Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
mengakhiri kesalahpahaman


__ADS_3

Suasana di meja sebuah restoran itu kini terasa kaku dan tegang. Berulang kali Nala menatap wajah Gaara yang terlihat beku, kemudian bergantian menatap sang kakak dan sahabat barunya, Jen.


"Bang.." Panggil Nala yang sudah tidak tahan dengan kesunyian. Ditambah suasana kaku yang tiba-tiba ia rasakan setelah kehadiran Gaara.


"Kayanya dia mau ngobrol, dek. Mas pergi dulu aja ya.." Nala semakin terlihat bingung. Sedangkan Zayn berusaha menahan tawa, sepertinya ia sudah memahami situasi.


"Dia masih belum tahu siapa aku? Astaga". Batin Zayn geli. Bagaimana mungkin pria se cerdas Gaara tidak tahu dan tidak menyadari apa hubungan sebenarnya antara ia dan Nala.


Zayn pun sudah memutuskan untuk tidak memperkeruh suasana dan kesalahpahaman Gaara. Namun ia tidak juga memiliki niatan untuk memberitahu siapa ia. Biarlah waktu yang akan menjawabnya, karena ia yakin jika itu tidak akan lama lagi. Mengingat bagaimana lelaki itu selalu intens menghubungi sang adik beberapa bulan belakangan.


"Loh Jen, kamu mau kemana?". Tanya Nala yang melihat Jen juga bangkit dari duduknya.


"Kak Zayn aja pergi, ya kali aku masih disini. Disini berasa horor, daritadi aku merinding". Jen meraba tengkuknya yang jujur saja terasa dingin. Apalagi setiap melihat tatapan Gaara pada dirinya dan Zayn yang seolah ingin menguliti keduanya hidup-hidup.


"Jangan dong..gimana sih malah pergi semua". Nala tak rela ditinggal berdua dengan Gaara. Ia masih merasa canggung.


"Ke toilet aja bentar kok.." Kilah Jen yang langsung berlari mengejar Zayn.


Suasana semakin hening. Tak ada satupun yang bersuara. Nala yang bingung mau mengatakan apa, dan Gaara yang ragu ingin mengungkap perselingkuhan Zayn dan Jen, sahabat Nala sendiri. Ia takut kenyataan yang akan ia ungkapkan akan membuat Nala sakit hati dan menangis. (Itu kakaknya woii bang..kakaknya si kuman. Selingkuh pala lu😂😂😂)


"La.." Setelah lama diam. Gaara meyakinkan dirinya untuk tetap memberitahu Nala tentang apa yang tadi ia lihat. Biarlah Nala menangis dan bersedih saat ini. Daripada harus menangis dan terhianati terus-menerus. Ia hanya perlu menjadi penawar rasa sakit dari gadis yang ia cintai itu.


"Apa bang?". Tanya Nala menatap Gaara yang terlihat serius.


"Ada yang mau aku omongin.." Nala mengerjap beberapa kali. Jantungnya terpompa lebih cepat memikirkan apa yang akan Gaara sampaikan.


"Ya.." Sahut Nala yang bingung harus mengatakan apa.


"Zayn..." Gaara terdengar ragu hingga membuat Nala mengernyit bingung. Kenapa dengan kakaknya? Bukankah baik-baik saja? Bahkan baru beberapa menit kakaknya itu pergi meninggalkan meja yang kini mereka tempati.


"Mas Zayn? Mas Zayn kenapa bang?". Tanya Nala menatap Gaara intens. Membuat Gaara semakin bingung harus bagaimana caranya menyampaikan kabar yang mungkin akan menghancurkan hati gadisnya itu.


"Ini...(Lebih baik dia lihat sendiri dulu kan. Aku baru akan menenangkannya nanti)". Batin Gaara sembari menyodorkan ponselnya. Layarnya menampakkan sebuah foto yang beberapa waktu lalu ia ambil secara diam-diam.


