Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
tekad


__ADS_3

Zayn sudah masuk kedalam kamar mandi dengan bantuan Gaara. Lelaki tampan itu benar-benar tak membiarkan Nala membantu Zayn dalam mengurus diri.


Dan setelah Zayn didalam kamar mandi, tinggalah Nala dan Gaara yang saling diam. Beberapa kali mata keduanya bersirobok, namun dengan cepat pula keduanya mengalihkan pandangan matanya.


Suasana saat ini benar-benar terasa canggung bagi dua insan yang sebenarnya saling mencintai itu namun tak mampu mengungkapkan perasaan masing-masing.


"Ehm.." Gaara berdehem untuk mencairkan suasana yang kini terasa sangat kaku.


"La.."


"Ya.." Sahut Nala cepat menatap Gaara yang juga menatap dirinya.


"Kamu yakin tidur satu kamar sama Zayn?". Tanya Gaara menatap Nala


"Yakin bang..emang kenapa bang?". Nala balik bertanya dengan alis berkerut.


"Biar aku yang jagain Zayn malam ini. Kamu tidur sama Kara aja.." Nala semakin terlihat bingung.


"Aku udah biasa kok bang, jagain mas Zayn kaya gini. Abang nggak perlu repot". Ucap Nala. Jelas saja ia menolak kebaikan Gaara, ia tak mau merepotkan lelaki itu hanya untuk menjaga kakaknya.


"Tetep aja..nggak baik laki-laki sama perempuan tidur didalam satu kamar, La".


"Emangnya kenapa kalo aku satu kamar sama mas Zayn, bang?". Tanya Nala semakin bingung. Memang apa salahnya merawat kakak kandungnya yang sedang sakit.


Nala benar-benar melupakan jika Kara memperkenalkan Zayn sebagai calon suaminya. Bukan kakaknya.


"Astaga, La. Kamu mikir nggak sih, apa yang bakal terjadi sama kamu kalo berduaan didalam kamar?". Gaara bertanya lagi dengan gemas. Apa sebegitu polosnya kah Nala, hingga tak bisa tahu apa yang akan terjadi jika laki-laki dan perempuan dewasa berada dalam satu ruangan yang sama.


"Emang aku bakal kenapa bang?? Selama ini semua baik-baik aja kok bang.." Gaara menghela nafas panjang. Terselip perasaan lega mendengar penjelasan Nala jika selama ini tak terjadi hal yang sejak tadi ia pikirkan.


"Tolong nurut sama aku, kamu tidur aja sama Kara nanti malem. Zayn biar aku yang urus".


"Dek..baju aku mana?". Suara Zayn membuat Nala dan Gaara kompak menoleh. Melihat apa yang Zayn kenakan, Gaara segera berdiri didepan Nala untuk menghalangi pandangan gadis itu.


Gaara dibuat kesal dengan kelakuan Zayn. Bagaimana tidak, lelaki itu hanya mengenakan celana pendek hitam tanpa mengenakan atasan alias bertelanjang dada. Menampakkan otot perut yang s*alnya sangat terbentuk bahkan bisa dibilang sempurna.

__ADS_1


"Abang kenapa?". Tanya Nala polos. Ingin rasanya Gaara menutup kedua mata Nala . Namun ia ingat jika dirinya bukan siapa-siapa yang memiliki hak untuk melarang apapun yang Nala lakukan.


"Abang awas..aku mau ambilin baju buat mas Zayn". Ucap Nala yang tubuhnya masih dihalangi oleh Gaara.


Zayn tersenyum tipis melihat wajah Gaara memerah. Pantas saja sahabat baik adiknya itu sangat senang mengerjai Gaara. Ternyata menyenangkan juga membuat Gaara salah paham dan cemburu dengan kedekatannya dan Nala, adiknya.


"Mau baju yang mana? Biar aku saja yang ambil". Gaara masih berdiri kokoh didepan Nala. Masih tak rela Nala melihat Zayn bertelanjang dada seperti saat ini.


"Daripada melihat perutmu itu, lebih baik Nala melihat perutku". Batin Gaara kesal.


"Abang kenapa sih?". Tanya Nala yang bingung dengan kelakuan aneh Gaara. Satu tahun benar-benar sudah membuat Gaara banyak berubah.


Lelaki itu lebih banyak bicara. Lebih cerewet dan tidak malu mengekspresikan dirinya kini.


"Kamu keluar aja sana. Biar Zayn aku yang urus". Dahi Nala berkerut dalam mendengar perintah Gaara.


"Tapi kan mas Zayn itu---"


"Kamu keluar aja dek. Biar Gaara yang siapin baju mas". Zayn cepat memotong ucapan Nala saat tahu jika adik perempuannya itu akan mengungkapkan kebenaran tentang hubungan mereka.


Saat ini belum saatnya Gaara tahu tentang kebenaran hubungan mereka. Zayn masih ingin melihat seberapa besar perjuangan Gaara untuk bisa mendapatkan Nala kembali.


