
Sore hari kedua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu baru kembali. Kedatangan keduanya disambut galak oleh sang mami. Tapi tatapan galak mami Nita hanya tertuju pada Nala. Bukan pada Gaara.
"Assalamualaikum mi.." Gaara memberi salam setelah turun dari motornya dan kemudian mencium punggung tangan mami Nita. Perjuangan Gaara untuk meluluhkan hati mami Nita rupanya tak sia-sia.
"Wa'alaikumsalam Ga..gimana kabarnya? Sehat kan?". Raut wajah mami Nita berubah ramah.
"Alhamdulillah..mami gimana? Sehat kan??". Gaara balik bertanya. Seketika wajah mami Nita berubah, Gaara bingung mengartikan wajah mami Nita. Terlihat seperti, memendam kekesalan. Tapi pada siapa? Dirinya tak merasa melakukan kesalahan.
"Nggak baik. Mami lagi pusing". Alis Gaara berkerut. Wanita dihadapannya ini terlihat sehat, bahkan sangat sehat.
"Mami sakit?". Tanya Nala membuat mami Nita mencebik.
"Iya mami sakit kepala gara-gara kamu", Omel mami Nita.
"Mi, suruh mereka masuk dulu. Pamali ngomel-ngomel didepan pintu". Suara dari dalam rumah membuat mami Nita tersadar jika kini mereka masih ada didepan pintu rumah, tepatnya diteras.
"Astaga, mami sampe lupa. Ayo Ga..masuk dulu. Mami bikinin minum". Kini giliran Nala mencebik melihat bagaimana sang ibu memperlakukan Gaara.
Bahkan hanya Gaara yang dipersilahkan masuk. Sementara dirinya diacuhkan seolah benda tak kasat mata.
"Kemaren-kemaren aja ngomel anaknya deket sama laki-laki yang katanya pernah nyakitin. Sekarang? Beeeuuh..serasa anak tiri gue". Gumam Nala pelan sambil berjalan mengikuti Gaara dan mami Nita yang sudah lebih dulu masuk.
"Assalamualaikum pi.." Gaara menyapa calon mertua lelakinya. Mencium punggung tangan papi Andre dan kemudian duduk dihadapannya setelah dipersilahkan.
"Aku tinggal ganti baju sebentar ya bang.." Gaara mengangguk.
"Mau kemana kamu? Jangan kemana-mana! Mami mau ngomong!". Nala tahu apa yang ingin ibunya bicarakan, dan itu cukup membuatnya malas.
"Biar dia ganti baju dulu, mi", Papi Andre memberikan kode pada Nala agar bergegas ke kamarnya sebelum sang mami kembali mencegahnya.
"Papi terlalu manjain Nala sih". Kini giliran papi yang kena semprot mami hingga membuat papi menghela nafas. Niatnya membantu Nala malah dia yang kena semprot.
"Dia capek mi. Biar seenggaknya bersihin badan dia dulu lah. Nanti kita bicarain". Papi Andre mencoba menenangkan singa betinanya yang tengah dalam mode garang.
"Diminum Ga.." Gaara kembali mengangguk. Sedari tadi ia menyimak pembicaraan papi dan mami. Ia belum paham apa yang hendak dibicarakan kedua orang tua Nala pada anak gadisnya itu.
"Iya mi..makasih ya mi. Maaf ngerepotin". Ucap Gaara sungkan.
__ADS_1
"Nggak repot. Cuma minum aja". Gaara tersenyum kemudian mengambil cangkir berisi teh yang dibuatkan mami Nita. Cuaca sore itu sedikit mendung dengan semilir angin yang cukup membuat orang-orang merapatkan jaket mereka.
"Mami tadi bikin kue, cobain ya". Begitulah sekarang mami Nita. Jika Gaara datang berkunjung, segala akan ia keluarkan agar lelaki yang dicintai putrinya itu mencobanya.
"Kue kesukaan kamu". Bisik papi saat mami berjalan kembali ke dapur. Gaara hanya tersenyum saja. Tak terlintas dibenaknya jika ia bisa dengan cepat mendapat restu dari kedua orang tua Nala. Mengingat bagaimana kesalahannya yang terdahulu. Meskipun awalnya juga tak mudah karena penolakan mami Nita.
Bisa diterima dengan begitu baik oleh keluarga Nala adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Gaara.
"Wah..kue kesukaan aku nih mi". Mami Nita tersenyum puas saat melihat Gaara lahap memakan kue nya. Terlintas dipikiran wanita paruh baya itu untuk mengerjai Gaara.
"Gimana rasanya? Ada yang aneh nggak Ga??", Gaara hanya menggeleng karena mulutnya penuh dengan kue keju kesukaannya. Dan rasanya pun seperti biasa, luar biasa enak.
"Nggak berasa sakit kan ditenggorokan??". Gaara mengernyit, tak paham maksud mami Nita.
"Inget loh Ga. Mami masih dendam sama kamu yang pernah nyakitin anak mami". Mami Nita menatap kue yang ada ditangan Gaara penuh arti. Membuat Gaara tersedak karena ucapan mami Nita. Ia terbatuk cukup parah hingga membuat papi Andre tersenyum geli, pun dengan mami Nita.
"Abang..abang kenapa?? Pelan-pelan dong makannya". Nala yang baru menuruni anak tangga sampai berlari saat melihat wajah Gaara memerah karena batuknya.
