Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
travelling


__ADS_3

Nala masih terdiam. Setiap kalimat Nia hingga kini masih terngiang jelas ditelinganya. Bahkan setelah perempuan bernama Nia itu tak ada lagi dihadapannya, kalimatnya terus berputar hingga membuatnya pusing.


"Maafkan aku. Aku terlalu cemburu dan mengira jika kamu menggoda mas Haikal. Aku gelap mata dan membuat fitnah itu untuk menghancurkanmu. Sekali lagi aku minta maaf, La".


"Aku tidak mengira mas Haikal akan tega menghianati aku. Aku kira selama ini kami baik-baik saja. Sampai aku membaca pesan yang dia kirimkan padamu. Pesan yang berisi pernyataan cintanya padamu. Gadis yang aku anggap seperti adik sendiri. Rasanya aku tidak ingin percaya. Tapi perubahan sikap mas Haikal membuatku dipaksa percaya. Aku benar-benar minta maaf padamu. Aku benar-benar menyesal La..tolong maafkan aku". Seperti kaset rusak, kalimat itu terus berputar diotak Nala.


"Dari dulu sudah aku katakan. Boleh jadi orang baik, bo doh jangan". Nala langsung melirik cepat lelaki tampan yang tengah menyeruput teh nya tanpa rasa bersalah setelah ucapan pedasnya.


Bisa-bisanya mulut pedas lelaki itu tak mengenal situasi. Setidaknya biarkan dirinya tenang dulu. Mengapa tetap melancarkan jurus maut dari bibir menyebalkan itu.


Sementara Jen dan Zayn hanya saling lirik dan tersenyum dalam diam. Sejak dulu Nala memang terlalu baik pada orang. Sering mengabaikan hal-hal yang sebenarnya patut diwaspadai hanya karena terlalu baik.


"Aku nggak bo doh bang". Ketus Nala dengan wajah cemberut.


"Lalu apa? Hanya orang bo doh yang tidak tahu kalau dirinya menjadi korban. Masih bisa-bisanya bersikap baik pada penjahat saat sudah ku beritahu siapa pelaku yang menyebabkan kekacauan itu". Sinis Gaara tak mau kalah. Kadang ia gemas sendiri dengan kepolosan Nala. Entah polos atau memang benar-benar bo doh.


"Abang ngajak gelut?". Nala sudah berdiri sambil berkacak pinggang didepan Gaara.


Zayn menggenggam tangan Jen, tanpa bersuara ia menarik tangan kekasihnya pergi dari sana. Dua mahkluk yang sama-sama keras kepala itu perlu ruang untuk menyelesaikan masalah mereka.


"Lagi seru kak. Kok malah pergi sih. Aku tuh gemes liat mereka ribut kaya tadi". Gerutu Jen yang sejujurnya tengah menikmati perdebatan Gaara dan Nala.


"Nanti kita yang kena imbasnya kalo tetep disana". Zayn terus berjalan sambil menarik tangan Jen.


Sedangkan Nick, sejak Gaara mengatakan bo doh. Lelaki itu adalah orang pertama yang melarikan diri dari ruangan itu. Sudah bisa ia pastikan jika ia tetap berada didalam ruangan itu, si bos dan pawangnya akan membuatnya kesulitan. Memang asisten durjana si Nick itu😌


Kini didalam ruangan yang cukup luas itu tinggal Gaara dan Nala. Bahkan rencana Gaara untuk kembali ke hotel ia lupakan karena kedatangan Nia yang diluar prediksinya.


"Dari dulu aku udah bilang kan. Jangan terlalu baik dan ramah sama orang. Orang akan salah paham sama semua sikap kamu. Kamu lihat sekarang contohnya si kutukupret itu". Kini Gaara ikut berdiri hingga keduanya berdiri berhadapan. Benar-benar tak ada yang mau mengalah.

__ADS_1


"Aku cuma berusaha menjadi orang baik. Menghindari masalah yang mungkin timbul kalau aku bersikap nggak baik, bang". Sanggah Nala tak mau disudutkan.


"Tapi kamu lihat? Karena kebaikan dan keramahan kamu itu, kamu terjebak dalam situasi yang bisa bikin kamu hancur". Bukan tanpa alasan Gaara tak mau mengalah kali ini. Jika Nala tak disadarkan sekarang, tidak menutup kemungkinan hal seperti ini akan terjadi lagi.


"Nggak semua orang dibaikin malah ngelunjak. Jadi apa salahnya jadi orang baik". Wajah Nala semakin memberengut. Tangannya masih berada dipinggang seolah menantang Gaara untuk berdebat lebih lama dengannya.


"Tidak ada salahnya jadi orang baik. Tapi jadi bo doh dan ceroboh itu sebuah kesalahan besar". Tegas Gaara yang membuat mata Nala melebar. Tak terima untuk kesekian kali nya disebut bo doh. Masih kurang-kurangnya ditambah ceroboh pula.


