
kepulangan keduanya dari pernikahan Naya, Diandra terus menghindar dari Abi. Namun sepertinya hari ini Diandra tidak akan dapat menghindar dari Abi. Pasalnya malam ini dirinya harus mendampingi Abi menghadiri pesta pernikahan putri dari kolega bisnisnya.
"Apa aku harus ikut?". Ini sudah pertanyaan yang entah keberapa kali Diandra lontarkan pada suaminya.
" Iya sayang..kamu harus mendampingi suamimu. Serahkan Gaara pada kami. Kami akan menjaganya.." Bukan Abi yang menjawab, namun mama Dita yang membantu menantunya menjawab pertanyaan yang sama sejak tadi.
"Tapi..."
"Pergi lah nak, kasian jika banyak yang menanyakan dimana istrinya". Papa Herman menimpali.
Diandra melirik Abi yang sejak tadi diam. Saat ini keduanya sudah siap dalam balutan busana pesta. Abi terlihat gagah dalam balutan kemeja putih serta jas berwarna hitam serta celana berwarna senada dengan jasnya.
Sementara Diandra tampak anggun dalam balutan gaun yang berwarna sama dengan jas yang dikenakan suaminya. Benar-benar pasangan yang terlihat sangat serasi. Tidak akan ada yang menyangka jika pernikahan keduanya penuh dengan kerumitan.
" Pergilah..kalian akan terlambat". Mama Ana tersenyum menatap menantu cantiknya.
"Tapi Gaara.."
"Percayakan dia pada kedua mama mu". Papa Ihsan memotong cepat.
" Titip Gaara.." Mama Ana dan mama Dita mengangguk cepat.
Dengan langkah gontai Diandra berjalan mengikuti Abi yang berjalan lebih dulu. Berkali-kali ia menengok kebelakang, namun orang tua dan mertuanya justru melambaikan tangannya.
"Kenapa jadi kaya istri beneran sih, kan perjanjiannya cuma jadi ibunya Gaara". Gerutu Diandra yang ternyata masih terdengar oleh Abi.
Bibirnya menyunggingkan senyum, namun sejujurnya hatinya terasa begitu remuk. Sebegitu tidak inginkah Diandra bersama dengannya dan mendampinginya sebagai seorang istri.
" Maaf merepotkanmu Di.."
Diandra diam tak menjawab hingga Abi menjalankan kuda besinya pun Diandra tetap bungkam. Sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan antara mereka. Abi terlalu takut untuk memulai percakapan dan takut jika membuat Diandra semakin kesal dan membencinya.
Abi mematikan mesin mobilnya, membuka sabuk pengamannya dan turun dari mobil. Ia sedikit berlari memutari mobil dan membukakan pintu untuk Diandra setelah menyerahkan kuncinya pada petugas parkir disana.
Perlahan kaki jenjang Diandra menapak pada lantai lobby hotel dimana diadakan pesta pernikahan. Diandra menatap sekeliling, sepertinya pesta pernikahan yang cukup mewah jika dilihat dari hotel tempat diadakan acaranya.
Abi memberanikan diri mengulurkan lengannya pada Diandra yang masih menatap sekitarnya. Meski kemungkinan ditolak oleh istrinya, namun Abi tetap mencobanya.
Abi hendak menurunkan tangannya ketika tangan Diandra menerima uluran lengannya. Abi segera menoleh, namun Diandra tak menatap nya. Ia menatap lurus kedepan tanpa senyuman atau apapun.
"Terimakasih.." Gumam Abi dengan senyuman lebar.
Keduanya berjalan bersisian, nampak sangat kompak dan serasi. Lelaki tinggi tampan dengan seorang wanita cantik disampingnya.
Kehadiran keduanya sedikit banyak menarik perhatian para tamu yang sudah lebih dulu hadir didalam pesta. Wajah Diandra yang sejak tadi tak sedikitpun menunjukkan senyuman berubah 180° menjadi begitu ramah dan penuh senyum.
__ADS_1
Ia membalas sapaan beberapa orang yang berpapasan dengan dirinya dan Abi dengan sangat ramah penuh senyum. Abi bahkan dibuat tercengang dengan cepatnya Diandra berubah ekspresi.
"Tuan Abimana.." Sebuah suara membuat Abi dan Diandra berbalik. Seorang lelaki berumur berjalan gagah menghampiri keduanya, dialah pak Bhanu yang putrinya menikah malam ini. Meski tak lagi muda, namun pak Bhanu masih terlihat muda.
"Selamat malam tuan Bhanu.." Abi menjabat tangan tuan Bhanu, keduanya berpelukan sesaat sebelum mata tuan Bhanu beralih pada wanita cantik yang tersenyum disamping Abi.
"Selamat malam..terimakasih sudah datang kesini". Keduanya beramah tamah sesaat.
" Suatu kehormatan bagi saya mendapat undangan dari anda". Tuan Bhanu kembali melirik Diandra yang mengangguk sopan.
"Oh..saya sampai lupa. Perkenalkan..ini istri saya, Diandra". Abi menatap Diandra penuh cinta, dan dibalas Diandra dengan senyuman lembut yang sudah begitu lama Abi rindukan.
