Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
serangan kedua


__ADS_3

Haikal menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena ledakan amarah yang memenuhi rongga dadanya.


Papi Andre tidak dapat menyembunyikan senyum miringnya saat melihat wajah Haikal merah padam.


"Bangunkan mereka mi..lagipula ini sudah sore". Setelah bisa menguasai ekspresinya, papi Andre kembali melancarkan serangannya.


"Kasian pi. Mereka pasti capek". Mami Nita masih memeluk hoodie Gaara. Wanita paruh baya itu terlihat kembali duduk disamping suaminya. Tak ada niatan untuk memanggil Gaara dan Nala karena ia belum puas menyerang mental Haikal.


"Tapi ini udah sore. Nanti mereka malah pusing kalo bangun". Papi Andre kembali bersuara.


"Lagipula Gaara pasti menginap hari ini". Haikal mengangkat wajahnya. Ia benar-benar dibuat terkejut dengan kenyataan didepan matanya ini.


Ia tak menyangka jika hubungan Nala dan Gaara sudah sejauh ini. Bahkan keduanya tidur didalam satu kamar dan bahkan lelaki yang bernama Gaara itu menginap dirumah Nala.


Kenyataan yang ia dapatkan ini benar-benar bisa membuatnya terkena serangan jantung.


ceklek..


Semua mata tertuju pada sumber suara yang ternyata berasal dari lantai atas. Tak lama muncul dua sosok yang tengah menjadi topik pembicaraan.


Keduanya tampak mesra dan sambil berjalan beriringan dengan tangan Gaara yang merangkul mesra pundak Nala. Bahkan keduanya tampak bergurau manja membuat Haikal semakin terbakar saja. Otaknya sudah memikirkan hal-hal apa saja yang dilakukan Gaara dan Nala didalam kamar.


"Bisa-bisanya, mukanya juga beneran kaya orang bangun tidur". Batin mami Nita kagum saat melihat wajah kedua anak muda itu. Keduanya benar-benar seperti orang yang bangun tidur. Rambut acak-acakan, baju lusuh dan muka bantal mereka benar-benar meyakinkan.


"Nah itu mereka.." Mami Nita tampak berbinar menatap kemesraan Gaara dan Nala.


"Dasar anak muda..suka lupa tempat kalau jatuh cinta". Gumam papi sengaja mengeraskan suaranya hingga Haikal bisa mendengarnya dengan jelas.


"Sore pi,mi.." Sapa Gaara yang berpura-pura tidak menyadari kehadiran Haikal. Pun sama dengan Nala yang melakukan hal serupa.


"Sore Ga..gimana tidurnya? Nyenyak?". Mami Nita yang mendapat kode dari papi segera melancarkan aksinya.


"Nyenyak banget dong, mi. Kan ditemenin pujaan hati aku", Gaara mencubit gemas hidung mancung Nala.


"Abang ih...kan malu sama mami sama papi". Nala tersipu dengan wajah memerah. Ia melingkarkan tangannya diperut berotot Gaara.


Ingin rasanya mami dan papi berteriak kencang karena sangat senang. Akting Nala dan Gaara sangat mengagumkan hingga mampu membuat Haikal membisu.


"Tuh liat deh mi..gimana aku nggak makin cinta. Anak mami cantik gini..bikin nyaman lagi kalo dipeluk pas tidur". Wajah Haikal semakin memerah.

__ADS_1


Tak menyangka sudah sedekat ini hubungan Gaara dan Nala. Bahkan memanggil kedua orang tua Nala dengan sebutan papi dan mami.


"Loh..." Gaara berpura-pura terkejut melihat kehadiran Haikal.


"Kenapa sayang?". Tanya Nala lembut membuat Gaara menoleh karena terkejut. Bukan, ini bukan akting saat Gaara terkejut. Ia benar-benar terkejut saat Nala memanggilnya sayang.


"Pak Haikal?". Nala juga menjalankan perannya dengan sangat apik. Ia terlihat melebarkan matanya saat bersitatap dengan Haikal yang tersenyum pahit.


"Selamat sore.." Haikal bangkit dan mengulurkan tangannya pada Nala.


"Ya. Sore". Bukan Nala, tapi Gaara yang membalas uluran tangan Haikal. Hingga membuat papi dan mami tersenyum melihat kecemburuan Gaara yang tampak nyata. Karena memang benar adanya Gaara tak akan menerima jika ada lelaki lain menyentuh wanitanya.


"Dia teman kakaknya Nala, Ga". Mami Nita menjelaskan. Seolah Gaara belum mengenal Haikal.


"Ooh.." Gaara hanya menganggukan kepalanya saja.


"Mi, aku lapar..." Mami Nita tersenyum. Gemas sekali rasanya melihat akting Gaara. Apalagi lelaki itu tak melepaskan Nala barang sejengkalpun.


