Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
sesi baku hantam


__ADS_3

Nick menghela nafas panjang. Ternyata perjuangannya masih belum usai. Ia pikir, setelah si pawang sakti ia pindahkan, dirinya akan terbebas dari tugas menguntit. Namun rupanya semua tak sesuai harapannya


"Kenapa tidak didatangi saja sih bos". Keluh Nick membuat Gaara melirik sebal.


"Kamu masih mau kerja nggak? Udah nggak butuh kerjaan?". Sungut Gaara membuat Nick mendengus pelan.


"Dasar bos nggak ada akhlak. Capek-capek gue bikin itu pawang balik kesini, tetep aja kerjaannya ngikutin itu pawang". Umpat Nick


"Jangan mengumpatku, Nick". Nick memaksakan senyumnya. Sepertinya, selain menjadi bos tak ada akhlak, lelaki yang berjalan tenang didepannya ini juga seorang cenayang.


"Mana berani saya bos". Gaara mencebikkan bibirnya.


"Jangankan hanya mengumpat dalam hati, ngerjain saya aja kamu lakuin". Nick kembali memaksakan senyumnya. Cukup menyesal karena tak sejak awal bilang jika ia memaksa Nala pindah.


"Saya cuma mau bantu anda bos". Gaara berdecak tak percaya.


"Jadi anda tidak perlu lelah bolak-balik dengan alasan bertemu klien". Sindir Nick yang membuat Gaara mendengus dan mengacuhkan Nick.


Keduanya kembali berjalan dengan tenang. Memantau kegiatan kedua gadis yang terlihat asyik itu. Keduanya naik ke lantai paling atas. Bisa Gaara tebak jika mereka berdua hendak menonton film.


"Cepat ikuti Kara. Beli tiket yang sama dan pastikan tidak ada yang duduk disamping mereka". Meskipun kesal, Nick tetap melaksanakan perintah Gaara yang sebenarnya tak masuk akal itu.


"Dasar gendheng. Dia yang jadi bucin kok gue yang repot sih". Keluh Nick yang tengah memikirkan cara untuk bisa mengetahui dimana kedua gadis itu duduk nantinya. Benar-benar merepotkan.


Untung saja wajah Nick tampan. Meskipun dengan sedikit paksaan dan tentunya dengan mengeluarkan sedikit uang bos nya. Nick berhasil mengetahui film apa yang ditonton para gadis itu dan dimana letak tempat duduknya.


Sesuai permintaan yang mulia raja menyebalkan itu, tak tanggung-tanggung, Nick juga membeli masing-masing dua kursi disamping Nala dan dua kursi disamping Kara. Ia tak mau si bos rewelnya itu kembali protes.


"Bagus. Nanti saya kasih bonus". Mendengar kata bonus membuat Nick menyunggingkan senyum tipis. Bos nya tak pernah main-main jika memberikan bonus. Nominalnya pun bisa dibilang besar bahkan kadang melampaui gajinya.


"Sering-sering aja deh kaga apa-apa. Udah deket ini". Batin Nick girang.


Film yang Nala dan Kara tonton bergenre horor. Gaara hanya menggeleng pelan saat melihat keduanya asyik menutup mata dan berteriak.


"Buat apa nonton kalo akhirnya banyak meremnya daripada nontonnya". Gumam Gaara yang merasa heran dengan kelakuan kembar beda rahim itu.


"Baru tahu ya bos kalo mereka aneh". Bisik Nick membuat Gaara mau tak mau terkekeh pelan. Memang benar apa yang Nick katakan, namun begitu entah bagaimana Gaara bisa jatuh hati kepada gadis aneh itu.

__ADS_1


"Jaketnya siniin dikit. Mata aku nggak ketutup rapet ini". Nala dan Kara sibuk berebut jaket yang Nala bawa untuk menutup wajah mereka.


"Jangan tarik-tarik. Aku juga takut". Kara juga menarik jaket Nala.


"Kan udah dibilang. Jangan film horor. Udah tau penakut". Keluh Nala yang terus bersembunyi dibalik jaket. Membuat Gaara dan Nick tak bisa menyembunyikan senyum gelinya. Ada-ada saja kelakuan si santen dan si kuman ini.


"Lagian kamu aneh sih Ra. Ama preman nggak takut masa nonton beginian takut sih". Sungut Nala.


"Preman bisa dipukul, La. Kalo setan gimana cara nghajarnya". Keduanya lantas berteriak kencang saat membuka jaket dan tepat dilayar besar didepan sana menampakkan sesosok hantu dengan wajah yang teramat menyeramkan.


"Udah dibilang jangan dibuka", Sengit Kara


"Yang buka tuh kamu. Gimana sih malah ngomel". Dan sepanjang film berlangsung, bukan film horor yang Gaara dan Nick tonton. Melainkan dua gadis aneh yang bisa membuat kedua lelaki itu beberapa kali harus mati-matian menahan tawa mereka.


