Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
serangan pertama


__ADS_3

Gaara mengulum senyum saat Nala menyodorkan sebuah celana pendek hitam dan kaos berwarna abu didepannya. Ia tahu betul pakaian milik siapa itu.


"Udah sana cepet ganti". Nala memasang wajah galak karena Gaara masih diam sambil memandangi pakaian yang baru saja ia berikan.


"Itu baju yang dulu aku pinjem kalo ke apartemen abang". Nala menjelaskan tanpa Gaara minta.


"Aku bawa pulang buat dicuci tapi lupa belum dibalikin". Imbuhnya lagi membuat Gaara tak bisa lagi menyembunyikan senyuman mautnya.


"Nggak usah dibalikin juga gapapa". Gaara mengerling jahil kemudian mencuri satu kecupan dipipi Nala yang memerah.


"Kamu tambah cantik kalo malu-malu gini". Kini bibir nakal Gaara beralih mengecup bibir Nala. Setelahnya ia berlari kedalam kamar mandi, meninggalkan Nala yang mematung karena perbuatan Gaara.


"Bisa mati muda gue.." Gumam Nala meraba dadanya yang debarannya bisa ia rasakan.


Sementara diruang tamu, papi Andre tengah duduk berhadapan dengan Haikal. Papi Andre masih terlihat biasa saja. Padahal hatinya begitu kesal dan tangannya gatal ingin menghajar laki-laki didepannya ini.


"Gimana kabarnya Kal?". Tanya papi Andre berbasa-basi.


"Baik om. Om sendiri bagaimana?". Haikal balas bertanya.


"Baik, sangat baik". Jawab papi Andre


"Tapi akan lebih baik lagi kalau aku bisa menghajarmu". Batin papi Andre yang setengah mati berusaha menahan amarahnya.


"Mami..buatkan minum". Papi Andre sedikit berteriak agar istrinya mendengar. Sedangkan Mami Nita sudah siap dengan nampan berisi minuman yang ia buat didapur.


"Dikasih racun aja boleh nggak sih ini". Gumam mami Nita menatap nampan berisi dua gelas minuman.


"Jangan deh. Nanti ketuker malah si papi yang minum lagi", Asisten rumah tangga yang juga ada didapur mengernyitkan dahi melihat majikannya komat kamit didepan minuman. Mungkin dalam hati bertanya, apa yang majikannya lakukan.


"Iya pi..." Mami Nita menghela nafas panjang, ia harus mengikuti skenario yang sudah dibuat suaminya.


"Pindah sini aja pi..biar enak ngobrolnya". Sesuai instruksi suaminya. Mami Nita menyarankan agar keduanya pindah ke ruang keluarga saja.


"Ayo Kal. Sepertinya memang lebih nyaman disana". Papi Andre mempersilahkan Haikal untuk keruang keluarga lebih dulu. Sementara papi merogoh ponsel yang ada disaku celananya dan menuliskan sesuatu disana. Papi kembali memasukkan ponselnya saat melihat pesan yang ia kirim sudah dibaca.


"Abang ngapain siiih..Jadi berantakan ini". Omel Nala saat Gaara mengacak rambutnya dan membuat bajunya sedikit berantakan.


Gaara pun melakukan hal yang sama. Mengacak rambutnya hingga terlihat berantakan.


"Abang lagi apa sih? Udah bener rapi, malah diberantakin", Nala menatap tak paham pada Gaara.

__ADS_1


Rupanya papi baru saja mengirimkan pesan pada Gaara untuk membuat penampilan keduanya seolah baru bangun tidur.


Kembali ke ruang keluarga, Haikal sudah lebih dulu duduk dan kemudian disusul oleh papi Andre. Tak lama datang mami Nita membawa nampan berisi dua gelas minuman.


"Diminum Haikal.." Mami Nita mempersilahkan. Namun ada yang berbeda dari mami Nita. Wanita itu tak seramah pagi tadi, dan Haikal merasakannya.


"Terimakasih tante, maaf merepotkan". Tak ada jawaban dari mami Nita. Hanya sebuah senyuman saja yang Haikal dapatkan sebagai jawaban.


Papi Andre dan Haikal kembali mengobrol ringan. Dan kini papi Andre melancarkan serangan pertamanya dengan menanyakan keberadaan istri Haikal.


"Bagaimana kabar Nia? Dia baik-baik saja kan??" Hampir saja Haikal tersedak dengan pertanyaan papi Andre.


"Nia..Nia.." Haikal tergagap, bingung harus menjawab apa.


"Iya, kenapa tidak kamu ajak kesini. Tante juga merindukan Nia". Mami Nita ikut bergabung dan duduk disamping suaminya.


"Nia.." Haikal hanya terus menggumamkan nama wanita yang saat ini masih berstatus istrinya.


"Ya Nia. Dia masih istrimu kan?", Susah payah Haikal menelan salivanya. Pertanyaan papi Andre semakin menyudutkannya.


"Kalian baik-baik saja kan??". Mami Nita terlihat penasaran. Benar-benar mendalami perannya hingga membuat papi mengulum bibirnya menahan senyum.


