
Gaara masih memeluk Nala dengan erat, bahkan sesekali lelaki tampan itu menciumi wajah wanitanya.
"Udah bang..lepasin". Nala mencoba melepaskan diri namun Gaara tak membiarkannya lolos.
"Sebentar lagi sayang..Abang lagi seneng banget dilamar sama kamu". Gaara kembali mengeratkan pelukannya dan menggoyangkan tubuhnya beserta tubuh Nala yang ada dalam dekapannya.
"Ck..itu jawaban aku atas lamaran abang kemaren. Bukan aku yang lamar abang ya..nggak usah muter balikin fakta nya deh ah". Nala berdecak kesal karena Gaara membalikkan fakta, seolah dirinya lah yang melamar lelaki itu.
Tapi Gaara juga tak salah. Siapapun yang mendengar perkataan Nala pada Gaara, sudah pasti mengira gadis itulah yang melamar Gaara lebih dulu.
"Iya gitu??". Gaara terdiam dan tampak berpikir sesaat membuat Nala kembali berdecak sebal karena Gaara tiba-tiba amnesia.
"Iya deh..nggak peduli. Yang penting bentar lagi kita nikah". Gaara kembali menghujami wajah Nala dengan ciuman diseluruh wajah hingga membuat Nala kegelian.
Sementara Hani mematung ditempatnya berdiri. Tepatnya didepan pintu ruangan Gaara yang baru saja ia buka. Pemandangan didepan matanya mampu mengoyak hatinya hingga hancur tak bersisa.
Melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Gaara memuja dan mencintai rivalnya yang sudah pergi 2tahun lalu. Ia pikir akan mudah menakhlukkan Gaara kembali setelah kepergian Nala. Namun ternyata semua tak seperti yang ia bayangkan. Gaara justru sering pergi ke luar kota setelah tahu dimana gadis itu tinggal.
Nala yang sadar jika ada seseorang yang masuk keruangan Gaara menahan wajah Gaara yang hendak mencium nya lagi.
Nala menatap Hani dengan tajam membuat Gaara ikut mengalihkan pandangannya pada fokus Nala.
"Ada apa? Kenapa tidak mengetuk pintu". Suara Gaara menyadarkan Hani dari keterkejutan. Masih dengan posisi memeluk Nala, Gaara menatapnya tak kalah tajam dari wanita yang ada dipelukannya.
"M-maaf pak..s-saya sudah mengetuk pintu berulang kali---" Hani mencoba menguasai diri dihadapan Gaara dan rivalnya.
"T-tapi tidak ada jawaban. Ka-karena itu..."
"Ada apa?", Nala memotong ucapan Hani karena kesal mendengar Hani yang berbicara terbata. Nala yakin ini adalah pukulan berat bagi wanita menyebalkan itu.
"Pa-pak Abram..."
"Kenapa lama sekali!". Dari belakang Hani terdengar suara tegas yang sangat Nala kenal. Tak lama muncul sosok yang ia rindukan namun belum sempat ia temui selama dirinya sudah pindah ini.
Baik Nala maupun Abram sama-sama diam dan saling menatap. Nala menatapnya penuh kerinduan, dan Abram menatapnya dengan tatapan tak percaya melihat Nala dikantor putranya. Apalagi posisi Nala yang saat ini masih dalam dekapan erat putranya.
"Ayaaah..." Seru Nala kesenangan hingga mendorong Gaara keras hingga lelaki itu terjerembab diatas sofa.
__ADS_1
Abram melebarkan tangannya menyambut gadis yang sudah seperti putrinya sendiri itu. Gadis yang dulu begitu kukuh menyatakan diri sebagai calon menantunya.
"Aku kangen banget". Nala memeluk Abram dan Abram membalasnya dengan mengelus sayang rambut panjang Nala.
Gadis muda itu kini sudah banyak berubah. Dua tahun lebih Abram tak bertemu, dan gadis remaja itu kini sudah beranjak dewasa. Terlihat semakin cantik dan mempesona. Pantas saja putranya sampai seperti orang gila mencari keberadaannya.
"Bohong.." Ucap Abram masih mengelus sayang rambut Nala.
Mendengar ucapan Abram, Nala mendongak. Menatap lelaki paruh baya yang tingginya hampir sama dengan Gaara itu dengan mata berkaca-kaca.
"Kalo kamu kangen sama ayah, pasti udah sering nengok ayah. Atau seenggak nya telpon aja.." Air mata yang menggenang disudut mata Nala akhirnya menetes.
"Maaf yah..aku takut kalo nengok ayah atau hubungin ayah.." Dahi Abram berkerut.
"Takut?". Beo Abram dan Gaara bersamaan membuat Nala mengangguk.
"Takut apaan?". Tanya Gaara yang kini ikut berdiri dan melerai pelukan Nala dan Abram hingga membuat Abram terkekeh. Pada ayahnya sendiri saja Gaara cemburu.
"Takut gagal move on dari abang.." Cicit Nala membuat mata Gaara membola. Sedangkan Abram tergelak mendengar alasan Nala tak pernah menghubungi dirinya meski hanya lewat telepon.
