
Nala menghela nafasnya panjang. Rupanya peringatannya beberapa waktu lalu tak digubris oleh buaya betina yang hingga kini masih coba mendapatkan Gaara nya.
"Nggak bisa diingetin ni perempuan". Gumam Nala yang melihat Hani sengaja menabrak Gaara saat membawa minuman.
Ia tahu wanita itu sengaja agar bisa menyentuh tubuh Gaara. Dan Nala sangat membenci nya.
Tanpa banyak berkata, Nala berjalan cepat dan menghempaskan tangan Hani yang tengah membersihkan jas yang Gaara pakai. Padahal jelas Gaara menolaknya dan berkali-kali menyingkirkan tangan Hani. Tapi memang dasar wanita itu yang tidak tahu malu, tetap saja menempel meski sudah ditolak berkali-kali.
"S-sayang..." Ucap Gaara terbata. Ia takut calon istrinya itu salah paham dengan apa yang baru saja terjadi.
"Sini". Nala dengan cekatan melepaskan jas yang dipakai Gaara. Jas yang sudah terkena noda minuman yang sengaja ditumpahkan oleh Hani.
"Nih!!", Dengan kasar Nala melempar jas milik Gaara tepat mengenai wajah Hani yang langsung memerah. Tak terima dengan perlakuan Nala.
"Lo cuma mau bersihin noda minuman yang sengaja lo tumpahin kan?! Itu bersihin!", Sentak Nala yang sudah jengah melihat Hani. Ia pikir dengan meladeni Hani dengan cara halus, wanita itu sadar. Namun Nala salah, wanita seperti Hani memang harus diberi pelajaran keras agar sadar.
"Sayang.." Lirih Gaara yang sejujurnya takut melihat kemarahan Nala. Bukan untuk membela Hani, namun untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari amukan singa betina nya.
"Abang masuk!", Perintah Nala yang langsung dituruti oleh Gaara. Lelaki itu mengangguk patuh dan segera masuk ke dalam ruangannya. Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi dengan Hani, yang ia pikirkan hanya keselamatan dirinya saja.
Kini hanya tinggal Nala dan Hani saja. Keduanya saling berhadapan dengan menatap tajam satu sama lain.
"Gue udah ingetin lo berkali-kali.." Nala membuka suaranya.
"Tapi kayanya lo sepelein semua peringatan gue". Desis Nala semakin melangkah maju, mengikis jaraknya dan Hani hingga kini jarak keduanya hanya tersisa satu jengkal saja.
Nick yang baru saja keluar untuk menyerahkan berkas yang perlu Gaara periksa mengurungkan niatnya saat melihat Nala dan Hani didepan ruangan Gaara.
"Ngomong apaan ya? Nggak kedengeran lagi.." Gumam Nick yang mencoba mencuri dengar segala pembicaraan kedua wanita itu. Namun tidak terlalu jelas, ia ingin tahu tapi juga takut kena semprot Nala.
"Ah s*al..mana penasaran banget lagi gue". Jiwa kepo Nick meronta. Ia benar-benar ingin tahu apa yang Nala bicarakan.
Kembali pada Nala dan Hani. Kini Hani menatap Nala tanpa rasa takut, bahkan cenderung menantang. Terlihat dari senyum meremehkan yang ia berikan pada Nala.
"Nggak ada yang perlu gue takutin dari semua ancaman kosong lo". Sinis Hana dengan senyuman yang telihat menyebalkan di mata Nala.
__ADS_1
"Oh ya?? Lo yakin itu?". Tanya Nala dengan senyum miring menatap Hani dengan intens.
"Lo nggak akan pernah bisa nyingkirin gue sampai kapanpun, Anala". Sengit Hani membuat Nala justru tertawa.
"Gue nggak perlu singkirin elo. Karna elo harus menyingkir sendiri kalo..."
"Apa?". Potong Hani cepat membuat Nala mengembangkan senyumnya.
"Oh ayolah..nona Hani. Lo tau apa yang gue maksud". Terlihat jelas wajah Hani berubah pias.
"Nggak mungkin. Nggak ada seorang pun yang tahu.." Batin Hani mencoba tenang.
"Lo bisa nipu semua orang. Tapi nggak sama gue.." Hani mundur satu langkah. Namun Nala juga melangkah maju.
"Lo salah besar nyari masalah sama gue. Gue bukan lawan sepadan buat gue, Hani". Desis Nala semakin membuat wajah Hani memucat.
"Nggak usah ngancem gue!!". Sentak Hani sambil mendorong Nala hingga mundur beberapa langkah.
"Dasar perempuan gila!!!". Nada suara Hani sudah naik satu oktaf.