"Minum dulu bang.." Nala meraih air putih yang entah milik siapa. Menyodorkannya pada Gaara sambil mengelus perlahan punggung lelakinya itu. Berharap batuk Gaara mereda.
"Emang mami apain abang??". Tanya Nala menatap mami dan papi nya yang hanya tersenyum tanpa menjawabnya.
"Maafin sikap Gaara dulu mi, pi.." Rupanya Gaara tersedak karena terkejut mami mengingatkannya tentang kesalahannya dulu.
"Semua sudah berlalu. Nggak perlu dibahas lagi. Mami kamu juga cuma bercanda". Papi Andre tampak seperti biasa, tenang dan berwibawa seperti biasanya.
"Iya..mami hanya berharap semoga semua itu tidak perlu terulang". Gaara mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk.
"Nggak akan mi. Aku janji itu semua nggak akan pernah terulang". Mami Nita mengangguk percaya. Karena ia yakin, setelah perpisahan keduanya yang cukup lama itu, pasti perasaan cinta keduanya akan semakin kuat. Dan tak akan ada lagi hal yang membuat mereka berpisah nantinya.
"Ini pada ngomongin apa sih??". Nala yang tak tahu apa yang sebelumnya mereka bicarakan tampak kebingungan.
"Kepo". Ketus mami Nita. Rupanya wanita itu masih kesal dengan perbuatan Nala pagi tadi.
"Ih mami galak banget sih". Keluh Nala.
"Dek.." Nala langsung menatap sang ayah. Jika sudah memanggilnya 'dek' dengan nada serius, itu artinya ayahnya ingin berbicara serius dengannya.
__ADS_1
"Kamu nggak mau jelasin apa-apa sama kami?". Papi Andre melipat majalah bisnisnya dan menatap putri bungsunya.
"Nggak ada yang perlu dijelasin pi". Ucap Nala membuat mami melotot horor.
"Papi sama mami nggak pernah ngajarin kamu berlaku nggak sopan, Nala". Papi Andre terlihat semakin serius.
"Papi sengaja membicarakan ini didepan Gaara. Papi yakin, dia juga tidak akan suka dengan sikap mu pagi tadi pada Haikal". Mendengar nama Haikal, wajah Nala dan Gaara berubah. Keduanya tampak kesal dan memendam emosi. Dan papi serta mami menangkap perubahan ekspresi wajah keduanya.
"Apa alasan kamu seperti itu? Kalau hanya buru-buru ke kampus. Kamu tidak perlu sampai berkata kasar bahkan meminta mami mengusirnya". Beginilah papi Andre, pembawaannya selalu tenang. Tak pernah mengedepankan emosi.
"Karna aku nggak suka diganggu sama dia. Lagian dia pantes diusir. Ngapain bertamu pagi-pagi". Gaara menggenggam tangan Nala dan sedikit meremasnya. Ia tahu Nala kesal, ia pun sama. Tapi ia tak suka Nala berbicara seperi itu didepan kedua orang tuanya.
"Nggak suka?" Tanya papi Andre sedikit bingung. Pasalnya terakhir kali ia menengok anak perempuannya itu saat masih ikut Zayn, gadis itu masih terlihat akrab dengan Haikal dan istrinya.
"Apa alasannya, dek?". Kini mami angkat suara. Sejujurnya ia emosi mendengar jawaban Nala. Tapi ia ibunya, ia sangat tahu jika ada alasan dibalik semua itu.
"Aku kok kayak diintrogasi sih pi, mi", Wajah Nala terlihat semakin cemberut dengan bibir mengerucut.
"Karna sikap kamu tadi pagi benar-benar tidak sopan, Anala". Ucap mami tegas membuat Nala menunduk. Kedua orang tuanya adalah orang yang tegas. Ia tak mau sampai berlaku tak sopan pada mereka hanya karena kesal pada makhluk bernama Haikal itu.
"Biar abang yang jelasin semua". Nala mengangkat wajahnya. Menggeleng cepat dengan wajah panik. Ia benar-benar tidak ingin mami dan papinya tahu apa yang sempat ia alami beberapa waktu ke belakang.
"Mereka harus tau, La". Gaara menggenggam lembut tangan Nala. Meyakinkan Nala jika menceritakan secara jujur dan terbuka adalah jalan terbaik agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depannya.
"Harus tau apa? Apa yang kami tidak tahu, Ga??". Tanya mami Nita mendesak. Meminta penjelasan dari Gaara yang kini masih coba meyakinkan Nala lewat tatapan lembutnya.
...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...
Holla hollaa..piye kabare kabeh?? Sehat yoo?? Insyaallah sehat kaya othor, aamiin🤲🏻🤲🏻
Kita mulai yak ini nyingkirin satu-satu makhluk tak memiliki urat malu. Dimulai dari kang Haikal yang menyebalkan itu dulu ya, oke👍🏻
Pertama kasih tau mak Nita ama bapak Andre dulu. Kalo anaknya udah dibikin susah ama tu Haikal, nah ntar baru deh ya kita depak pake cara cantik. Oke ya?? Harus oke..pokoknya nurut ama othor🤭 eh kok maksa😂😂😂
Diinget diinget yak manteman semuanya..tampolan like komen sama vote nya ya👍🏻
Pokoke saranghae sekebon deh ahh🥰🥰💋 lope banyakbanyak pokoknya buat readers😘😘💐💐💐
__ADS_1