Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
calon istri


__ADS_3

"Mana Jen? Lo nggak bisa kan kasih tau kita siapa calon suaminya?".


"Ya karna emang Nala itu pelakor! Dia rebut pak Haikal dari istrinya!". Teriak yang lain


"Dasar nggak punya perasaan!". Timpal lainnya membuat suasana semakin tak terkendali. Untuk pertama kalinya, Nala menyesali masuk ke kampus ini.


"Lo semua diem ya! Lo semua nggak tahu gimana kebenarannya tapi ngejudge Nala kotor! Lo semua ngerasa bersih? Hah?!". Sentak Jen yang sudah jengah mendengar caci maki yang mereka tujukan untuk Nala.


"Lo juga nggak tahu kaya gimana itu cewek sebenernya Jen! Licik! Picik". Beberapa gadis menarik Jen menjauh dari Nala dan memegangi kedua tangannya hingga Jen tak mampu bergerak.


"Lepasin gue!! Mau apa lo semua! Heh lepas!". Jen terus berontak, namun percuma. Ada empat temannya yang memegangi tangan dan bahunya.


Sementara dua orang gadis mendorong bahu Nala hingga mundur beberapa langkah karena dorongan yang cukup kuat.


"Harusnya lo keluar dari kampus ini!". Sentak gadis berambut panjang yang menatap sengit Nala.


"Kenapa gue harus pergi? Gue nggak salah". Elak Nala berusaha tenang.


"Nggak tahu malu!!", Nala memejamkan matanya saat merasakan kepalanya basah. Air mengalir melewati wajah ayunya.


Dua gadis yang tadi berdiri tepat didepan Nala mundur beberapa langkah. Perlahan Nala membuka matanya, melihat teman-teman kampusnya sudah memegang satu butir telur masing-masing orang.


Jen yang melihat semua itu membulatkan mata. Ia terus mencoba berontak namun semua usahanya sia-sia.


"Jangan pada kelewatan ya lo semua!!! Ini semua nggak ada hubungannya sama kalian semua! Kenapa kalian harus bully Nala sampai kaya gini sih!!". Jen berteriak sambil berusaha melepaskan diri.


"Lo diem aja disini Jen. Kita masih anggap lo temen. Makanya kita mau jauhin elo dari sampah kaya dia". Salah seorang gadis yang memegangi Jen berkata pelan.


"Nala nggak salah! Dia juga nggak pernah deketin pak Haikal. Kenapa lo semua nggak bisa lihat semua itu sih". Jen merasa frustasi sendiri. Ia sudah berusaha menjelaskan. Tapi mengapa tak ada yang mempercayainya.


"Dia tuh nyoreng nama kampus kita. Mana bisa kita diem".


"Iya. Dia bener. Masa mahasiswi skandalan sama dosennya. Mana dosennya udah beristri lagi", Timpal yang lain masih dengan amarah.


"Tapi gue bener-bener nggak ada hubungan apa-apa sama pak Haikal! Dia cuma sahabat mas Zayn, kakak gue". Nala buka suara setelah diam sejak tadi.

__ADS_1


"Lo cuma nyari pembelaan! Mana ada maling ngaku". Cibir yang lain tak percaya.


"Lo semua bisa gue laporin ke pihak berwajib ya! Ini udah pencemaran nama baik!". Jen kembali berteriak namun teman-temannya justru tertawa mengejek.


"Lempar!!!". Sebuah aba-aba yang berasal dari salah seorang gadis yang tadi menyiram Nala membuat semua bersiap melemparkan telur ke arah Nala.


Nala memejamkan matanya. Ini semua tidak akan bisa lagi ia hindari. Dirinya harus bersiap merasakan sakit ditubuhnya juga perasaan malu seumur hidup karena dipermalukan seperti ini.


"Tunggu!!! Hei!!! Tunggu!!! Kalian nggak bisa kaya gini!!". Jen berteriak sambil meronta, air mata mengalir membasahi kedua pipinya. Sungguh ia ingin melindungi Nala, namun dirinya tak memiliki daya apapun sekuat apapun dirinya berusaha.


"Lempar!!!". Teriakan itu menggema dilobby kampus hingga membuat Nala semakin merapatkan matanya. Lari pun akan percuma, akan semakin mempermalukan diri jika begitu. Saat ini ia hanya bisa pasrah saja.


"Jangaaaaan!!!". Teriakan Jen tak kalah menggelegar. Air matanya sudah luruh sejak tadi. Kini ia hanya bisa memejamkan matanya, tak sanggup jika harus melihat Nala diperlakukan tak adil seperti saat ini.


Nala memejamkan matanya lebih rapat saat melihat beberapa temannya sudah melemparkan telur ke arahnya. Namun beberapa saat berlalu, ia tak merasakan apapun ditubuhnya. Ia pun tak lagi mendengar keributan dari teman-temannya yang sejak tadi menggema.


Dengan mengumpulkan keberanian, Nala membuka sebelah matanya perlahan dengan kepala masih tertunduk. Hal pertama yang ia lihat adalah sepasang sepatu berwarna hitam mengkilat.