Nala mengambil ponsel Gaara, mengamati foto tersebut dengan ekspresi wajah yang berubah-ubah. Mulai dari terkejut, wajah terlihat berfikir dan diakhiri dengan sebuah senyuman yang membuat Gaara khawatir.

__ADS_1


Ia mungkin akan lebih tenang jika Nala justru memaki, atau mungkin menangis dihadapannya. Melihat Nala tersenyum justru membuatnya was-was dengan kondisi gadis itu. (Si abang mikirnya Nala gila gara-gara diselingkuhin kali ya mak?😂😅😅).


"Kamu nggak apa-apa, La?". Nala mengangkat wajahnya, menatap Zayn dengan sebuah senyuman. Sungguh bukan ini reaksi Nala yang Gaara pikirkan sejak tadi.


"K-kamu nggak marah sama mereka?". Tanya Gaara ragu. Namun ia terkejut saat melihat Nala justru menggeleng.


"Enggak?". Gaara mencoba memastikan dan Nala menjawab dengan gelengan kepala lagi.


"Awalnya marah sih bang..keseeeel banget". Wajah Nala berubah kesal. Namun tidak ada sedikitpun gurat kesedihan dari wajah ayu nya.


"Tapi bagus lah kalo mas Zayn sama Jen ada hubungan.." Nala kembali tersenyum.


"Apa?! Bagus??!." Gaara yang terkejut bahkan sedikit meninggikan suaranya hingga membuat Nala sedikit terlonjak. Bahkan beberapa pengunjung restoran menatap mereka. Mungkin orang-orang fikir, ia dan Gaara adalah pasangan kekasih yang sedang bertengkar.


"Kamu nggak marah? Nggak sakit hati?? Cemburu?? Atau mungkin pengen ngelakuin sesuatu ke mereka?". Tanya Gaara beruntun membuat dahi Nala berkerut.


Memang apa alasannya ia harus marah? Bukankah bagus jika kakaknya memiliki hubungan dengan seorang gadis? Apalagi gadis itu adalah sahabat Nala sendiri.


"Cemburu? Sakit hati?". Beo Nala membuat Gaara mengangguk cepat.


"Hahahaha..abang lucu deh", Nala justru tertawa.


"Apanya yang lucu?". Tanya Gaara


"Kenapa aku harus cemburu bang. Sakit hati?? Kenapa juga harus sakit hati. Abang aneh-aneh deh ah". Nala masih terus tertawa meski pelan.


"Jen itu sahabat kamu loh, La". Tegas Gaara yang merasa tak terima jika Nala dikhianati oleh calon suami dan sahabatnya.


"Ya justru karna Jen itu sahabat aku bang. Jadi aku udah tau kaya gimana sikap dan sifatnya Jen. Malah bagus dong kalo mas Zayn sama Jen punya hubungan. Aku ikut seneng..jadi nanti aku dirumah mas Zayn ada temannya". Mata Gaara membelalak. Jadi benar, Nala tinggal satu atap dengan Zayn?


"K-kamu beneran tinggal bareng sama Zayn??". Tanya Gaara memastikan dan Nala mengangguk. Rasanya seluruh tulangnya melunak mendengar pengakuan jujur Nala. Kini pikirannya berkelana kemana-mana, tentang segala kemungkinan yang sudah terjadi antara Nala dan Zayn.


Dan mungkinkah karena hal itulah Nala tak marah meski Zayn jelas berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.


"Bang..abang.." Nala berulang kali memanggil Gaara namun lelaki itu tak kunjung merespon.

__ADS_1


"Abang??". Nala menepuk pelan punggung tangan Gaara yang ada diatas meja hingga lelaki itu tersadar dari rasa terkejutnya.


"Abang nggak apa-apa?". Nala menatap dalam mata jernih Nala. Mata yang rupanya sudah mampu menenggelamkan dirinya dan juga hatinya hingga begitu dalam.


"Kamu.." Gaara benar-benar ingin bertanya pada Nala tentang hal apa saja yang sudah ia lakukan bersama Zayn. Namun rasanya itu tak pantas.