"K-kami, kami akan bercerai tante". Cicit Haikal, mungkin perceraiannya bisa ia jadikan sebagai alat untuk mencari simpati kedua orang tua Nala. Pikir Haikal


Papi Andre tersenyum miring, sementara mami terlihat berpura-pura syok dan bahkan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Kenapa??". Mami Nita bertanya cepat. Raut wajahnya ia buat sesedih mungkin mendengar berita perceraian Haikal.


"Mungkin karna memang sudah tidak ada kecocokan, tante. Kami sering berselisih paham hingga bertengkar". Haikal pun menunjukkan wajah sendu nya. Seolah perpisahan dengan Nia adalah hal yang sulit baginya.


"Dasar kadal buntung si alan!! Mau bermain peran juga rupanya kamu". Umpat mami Nita dalam hati. Ia semakin berang saja melihat wajah Haikal yang berpura-pura bersedih.


"Sayang sekali ya..padahal kalian sudah menikah cukup lama". Ucap papi Andre menyayangkan.


"Mau bagaimana lagi om. Daripada kami terus bertengkar dan saling menyakiti". Papi Andre kembali menyunggingkan senyum miringnya.


"ya, memang lebih baik perempuan sebaik Nia itu pergi dari laki-laki breng sek sepertimu". Sepertinya sepanjang mengobrol, mami Nita banyak mengumpati Haikal didalam hatinya.


"Ah yasudah jangan dibahas lagi pi. Kasian Haikal nanti sedih ingat istrinya". Dalam diamnya Haikal tersenyum dalam hati karena merasa berhasil menarik simpati keluarga Nala.


"Mami benar..kita bahas yang lain saja", Papi tersenyum menatap mami.

__ADS_1


"Pekerjaanmu bagaimana Kal??". Tanya papi Andre.


"Alhamdulillah lancar om.." Papi Andre manggut-manggut saja.


"Om itu didepan motor siapa? Motor suaminya Melly ya?", Papi dan mami saling menatap, rupanya tanpa mereka mulai, Haikal sudah lebih dulu menyodorkan dirinya untuk masuk kedalam jebakan mereka.


"Oh itu..itu motor calon suami Nala". Mami Nita terlihat sumringah membicarakan calon menantunya.


Wajahnya sangat berbanding terbalik dengan Haikal yang kini wajahnya pucat pasi. Sebelumnya ia masih belum percaya jika Gaara adalah calon suami Nala, tapi kini semua yang tak ia percaya seolah dibuktikan dengan ucapan mami Nita.


Tanpa sengaja tangan Haikal menyentuh sebuah hoodie hitam yang tergeletak disampingnya. Senyuman senang papi benar-benar tak bisa ditutupi. Sepertinya alam pun merestuinya untuk memberikan pelajaran pada lelaki muda didepannya ini.


"Ah yaampun anak itu..kebiasaan kalo udah ketemu calon istrinya. Baju main lepas-lepas dimana aja". Mami Nita tak menyianyiakan kesempatan. Ia segera melancarkan serangan pertamanya untuk Haikal.


"Maaf ya Haikal. Calon menantu tante memang suka lupa kalo udah ketemu calon istrinya". Haikal tersenyum kaku. Menyerahkan hoodie hitam itu pada mami Nita.


"Lagipula kemana anak-anak itu mi?? Sudah lama mereka dikamar". Mata Haikal melebar mendengar papi Andre mengatakan jika Nala dan Gaara ada didalam kamar.


"Mungkin mereka masih tidur pi, sepertinya tadi mereka bepergian". Kedua orang tua itu saling melirik setelah melihat wajah Haikal yang memucat.


"Rasain". Mungkin itu arti tatapan mata papi dan mami saat melihat Haikal.


"Serangan pertama success". Batin mami Nita merasa puas melihat betapa terkejutnya Haikal. Belum tahu dia jika serangan-serangan selanjutnya mami pastikan akan membuat Haikal terjungkal tak mampu berdiri lagi.


Sementara didalam kamar, baik Gaara maupun Nala sedang berdiri rapat dipintu. Keduanya menempelkan daun telinga mereka ke pintu. Berharap bisa mendengar apa yang sedang kedua orang tua Nala bicarakan.


"Kok nggak kedengeran ya bang?". Bisik Nala membuat Gaara menggeleng.


Mereka tak menyadari posisi keduanya saat ini rapat tanpa celah dengan Gaara yang berdiri dibelakang Nala.


...¥¥¥••••¥¥¥...


Hollaaaaaaa...gimana kabarnya semuaaa??? Sehat ya? Insyaallah sehat ya..aamiin🤲🏻🤲🏻


Gimana nih serangan pertamanya mami sama papi?? Keren nggak ada obat ya rencana papi..


Gimana-gimana, serangan selanjutnya dibikin terjungkal aja apa dihempas sekaligus??🤔🤔


Hempas aja kayanya ya..udah gedeg banget kan ya readers juga??? Soalnya masih ada satu makhluk tak tahu malu yang perlu dihempaskan nih🤭🤭😁


Happy reading semuaa🤗🤗

__ADS_1


Sarangheo sekebon raya bogor deh, biar luas😂🤣 Lopelope sekebon readers tersayangkuhh😘😘💋🥰🥰💐💐💐


__ADS_2