Gaara benar-benar tak memahami adiknya dan gadis kesayangannya itu. Untuk apa menonton yang jelas mereka tak suka. Memang dasar gadis-gadis aneh.


Lampu dalam ruangan bioskop menyala, menandakan film telah usai. Kedua gadis yang sedari tadi sibuk bersembunyi dan berteriak itu menghela nafas lega.


"Udah kelar.." Ucap Kara disambut anggukan kepala oleh Nala.


"Iya..serem banget". Timpal Nala membuat Gaara tersenyum geli.


Gaara masih berdiam ditempat duduknya. Menunggu Nala dan Kara keluar lebih dulu dan ia akan mengikutinya.


"Belanja yuk. Kasihan kartu saktinya papi kalo dianggurin". Ajak Nala yang disambut Kara dengan antusias.


Gaara segera bangkit saat Nala dan Kara mulai berjalan keluar bioskop. Dan Nick, sebagai asisten paling setia jelas ia mengekori Gaara.


Hampir saja Nick mengumpat saat Gaara tiba-tiba menghentikan langkahnya. Membuat Nick yang berjalan dibelakangnya hampir menabrak punggung kokoh bos nya itu.


Nick kembali mengatupkan bibirnya saat melihat lurus kedepan. Melihat apa yang sedang bosnya lihat.


Nick menghela nafas panjang. Mengumpat habis-habisan sosok didepan sana yang membuat mood bos nya kembali hancur. Bisa ia pastikan, setelah ini sudah pasti dirinya akan dibuat kerepotan oleh si bos.


"Lama-lama gue potekin juga deh kaki tu orang biar nggak keluyuran. Kaga ada kapok-kapoknya". Umpat Nick sambil memijat pelan pelipisnya.


Sementara tak jauh dari Gaara berdiri. Saat ini Nala tengah menatap tak percaya pada sesosok lelaki yang berdiri tegap didepannya. Kara bahkan sampai bingung melihat Nala yang hanya mematung.

__ADS_1


"Hai..La". Nala segera tersadar saat seseorang yang tak lain adalah Haikal itu menyapanya.


"Ayo Ra.." Ajak Nala menarik pelan tangan Kara. Namun langkahnya terhenti karena Haikal menghadangnya.


"Kita perlu bicara, La". Haikal hendak menyentuh Nala. Namun dengan cepat Nala tepis.


"Siapa sih La?". Bisik Kara yang penasaran. Pasalnya ia tak mengetahui cerita tentang Nala dan Haikal. Tak seorangpun memberitahunya.


"Lepas!!". Ucap Nala saat Haikal memaksa mencekal tangannya.


"Nggak akan. Sampai kapanpun aku nggak akan lepasin kamu". Haikal bersikeras dengan keinginannya.


Kara yang melihat Nala tak nyaman berusaha meminta Haikal melepas temannya secara baik-baik.


"Pak, mas atau siapa aja lah. Temen saya nggak mau ngomong sama situ. Jadi tolong lepasin". Pinta Kara sopan meski sejujurnya ia ingin menendang lelaki itu.


"Saya ada keperluan dengan Nala. Bisa tinggalkan kami sebentar?". Kara yang baru membuka mulutnya tak mengeluarkan suara saat tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatiannya.


"Lepaskan calon istri saya!!!!". Suara menggelegar itu membuat semua orang menatap pada sosok lelaki yang berjalan cepat menghampiri Nala dan Haikal.


"Abang..." Gumam Nala dan Kara kompak.


Setelah sampai didepan Haikal dan Nala, Gaara melepaskan paksa tangan Haikal dari lengan Nala. Menghempaskan dengan kasar tangan kurangajar yang berani menyentuh gadisnya itu. Dan menyembunyikan Nala dibalik tubuh tingginya.


"Abang!!!!". Teriak Nala yang terkejut saat Gaara memberikan sebuah pukulan keras ke wajah Haikal. Nala membekap mulutnya dengan kedua tangan saat Gaara kembali memukul Haikal.


Sementara Kara yang awalnya terkejut setengah mati itu kini terlihat menikmati sesi baku hantam. Sudah lama ia tak melihat kakak lelakinya itu menghajar orang, sangat seru.


Nala berteriak histeris karena Haikal kini membalas pukulan Gaara. Hingga kedua lelaki itu terlibat pertarungan sengit. Tak ada tanda-tanda jika salah satunya mau mengalah.


...¥¥¥•••¥¥¥...


Lah beneran disusulin ama kadal buntung kutukupret😪🤦🏼‍♀️


Yaaah, babak belur lagi dah itu orang berdua. Hobi banget gelut ya😂😂😅


Tapi aku seneng liat yang gelut begitu. Hajar aja bang ampe bonyok. Jangan biarin itu kutukupret ganggu kuman lagi. Semangat bang💪🏻💪🏻💪🏻🤣

__ADS_1


Double up nih..


Jangan lupa dukungannya yeee makemak manteman semuaaa. Happy reading💐💐💋🥰


__ADS_2