Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
mengantar bekal


__ADS_3

Nala kembali ke rutinitas nya yang dulu lagi. Selalu menyempatkan diri memasak dan mengantarkan makanan atau sekedar sarapan ke kantor calon suaminya.


Ya, calon suami. Pasalnya satu minggu setelah Abram memergoki keduanya dikantor, lelaki itu langsung melamar Nala.


dan keputusan Abram bukan hanya didukung Gaara, namun juga kedua orang tua Nala dan Abi serta Diandra.


Bahkan mereka sudah mulai mempersiapkan pernikahan yang rencana nya akan dilaksanakan tiga bulan lagi. Semua terasa begitu cepat. Karena bukan tanpa alasan para orang tua melakukan itu.


Semua yang menimpa Nala saat tinggal bersama Zayn dan status Haikal yang saat ini berstatus duda menjadi pertimbangan para orang tua untuk mempercepat pernikahan.


Kara yang juga baru mengetahui apa yang menimpa Nala terlihat syok. Bahkan gadis itu berkali-kali menangis sambil memeluk sahabat baiknya. Merasa bersalah karena tak mendampingi sahabatnya saat hal sulit menimpanya.


Tak lupa si santen memberi ceramah panjang pada sang kakak karena tak menceritakan apapun padanya perihal Nala.


Saat ini Nala sudah berdiri didepan resepsionis, rencananya ia hanya akan menitipkan bekal untuk Gaara pada Bunga.


Namun pemandangan didepan matanya membuatnya membatalkan niatnya untuk menitipkan bekal.


Bibirnya menyeringai kecil dengan mata melotot kesal. Bagaimana tidak, Nala melihat Hani yang rupanya masih tak mau menyerah. Wanita itu bahkan terus menempel pada Gaara.


Bahkan Nala bisa melihat Hani yang terus menatap Gaara dengan tatapan memuja. Sedangkan si asisten durjana, tampak mencoba menjauhkan Hani dari Gaara yang sibuk memeriksa sesuatu yang Nala tak tahu.


"Aku nggak jadi titip kak, biar aku anter sendiri aja kak.." Nala kembali menarik lunch bag yang tadi ia sodorkan pada Bunga, si resepsionis.


"Hah? Oh iya mbak Nala.."Bunga tersenyum ramah membalas senyum Nala.


Bunga terus memperhatikan langkah Nala. Gadis itu melangkah cepat bahkan setengah berlari hingga membuat Bunga dan temannya penasaran. Namun setelah melihat siapa yang berada di depan pintu lift, keduanya paham mengapa calon istri bos nya itu memilih mengantar sendiri bekal untuk bosnya.


"Si Hani nggak tau malu banget ya". Ucap teman Bunga membuatnya mengangguk membenarkan.


"Iya. Padahal udah diumumin ya kalo mbak Nala itu calon istrinya. Pas acara pertunangan kemarin juga kan hampir semua diundang dan hadir. Kok masih nempelin si bos mulu". Timpal Bunga yang juga kesal sendiri melihat tingkah tak tahu malu Hani.


"Urat malu nya udah putus itu orang. Diusir pake cara halus juga nggak sadar-sadar". Bunga mengangguk membenarkan ucapan temannya. Kedua wanita yang bertugas di meja resepsionis itu menatap jijik pada Hani.


Bukan karena kini Gaara sudah memiliki calon istri. Namun tingkah tak tahu malu Hani yang memperlihatkan betapa murahannya wanita itu membuat Bunga dan temannya justru merasa malu sendiri dengan tingkah Hani.

__ADS_1


Segala hal menyangkut Hani sudah menjadi rahasia umum. Wanita yang berstatus sekretaris Gaara itu tidak pernah ragu menunjukkan ketertarikannya pada Gaara.


Jika dulu, mungkin mereka acuh karena status Gaara yang belum jelas. Tapi kini mereka merasa tak nyaman saja dengan segala tingkah Hani, mengingat kini Gaara sudah mengumumkan pertunangannya dengan Nala.


Kembali pada Nala. Gadis itu kini sudah berdiri dibelakang tiga orang yang masih belum menyadari keberadaannya.


Hani yang berusaha berdiri disamping Gaara, dan Nick yang berusaha menjadi tembok penghalangnya.


"Lo apaan sih Nick.." Bisik Hani yang masih terdengar jelas oleh Nala dibelakang.


"Lo yang apa-apaan. Berdiri disana! Nggak usah ganggu bos!!". Tegas Nick menatap tajam Hani.


Sesungging senyum terpatri diwajah Nala melihat usaha Nick menjauhkan Hani dari calon suaminya. Setidaknya ia tidak perlu terlalu khawatir jika Gaara berada di kantor, karena Nick pasti akan menjaga lelakinya dari buaya betina itu.


Nala masih diam dan memperhatikan apa yang akan dilakukan Hani. Karna Nala yakin jika wanita itu tak akan semudah itu menyerah.


Dan benar saja, saat pintu loft terbuka, dengan cepat Hani menggeser tubuh Nick yang belum sepenuhnya siap hingga kini Hani berdiri tepat disamping Gaara.


