Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
overdosis


__ADS_3

Sepertinya kali ini Hani benar-benar bukan hanya memikirkan apa yang diucapkan Nala. Tapi juga melakukan apa yang gadis itu perintahkan.


Dua hari setelah video yang Nala tunjukkan pada Hani. Wanita itu menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Gaara. Membuat Gaara terkejut sekaligus senang dengan surat resign yang diberikan Hani.


Lelaki itu bahkan tidak menunggu satu bulan kerja Hani untuk mencari pengganti nya seperti peraturan perusahaan pada umumnya yang masih mengharuskan karyawan yang resign untuk bekerja satu bulan lagi setelah surat resign diserahkan.


Hari dimana Hani menyerahkan surat pengunduran dirinya, hari itu pula Gaara memberi kebebasan pada wanita itu dari kontrak kerjasama yang sudah disepakati dan ditanda tangani dua belah pihak.


"Kamu bisa langsung berhenti bekerja hari ini juga". Hani menatap Gaara tak percaya. Melihat raut wajah bahagia Gaara membuat hatinya terluka.


"Apakah benar-benar tidak ada tempat untukku di hatimu, Ga?". Batin Hani menangis pilu. Niatnya yang dulu hanya ingin menunjukkan pada saudara kembarnya bahwa ia jauh lebih baik segala-galanya dari Hana membuatnya tega menyingkirkan Hana.


Ingin membuktikan jika Gaara akan jatuh hati pada dirinya. Namun pada kenyataannya dirinya lah yang jatuh tak berdaya dengan semua pesona Gaara.


"T-tapi pak, saya masih harus bekerja. Sampai anda mendapatkan pengganti---"


"Tidak perlu". Potong Gaara cepat.


"Nick bisa merangkap pekerjaannya sebagai asisten pribadi sekaligus sekretaris untukku. Bukan begitu Nick?". Meski dalam hati mengumpati bosnya, namun Nick tetap tersenyum dan mengangguk mengiyakan.


"Dasar bos durjana. Mau bikin gue mati muda apa? Disuruh ngerangkap tugas?? Sekaligus jadi sekretaris? Bunuh aja gue..bunuh aja". Batin Nick menangis.


"Oh ya Nick. Berikan gaji sekaligus bonus untuk Hani". Ucap Gaara masih dengan wajah senang.


"Siap bos.." Tak dapat Nick pungkiri jika dirinya juga senang. Akhirnya wanita yang selama ini coba ia singkirkan itu kini pergi dengan sendirinya.


Ralat! Bukan pergi dengan sendirinya. Namun entah apa yang Nala tunjukkan hingga wanita itu bisa langsung mengundurkan diri tanpa banyak perlawanan yang dilakukan. Hingga kini Nick masih penasaran.


"Sayaaa----ng". Semua mata menatap pintu yang sudah terbuka dari luar. Bisa mereka tebak bahkan tanpa melihat. Siapa lagi yang berani masuk ke ruangan Gaara tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Oops..maaf. Aku nggak tahu, lagi diskusi ya?". Nala menatap Gaara dengan tatapan bersalah. Meski didalam hanya ada Gaara dan Hani serta Nick. Namun Nala merasa malu karena masuk tanpa permisi.


"Udah selesai kok sayang..sini". Gaara melambaikan tangannya membuat senyum Nala mengembang dan langsung berjalan menghampiri Gaara.


"Makan siang buat abang.." Nala meletakkan lunch bag diatas meja Gaara. Kemudian ia menatap Nick dan Hani bergantian.

__ADS_1


Alisnya berkerut saat melihat wajah Nick dan Hani. Benar-benar pemandangan yang berbanding terbalik. Jika wajah Nick terlihat bahagia dan aura positif begitu terasa, maka Hani terlihat begitu suram dan bersedih. Ada apa ini? Batin Nala.


"Hani resign sayang.." Nala langsung menatap Gaara. Dan menatap sebuah amplop diatas meja kerja calon suaminya.


Nala tak menyangka jika akhirnya Hani mundur setelah sekian lamanya. Ia lalu menatap Hani yang menatapnya dengan tatapan kesal. Namun Nala justru membalasnya dengan senyum tenang. Rupanya tak sia-sia ia menggunakan nama sang papi untuk mendapatkan semua cctv hotel. Buktinya kini wanita tak tahu malu itu memilih enyah.


"Waaah..sayang banget", Ucap Nala menatap Hani yang terlihat melotot.


"Padahal udah lama kerja disini ya mbak?", Semakin kesal saja Hani. Nala berpura-pura tak tahu alasannya mengundurkan diri. Padahal jelas, ancaman dari gadis itu lah penyebabnya.


"Semoga nanti diluar sana dapat pekerjaan yang lebih baik ya, mbak Hani". Hani terkejut saat Nala memeluknya dan menepuk punggungnya beberapa kali.


"Semoga penyakit lo yang suka jadi simpenan om-om juga sembuh ya". Bisik Nala membuat Hani ingin sekali mendorong Nala. Namun ia urungkan mengingat disana ada Gaara dan Nick.


