Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
hilang


__ADS_3

Baim mengerjapkan matanya beberapa kali. Menyesuaikan cahaya yang mengenai matanya.


Aroma obat menyeruak memenuhi indera penciumannya hingga ia memaksakan matanya langsung terbuka sempurna.


"Sayang, kamu udah bangun. Apa yang kamu rasain nak?". Seru Diandra yang terkejut karena Baim tiba-tiba duduk.


"Gaara..dimana Gaara ma?". Baim mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.


Panik, tentu saja itu yang Baim rasakan saat ini. Hal terakhir yang ia lihat adalah Gaara tersungkur di lantai kamar mandi, sama seperti dirinya.


"Apa yang terjadi sayang? Bilang sama mama". Diandra membantu Baim untuk kembali berbaring.


"Baim..Baim nggak tau ma".


"Nggak ada yang kakak inget?". Tanya Abi


"Baim nggak inget apa-apa, pa. Baim cuma ngerasa ada yang tempelin kain dihidung Baim. Aku juga liat Gaara kaya aku, lemas dilantai. Terus aku udah nggak inget apa-apa lagi". Abi dan Diandra saling menatap. Mungkinkah putranya diculik?


"Gimana ini mas? Kita harus lapor polisi mas". Diandra terlihat panik. Sejak tadi ia sudah panik karena mendapat laporan dari OB bahwa ada anak pingsan di kamar mandi. Betapa terkejutnya Diandra saat mendapati Baim tak sadarkan diri disana. Ia menjadi lebih panik karena tidak mendapati Gaara dimanapun meski ia sudah mencari ke seluruh penjuru gedung pengadilan.


"Tenang sayang.."


"Aku nggak akan bisa tenang mas.." Abi menghela nafas panjang.


"Kita nggak bisa lapor sekarang meskipun pengen sayang. Kita harus sabar nunggu sampai 1x24jam sebelum membuat laporan".


"Tapi aku yakin Gaara diculik mas". Diandra keukeuh dengan pendiriannya.


"Tapi nggak ada buktinya sayang..Alvin udah cek semua cctv gedung. Nggak ada rekaman yang nangkap keberadaan Gaara, atau hal mencurigakan". Abi masih coba menjelaskan pada istrinya.


"Terus gimana ini mas? Dimana Gaara?". Diandra menangis tersedu. Untung mama Dita sudah membawa si kembar pulang lebih dulu, jadi keadaan tidak semakin rumit.


Dilain tempat, Gaara juga sudah membuka matanya. Namun kaki dan tangannya tak bisa ia gerakkan meski berusaha sekuat tenaganya.

__ADS_1


Ia mengedarkan pandangannya, tempat itu terasa asing baginya. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi padanya, namun sia-sia karena sama seperti Baim, dirinya hanya mengingat seseorang menutup hidungnya yang membuat dirinya lemas, yang kemudian ia tak mengingat apapun lagi.


Tak lama pintu ruangan terbuka. Mata Gaara menelisik siapa orang dibalik penculikannya ini.


Matanya melebar saat melihat sosok itu. Sosok yang ia kenal beberapa waktu belakangan. Matanya berkilat marah, merasa kecewa dengan apa yang orang itu lakukan. Orang yang tak lain ada ayah kandungnya, Abram.


"Lepaskan aku!". Gaara meronta, mencoba sekuat tenaga melepaskan ikatan ditangannya.


"Tenang nak..papa tidak akan menyakitimu". Pinta Abram lembut, ia benar-benar tidak bermaksud menyakiti putranya. Ia hanya ingin mengasuh Gaara.


"Kau bukan papaku!!!". Teriak Gaara marah bercampur kecewa.


Sebelumnya ia sudah berpikir, ia akan mengakui Abram sebagai ayah. Akan menemui lelaki itu layaknya ayah dan anak. Namun dengan keadaan ini, Gaara sepertinya akan memikirkan ulang hal yang sebelumnya.


"Darah yang ada dalam tubuhmu adalah darahku Gaara. Suka atau tidak, itu kenyataannya". Abram masih berkata lembut.


"Aku tidak peduli! Lepaskan aku!! Aku mau pulang". Gaara terus berontak hingga tangan dan kakinya terluka karena bergesekan dengan tali pengikatnya.


"Rumah mu disini! Kau tidak akan pernah kemana-mana". Abram mendekat dan memeluk Gaara yang terus memberontak.


"Tidak akan. Kau akan disini nak..bersama papa". Gaara yang sudah melemah kembali berontak mendengar ucapan Abram.


"Aku membencimu! Dengan segenap hidupku aku membencimu tuan Abraham Sanjaya!". Teriak Gaara penuh amarah membuat Abram terhenyak.


"Papa akan meninggalkanmu dulu, tenangkan dirimu nak. Papa akan kembali nanti.." Gaara melengos, seolah tak sudi hanya sekedar menatap ayahnya.


Empat hari berlalu, kehilangan Gaara membuat Diandra seperti orang gila yang tak pernah berhenti mencari putranya.


Melapor ke polisi sudah ia lakukan, bahkan wanita itu menyewa detektif swasta untuk membantunya mencari putranya. Namun hingga kini ia belum mendapatkan hasil apapun.


Sedih? Tentu saja iya. Ibu mana yang tidak hancur dan sedih kehilangan buah hatinya, Diandra bahkan kesulitan menelan makanan yang masuk ke dalam mulutnya karena terus mengingat Gaara.


Rumah mereka yang biasa ramai dan hangat karena ocehan anak-anaknya terasa mati selama empat hari ini. Tak ada senyum apalagi tawa dari bibir mereka.

__ADS_1


Si kembar yang biasanya begitu bawel pun seolah kehilangan minat hanya untuk sekedar berdebat semenjak kakaknya menghilang.


"Abang kemana kak?"


"Kenapa abang nggak pulang-pulang kak. Kara rindu.." Pertanyaan itu yang setiap saat ditanyakan oleh si kembar pada Baim.


Baim yang merasa lebih dewasa mencoba membantu kedua orang tuanya dengan mengasuh dan mencoba memberi pengertian pada dua adiknya.


Diandra? Jangan ditanyakan lagi seperti apa kondisinya. Wanita yang biasa tampil cantik dan anggun itu seolah musnah. Kantung mata yang jelas kentara terlihat karena berhari-hari tidak bisa tidur.


"Kamu harus makan sayang..kita nggak bisa cari Gaara kalau kamu seperti ini". Bujuk Abi pada Diandra yang sedang diam menatap gelapnya langit malam.


Abi terkejut saat tiba-tiba tubuh istrinya bergetar. Istrinya menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Sayang.." Abi membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya. Mengelus punggung bergetar Diandra.


"Aku gagal mas.."


"Sst..kamu nggak gagal sayang. Kita nggak gagal". Abi terus mencoba menenangkan sang istri.


"Gaara belum ketemu mas. Dimana dia mas.." Lirih Diandra mendekap tubuh suaminya. Menyalurkan perasaan sedihnya.


"Kita pasti bisa temuin dia sayang..kamu jangan pesimis ya".


"Udah empat hari dan belum ada kabar mas..aku takut Gaara kenapa-kenapa". Semakin terisak saja Diandra dalam pelukan Abi.


"Percaya sayang. Kita akan temuin Gaara. Aku janji". Abi mengeratkan pelukannya pada Diandra.


---***---


Segini dulu ya semua..


C dede nya lagi demam jadi emak mau ngurus doi dulu..

__ADS_1


Maapin kalo kurang dapet ceritanya, nulisnya disambi ngurus incess๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2