"Aku? Aku kenapa bang?". Tanya Nala yang semakin bingung dengan sikap Gaara.


"Sejak kapan kamu tinggal bareng sama Zayn?". Nala tampak berpikir sejenak untuk mengingat berapa lama ia dan sang kakak tinggal bersama.


"Satu tahun lebih bang. Sejak aku ke kota ini". Dada Gaara terasa diremas kuat. Jika sudah satu tahun lebih, apakah itu artinya Nala langsung berpaling pada Zayn sejak kepergian gadis itu dari hidupnya? Lantas apa artinya dirinya bagi Nala?


"Dulu sih mau kost, atau sewa apart sampe lulus kuliah lah. Tapi papi sama mami ngotot minta aku tinggal sama mas Zayn. Yaudah deh, aku nurut aja. Lumayan irit bang, nggak usah keluar uang buat kost". Nala tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya.


Ia sama sekali tak menyadari perubahan wajah Gaara yang membeku dengan rahang mengeras dan tangannya yang terkepal kuat. Betapa lucu mereka, istilah kalo naik angkot mah salah jurusan. Yang satu mau pergi kemana, yang satunya malah naik yang mana😅🤦🏼‍♀️


Dada Gaara terasa sesak, seolah ada bongkahan batu besar yang menghimpitnya. Lelaki tampan itu tersenyum miris, apalagi melihat senyuman Nala. Tidak sadarkah gadis itu, jika semua ucapannya, ceritanya tentang Zayn bagaikan benda tak kasat mata yang mampu menghujam dan menghancurkan hatinya hingga tak tersisa.


Tak jauh dari keduanya, ada Zayn dan Jen yang tengah memantau. Jika dilihat dari wajahnya, sudah dapat Zayn pastikan jika kesalahpahaman antara adiknya dan lelaki yang dicintai adiknya itu masih terus berlanjut.


"Gimana ini kak. Nala udah tau ya kayanya soal kita", Ucap Jen yang juga berdiri disamping Zayn.


"Ini lebih baik Jen. Kita hanya perlu menjelaskan..tidak perlu memulai karena lelaki itu sudah membantu kita". Ucap Zayn membawa tangan sahabat adiknya itu untuk digenggam.


"Nala marah enggak ya kak?". Tanya Jen takut. Ia takut Nala kecewa karena ia memacari kakak tersayangnya.


"Jangan terlalu khawatir Jen. Jika dia marah, sudah pasti dia akan menelponku saat melihat apa yang Gaara tunjukkan. Yang jelas sekarang, kita harus segera membantu mereka mengakhiri kesalahpahaman ini, Jen. Atau semua akan semakin rumit". Zayn menatap lurus pada Gaara dan Nala.


Jen mengangguk, ia sudah tahu apa yang terjadi. Awalnya ia tertawa puas, karena akhirnya sakit hati sahabatnya kini terbalas meski tak sedikitpun Nala sadari. Namun melihat kejadian saat ini, ia sepaham dengan kekasihnya jika kesalahpahaman ini terus berlanjut. Maka bisa dipastikan jika hati sahabatnya itu akan kembali terluka nantinya. Dan Jen tidak mau hal itu terjadi.


Zayn masih fokus menatap ke depan, bibir adiknya masih terus bergerak. Entah apa yang dibicarakan, dan lelaki didepannya hanya diam dan mendengarkan dengan wajah penuh kekecewaan.


...¥¥¥¥¥•••••¥¥¥¥¥...


Alamaaak..si abang beneran ya. Mau ditaruh dimana itu muka nanti bang kalo udah tau semua😂😂😂

__ADS_1


Maapin othor yang agak kejam ke abang ganteng ya..abis masih rada dendam ama kelakuan si kang gara-gara dulu sih🤭


Tenang bang..othor mah sayang abang Gaara. Part abis ini, dikasih tau deh kalo si kuman ama mamas Zayn cuma kakak adek. Kasian lama-lama salah paham takutnya nekat gantung diri lagi nanti😅


__ADS_2