Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
jadi semua itu benar??


__ADS_3

"Bang.." Gaara melirik sekilas gadis yang duduk disampingnya lalu kemudian kembali fokus pada kemudinya.


"Kenapa abang bisa disana tadi?". Akhrnya Nala bertanya. Ia sungguh penasaran, bagaimana ceritanya Gaara bisa ada dikampus dan datang tepat waktu untuk melindunginya.


"Rahasia". Gaara mengedipkan sebelah matanya pada Nala hingga membuat gadisnya itu mengerjap beberapa kali.


Nala menatap keluar kaca mobil. Menatap Gaara terlalu lama membuatnya salah tingkah sendiri.


Namun Nala kembali menatap Gaara saat melihat lelaki itu membelokkan mobilnya. Otaknya kembali dipaksa untuk berpikir, bagaimana bisa lelaki itu tahu dimana tempat tinggalnya dan Zayn. Selama ini dirinya belum mengatakan dimana dirinya tinggal. Lalu bagaimana lelaki itu bisa tahu alamat rumah sang kakak.


"Nanti aku jelasin. Kita turun dulu ya.." Gaara mematikan mesin mobilnya, keluar dan berjalan memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Nala.


"Ayo turun..mau disitu terus?". Gaara mengulurkan tangannya pada Nala yang justru bengong.


Tak lama mobil Jen juga sampai dihalaman rumah sang kekasih. Hari ini mungkin memang ada baiknya ia dan Nala meliburkan diri dari pembelajaran di kampus hingga situasi kembali kondusif.


"Mas Zayn mana?". Tanya Nala saat melihat Jen menyusulnya.


"Lagi ngurusin dosen edan". Sahut Jen santai kemudian mengeluarkan kunci yang sempat diberikan Zayn padanya dan membuka pintunya.


Sementara Jen sudah lebih dulu masuk, Nala justru mematung didepan pintu hingga membuat Gaara mengernyit bingung.


"Kamu kenapa?". Nala tersadar dan segera menoleh. Matanya kembali bersorobok dengan mata tajam Gaara yang selalu mampu menenggelamkan dirinya.


"Nggak usah mikirin Zayn. Dia bisa jaga diri..nggak kaya kamu. Dibully diem aja". Nala mencebik mendengar akhir kalimat Gaara.


"Ck, bukan gitu. Mas Zayn ngapain masih berurusan sama orang itu lagi". Gumam Nala pelan namun Gaara masih bisa mendengarnya.


"Soalnya kalo calon laki kamu yang nyelesaiin, pak Haikal bisa masuk ICU". Nala segera menoleh, entah sejak kapan Jen sudah kembali berdiri didepan pintu.


"Udah buruan masuk sini. Ganti baju, itu basah bajunya. Kasian juga Gaara". Nala menoleh pada Gaara, terlihat jelas jika lelaki itu masih diliputi amarah meski tak sebesar tadi.


"Ayo bang, masuk". Gaara berjalan tenang mengikuti Nala yang masuk kedalam rumah.


"Aku ke kamar dulu bentar ya bang.." Gaara mengangguk. Ia masih berdiri karena ada sedikit bekas lemparan telur yang menempel pada kemejanya. Ia tak mau mengotori rumah Zayn.


"Aku bikinin minum dulu". Jen pamit ke dapur pada Gaara yang masih berdiri sambil menatap rumah Zayn yang terpajang banyak foto Zayn dan keluarganya.

__ADS_1


"Makasih Jen". Ucap Gaara sebelum Jen berlalu ke dapur.


Gaara menoleh saat sebuah tangan mengulurkan kaos yang cukup ia kenal. Disampingnya sudah ada Nala.


"Baju abang ada yang kotor..pasti nggak nyaman. Abang ganti baju dulu aja". Ucap Nala sambil menunduk.


"Kamu masih simpen baju ini?". Tanya Gaara mengambil baju yang Nala sodorkan. Sebuah kaos berwarna hitam milik Gaara yang dulu ia pinjamkan pada Nala.


"Masih..itu kan aku pinjem bang. Jadi harus disimpen. Abang ganti disana aja, di kamar tamu". Nala menunjuk sebuah ruangan tak jauh dari ruang tamu.


Namun saat wajahnya hendak menoleh, ia dikejutkan dengan sebuah kecupan yang mendarat tepat dipipinya.


"Makasih calon istri". Gaara kembali mengecup Nala, kali ini kecupan sekilas dibibir yang membuat Nala mematung. Tubuhnya seolah kaku tak mampu bergerak, jantungnya berdetak kencang apalagi Gaara kembali tersenyum setelah berhasil mencuri sebuah kecupan dibibir serta pipinya.


Nala merasa panas menjalar ke seluruh wajahnya. Sudah bisa dipastikan wajahnya kini memerah.


"Kenapa sih? Kamu sakit La?? Kok muka kamu merah gini". Nala segera tersadar saat mendengar suara Jen.


Oh astaga, bahkan Nala lupa jika ada Jen. Apa mungkin Jen melihat apa yang Gaara lakukan?? Semoga saja tidak. Mau ditaruh dimana mukanya jika sampai calon kakak iparnya itu melihat apa yang Gaara lakukan padanya.


"I-iya. Ini juga mau ganti". Nala segera melarikan diri. Ia bernafas lega, sepertinya Jen tidak melihat apa yang Gaara lakukan.