Nala membuka kedua matanya, mengangkat perlahan wajahnya. Jantungnya semakin berdebar saat sayup-sayup telinganya mendengar bisikan dari orang-orang disekelilingnya.


"Siapa dia??"


"Siapa pria itu?".


Nala mengangkat wajahnya cepat. Dan saat mendongak, matanya bersirobos dengan sepasang mata tajam yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan mata yang tak dapat ia mengerti artinya.


Dalam beberapa saat, keduanya terdiam dan saling menatap dalam. Tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir keduanya. Hanya mata yang seolah saling berbicara saat ini. Bahkan teman-teman Nala yang beberapa saat lalu begitu gencar mencaci dan memakinya kini tak sedikitpun bersuara.


"Abang.." Lirih Nala dengan mata mulai berembun sambil menatap lelaki yang melindunginya. Lelaki yang tak lain adalah Gaara itu kini mengeringkan rambut Nala yang basah dengan sapu tangannya dan kemudian menarik Nala kedalam pelukannya.


"Semua udah baik-baik aja, La..abang ada disini buat kamu". Bisik Gaara sambil mencium pucuk kepala Nala yang meneteskan air matanya didalam pelukan Gaara.


Jen yang penasaran dengan keadaan saat ini memberanikan diri membuka matanya. Sesaat kemudian matanya melebar melihat siapa yang memeluk Nala.


"Gaara..astaga". Orang yang memegangi dirinya saja sampai melonggarkan pegangannya hingga memudahkan Jen melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Ah syukurlah.." Tubuh Jen hampir luruh ke lantai. Merasa saking leganya karena ada yang melindungi Nala.


"Siapa lo?!". Gaara melepaskan pelukannya, beralih meraih bahu Nala dan mendekapnya erat.


Nala hanya diam, menatap lelaki tampan yang baru ia sadari punggungnya penuh dengan telur yang berbau amis. Ia benar-benar tak menyangka lelaki itu datang di saat yang tepat. Menyelamatkan dan melindungi dirinya dengan mengorbankan tubuhnya sendiri.


"Siapa kalian?". Gaara membalikkan pertanyaan. Membuat kerutan didahi teman-teman Nala terlihat jelas.


"Siapa sih ni orang! Sok-sokan jadi pahlawan buat ini pelakor!", Sengit yang lain membuat rahang Gaara mengeras. Dekapannya dibahu Nala pun terasa semakin kencang hingga membuat Nala menatapnya penuh kesedihan.


"Siapa yang kalian sebut pelakor?!". Hanya ada beberapa yang menanggapi Gaara, karena selebihnya, mereka terpesona oleh rupa dari lelaki yang menjadi pahlawan bagi Nala. Lelaki yang saat ini tengah mendekap erat pundak gadis rapuh yang menjadi bulan-bulanan mereka belakangan ini.


"Dia? Dia yang kalian sebut pelakor?". Tanya Gaara dengan tatapan tajam yang ia bagi untuk orang-orang itu hingga membuat mereka sedikit merinding ketika melihat tatapan Gaara.


"Lo siapa sih sebenernya! Ngapain belain pelakor!". Sentak seorang gadis membuat Gaara tersenyum miring.


"Perempuan yang anda sebut pelakor ini adalah calon istri saya! Atas dasar apa anda memanggil calon istri saya seorang pelakor?!". Hening, semua tampak terkejut tak terkecuali Nala dan Jen.


"C-calon suami?". Terdengar gumaman-gumaman yang masih bisa Gaara dengar.


Nala menatap Gaara seolah meminta penjelasan. Namun saat ini Gaara masih fokus menatap satu persatu orang yang berniat menyakiti Nala.


"Nala..." Semua mata menatap kedatangan sesosok lelaki yang berlari menghampiri Nala dengan wajah khawatir.


"Kamu nggak apa-apa?". Lelaki yang tak lain adalah Haikal tampak sangat khawatir. Ia hendak meraih tangan Nala namun Gaara langsung menarik Nala dan melindunginya.


Haikal menatap tak suka pada Gaara yang berani menghalanginya. Keduanya saling menatap sengit, membuat suasana tiba-tiba mencekam.


"Aku khawatir sama kamu. Aku langsung kesini begitu denger kabar kamu barusan". Haikal menatap Nala yang justru melengos.


"Bisa minggir. Nala adalah tanggung jawab saya, saya akan mengantarnya pulang. Lagipula siapa kamu? sepertinya bukan mahasiswa kampus ini". Haikal kembali menatap tajam Gaara yang tampak santai.


"Anda tidak perlu merasa terbebani. Sudah ada saya yang menjaganya. Anda bisa kembali pada yang tempat anda". Haikal tampak mengepalkan tangannya.


...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...

__ADS_1


Segini dulu yaaa..udah 2bab. Disambung lagi besok ya insyaallah🤗😊


Happy reading readers tersayang🤗🤗💋💋


__ADS_2