"Gue nggak akan ulangin peringatan gue. Pergi sekarang, atau semua orang bakal tau kalo lo simpenan banyak om-om". Hani membeku. Tak sanggup bergerak walau hanya sejengkal.
"Haha..hahaha.." Hani tertawa hambar dan Nala tahu itu untuk menutupi kegugupannya.
"Omong kosong macam apa ini". Nala tersenyum miring dan mendengus. Suara Hani terdengar bergetar menandakan wanita itu tengah gugup.
"Gue nggak suka main kasar. Selama ini gue diem karna dulu abang masih belain elo. Kalo sekarang? Sorry aja kalo gue disuruh diem". Nala melangkah maju membuat Hani semakin mundur.
"Gue tau semua busuknya elo. Bahkan elo yang coba celakain Hana, sodara kembar lo aja gue tau". Mata Hani melebar, kepalanya menggeleng cepat tanda tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Ya, Hani memiliki saudara kembar bernama Hana. Gadis bernama Hana lah yang dulunya Gaara sukai. Namun karena tingkah gila saudara kembarnya, Hana harus menikah dengan lelaki lain yang kini sudah menjadi suaminya.
"Jangan sampe video gila lo yang lagi dirangkul manja sama om-om masuk hotel kesebar luas". Tubuh Hani bergetar hebat. Tak menyangka Nala mempunyai sesuatu yang ia pikir sudah ia amankan.
"Gue diem karna kak Hana minta gue buat biarin elo. Karna dia udah bahagia sama suaminya. Tapi kalo elo ganggu abang..gue pastiin semua video ini..." Nala menunjukkan layar ponselnya yang tengah memutar sebuah video.
__ADS_1
Video yang isinya memperlihatkan seorang wanita muda yang tengah dirangkul mesra oleh lelaki paruh baya. Bahkan tak segan si lelaki mencumbu wanita itu meski masih ada di area umum.
Hani menggelengkan kepalanya tak percaya dengan video yang Nala tunjukkan.
"Ini belom seberapa. Gue masih punya banyak kalo lo mau". Sinis Nala yang mematikan video diponselnya dan kembali memasukkan ponselnya kedalam tas miliknya.
"Lo...lo gila". Lirih Hana dengan mata berkaca-kaca.
"Gue bakal tunjukin seberapa gilanya gue kalo elo nggak mau pergi. Ini belum seberapa..gue bisa jauh lebih gila". Nala terkekeh membuat Hani bergidik. Tak pernah menyangka jika gadis yang menjadi rivalnya sejak dulu itu bisa berbuat sejauh ini untuk membuatnya enyah.
"Buat keputusan yang menurut lo paling bijak. Inget baik-baik hidup lo ke depannya. Karna kalopun gue batal nikah sama abang..abang juga nggak akan sudi nikahin elo". Nala menepuk pundak Hani beberapa kali dan meninggalkannya seorang diri.
"Sorry..gue nggak bermaksud buka aib elo. Tapi gue juga nggak mau terus-terusan elo ganggu". Batin Nala yang sebenarnya tak memiliki niat untuk membuka semua aib Hani. Namun wanita itu terlalu tak tahu malu. Tak bisa jika hanya diancam dengan kata-kata saja.
Untuk pertama kalinya, Nala memakai kekuasaan sang ayah yang memang memiliki banyak hotel diberbagai daerah. Mengancam karyawan di hotel ayahnya untuk bisa mendapatkan semua video Hani bersama beberapa pria.
Berawal dari Nala yang tak sengaja melihat Hani berada dihotel sang ayah saat Nala masih duduk di bangku SMA, membuatnya mencari tahu tentang Hani melalui kamera cctv yang ada dilobby hotel dan setiap lantai di hotel sang ayah.
Betapa terkejutnya Nala dahulu saat melihat apa yang terlihat di cctv. Berbekal nama sang ayah, ia meminta petugas jaga cctv untuk memberikannya semua video yang didalamnya ada Hani.
Dan ternyata semua video hasil rampasannya itu kini terbukti bermanfaat dan sangat membantunya menyingkirkan wanita gila itu.
...¥¥¥¥•••¥¥¥¥...
Waaah..ternyata si Hani ya😱😱😱
Nih satu udah dihempas..othor udah bingung mau gimana hempasin nya. Jadi abis ini pokoknya Hani langsung ngacir nggak balik-balik lagi deh😂😂
Jangan lupa dukungannya dan jangan bosen ya semuaaa..
Dikit lagi mau di end aja kayanya, udah melenceng jauh banget dari judul woii😂😂🤣
Ni tangan kalo udah nulis suka nggak kerasa aja, ceritanya apa jadi nyampe mana🤦🏼♀️😅😅
Selamat membaca readers tersayang😘😘 sarangheo sekebon kebon lah pokoknya🥰🥰😘💋💐
__ADS_1