
Nala berjalan tanpa mempedulikan lagi panggilan sang ibu. Mami Nita benar-benar dibuat bingung dengan sikap Nala yang tak seperti biasanya.
"Duh Haikal..maafin Nala ya. Kayanya kelas paginya dapet dosen killer. Makanya buru-buru". Mami Nita menatap Haikal dengan tatapan bersalah.
"Hah? Oh..iya nggak apa-apa tante. Mungkin memang Nala buru-buru". Bagi Nita, Haikal masih sama seperti dulu. Ia menganggapnya sudah seperti anak sendiri.
Mami Nita belum tahu saja, masalah apa saja yang membelit Nala akibat ulah lelaki yang kini ada didepannya itu. Entah akan seperti apa kemarahan mami Nita saat nanti tahu apa yang menimpa putrinya karena ulah Haikal.
"Kalo gitu, saya juga pamit ya tante".
"Loh kok buru-buru, teh nya minum dulu". Mami Nita semakin tak enak saja pada Haikal. Pasti Haikal tersinggung karena ucapan Nala.
"Oh iya.." Haikal nampak tersenyum kaku. Kembali duduk dikursinya dan memyeruput teh yang disajikan untuknya.
"Sekali lagi maafin Nala ya, Haikal. Jangan dimasukin hati omongan Nala". Haikal tersenyum pahit. Ia memaklumi sikap Nala pada dirinya.
"Nggak apa-apa tante.." Haikal coba meyakinkan jika dirinya baik-baik saja meskipun sebenarnya hatinya remuk redam.
Sementara gadis yang baru saja meminta sang ibu mengusir tamunya itu tampak berjalan sambil bibirnya tak henti menggerutu.
Gadis yang tak lain adalah Nala itu terlihat sangat kesal. Mood nya yang tadi dalam keadaan baik mendadak rusak akibat kehadiran Haikal.
"Nggak cukup apa masalah yang kemarin? Sekarang dia kesini, mau bikin aku kena masalah juga disini". Gerutu Nala.
tiinn..
Nala terlonjak saat mendengar suara klakson. Suara yang membuatnya terkejut itu berasal dari sebuah motor sport yang kini berhenti tepat disampingnya.
"Jalan masih lebar!! Bisa-bisanya mainan klakson! Kaget gue!!". Semprot Nala pada si pengemudi yang memakai helm fullface hingga ia tak bisa melihat wajahnya.
"Liat tuh!! Jalanan segitu lega ngapain lo mepet-mepet trotoar?!!". Mulut gadis cantik itu masih merepet mengomeli pengemudi motor yang tersenyum dibalik helmnya.
"Dasar!! Pagi-pagi udah pada bikin badmood aja". Sengit Nala yang hendak melanjutkan langkahnya. Namun tangannya justru dicekal oleh pengemudi motor.
"Lepas!! Jangan kurang ajar ya!!". Nala menghempaskan tangannya. Berharap cekalan tangan dari orang itu terlepas.
"Gue teriakin jambret lo kaga mau lepas!". Ancam Nala namun si pemotor itu tak bergeming.
"Lepasin ih!!!". Nala menyentak tangannya cepat hingga akhirnya tangannya terlepas.
"Dasar edan". Umpat Nala pelan.
Nala berbalik, hendak meninggalkan si pemotor menyebalkan. Namun suara yang amat ia kenal membuatnya berhenti melangkah.
"Galak banget sih neng.."
"Belum sarapan ya??", Nala segera menoleh. Mendapati sosok lelaki tampan dengan segala pesona nya tengah tersenyum manis pada dirinya.
"Abang???". Nala menatap tak percaya lelaki tampan yang rupanya adalah Gaara.
__ADS_1
Gaara turun dari motornya, berjalan mendekati Nala yang masih mematung beberapa langkah didepan motornya.
"Kenapa hm??". Gaara memperhatikan wajah cantik yang terlihat kesal itu.
Sementara Nala, gadis itu justru terpukau dengan penampilan Gaara saat ini. Celana jeans yang dipadu dengan hoodie hitam yang sedikit besar serta sepatu berwarna hitam yang menyempurnakan penampilan Gaara.
Gaara tampak berbeda. Jika biasanya tampil formal dengan setelan jas rapi. Saat ini lelaki itu terlihat lebih modis dan lebih terkesan urakan. Namun Nala suka. Bahkan sangat suka.
"Perfect.." Batin Nala mengagumi Gaara yang mampu menyihir dirinya.
Gaara tersenyum geli melihat Nala. Ia menyadari penampilannya hari ini memang jauh berbeda dengan biasanya.
"Kok bengong sih.." Gaara menyentuh lembut wajah Nala hingga akhirnya gadis itu tersadar dari keterpesonaannya.
"Abang ngapain disini?". Tanya Nala mengalihkan rasa malunya karena kepergok mengagumi Gaara.
"Kamu juga ngapain disini? Kenapa jalan? Mobilnya kemana??". Tanya Gaara beruntun membuat Nala menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyuman.
"Bongkahan es sekarang udah mencair ya.." Ledek Nala membuat Gaara menggeleng dan ikut tersenyum saat melihat senyum Nala.
"Ngomong apa sih kamu tuh.." Gaara yang gemas mencolek hidung mancung wanitanya.
"Jawab pertanyaan abang. Kamu ngapain disini?".
