Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
usir saja dia


__ADS_3

"Disini aja bang.." Alis Gaara berkerut saat Nala memintanya menghentikan mobil. Padahal jaraknya masih cukup jauh dari rumah gadis itu.


"Bukan kaya yang abang pikirin". Nala seolah tahu apa yang sedang dipikirkan lelaki itu.


"Muka abang lagi kaya gini". Nala membelai lembut pipi Gaara yang terlihat membiru.


"Aku nggak mau papi sama mami malah mikir yang enggak-enggak". Belaian di pipinya benar-benar menenangkan. Hatinya terasa begitu damai seolah Nala sudah menjadi miliknya seutuhnya.


cup..


Sebuah kecupan lembut yang lama mendarat tepat dipipi Gaara. Membuat lelaki itu terhenyak sesaat sebelum menikmati kecupan lembut itu.


"Makasih bang..aku pulang dulu ya". Gaara masih ada didunia fantasinya. Kecupan yang tak terlalu lama itu memberikan dampak besar bagi Gaara.


Ia baru tersadar saat Nala menutup kembali pintu mobilnya. Ia meraba dada nya, merasakan jantungnya berdebar dengan begitu kencangnya.


"Aku nggak akan sia-siain kesempatan ini, La. Nggak akan pernah". Gumam Gaara dengan tangan masih didada dan sebuah senyum yang merekah sempurna di bibirnya.


Gaara terus menatap punggung Nala yang semakin menjauh. Senyuman tak surut dari bibirnya meski kini tubuh Nala sudah menghilang dibalik gerbang tinggi rumahnya.


Senyuman Gaara semakin melebar saat Nala kembali muncul dan melambaikan tangan kearah nya dengan senyuman manis.


Jantungnya terasa tertabrak sesuatu yang membuat kinerjanya semakin meningkat. Dirinya jatuh cinta untuk kedua kalinya pada gadis itu. Gadis yang dulu diabaikannya, gadis yang memperjuangkan cinta. Gadis yang tanpa ia sadari telah menjadi pemilik hatinya. Gaara kembali jatuh cinta pada gadis bernama Anala itu. Dan kini perasaannya semakin membesar hingga tak mampu lagi ia bendung.


"Kamu milikku Anala. Selamanya". Gumam Gaara.


"Tidak akan aku biarkan siapapun mengganggumu. Siapapun". Gaara membulatkan tekadnya. Bagaimanapun caranya, ia akan memiliki Nala. Bahkan jika nantinya kedua orang tua Nala menolaknya sekalipun. Ia akan tetap maju.


"Haikal..awas aja lo kalo ganggu calon bini gue lagi. Gue pepes lo". Wajah Gaara yang penuh senyum berubah serius. Mengingat nama lelaki itu sungguh membuatnya kesal.


Setelah memastikan Nala masuk kedalam rumahnya, Gaara mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediaman gadis pujaannya.


Sementara di sebuah kantor, Nick tampak kesal karena seseorang yang terus menanyakan keberadaan bos nya.


"Nick, Gaara nggak balik lagi ke kantor?". Nick berdecak kesal. Dirinya sudah lelah dengan semua rencana yang ia susun dengan Kara. Ia kembali ke kantor hanya untuk mengambil beberapa berkas dan barang miliknya serta Gaara yang tertinggal.


Tak menyangka wanita menyebalkan yang selalu ia anggap musuh itu melihatnya. Padahal dirinya sudah seperti maling saat tadi memasuki kantor.


"Ini masih kantor! Jaga sopan santun lo!". Sinis Nick. Namun tak berpengaruh apapun pada wanita yang masih berdiri didepannya.


"Gaara dimana Nick? Dia ada meeting lagi?". Semakin kesal saja Nick pada perempuan itu. Nick masih tak habis pikir mengapa bos nya itu tidak memecat wanita menyebalkan itu saja.

__ADS_1


"Bukan urusan lo!". Sentak Nick yang sudah benar-benar muak.


"Gue cuma nanya dimana Gaara. Susahnya apa sih tinggal jawab". Pekik wanita itu membuat Nick mendengus.


"Susah!! Ngomong ama lo kaya gini aja udah haram harusnya buat gue!!". Nick tak kalah tajam membalas setiap pertanyaan gadis itu.


"Lo kenapa sih benci banget sama gue?". Nick melirik sinis wanita menyebalkan itu. Apa memang urat malu nya sudah putus atau bagaimana?


"Kayanya lo punya banyak kaca dirumah. Banyak-banyak berkaca deh lo. Kenapa gue benci--"


"Bukan. Gue bukan benci. Gue jijik ama perempuan modelan elo". Nick menatap jijik wanita didepannya itu.


"Gue ini---"


"Apa?? Lo mau bilang kalo elo calon istrinya bos? Kalo elo udah jadi istrinya, orang pertama yang lo depak keluar dari sini itu pasti gue??? Ngimpi aja lo ampe ayam beranak". Tak ingin membuang waktu lebih lama, dan menguras tenaga lebih banyak. Nick memilih meninggalkan wanita yang wajahnya memerah lantaran kesal itu.