Hani tersenyum penuh kemenangan menatap Nick yang memelototinya. Namun senyuman Hani tak bertahan lama karena tubuhnya tiba-tiba ditabrak seseorang hingga ia membentur dinding lift.


Gaara yang melihat Hani terpental segera mengalihkan perhatiannya dari dokumen ditangannya.


"Tadi aku ngejar pintu lift takut keburu ketutup. Aku lari tapi kurang ati-ati. Maaf ya, mbak Hani pasti sakit deh itu". Nick menolehkan wajahnya ke arah lain untuk menyembunyikan senyumnya.


Tak berbeda dengan Nick, Bungan dan temannya yang juga masih memperhatikan dari meja resepsionis tampak mengulum bibir menahan tawa mereka. Setelah memastikan pintu lift tertutup, baik Bunga maupun temannya meledakkan tawanya.


"Aku suka gaya mbak Nala kasih pelajaran sama itu buaya betina.." Ucap Bunga yang langsung dijawab anggukan kepala oleh temannya.


"Orang kaya begitu emang harus dikerasin sih. Didiemin makin nggak tahu diri". Dan entah berapa lama kedua wanita itu membicarakan Hani dan segala kelakuannya yang memalukan itu.


Kembali lagi kedalam lift yang baru saja tertutup pintunya. Nala masih menatap Hani dengan tatapan yang entah tak dimengerti oleh Hani.


"Sayang..kok nggak bilang mau kesini?". Gaara segera menarik Nala dalam rangkulannya tanpa menunggu respon Hani. Bahkan sekedar menanyakan apakah wanita itu kesakitan atau tidak saja Gaara enggan.


"Tadinya cuma mau nitip bekal buat abang ke kak Bunga.."

__ADS_1


"Tapi pas mau nitipin ini, tiba-tiba tadi aku liat ada sesuatu yang nempel dipunggung abang. Makanya aku buru-buru lari kesini, takut itu bahaya". Ucapan yang sarat akan sindiran meluncur mulus dari bibir Nala.


Gaara yang belum paham tampak mencoba melihat belakang tubuhnya dengan menolehkan wajah ke belakang. Namun tak menemukan apapun.


"Emang tadi ada apa sayang?", Tanya Gaara penasaran.


"Nggak tahu sih bang. Kamu lihat nggak Nick tadi??". Nick segera menatap Nala dan mengangguk. Ia paham betul apa yang dimaksudkan calon bos nya itu.


"Iya bos. Kata mbak Nala bener. Tadi saya lihat juga, kaya ada kotoran apa gitu yang nempel". Nick berakting memeriksa punggung Gaara dan menepuk jasnya beberapa kali seolah menghilangkan debu kotoran yang tak sengaja menempel.


"Tapi kayanya aku sama Nick cuma salah lihat aja kok bang. Ya kan Nick?", Nick kembali mengangguk membenarkan ucapan Nala.


Gaara yang masih tak paham tampak acuh dan kembali merengkuh bahu Nala. Berbeda dengan wanita yang berdiri dibelakang Gaara dan Nala. Wajahnya tampak memerah dan tangannya terkepal kuat saat dirinya sadar betul jika kotoran yang dimaksud Nala dan Nick adalah dirinya.


Nala melirik kebelakang dan tersenyum meledek pada Hani yang terlihat kesal dan marah. Ia akan terus melakukan hal-hal seperti ini agar Hani sadar.


"Abang duluan aja. Aku mau pesen minum ke mbak Hani.." Gaara mengangguk dan berjalan meninggalkan Nala berdua dengan Hani.


"Mau apa lagi kamu hah?", Sentak Hani yang sudah sangat kesal.


"Tunjukin wajah aslinya didepan calon suami gue dong, mbak Hani". Nala menekankan nama Hani.


"Cih, gue pastiin kalian nggak akan pernah nikah". Ancam Hani membuat Nala terkekeh.


"Coba aja.." Tantang Nala tak sedikitpun takut dengan ancaman Hani. Nala melangkah maju, mengikis jaraknya dan Hani. Tatapan matanya berubah tajam dalam sekejap.


"Gue ingetin sama lo. Pergi secepetnya sebelum gue bikin lo nggak punya muka didepan siapapun. Ini peringatan terakhir dari gue. Percaya atau enggak itu terserah sama lo. Yang penting gue udah ingetin". Nala berjalan meninggalkan Hani yang mematung. Namun kembali menghentikan langkahnya yang belum terlalu jauh itu.


"Jangan salahin gue kalo semua kebejatan lo gue buka. Selagi gue masih baik hati, mending lo pergi jauh-jauh dengan semua harga diri lo". Setelah mengatakan semua itu. Nala benar-benar meninggalkan Hani yang wajahnya berubah pucat. Entah karena ancaman Nala atau karena ada sesuatu yang lain.


...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...


Pelan-pelan tapi pasti ya..bikin si buaya betina kena mental dulu deh ya🤭🤭


Jangan lupa tampol like komen sama vote nya ya🥰🥰☺️

__ADS_1


Sarangheo sekebon readerss🥰🥰😘😘💐💐💐


Makasih banyak-banyak buat kalian semua yang selalu dukung karya aku🙏🏻🙏🏻☺️


__ADS_2