" Perkenalkan..saya Diandra, istri mas Abi.." Diandra mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh tuan Bhanu.
"Senang bertemu dengan anda nyonya Abi. Anda sangat cantik.." Diandra membungkuk sedikit dan kembali tersenyum.
"Terimakasih tuan, anda terlalu memuji saya.."
"Papi.." Tuan Bhanu menoleh, pun dengan Abi dan Diandra yang mengikuti arah pandang tuan Bhanu.
Nyonya Bhanu menunduk sedikit untuk menyapa Abi dan Diandra.
"Kenalkan mi..dia tuan Abi. Yang pernah papi ceritakan". Abi tersenyum ramah
" Dan ini istrinya.. " Diandra ikut tersenyum
"Terimakasih nyonya..anda berdua juga terlihat sangat serasi". Nyonya Bhanu kembali tersenyum dan merangkul lengan suaminya.
" Terimakasih.."
"Papi, kita harus kesana. Kita diminta untuk berfoto.." Nyonya Bhanu sedikit berbisik pada suaminya.
"Maaf tuan Abi.. saya tinggal dulu".
" Tidak masalah tuan Bhanu.."
"Semoga anda menikmati pestanya. Kami permisi dulu.." Bhanu dan istrinya meninggalkan Abi dan Diandra.
"Di..." Bisik Abi
"Tidak perlu dibahas, aku tidak sebodoh itu hingga mempermalukanmu dan juga diriku sendiri". Sahut Diandra cepat, ia tahu Abi pasti mempertanyakan sikapnya saat ini yang terlihat seolah menjadi pasangan harmonis dihadapan banyak orang.
" Aku ambilkan minum dulu ya.." Diandra mengangguk dan Abi meninggalkannya untuk mengambil minuman.
"Jadi itu istri kedua tuan Abi?".
__ADS_1
" Ya..cantik bukan?".
"Cantik sih, tapi kasian ya. Dia hanya menggantikan istri pertamanya yang katanya kakak kandungnya".
Samar-samar Diandra mendengar beberapa wanita berbisik dibelakang nya. Hal ini sudah bisa ia duga, ayahnya seorang pengusaha yang cukup terkenal. Pun dengan Abi yang juga menjadi pengusaha muda yang sedang trending belakangan ini. Sudah pasti kehidupan pribadi keluarganya menjadi konsumsi banyak orang diluaran.
" Ini sayang.." Diandra menoleh dan mendapati Abi sudah berdiri didepannya.
"Terimakasih.." Ucap Diandra dengan senyuman lembut.
"Mau makan sesuatu?". Abi menyelipkan helaian rambut Diandra kebelakang telinga nya. Ia sengaja melakukannya karena dirinya juga mendengar apap yang dibicarakan oleh beberapa wanita yang berdiri dibelakang istrinya.
" Tidak perlu mas.."
"Kak Abi??". Bukan hanya Abi, namun Diandra juga menoleh.
Diandra tersenyum sinis melihat siapa yang memanggil suaminya. Gadis gila yang sejak dulu begitu tergila-gila pada suaminya. Gadis yang juga merupakan teman sekaligus musuh seangkatan semasa kuliahnya dulu.
" Waaah..beneran kak Abi ya. Aku kira cuma salah lihat.." Gadis itu bersikap begitu anggun didepan Abi hingga membuat Diandra begitu muak.
"Oh..selamat malam". Abi memberi sapaan sekedar berbasa-basi. Ia merasakan rematan kuat dilengannya, ia langsung menoleh dan mendapati wajah istrinya merah padam menahan amarah.
" Loh..Diandra? ". Diandra kembali tersenyum melihat kelakuan gadis dihadapannya ini.
" Hai..Monika". Sapa Diandra tak ramah. Ia ingin segera mengenyahkan gadis dihadapannya.
"Aku pikir kamu sudah putus dengan kak Abi. Bukankah kak Abi menikah dengan kakakmu?". S*al!! Sepertinya Monika sengaja membahas hal itu.
" Ya..mas Abi memang menikah dengan kak Dea". Jawab Diandra Santai. Meski sebenarnya ia menahan suaranya agar tidak sampai berteriak dan memaki Monika.
"Kak Abi..aku turut berduka atas meninggalnya kak Dea ya". Seolah menganggap Diandra tak ada, Monika memegang lengan Abi.
" Terimakasih.." Sahut Abi melepaskan tangan Monika.
"Lalu kenapa Diandra disini?". Pertanyaan itu hampir membuat Diandra menggampar mulut Monika.
" Dia---"
"Aku istrinya mas Abi". Potong Diandra cepat. Dan ia sangat puas melihat wajah pucat dan terkejut Monika.
" A-apa?!! I-istri??".
######
Hayoooo..masih ingat nggak nih sama Monika??? Dia kembali kesini nih. Kira-kira masih jahat atau udah tobat nih??
__ADS_1
Yang penasaran siapa Monika dan belum tahu, boleh mampir ke karyaku yang lain 'Imperfect Partner'
Selamat membaca..maaf ya up nya nggak rutin, kondisi RL lagi nggak bisa diajak kompromi..