnya selama ini. Tapi entahlah, apa benar menyesal atau hanya penyesalan sesaat saja.
...¥¥¥¥•••¥¥¥¥...
Rasain tuh Haikal..ilang kan semua. Udah diingetin dari kapan hari nggak dengerin sih..jadi pengangguran kan akhirnya😪😪
Hollaaaa readers tersayang..apa kabarnya hari ini?? Insyaallah sehat-sehat semua yaaa..aamiin🤲🏻🤲🏻
Jangan lupa like komen sama vote nya ya☺️🤭 dukung terus karya othor ya temen-temen semua😁😁
Dan maksih buat yang selama ini udah dukung karya-karya aku🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
sarangheo sekebon readers🥰🥰😘😘💋♥️💐💐💐