Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
Saatnya kehancuranmu


__ADS_3

"Udah siap?". Tanya Abi yang juga sudah rapi dengan kemeja navy yang ia kenakan. Tampilannya nampak segar, tidak menunjukkan bahwa lelaki jangkung itu 2tahun lagi akan genap berumur 40tahun.


Dan ya, Abi memutuskan menemani istrinya untuk menghadiri reuni teman-teman kuliahnya yang berasal dari Indonesia.


"Mas yakin mau ikut? Disana ada Monika pasti". Jelas terdengar nada kesal saat menyebut rivalnya itu.


"Justru karena ada wanita itu, aku harus ikut untuk menjaga istri dan anak-anakku. Toh dia sudah menikah kan? Lagipula teman-temanmu juga mengajak pasangannya". Diandra mengangguk


"Aku yakin biarpun udah nikah, dia tetep kegatelan kalo liat kamu". Sewot Diandra membuat Abi terkekeh pelan.


"Nanti mas boleh deh gangguin Kara sama Raffa, biar pada rewel terus kita bisa cepet pulang". Kini Abi sudah tergelak, jika memang sebegitu tak ingin datang kenapa memaksakan datang, pikir Abi.


"Kamu masih bisa menolak ajakan mereka kalo emang nggak nyaman sayang". Diandra menggeleng, ia sudah berjanji akan datang.


"Aku akan menunggu didepan dengan anak-anak. Cepet turun kalo udah siap ya.." Diandra mengangguk menatap pantulan wajah suaminya dicermin.


Diruang tamu, si kembar sudah ribut sejak tadi. Ditambah Gaara yang menjadi kompor membuat kedua adiknya semakin ribut.


"Eh..eh, mau ngapain ini berdua?". Tanya Abi yang berjalan cepat menahan tubuh Raffa, sementara Baim menahan tubuh Kara. Gaara?? Dia hanya menonton dengan tawa lepas melihat kedua adiknya hendak cakar-cakaran.


"Jangan Kara..Raffa juga nggak boleh gitu". Nasehat Baim dengan suara lembut.


"Rapa nakal, kakak". Adu Kara dengan wajah ditekuk menatap tajam saudara kembarnya.


"Kara yang mulai". Balas Raffa tak mau kalah.


"Udah-udah, abang yang salah. Maafin abang ya, tadi abang cuma bercanda". Gaara menarik tangan kedua adiknya kemudian memeluk keduanya.


"Abang nakal!". Sungut keduanya menghadiahkan sebuah capitan dilengan Gaara hingga anak itu meringis.


"Loh, kok abangnya dicubitin sih?". Diandra yang baru turun dari kamar melihat Gaara meringis kesakitan.


"Kakak nakal!". Jawab si kembar kompak.


"Kamu jahilin mereka lagi bang?". Gaara nyengir sambil mengangguk membuat Diandra menggeleng gemas melihat kelakuan anak-anaknya.


"Kita berangkat sekarang sayang?". Diandra beralih menatap Abi yang sudah berdiri, ia kemudian mengangguk mengiyakan ajakan suaminya.


"Udah ganteng semua anak mama, incess mama yang paling cantik". Puji Diandra menatap keempat anaknya.


"Kita berangkat sekarang.." Seru Diandra yang menggandeng si kembar dengan Gaara dan Baim yang mengikutinya dari belakang layaknya seorang bodyguard.


Selama perjalanan ke restoran yang sudah ditentukan untuk acara mereka, si kembar tidak henti bercerita. Segala hal yang mereka lihat terus mereka tanyakan pada kakak dan abangnya yang saat ini memangku tubuh mereka. Raffa yang duduk dipangkuan Baim, dan Kara yang sudah nemplok pada abangnya.

__ADS_1


Kara, gadis kecil itu seolah tak kehabisan energi meski sejak tadi sudah berceloteh tanpa henti. Bahkan berkali-kali gadis mungil itu bersenandung, menyanyikan lagu-lagu yang sering dinyanyikannya saat disekolah.


"Yeeee..sudah sampai". Seru Kara saat sang ayah menghentikan mobilnya diparkiran restoran.


"Awas hati-hati turunnya ya.." Gaara dan Baim mengangguk. Keduanya turun lebih dulu lalu membantu Raffa dan Kara turun dari mobil.


"Kayanya udah banyak yang dateng deh mas". Diandra melongok kedalam restoran, sudah banyak wajah yang ia kenali sedang bersenda gurau didalam.


"Semoga jelmaan nyi blorong itu tidak datang". Gumam Diandra yang belum melihat keberadaan Monika.


"Diandra.." Suara seorang wanita membuat lamunan sesaat Diandra buyar. Ia memutar kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Kania?". Sapa Diandra sedikit ragu. Ia takut salah orang. Dan wanita dengan perut yang mulai terlihat membuncit itu tersenyum ramah padanya.


"Aku kira kamu lupa sama nama aku". Seloroh wanita bernama Kania. Keduanya berpelukan sesaat lalu pandangan Kania beralih pada anak-anak Diandra.


"Mereka?".