"Abang juga ngapain disini?". Bukannya menjawab, Nala justru balik bertanya.
"Mau jemput kamu.." Nala tersipu.
"Mau ke kampus kan?". Nala mengangguk.
"Terus kenapa ngga bawa laptop sayang.."
"Ada pak Haikal dirumah". Cicit Nala. Suaranya bahkan nyaris tak terdengar. Namun rupanya telinga tajam Gaara mendengarnya dengan sangat jelas.
"Apa??? Dia??? Kerumah???". Suara Gaara langsung meninggi hingga membuat Nala terlonjak.
"M-maaf sayang. Abang kaget". Gaara menyadari kesalahannya. Tak seharusnya ia berteriak meski sejujurnya ia sangat terkejut.
"Maaf ya.." Gaara mengelus lengan Nala yang mengangguk paham. Ia tahu pasti Gaara sangat kesal dengan kedatangan Haikal, sama kesalnya seperti dirinya saat ini.
"Tapi..mau ngapain lagi dia disini sayang?", Nala menggeleng lemah.
"Aku nggak tahu. Tadi tiba-tiba ada dirumah. Aku capek diikutin sama dia". Keluh Nala dengan wajah lesu.
"Sabar ya..abang bakal cari cara biar dia nggak ganggu kamu lagi, hm.." Gaara mencoba menenangkan Nala.
"Jangan coba-coba berantem lagi ya, abang. Aku nggak mau.." Ucap Nala memperingatkan. Sungguh Nala tak ingin lagi melihat Gaara kembali babak belur. Dirinya tak sanggup, seolah ikut merasakan sakit yang Gaara rasakan.
"Nggak akan sayang. Kita main cantik aja". Gaara mengerling jahil membuat alis Nala berkerut.
__ADS_1
"Main cantik?". Beo Nala dan Gaara mengangguk.
"Jadi sekarang mau kemana? Kampus??". Nala diam. Ia tak membawa apapun, hanya tas yang berisi dompet dan ponselnya serta pelembab bibir dan sunscreen nya saja.
"Mau abang anter pulang dulu. Ambil laptop?". Nala langsung menggeleng. Ia belum melihat mobil Haikal melewatinya. Itu artinya lelaki tak tau malu itu masih dikediaman kedua orang tuanya.
"Terus mau gimana?". Tanya Gaara begitu lembut. Dan Nala sangat suka dengan sikap Gaara sekarang. Ia merasa sangat dicintai oleh Gaara.
"Nggak tahu. Tapi nggak mau pulang". Lirih Nala membuat Gaara tersenyum. Betapa gemasnya ia melihat Nala. Jika bisa, ia ingin mengurung Nala didalam apartemennya dan menikmati wajah cantik itu seorang diri tanpa diganggu siapapun terutama Haikal.
"Mau bolos kuliah aja? Abang temenin". Nala mengangkat wajahnya. Dan seperti biasa, wajah lelaki didepannya itu selalu sempurna untuk dinikmati.
"Bolos?". Beo Nala dan Gaara mengangguk.
"Kita pacaran". Gaara mengedipkan sebelah matanya membuat Nala terkekeh pelan.
"Tapi, aku cuma pake baju ini". Nala menatap penampilannya yang jauh dari kata modis. Sangat berbanding dengan Gaara yang terlihat keren.
Gadis itu hanya memakai blouse berwarna peach yang dipadukan dengan jeans berwarna biru terang.
"Segini juga udah cantik banget". Wajah Nala terasa panas. Sikap Gaara benar-benar membuatnya melambung tinggi.
Gaara menarik tangan Nala, membawanya mendekat ke arah motornya. Mengambil sesuatu yang ia selipkan didalam helm.
Nala terkejut saat Gaara tiba-tiba memakaian sebuah jaket pada dirinya. Lalu memasangkan helm dikepalanya hingga membuat Nala semakin tersipu.
"Sekarang sayangnya abang nggak akan kedinginan". Gaara tersenyum menatap wajah wanitanya.
"Siap bolos???". Tanya Gaara dengan kerlingan mata yang mampu menghipnotis Nala hingga gadis itu mengangguk.
"Siap.." Seru Nala bersemangat.
"Oke, let's go sayang..." Gaara naik keatas motornya. Dan kemudian memegang tangan Nala untuk membantu gadis itu naik keatas motor gede nya.
"Pegangan ya..." Tanpa diminta dua kali, Nala memeluk erat perut Gaara hingga tubuh keduanya menempel.
Tanpa mereka sadari. Sejak tadi ada sepasang mata yang menatap nanar keduanya. Tangannya terkepal kuat mencengkeram stir mobil yang ia kendarai.
Siapa lagi jika bukan lelaki menyedihkan..ralat. Menyebalkan dan tak tahu malu. Tuan Haikal yang begitu menyebalkan.
...¥¥¥•••¥¥¥...
Good pagiiiii readers ku tercintahhh💋 sehat kan?? Sehat ya..harus sehat. Aamiin🤲🏻🤲🏻
Duh capek ah ya sama Haikal. Ntar dikasih karma ah biar kapok😂😂 setuju nggak? Setuju aja deh ya..
Jangan lupa tampol like nya ya, komen sama vote nya juga🤭🤗
Dan berharap semoga kalian nggak akan pernah bosen baca kisah ini..
__ADS_1
saranghae sekebon pokonya deh😘😘🥰💋💋💐