"Abang lapar??". Gaara mengangguk lucu membuat Nala terkekeh.


"Aku masakin ya.." Gaara kembali mengangguk.


"Aku mau ikut. Nggak mau jauh-jauh". Rengek Gaara membuat mami dan papi semakin melebarkan senyumnya. Terlebih melihat Haikal yang mengepalkan tangannya.


"Dasar kalian ini. Udah sana ke dapur, bikin mami iri aja". Mami Nita seolah sengaja menaburkan garam diatas luka Haikal.


"Duh maafin ya Kal..mereka emang gitu kalo dirumah. Suka lupa kalo ada orang lain". Sejak tadi papi diam, karena takut saat bersuara dirinya tak mampu menahan tawa.


"Eh..iya nggak apa-apa tante". Haikal tetap memaksakan senyumnya padahal hatinya merasakan sakit.


"Liat deh pi calon mantu kamu. Manja banget sama calon istrinya". Mami Nita sengaja menatap ke dapur, dimana ada Nala yang sibuk dengan berbagai peralatan masak, sedangkan Gaara tampak memeluk Nala dari belakang.


"Abang jangan cari kesempatan deh". Bisik Nala yang kesulitan bergerak karena Gaara memeluknya dari belakang.


"Kok cari kesempatan sih. Ini tuh mendalami peran sayang.." Gaara balas berbisik hingga mampu membuat Nala merinding.


"Jangan mepet-mepet abang ih". Nala menggerakkan tubuhnya pelan agar tak terlihat oleh orang-orang yang ia yakini tengah memperhatikan mereka.


"Jangan banyak gerak, La. Nanti adik aku bangun. Emang kamu mau tanggung jawab?". Nala menghela nafas panjang menghadapi Gaara yang semakin berani saja.

__ADS_1


"Sayang...kamu duduk dong ya. Nanti masakannya nggak mateng-mateng kalo kamu peluk aku terus". Nala berbalik, menangkup wajah Gaara sambil mendorongnya perlahan agar duduk dimeja makan.


"Iya deh...padahal kan pengen deket-deket sama kamu aja". Keluh Gaara dengan wajah cemberut yang membuat Nala gemas. Ingin sekali menggigit bibir Gaara yang maju beberapa centi itu.


"Gemesin banget sih..." Nala mengecup singkat pipi Gaara yang langsung membulatkan matanya. Tak menyangka Nala akan menciumnya didepan kedua orang tuanya meski hanya dipipi.


Sepertinya kedua anak manusia itu lupa jika mereka sedang bermain peran.


"Sebentar ya abang..aku masakin spesial buat abang". Nala mengedipkan sebelah matanya pada Gaara yang duduk dimeja makan dengan menopang wajahnya dengan tangan. Memperhatikan wanitanya yang cekatan memasak untuk dirinya.


"Cepetan nikahin deh pi.." Mami Nala bersuara membuat Haikal yang sejak tadi memperhatikan Gaara dan Nala mengalihkan pandangannya.


"Iya mi. Papi juga takut itu anak keburu hamil nanti". Haikal yang sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan papi Andre.


"H-hamil???". Batin Haikal tak percaya.


"Aduh Haikal kenapa? Hati-hati dong.." Bibirnya boleh berkata manis, tapi mami benar-benar puas melihat wajah pias Haikal.


"Eh i-iya tante. Aku kurang hati-hati". ucap Haikal yang kembali minum.


"Keselek aja lo ampe mati. Gue bayarin biaya pemakaman elo dah". Gumam Gaara melirik Haikal yang wajahnya memerah karena tersedak.


"A-aku pamit dulu tante. Udah sore.." Tak sanggup lagi melihat kemesraan Nala dan Gaara, Haikal memilih pamit.


"Loh kok buru-buru sih". Ucap mami


"Iya. Jangan pulang dulu. Kita makan malam bersama saja sekalian". Papi tersenyum penuh arti. Serangan kedua sudah mereka lancarkan, dan mereka yakin jika itu cukup berhasil membuat Haikal terkena serangan jantung.


"Jangan terburu-buru pulang dong. Ini baru serangan kedua, tunggu serangan pamungkas kami". Batin Papi yang terus tersenyum menatap Haikal.


...¥¥¥••••¥¥¥...


Nah kan, seger kaga tuh. Mamam dah tuh liatin Gaara sama Nala mesra😂😂


Asa puas banget ya kalian liat Haikal menderita?😌 sama aku juga puas banget nulisnya😂😂😂


udah dulu ya ah, beneran tremor ini tangan othor😪😪


Jangan lupa yaa..tampol like komen sama vote nya ya☺️🥰 saranghae sekebon readers...lope banyakbanyak kalian semuaaa🥰😘😘💋💋💐🥰

__ADS_1


__ADS_2