"Berhasil move on nya?". Tanya Abram menggoda yang langsung dihadiahi tatapan tajam Gaara. Bukannya takut, tawa Abram justru semakin pecah melihat reaksi putranya. Apalagi saat mendengar jawaban Nala.
"Tapi?". Tanya Abram setelah mampu meredakan tawanya.
"Keburu ketemu lagi sama abang. Jadi aja aku gagal move on lagi dari anak ayah". Abram terbahak melihat wajah memelas Nala. Apalagi melihat wajah masam putranya.
"Aku heran deh yah, dimana-mana ketemu abang. Padahal aku perginya udah jauh". Nala berkata sambil berpikir. Ia baru terpikir mengapa bisa saat itu Gaara menemukannya.
"Hahaha.." Suara tawa Abram menggema. Rupanya Nala belum menyadari jika Gaara sengaja menguntitnya agar tahu tempat tinggal gadis itu.
"Sudah tidak usah dipikirkan lagi". Abram berusaha mati-matian untuk meredam tawanya. Wajah polos Nala yang tampak berpikir keras membuatnya tampak lucu.
"Ayah ada apa kesini?". Tanya Gaara kesal karena merasa sang ayah mengganggu waktunya dengan Nala.
"Abang! Nggak boleh gitu ke ayah. Masa orang tuanya dateng malah ditanya gitu. Gimana ayah dong mau kesini kapan aja, ini perusahaan ayah lagian juga". Omel Nala yang membuat Abram tersenyum.
"Nggak gitu sayang..maksud abang tuh---"
__ADS_1
"Maksud abang mu itu, ayah tuh datang disaat yang tidak tepat. Jadi ganggu kalian lagi mesra-mesraan". Pipi Nala memerah memdengar ucapan Abram. Dirinya teringat saat tadi Abram masuk, posisi nya dan Gaara sangat intim. Bahkan ia ada didalam pelukan Gaara.
"Itu ayah tau.." Nala melotot mendengar Gaara menyahut. Namun Abram terlihat santai sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Nala melongok ke belakang tubuh Abram karena merasa ada yang memperhatikan mereka sejak tadi. Dan benar saja, si buaya betina masih stay disana. Namun ada yang berbeda, jika biasanya wajah wanita itu terlihat angkuh dan menyebalkan. Kali ini yang Nala lihat hanya wajah pucat pasi dengan tatapan kosong.
Dan Nala suka itu. Biarlah ia diberi predikat wanita jahat atau kejam sekalipun. Tapi menghadapi Hani, tidak cukup hanya dengan peringatan saja. Kini wanita itu bisa melihat sendiri bagaimana hubungannya dengan Gaara.
"Mbak Haniii..." Panggil Nala. Namun wanita bernama Hani itu masih mematung menatap lurus pada mereka. Sepertinya hanya raganya saja yang ada disana, pikiran wanita itu entah terbang kemana.
"Hallo..." Nala bahkan kini sudah mendekat dan berdiri didepan Hani. Namun wanita itu masih belum menyadarinya.
Abram menatap Gaara dengan alis terangkat seolah menanyakan kenapa Hani diam saja. Namun Gaara hanya mengangkat kedua bahunya acuh dan kembali duduk di sofa diikuti Abram.
"Mbak...!". Nala menyentuh pundak Hani cukup kuat hingga kesadaran Hani kembali. Wanita itu mengerjap beberapa kali, dan Nala melihat dengan jelas cairan bening yang memenuhi matanya.
"I-iya saya---" Nala mengangkat tangannya. Jika ditanya apa dirinya kasihan pada Hani, tentu saja dirinya kasihan. Meskipun menyebalkan dan sangat jahat menurut Nala, Hani tetaplah seorang wanita. Sama sepertinya.
"Tolong bikinin ayah minum.." Wajah Hani memerah, malu. Bagaimana bisa ia tidak berkonsentrasi saat ada bos besar datang.
Tapi ia benar-benar tidak bisa mengabaikan apa yang tadi ia lihat. Gaara dan Nala, ia benar-benar tak menyangka jika hubungan keduanya benar-benar seserius ini.
"Hallo..mbaaak..." Nala mengibaskan tangannya didepan wajah Hani yang kembali mematung. Namun hanya sesaat kemudian tersadar.
"B-baik mbak Nala.." Hani segera berbalik dan berjalan keluar ruangan Gaara. Namun langkahnya kembali terhenti saat Nala kembali memanggilnya.
"Cepetan sadar! Udah nggak ada ruang buat lo disini.." Nala maju dan berbisik tepat disamping wajah Hani yang semakin memucat. Nala bahkan berani menunjukkan sikapnya didepan Abram tanpa takut jika dirinya terlihat buruk.
...¥¥¥¥•••••¥¥¥¥...
Holla holla hollaa readers tersayang😘😘😘
Apa kabar hari ini?? Sehat seperti biasa ya..insyaallah🤲🏻🤲🏻
Alurnya agak lambat nggak apa-apa ya..dinikmati dulu aja ya. Sambil othornya mikir buat bikin ending nya nih🤦🏼♀️😂😂
Kita hempas dulu aja lah ya buaya betina sama Haikal itu..
__ADS_1
Lopelope sekebon readers...sarangheo banyakbanyak buat kalian😘😘😘🥰🥰🥰💐💐