Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
fitting


__ADS_3

Berulang kali Gaara menghela nafas panjang. Mencoba menenangkan dirinya yang masih terbawa emosi melihat wajah Haikal yang selalu berhasil membuatnya hilang sabar.


"Udah bang.." Nala mengelus lengan Gaara, mencoba memberi ketenangan pada calon suaminya itu.


Pernikahannya hanya tinggal beberapa minggu lagi. Dan Nala tidak ingin hanya karena Haikal, persiapan yang sudah lama mereka siapkan berantakan.


"Jangn buang waktu abang yang berharga cuma buat mikirin laki-laki kaya dia". Ucap Nala yang terus mengelus lengan kokoh Gaara.


"Iya bang. Udah lah..Nick pasti bisa bikin tu orang kapok. Lagian nggak sepadan bang, terlalu membuang tenaga ngeladenin orang gila kaya gitu". Kara yang baru saja masuk ikut menenangkan. Gaara kembali menghela nafas dan mengangguk. Benar kata adik dan calon istrinya, dirinya hanya membuang waktu dan tenaga saja menghadapi manusia tak berguna seperti Nick.


"Kunci mobil kamu udah dikasih ke Nick, sayang?". Gaara menatap Nala yang langsung menepuk keningnya.


"Aku lupa bang.." Nala menunjukkan kunci mobil miliknya. Karena Haikal, ia sampai lupa menyerahkan kunci mobilnya pada Nick.


"Lagian kan abang yang tadi narik aku pergi". Gaara nyengir, terlalu kesal hingga lupa segalanya.


"Sini, biar aku yang kasih. Kalo Nala yang kasih, bisa-bisa itu dosen nanti bikin masalah lagi". Kara mengasongkan tangannya, meminta kunci mobil milik Nala.


"Makasih adik ipar. Baik deh.." Nala mengedipkan matanya beberapa kali hingga membuat Kara bergidik.


"Geli anj*r liatnya". Nala tergelak melihat Kara segera keluar mobil.


Sementara saat ini, Nick tengah berdiri berhadapan dengan Haikal. Sama-sama menghunuskan tatapan tajam dan tak ada yang mau mengalah sepertinya.


"Kamu lagi.." Desis Haikal menatap remeh Nick.


"Dibayar berapa kamu. Sampai mau menjadi ka cung lelaki itu". Sinis Haikal membuat Nick tersenyum miring.


"Bukan urusan lo!". Nick tak menggunakan bahasa formal. Baginya tak perlu berlaku sopan pada orang yang memang tidak pantas diberikan rasa hormat.


"Gue bayar lo dua kali lipat dan berhenti ganggu urusan gue". Nick kembali memasang senyum miring saat lawan dihadapannya menunjukkan wajah yang sebenarnya.


"Dalam mimpi pun nggak akan pernah terjadi!". Tegas Nick


Asisten pribadi Gaara itu melangkah maju, semakin mengikis jarak antara dirinya dan Haikal.


"Gue tau semua kebusukan lo bahkan yang lo sendiri nggak sadar! Jangan sampe gue bener-bener ratain lo sama tanah! Pergi secepatnya atau setidaknya jangan pernah muncul dihadapan calon istri bos gue". Haikal berdecak, menatap Nick dengan tatapan meremehkan dan tak percaya dengan segala ancaman Nick.


"Dan lo kira gue percaya". Nick menunjukkan senyum smirk nya.


"Gue juga nggak minta lo percaya. Tapi gue bakal buktiin". Desis Nick dengan tatapan tajamnya seolah ingin menguliti Haikal hidup-hidup.


"Jangan pernah datengin gue kalo suatu saat elo hancur! Karna gue udah kasih peringatan buat lo". Nick menegakkan tubuhnya, menepuk pelan jas yang ia gunakan seolah berdekatan dengan Haikal meninggalkan jejak kotor yang harus ia singkirkan.


"Nggak akan pernah". Ucap Haikal tak kalah tajam.

__ADS_1


"Mbak Kara?". Ucap Nick sedikit kaget, bagaimana tidak, saat ia berbalik, ia melihat Kara sudah berdiri dihadapannya.


"Nih kunci mobil si kuman". Nick segera menerima kunci mobil yang diberikan Kara pada dirinya.


Keduanya berjalan meninggalkan Haikal yang masih menatap pada punggung dua orang yang selalu berhasil menghalaunya untuk sekedar menemui Nala.


"Ada apa mbak?". Tanya Nick saat menyadari Kara menatapnya sejak tadi.


"Bilang ama gue Nick. Lo tau apa soal si Haikal itu??". Nick terkejut, namun secapat mungkin ia menormalkan ekspresi wajahnya.


"Maksud mbak Kara apa?", Tanya Nick tenang membuat Kara berdecak kesal.


"Nggak usah pura-pura deh. Gue denger tadi lo ngomong ama tu laki". Desak Kara yang memang mendengar ancaman Nick.


"Mbak Kara salah dengar mungkin". Nick berkelit membuat Kara semakin yakin jika Nick mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh siapapun. Dan itu menyangkut Haikal, lelaki yang terus mencoba mendekati Nala.


"Ck..lo nggak bisa bohong ama gue Nick. Apa yang lo tahu?". Tanya Kara yang semakin penasaran.


