
"Kamu sayang sama Zayn, La?". Tanya Gaara setelah beberapa saat diam.
"Sayang dong bang..sayang banget. Mas Zayn yang ada pas aku terpuruk selama ini. Jadi gimana mungkin aku nggak sayang sama dia.." Nala kembali tersenyum manis membuat Gaara ikut tersenyum. Jika bersama Zayn, Nala bisa sebahagia itu. Maka dirinya sudah tak lagi boleh egois. Ia hanya perlu memastikan kalau Zayn tidak macam-macam apalagi berani menduakan Nala.
"Kak Melly?". Gumam Nala yang melihat kakak perempuannya berjalan bersama kakak iparnya.
"Kak Melly!!". Teriak Nala sambil melambaikan tangannya pada sosok wanita yang tengah menggendong tubuh mungil keponakannya yang baru berusia beberapa bulan itu.
"Kakak? Beneran kakak?? Aaa..aku kangen". Nala langsung memeluk kakak perempuannya setelah sebelumnya berlari menyongsong kakaknya itu.
Gaara bangkit saat Nala membawa kakaknya bersama seorang lelaki berjalan mendekat ke meja nya.
Sejak tadi ia hanya memperhatikan interaksi antara Nala dan perempuan yang baru ia tahu bernama Melly itu.
"Oh ini..kenalin kak. Ini abang..maksudnya namanya Gaara". Nala memperkenalkan Gaara pada Melly setelah melihat kode mata kakak perempuannya.
"Abang..kenalin, ini kak Melly. Kakak aku.."
"Gaara.." Gaara mengulurkan tangannya, diterima dengan ramah oleh Melly dan suaminya Ivan.
"Melly, kakaknya Nala.." Gaara mengangguk dan beralih pada suami Melly.
"Ivan. Kakak iparnya Nala".
"Gaara.." Keempatnya kemudian duduk setelah saling mengenalkan diri.
"Mas Zayn mana? Kan tadi katanya dia lagi sama kamu pas kakak telpon", Melly membuka suara.
"Pacaran". Sahut Nala kesal membuat Melly menatap bingung.
"Pacaran sama siapa? Nggak usah ngaco deh, pacar aja nggak punya dia mah". Melly tertawa mengejek mengingat kakak lelakinya itu tak pernah dekat dengan wanita manapun.
Sedangkan Gaara menyimak dengan seksama. Dahinya berkerut mendengar percakapan kakak beradik didepannya.
"Kamu salah kali dek.." Ivan ikut bersuara.
__ADS_1
"Nggak salah kak. Tanya aja sama temen aku ini.."
"Iya kan bang. Tadi mas Zayn pergi berdua sama cewek?". Gaara mengangguk polos karena masih bingung.
"Kita cari yuk.." Ajak Melly antusias.
"Kasian anak kakak. Diajak muter-muter cuma buat nyari orang pacaran". Cebik Nala memutar bola matanya.
Gaara semakin tak mengerti dengan keluarga Nala. Jika memang Zayn calon suami Nala, kenapa kakak perempuan Nala justru antusias saat Nala menceritakan perihal Zayn dekat dengan gadis lain. Bukankah harusnya Melly marah atau mungkin mengutuk Zayn dengan kata-kata kasar.
"Kakak penasaran dek..iya kan sayang?". Melly menatap Ivan mencari dukungan. Dan benar saja, Ivan pun mengangguk antusias.
"Papi sama mami pasti seneng banget kalo denger kabar mas Zayn punya pacar". Melly tampak bahagia. Karena sejujurnya ia pun merasa bersalah karena menikah lebih dulu dibanding sang kakak. Jika memang benar kini sang kakak sudah memiliki kekasih, maka ia adalah termasuk orang paling bahagia mendengar kabar itu.
"Seenggaknya kakak nggak akan ngerasa bersalah lagi karena udah ngelewatin mas Zayn dan nikah duluan". Kerutan didahi Gaara semakin terlihat jelas. Otaknya berpikir keras, mencerna setiap kata dan kalimat yang ada dalam percakapan Nala dan kakak perempuannya itu.
"Udah lah kak..itu kan mau nya mas Zayn". Nala menenangkan.
"Memang kenapa kalau kakak perempuannya Nala menikah lebih dulu dibanding Zayn? Apa masalahnya?". Batin Gaara bingung.