"Bisa kena serangan jantung kamu, kalo ampe tau Nala sering liat aku nggak pake baju begini. Apalagi kalo aku isengin..kayanya seru juga". Batin Zayn tersenyum smirk. Jiwa jahilnya meronta, meminta untuk disalurkan.


"Tapi kan mas.."


"Nggak pake ngebantah ya..Sekarang Nala keluar aja dulu. Biar Gaara yang bantuin mas.." Nala menghela nafas pasrah dengan perintah sang kakak.


"Yaudah, aku ambilin minum dulu aja deh. Mas Zayn mau teh?". Tanya Nala


"Eh nggak jadi..kan nggak boleh teh sama kopi dulu. Aku ambilin air putih dulu deh ya.." Zayn mengangguk. Begitulah adik bungsunya itu. Selalu perhatian dan tahu apapun yang ia butuhkan.


Gaara mendengus kesal melihat interaksi Nala dan Zayn. Ingin rasanya ia segera mendorong Nala keluar agar tidak terus memberi perhatian pada lelaki bernama Zayn ini. Sungguh Gaara tidak suka.


"Dulu kamu selalu perhatian ke aku, La. Sekarang laki-laki ini yang beruntung mendapatkan perhatianmu". Batin Gaara menyesal. Ia benar-benar merindukan semua perhatian Nala.

__ADS_1


Ia juga sangat merindukan masakan gadis itu. Masakan yang dulu selalu memanjakan lidahnya setiap harinya. Kini ia hanya bisa menyesal dengan lambatnya hatinya menyadari betapa penting arti Nala bagi dirinya.


"Titip mas Zayn ya, bang. Makasih sebelumnya, abang". Nala memberikan senyum tulus untuk Gaara. Dan Gaara suka senyum itu, senyuman yang semakin membuat Nala nya terlihat cantik.


Gaara menatap punggung Nala semakin menjauh hingga akhirnya menghilang dibalik pintu.


"Bisakah ambilkan bajuku? Aku sudah kedinginan". Zayn sudah duduk ditepian ranjang. Sejujurnya tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Masih terasa lemas dan kepalanya sedikit pusing.


"Ah ya.." Jawab Gaara tersentak. Ia benar-benar lupa jika ada makhluk lain selain dirinya dan Nala.


Dengan langkah malas, Gaara melihat koper didepannya. Tahu koper mana yang milik Nala, Gaara membuka koper berwarna hitam yang ia yakini milik Zayn.


Mengeluarkan sebuah kaos polos berwarna coklat, Gaara kemudian menyerahkannya pada Zayn yang masih duduk ditepian ranjang.


"Terimakasih, maaf merepotkan". Ucap Zayn tulus dijawab anggukan kepala oleh Gaara.


"Istirahatlah, Zayn. Kau butuh banyak istirahat". Ucap Gaara menatap Zayn yang terlihat memejamkan matanya.


Zayn menurut, ia kemudian membaringkan tubuhnya ke atas kasur empuk itu. Setidaknya ini jauh lebih baik daripada ranjang dirumah sakit.


"Kenapa Nala lama sekali?". Tanya Zayn dengan mata terpejam.


"Cih..menyebalkan sekali. Dia pikir Nala hidup hanya untuk mengurusnya? Dasar laki-laki manja". Cibir Gaara menatap kesal pada Zayn yang terlihat masih memejamkan matanya.


"Kau butuh sesuatu? Katakan saja padaku, biar aku ambilkan". Gaara menawarkan diri. Lebih baik ia yang direpotkan oleh Zayn daripada Nala sering berada dekat dengan Zayn.


"Dia yang menawarkan diri kan? Jadi bukan salahku kalau aku mengerjainya". Batin Zayn dengan sebuah senyum tipis menghiasi bibirnya.


"Sebelum janur kuning melengkung, aku masih punya kesempatan kan? Biar saja aku dibilang perebut pacar orang atau apapun itu. Masa bodoh! Aku sudah memutuskan, aku akan mengejar Nala dan mendapatkan lagi cintanya. Meskipun sulit, aku akan berusaha. Sekalipun harus menyingkirkan dulu laki-laki ini". Gaara menatap Zayn sekilas,


"Maafkan aku Zayn, tapi ternyata aku tidak bisa kehilangan Nala, Terlalu sakit melihatnya peduli dengan lelaki lain. Aku harap akan ada sesuatu keburukanmu, aku akan menemukannya dan membuat Nala tidak lagi peduli padamu". Tekad Gaara bulat, ia akan kembali memperjuangkan seseorang yang menurutnya sangat berarti.


...¥¥¥•••¥¥¥...


Hiyaaa..si abang beneran kebakaran jenggot😂😂😂 santuy bang, itu cuma kakaknya doang. Kasian amat cemburu salah alamat😅🤣

__ADS_1


Holla readers, maapin othor yang menghilang dari peredaran🙏🏻 Ibu tiba-tiba sakit, jadi fokus ke ibu dulu kemaren🙏🏻


Mohon bantuan doanya ya, semoga kanjeng ratu aku segera sembuh🙏🏻🙏🏻biar othornya bisa kembali ke dunia halu bersama kalian😁😅😂


__ADS_2