"Saya benar-benar nggak tahu apa maksud mbak Kara". Kara mendengus kesal, percuma memaksa Nick mengatakan rahasia tentang Haikal.


"Terserah lo aja deh Nick. Yang penting singkirin itu laki sebelum acara pernikahan abang sama Nala. Lo nggak mau repot pas hari H nanti kan?". Tanya Kara dengan senyum penuh arti yang langsung dimengerti oleh Nick.


Setelah mengingatkan Nick, Kara meninggalkan Nick yang langkahnya melambat.


Sepertinya peringatan Kara benar adanya. Ia tak akan membiarkan saat-saat dimana dirinya harus bersantai justru nanti membuatnya harus bekerja ekstra.


"Lama banget sih, dek". Semprot Gaara saat Kara baru saja masuk kedalam mobil.


"Yaelah bang, kaga nyampe 15menit juga". Sungut Kara.


"Ngapain sih ngasih kunci aja lama". Meski sudah mulai melajukan kendaraannya, Gaara tetap lanjut mengomel.


"Ada tontonan". Sahut Kara asal


"Nick masih ribut sama dia?". Tanya Nala cepat sambil menoleh ke belakang.


"Ya gitu deh.." Jawaban Kara membuat Gaara dan Nala saling menatap bingung.


"Fokus bang..fokus aja ama jalan". Ucap Kara saat mendapati Gaara beberapa kali meliriknya.


Selanjutnya, didalam mobil sudah tidak ada lagi yang membahas laki-laki bernama Haikal. Mereka fokus pada rencana pernikahan Gaara dan Nala.


Sampai dibutik, Nala dan Gaara serta Kara sudah disambut mami Nita dan juga mama Diandra yang didampingi oleh pemilik butik yang juga kenal dekat dengan mami Nita.


"Kenapa telat?". Tanya Diandra pada putranya.

__ADS_1


"Tadi ada masalah dikit ma.." Sahut Gaara santai.


"Masalah apa?". Tanya Diandra. Jiwa emaknya bergejolak ingin tahu apa penyebab anak-anaknya datang terlambat.


"Nanti aja diceritain". Gaara menggiring sang ibu untuk duduk.


"Haikal lagi ya?". Pertanyaan mami Nita membuat Gaara dan Nala kompak menatapnya.


"Mami tenang aja, Gaara nggak akan biarin dia ganggu calon istri Gaara.." Ucap Gaara mencoba menenangkan. Dan mami Nita menjawabnya dengan senyum dan anggukan kepala. Mami Nita percaya Gaara akan menjaga putrinya dengan baik.


"Yasudah, ayo kita coba dulu gaunnya Nala". Ucap wanita yang sepantaran dengan mami Nita.


"Iya tante.." Nala mengikuti pemilik butik untuk mengganti pakaiannya dengan gaun yang akan ia kenakan saat nanti resepsi pernikahan.


Tak berselang lama, Nala kembali dengan mengenakan sebuah gaun indah yang melekat sempurna ditubuhnya yang juga indah. Gaun yang panjangnya menyapu lantai dengan warna putih itu tampak indah membalut tubuh ramping Nala.


"Cantik.." Gumam Gaara dengan fokus matanya tertuju pada wanita yang baginya terlihat paling bercahaya disana.


"Aaaa cantik banget..." Teriakan Kara mampu memecah keheningan yang tercipta karena terpukau dengan penampilan Nala saat ini.


"Aku iri mama..." Diandra terkekeh melihat Kara yang tengah mengagumi Nala.


"Kamu juga kan nanti bakal pake gaun yang lebih indah, Ra", Ucap Nala menenangkan. Namun bukannya tenang, Kara justru mencebik kesal.


"Mana ada. Yang lamaran aja aku dulu, tapi yang nikah kamu duluan". Sungut Kara membuat semua tergelak.


"Protes sama papa dong.." Gaara ikut menimpali.


"Iya protes sama papa.." Ucap mama Diandra sambil terkekeh.


"Ck, sengaja ngeledek aku ya?". Kesal Kara membuat tawa Gaara dan Diandra pecah.


"Sabar, satu setengah tahun lagi juga nikah Ra.." Kara kembali mencebik. Ia ingat betul apa perintah Abi pada Baim. Kara harus menyelesaikan pendidikan S1 nya dulu jika ingin menikah.


Dan Kara tahu pasti seperti apa Baim. Sudah pasti calon suaminya itu akan sangat menuruti Abi, sang papa.


...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...


Kasian banget santen..dia yang duluan tunangan, yang duluan di lamar..eeeh kena salip sama abang nya😂😂😂


Sabar ya santen, itu si abang sama kuman mah kasian kalo nggak buru-buru dinikahin. Banyak hama penyakit yang siap menggerogoti😂🤣 Kalo santen sama kakak Baim kan aman damai sentosa yaaa😘🥰😂


Hai hai haii..selamat sore readers tercintah🥰🥰 sehat-sehat selalu ya untuk kalian semua. Jangan lupa selalu jaga kesehatan..dan jaga juga selalu dukungan kalian buat akuhh🥰😘😘😅


Sarangheo sekebon readers🥰😘😘💐💋

__ADS_1


__ADS_2