"Abang ngatain aku bo doh???", Tanya Nala tak terima dan melangkah maju mendekat.


Sementara Gaara dengan santai mengendikkan bahunya, hingga membuat Nala bertambah kesal saja karena merasa diabaikan.


"Aku nggak bo doh ya bang! Apalagi ceroboh! Aku cuma lagi nggak beruntung". Ucap Nala yakin membuat sebelah bibir Gaara terangkat dan membentuk senyum miring.


Dengan gerakan cepat Gaara mendekatkan wajahnya pada Nala hingga membuat Nala reflek mundur karena terkejut dengan pergerakan Gaara. Dan karena kecerobohan gadis itu. Kakinya saling membelit dan mengakibatkan ia kehilangan keseimbangan.


Untung saja ada lengan kokoh Gaara yang menahan tubuh Nala hingga gadis itu tak terjatuh ke lantai.


Jarak wajah keduanya yang begitu dekat, membuat Nala bahkan bisa merasakan detak jantung Gaara yang seolah seirama dengan jantungnya yang berdetak cepat.


Dalam keadaan keduanya yang seperti ini, terdengar hentakan kaki beradu dengan lantai. Hingga kemudian terdengar bunyi benda terjatuh yang cukup kuat.


Masih dengan posisi menopang tubuh Nala. Baik Gaara maupun Nala menoleh ke arah pintu, dimana sumber suara itu berasal.


Nala terlihat membelalakkan mata, sedangkan Gaara menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyuman sinis. Rupanya masih punya nyali juga manusia kadal itu menampakkan batang hidung dihadapannya.


"P-pak Haikal.." Gumam Nala dengan suara bergetar. Tak percaya jika lelaki itu masih bisa datang kerumah kakaknya setelah apa yang terjadi.


Haikal yang sama terkejutnya seperti Nala tampak berusaha menguasai diri. Dirinya jelas masih diliputi amarah, terlihat dari tangan yang terkepal kuat dan rahang yang mengeras.

__ADS_1


Apalagi saat ini ia melihat jelas Nala berada dalam rengkuhan Gaara, dan dengan posisi yang sangat intim.


Perlahan Gaara menegakkan tubuhnya tanpa melepaskan belitan tangannya dipinggang Nala. Ia bahkan mengeratkan belitan tangannya dipinggang Nala hingga tubuh keduanya berdiri rapat bersisian. Tangan kanan Gaara senantiasa memeluk posesif pinggang Nala, sementara tangan kirinya ia masukkan ke dalam saku celananya. Terlihat sangat santai namun mampu membuat Haikal terbakar api cemburu. Apalagi melihat bagaimana Gaara tersenyum. Benar-benar terlihat menyebalkan di mata Haikal.


"Ada kepentingan apa lagi anda kesini?". Gaara membuka suara, memutus kontak mata antara Nala dan Haikal.


Gaara menatap sekeliling, tak ada siapapun kecuali mereka bertiga. Bahkan asistennya pun sudah tak terlihat walau hanya sekedar bayangannya.


"Dasar asisten laknat. Bisa-bisanya bos nya ditinggalin tanpa pamit". Batin Gaara ketika mengingat semua kelakuan Nick yang kadang juga membuatnya pusing.


"Aku ada keperluan dengan Nala. Aku ingin bicara dengannya". Haikal terus menatap Nala yang kini justru menatap wajah Gaara yang terlihat mengeras.


Nala memejamkan matanya sesaat. Mengumpulkan keberanian dan kemudian memeluk perut rata pria yang masih merengkuhnya. Sudah terlanjur basah, lebih baik nyemplung sekalian. Pikir Nala.


Gaara terlihat sedikit kaget dengan pelukan Nala. Ia reflek menoleh pada Nala yang terlihat tersenyum manis padanya. Matanya tertuju pada bibir Nala yang terlihat menggoda.


"Haish..otak gue traveling mulu". Gerutu Gaara yang mengutuk otaknya sendiri. Bisa-bisanya otaknya itu berfikir kemana-mana saat kondisi tengah panas begini.


"Kamu masih ada keperluan sama laki-laki itu?". Gaara membelai wajah Nala hingga membuat Nala memejamkan matanya.


"La, aku mau bicara sama kamu". Haikal tak tahan lagi melihat kemesraan Nala dan Gaara. Ia benar-benar ingin memisahkan dua makhluk yang terus menempel itu.


...¥¥¥•••¥¥¥...


Good pagi selamat morning readers terzeyeng😁💋💋💋 Sehat-sehat semua ya readers..alhamdulillah othor udah mulai pulih, dikasih vitamin pagi biar semangat buat readers semua☺️☺️


Dilanjut nanti lagi ya..


Simpen tenaga sama otak biar nggak dikatain bo doh plus ceroboh ama si kang gara-gara😂😂

__ADS_1


Happy reading🥰🥰


__ADS_2