"Gue ikut seneng kalo akhirnya elo sadar kalo karir emang penting di jaman sekarang ini. Nyari kerja jaman sekarang emang susah banget sih. Lagian apa yang mau lo perjuangin jelas nggak akan pernah milih elo. Good girl", Kembali Nala berbisik membuat Hani menahan kesalnya dan mendorong pelan tubuh Nala yang langsung melepaskan pelukannya pada Hani sambil tersenyum penuh makna.


"Kalau begitu saya permisi pak". Hani menundukkan kepala sedikit pada Gaara yang langsung mengangguk.


"Bantu dia untuk mengurus gaji nya Nick. Bilang pada pak Joko untuk tidak mempersulitnya. Ini perintah langsung dariku". Nick mengangguk paham. Ia tahu Gaara bukannya ingin berbuat baik, namun ingin Hani segera pergi. Pergi yang benar-benar pergi dari sekitarnya.


"Akhirnya semua berakhir. Dan ini hasilnya..gue kalah". Batin Hani sambil menyeka ujung matanya yang tiba-tiba berair.


"Abang!". Nala tersentak saat dirinya masih menatap punggung Hani, tiba-tiba ia merasakan pelukan yang erat dari belakang.


"Makasih sayang.." Gaara semakin mengeratkan pelukannya.


Alis Nala berkerut mendengar Gaara mengucapkan terimakasih padanya. Memang apa yang sudah dilakukannya untuk lelaki itu.


"Makasih?". Gaara mengangguk membuat kerutan di dahi Nala semakin dalam.


"Abang tahu..cuma kamu yang bisa bikin Hani pergi kaya sekarang ini". Gaara berkata sambil terkekeh. Meski tak tahu apa yang Nala lakukan, tapi Gaara yakin jika Nala berperan besar atas resign nya Hani.


"Aku?? Aku nggak ngapa-ngapain bang.." Ucap Nala tenang membuat Gaara tersenyum.


"Oh ya?". Gaara membalikkan tubuh Nala, memeluk pinggang nya dengan posesif dan menatap netra kekasih hatinya begitu dalam. Posisi keduanya sangat dekat hingga Nala bisa merasakan hangatnya hembusan nafas Gaara.

__ADS_1


"Tapi abang nggak percaya. Abang tahu cuma kamu yang bisa bikin dia pergi.." Nala tersenyum melihat Gaara yang juga tersenyum penuh arti.


"Aku cuma ngejaga apa yang jadi milik aku bang". Gaara semakin melebarkan senyumannya.


"Abang mau apa?". Nala menutup bibir Gaara saat lelaki itu memajukan wajahnya.


"Abang capek sayang. Butuh vitamin". Ucap Gaara dengan mata mengerling jahil.


"Jangan keseringan vitaminnya. Nanti abang oberdosis". Nala menjauhkan wajah Gaara yang langsung berubah lesu.


"Dikit aja deh.." Bujuk Gaara yang masih memeluk Nala.


"Nggak ada kata sedikit buat abang mah. Nanti suka kebablasan". Nala mencoba melepaskan tangan Gaara yang membelit perut rampingnya.


"Astagfirullah!!! Ni orang berdua ya!!!", Teriakan melengking dari pintu membuat Gaara melepaskan tangannya dari perut Nala.


Melihat ke pintu ruangannya dan mendapati adik tercintanya sudah melotot dengan tangan berada dipinggang.


"Bisa-bisa nya berdua disini enak-enakan. Gue disuruh nunggu diparkiran ampe jamuran!!". Semprot Kara yang kesal karena sang sahabat yang katanya hanya akan mengantarkan makan siang justru ia pergoki tengah bermesraan dengan kakaknya.


"Sorry Ra. Lupa kalo ama kamu.." Mata Kara semakin melotot mendengar ucapan Nala. Ia bahkan sampai geleng-geleng kepala saking tak percayanya mendengar ucapan enteng sahabatnya itu.


"Apaan? Lupa?? Waaah..minta di eliminasi lo jadi calon kakak ipar". Nala nyengir, menampakkan deretan giginya pada Kara sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada. Sungguh ia benar-benar lupa jika dirinya bersama Kara.


Bukan bermaksud membuat Kara menunggu, tapi kehadiran Hani diruangan Gaara dan keputusan Hani untuk resign membuatnya melupakan keberadaan Kara.


...¥¥¥¥•••¥¥¥¥...


Hollaaaa...apa kabar semuaa?? Sehat ya? Insyaallah🤲🏻


Nah loh, si kuman kena sembur santen sachet kan jadinya😂 Mesra-mesraan mulu sih kerjaannya. Jadi aja si santen nyusulin😂😂


Satu udah terhempas ya..tinggal atu lagi nih yang bandel banget😪


Jangan lupa tampol like komen sama vote nya ya☺️☺️

__ADS_1


Lopelope sekebon kalian😘 sarangheo banyakbanyak lah pokoknya🥰🥰😘😘💐💐


__ADS_2