"Anak-anakku". Sahut Diandra cepat


"Ayo sayang, salim sama tante Kania dulu". Diawali oleh Baim dan diikuti oleh saudara dan adik kembarnya.


Kania menatap kagum pada wajah anak-anak Diandra, kemudian calon ibu itu melirik Abi yang sejak tadi diam memperhatikan keduanya.


"Kaya bapaknya.." Bisik Kania kemudian membuat Diandra terkekeh.


"Yang cantik ini siapa namanya?". Tanya Kania yang terlihat kesulitan menunduk karena perutnya.


Baim yang melihat segera mengangkat tubuh Kara agar teman sang mama mudah berinteraksi.


"Waah, kakaknya pengertian banget.." Puji Kania lagi


"Halo tante Kania..nama aku Kara. Yang ini kembaran aku, namanya Rapa. Kalo ini abang aku, namanya abang Gaara. Dengan gaya cerianya, Kara memperkenalkan dirinya dan kakak-kakaknya.


"Kamu gemesin banget sih.." Kania tak tahan untuk tidak menjembel pipi gembul Kara. Gadis kecil itu benar-benar menyenangkan, ceria seperti mama Diandra yang ia kenal saat masih muda.


"Masuk yuk, kayanya acaranya udah mau mulai tuh". Diandra menunjuk dalam restoran dengan dagunya.


"Oh iya ampe lupa kalo kesini gara-gara ada acara". Seloroh Kania membuat ia dan Diandra tergelak bersama.


Keduanya terus bercengkrama, dibelakang keduanya Abi dan keempat anaknya berjalan mengikuti sang mama yang nampak bahagia bertemu teman lamanya.


Namun senyuman yang menular pada Gaara dan saudara-saudaranya sejak tadi sirna begitu saja karena kedatangan seorang wanita yang Gaara ingat jika wanita itu bernama tante Monika.

__ADS_1


Gaara sudah siaga, menatap penuh kewaspadaan pada wanita yang berjalan semakin mendekat pada sang mama.


Sejak tadi Abi memang mengajak anak-anaknya untuk duduk di meja terpisah dengan Diandra. Alasannya tentu saja agar istrinya itu leluasa mengobrol dengan teman lamanya.


Namun kini Abi juga bersikap siaga saat melihat siapa yang menghampiri istrinya.


"Hai, Diandra.." Sapa Monika dengan wajah tak bersahabat.


"Hai". Balas Diandra sekenanya.


"Dimana suami dan anak-anakmu?". Tanya Monika mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru restoran. Tatapan matanya berhenti pada sosok lelaki yang terlihat tampan dan gagah dalam balutan kemeja yang menempel sempurna ditubuh atletisnya.


"Kamu masih sama kak Abi. Tetap memukau dan mampu membuatku terpesona". Batin Monika menatap intens pada Abi.


Monika mendengus melihat dua anak lelaki yang berdiri menghalangi pandangannya untuk bisa menatap Abi.


Mata Monika menyipit, menatap intens anak lelaki yang terlihat mirip dengan Abi. Sesungging senyum miring terpatri diwajah Monika.


Diandra mengikuti arah pandang Monika. Hatinya mulai tak tenang melihat Monika menatap putranya begitu intens.


"Jangan berpikir untuk macam-macam". Peringat Diandra membuat Monika terkekeh.


"Memang apa yang aku lakukan?". Tanya nya dengan suara yang menyebalkan.


"Dasar jelmaan nyi blorong". Sengit Diandra pelan. Ia tak mau membuat keributan di acara reuni nya.


"Aku ke toilet dulu Kania". Kania hanya mengangguk. Sejak tadi ia sudah merasakan jika suasana tiba-tiba berubah mencekam sejak kedatangan Monika.


"Pa, aku akan menyusul mama". Pamit Gaara saat melihat Diandra berjalan ke belakang. Sepertinya mama nya itu hendak ke kamar mandi. Gaara segera berlari menyusul sang mama setelah papanya memberi izin dengan menganggukkan kepala.


"Sudah saatnya kehancuranmu". Monika menyeringai licik menatap punggung Diandra menjauh dan seorang anak lelaki yang berlari mengejar Diandra.


"Kehidupanmu terlalu sempurna hingga membuatku iri, Diandra. Dan aku tidak akan tinggal diam".


"Mon?". Tepukan halus dipundaknya membuat Monika menoleh. Kania menatapnya heran karena sejak tadi ia terus menatap Diandra.


"Ah, sepertinya aku juga butuh ke toilet. Aku tinggal dulu, Kania". Monika pergi meninggalkan Kania sebelum Kania menyahuti ucapannya.


\~\~\~\~^^^\~\~\~\~\~


Oke, siap-siap dibikin kesel sama si jelmaan blorong ya. Si pikasebeleun Monika, nggak disini nggak dilapak aku yang satunya, emang selalu nyebelin lah pokoknya😂😂


Jangan lupa like nya ya semuaaa🥰

__ADS_1


Doain semoga bisa kasih up satu bab lagi nanti ya..dan semoga reader semua nggak bosen baca karya othor amatiran seperti aku ini😁😁


__ADS_2