"Awas lo ya Nick!!!". Teriak wanita itu.


"Oh satu lagi. Kalaupun si bos khilaf terus mau ama perempuan sinting kaya elo. Jangan ngarep ada yang mau nerima elo di keluarganya!!!". Tegas Nick dengan sesungging senyum miring.


"Lo----"


"Ada yang lupa lagi. Pak Gaara bentar lagi bakal nikah. Dan itu jelas bukan sama elo. Bye!!!". Dengan menyunggingkan senyum penuh kemenangan, Nick meninggalkan wanita yang terlihat memaki dan mengumpatnya itu.


----


Beberapa hari berlalu setelah kejadian Gaara dan Haikal bertarung. Hubungan Gaara dan Nala pun semakin dekat. Bahkan beberapa kali Gaara sudah berkunjung ke rumah Nala.


Awalnya, mami Nala sedikit ketus padanya. Maklum saja, mami Nita masih ingat bagaimana terlukanya Nala karna Gaara.


Namun melihat tekad dan kegigihan Gaara, apalagi melihat bagaimana senyum putrinya saat bersama Gaara, itu membuat mami Nita lambat laun mulai luluh.


Pagi ini kediaman Nala kedatangan seseorang. Mami Nita menyambutnya ramah dan mempersilahkannya duduk.


"La, ada yang nunggu tuh". Nala yang sedang mematut dirinya didepan cermin langsung tersenyum.


"Padahal bilang nggak bisa jemput..tapi tau-tau dateng". Gumam Nala yang menyambar tasnya dan segera berlari keluar.


Mami Nita yang melihat Nala berlari keluar kamar bahkan menuruni tangga dengan cepat hanya bisa menggeleng pelan.


"Dasar anak muda. Kalo udah jatuh cinta lupa segala, yang dipikirin cuma dia aja terus. Ampe nggak nanya siapa tamu nya.." Gumam mami Nita yang tengah membuatkan minuman untuk tamunya.

__ADS_1


Namun saat sampai diruang tamu, senyum Nala surut. Berubah dengan wajah kesal cenderung emosi.


Sementara tamu yang datang berkunjung tampak bangkit dari duduknya dengan sebuah senyum merekah.


"Pagi La..." Sapa si tamu yang tak digubris oleh Nala.


"Mau ngapain lagi anda kesini?!". Sengit Nala menatap galak lelaki didepannya. Lelaki yang tak lain adalah Haikal. Lelaki yang sangat ingin ia hindari.


"Loh kok malah pada diem-dieman sih. Tamunya suruh duduk dong La.." Belum sempat Haikal menjawab, mami Nita sudah kembali dengan nampan berisi minuman.


"Diminum Haikal.."Haikal tersenyum pada mami Nita.


"Makasih tante. Maaf jadi merepotkan". Nita tersenyum.


"Merepotkan apa sih. Kamu udah kaya anak tante sendiri". Haikal semakin melebarkan senyumnya, sementara Nala memutar bola matanya. Jengah dengan tingkah laku Haikal.


"Tante tinggal ya.." Haikal mengangguk.


"La, temeni Haikal ngobrol ya". Nala menoleh cepat. Ia melirik Haikal yang terlihat tersenyum penuh maksud.


"Aku ada kelas pagi. Mami aja yang nemeni dia". Nala tak menutupi sikap tak sukanya terhadap kehadiran Haikal.


Sementara Haikal nampak terhenyak, tak percaya jika Nala akan menunjukkan sikap benci pada dirinya saat ada orang tua gadis itu.


"Loh kok gitu..temenin sebentar kan gak apa-apa". Mami Nita menatap Nala seolah memperingatkan gadis itu untuk menjaga sikap.


"Nala pergi dulu mi. Keburu siang, nanti telat". Nala mencium punggung sang ibu dan berlalu keluar tanpa menganggap Haikal.


"Kalo mami sibuk, usir saja dia". Mami Nita melotot mendengar ucapan Nala. Tak percaya putrinya akan berkata kasar seperti itu pada sahabat kakaknya.


Sama seperti mami Nita. Haikal tak bisa menutupi rasa terkejutnya melihat dan mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Nala.


...¥¥¥¥•••¥¥¥¥...


Siapa nih yang mau bantuin ngusir si Haikal?? Sini yu ah kumpul..kita gotong royong lempar itu laki ke jurang😤😤


Nah loh kan, gara-gara kesel ama itu Haikal jadi kebablasan nulisnya😌


hayoloh pada tanggung jawab ini aku nulis mulu. Tadi pada minta loh ya, kalo ueek kebanyakan baca ceritanya aku nggak tanggung jawab yaaa🤗😅


Selamat menikmati readers..

__ADS_1


Sarange sekebon jagung😂🥰🥰🥰💐💐💋


__ADS_2