Sedangkan Jen, gadis itu berusaha kuat menahan tawanya saat melihat wajah Nala memerah. Untung saja ia masih bisa menjaga bibirnya untuk tidak berteriak melihat apa yang Gaara lakukan. Hampir saja ia menjatuhkan nampan berisi teh hangat yang baru saja ia buat untuk Gaara dan juga Nala.


"Astaga..masih pada saling cinta tapi nggak peka. Gimana sih, aku jadi gemes sendiri". Gumam Jen yang merasa gemas melihat hubungan Nala dan Gaara yang sudah seperti sepasang kekasih namun masih menggantung.


Disaat Nala dan Gaara saat ini tengah berbunga-bunga bahkan lupa dengan masalah yang baru menimpa Nala. Haikal tengah duduk didepan sahabat sekaligus kakak dari wanita yang kesulitan karena perasaannya.


Sejak beberapa saat lalu, Zayn masih diam. Duduk berhadapan dengan Haikal yang tak berani mengangkat wajahnya hanya untuk sekedar menatap Zayn.


Haikal menghela nafas panjang. Ia tahu Zayn diam karena tengah menunggu dirinya berbicara dan menjelaskan apa yang terjadi secara langsung. Meski Haikal sendiri tahu jika Zayn pasti sudah mengetahui apa yang terjadi secara keseluruhan.


Karena seorang Zayn tidak akan bertindak jika tidak mengetahui apapun. Terbukti dengan hadiah sebuah bogem mentah yang sudah Zayn hadiahkan pada Haikal beberapa saat yang lalu sebelum keduanya duduk berhadapan seperti saat ini.


"Aku minta maaf atas apa yang terjadi, Zayn". Akhirnya Haikal membuka suara setelah beberapa saat bungkam. Ia memberanikan diri mengangkat wajahnya, dan hal pertama yang ia lihat adalah tatapan penuh kemarahan bercampur kekecewaan dimata sahabatnya.


"Tapi sungguh. Aku benar-benar tidak berniat membuat Nala kesulitan. Aku benar-benar---" Haikal seolah kehabisan kata-kata. Seolah kehilangan keberanian mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


"Tapi kau sudah membuatnya kesulitan. Bahkan sangat". Sahut Zayn dingin dengan tatapan tajam.


"A-aku tahu. Dan aku minta maaf. Tapi aku benar-benar menyayangi Nala". Zayn tersenyum sinis. Rupanya temannya itu memang sudah salah jalan.


"Aku tidak menyangka bahwa aku memiliki sahabat seorang b*jingan! Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kau menganggap Nala lebih dari seorang adik. Aku--aku benar-benar salah menitipkan dia padamu". Zayn menatap kecewa pada Haikal yang kembali menunduk. Ia tahu perasaannya akan menyakiti banyak orang. Namun dengan ego nya, ia tetap memaksakan perasaannya.


"Aku harap, jangan lagi temui aku apalagi Nala. Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Mulai saat ini aku dan kau hanya orang asing yang tidak saling mengenal". Zayn bangkit dari duduknya namun Haikal mencegahnya.


"K-kenapa harus sampai seperti ini Zayn. Apa salahnya aku mencintai Nala??". Pertanyaan gila dari Haikal kembali memantik amarah Zayn yang sudah sedikit mereda.


"Aku rasa kau memang sudah gila. Bahkan kesalahan sebesar ini saja kau bertanya apa salahnya??". Zayn kembali menatap tajam Haikal.


"Akan seperti apa hidup adikku jika bersama laki-laki pengecut sepertimu? Wanita yang menemanimu selama bertahun-tahun lamanya saja, kau tidak ragu untuk menyakitinya. Lalu Nala? Hanya karena obsesi kau ingin memilikinya. Aku rasa hanya penderitaan yang akan dia dapatkan jika aku membiarkan kau memilikinya".


"T-tapi Zayn aku benar-benar---"


"Sekalipun kau benar-benar mencintainya. Adikku sudah ada yang memiliki. Jadi jangan ganggu adikku".


"J-jadi laki-laki tadi??", Haikal seolah ragu dengan pertanyaannya. Ia takut dengan jawaban Zayn.


"Ya. Dia calon suami Nala. Laki-laki yang mencintai dan dicintai oleh Nala". Tegas Zayn


"Jadi aku peringatkan sekali lagi. Jangan coba-coba mengganggu apalagi menemui Nala. Ingat itu!". Ucapan yang syarat akan ancaman Haikal terima. Ia menatap punggung sahabatnya yang kian menghilang ditelan jarak.


"Jadi semua itu benar?".


"Apa aku benar-benar tidak memiliki kesempatan?". Haikal bertanya pada dirinya sendiri meski tahu pasti apa jawabannya.


Jika ditanyakan dimana Nick, maka lelaki itu kini tengah sibuk dengan beberapa gadis yang selama beberapa waktu belakangan sering mencaci, menghina dan mem bully pawang dari bos nya.


...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...


Hollaaaa..apa kabarnya manteman semua??? Insyaallah sehat semua yaa??


Bahagianya aku liat pak Haikal yang nakal itu parah arang..eh patah hati🤭🤭


Ya salah sendiri pak..pak..udah ounya istri baik, nerima, nemenin berjuang. Eeeh..mau ditinggal-tinggal aja😤😤🤦🏼‍♀️

__ADS_1


__ADS_2