"Bukan kenal lagi lah. Dia sahabat baik aku.."
"Tapi aku kesel kak. Mereka nggak ada ngomong apa-apa sama aku. Malah kalo tadi bukan abang yang kasih liat fotonya, aku belum tau". Nala menghela nafas panjang.
"Biarin aja, aku aduin papi sama mami biar cepet dikawinin tuh orang". Imbuhnya lagi dengan semangat.
"Bukannya Zayn calon suami kamu, La? Kamu nggak takut nanti dia malah nikahin perempuan lain kalau papi mami kamu tau?". Kompak Nala dan Melly serta suaminya menatap Gaara dengan tatapan bingung. Masih belum paham dan mengerti apa maksud ucapan Gaara.
"Siapa yang calon suami siapa bang?", Tanya Nala bingung. Berbeda dengan Nala, Melly justru sudah terkekeh dengan suaminya saat memahami maksud ucapan Gaara.
"Kamu..calon istrinya Zayn kan? Cewek yang tadi itu, selingkuhan Zayn kan?", Tanya Gaara lagi menatap Nala intens.
Melly dan suaminya langsung menyemburkan tawanya mendengar pertanyaan polos Gaara. Bagaimana bisa lelaki itu mengira Nala dan Zayn sepasang kekasih. Dan apakah Nala dan Zayn memang tidak pernah bilang jika mereka kakak beradik.
"Abang ngaco ih.." Nala yang sempat terkejut mendengar pertanyaan Gaara akhirnya ikut tergelak.
__ADS_1
"Kok ngaco sih La? Kata santen, dia calon suami kamu kok. Waktu itu juga, waktu Zayn masuk rumah sakit.." Gaara tak melanjutkan ucapannya saat menyadari ada sesuatu yang janggal.
"J-jadi Zayn itu siapa?". Tanya Gaara yang mulai berpikir tentang kebenaran hubungan Nala dan Zayn. Kalau benar apa yang ia pikirkan, apa itu artinya selama ini ia sudah sangat salah paham?
"T-tapi kamu juga waktu itu.." Gaara terlihat bingung sendiri. Sementara Nala dan Melly serta Ivan semakin tergelak melihat wajah bingung Gaara.
"K-kamu juga bilang sayang sama Zayn.." Gaara menatap Nala dalam, kemudian menatap Ivan dan Melly untuk mencari jawaban atas rasa bingungnya.
Gaara lantas menoleh saat pundaknya ditepuk oleh Ivan. Lelaki yang mungkin seumuran dengannya itu tampak berusaha meredakan tawanya.
Sementara Nala dan Melly tampak masih tertawa. Membuat Gaara semakin bingung saja dibuatnya.
"Mana ada adek nggak sayang sama kakaknya. Kamu tuh lucu". Ivan kembali tergelak.
"Lagian dia dapet info dari mana sih dek?", Melly angkat suara setelah bisa sedikit meredam tawanya.
"Santen sachet..!". Geram Gaara dengan suara tertahan. Betapa malu nya kini Gaara, berbulan-bulan lamanya ia salah memahami hubungan Zayn dan Nala.
Demi apapun, Gaara benar-benar mengutuk kelakuan durjana adiknya yang mengerjai dirinya habis-habisan hingga tak bersisa.
"Awas lo santen sachet. Abi lo ama gue". Batin Gaara sambil menahan malu.
Apalagi kini Nala dan Melly serta suaminya masih terus tertawa. Gaara mengusap tengkuknya sambil tersenyum kaku menatap ketiganya bergantian.
"Abang beneran ngira aku calon istrinya mas Zayn?". Tanya Nala menatap Gaara masih dengan tawanya. Bahkan matanya berair karena sejak tadi terus tertawa.
Tawanya semakin pecah saat melihat Gaara mengangguk dengan polosnya.
"Lagian abang percaya aja sama santen". Nala tergelak sambil menyeka air mata diujung matanya.
"Kamu juga nggak jelasin apa-apa ke aku".
...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...
Hollaaaa semua..maafin othor yang sering menghilang dari peredaran🙏🏻🙏🏻 Real life sedang meminta perhatian penuh😅
__ADS_1
Semoga masih selalu menunggu kelanjutan ceritanya. Mari kita tunggu apa yang akan terjadi pada santen sachet nanti😂😂