Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
kepergok


__ADS_3

Saat ini Nala tengah berkutat didapur apartemen Gaara dengan bahan seadanya. Sementara Gaara yang baru selesai membersihkan diri tengah menatap punggung gadis pujaannya.


"Cantik.." Gumam Gaara sambil tersenyum. Sakit dan perih di wajahnya pun berangsur menghilang apalagi saat ini Nala ada didepannya.


"Masak apa, sayang?", Gaara meletakkan dagunya dipundak Nala hingga gadis itu terhenyak dan membeku sesaat.


Panggilan 'sayang' yang keluar dari bibir seksi itu bak buku perindu yang mampu membuat tubuh Nala meremang. Bahagia bercampur takut.


"Awas bang. Nanti masakan aku gosong". Nala menggerakkan bahunya agar Gaara menyingkir. Namun bukannya menyingkir, lelaki itu justru mengeratkan pelukannya dan menyusupkan kepalanya dileher Nala.


"Wangi kamu enak banget". Nala memejamkan matanya rapat. Gaara benar-benar menguji imannya dengan segala tingkah lakunya itu.


"Abang awas ih. Aku susah geraknya". Bukan melepaskan, Gaara justru membalikkan tubuh Nala dan sebelah tangannya bergerak mematikan kompor.


"Jangan macem-macem ya bang". Nala mengangkat spatulla yang masih ada didalam genggamannya.


Sontak Gaara melepaskan belitan tangannya dan mundur satu langkah. Tak menyangka Nala benar-benar menolak semua perlakuan manisnya. Sejujurnya ia berharap bisa kembali menikmati bibir mungil itu.


"Duduk yang bener disana dan jangan ganggu". Nala mengacungkan spatulla nya dengan wajah dibuat segalak mungkin.


"Gila, galak banget sih sekarang". Gumam Gaara yang memilih mengikuti perintah Nala daripada gadis itu pergi dari apartemennya.


Nala kembali menyalakan kompor, menyelesaikan masakannya yang sempat tertunda akibat ulah Gaara.


Dengan cekatan Nala menyiapkan masakannya. Menatanya diatas meja dan mengambilkan piring Gaara lalu mengisinya dengan nasi dan lauk pauk.


"Maaf cuma masak ini. Dikulkas abang nggak ada persediaan yang lain", Ucap Nala saat mengambilkan nasi untuk Gaara dan sepotong ayam goreng dengan sambal dan lalapan.


"Segini juga udah nikmat banget". Gaara hanya fokus pada wajah Nala. Ia menikmati saat-saat dekat dengan Nala seperti ini.


Baru Gaara sadari, ternyata selama ini hatinya memang sudah terpaut dengan gadis cantik penuh perhatian yang ada didepannya ini. Jika mengingat bagaimana dulu ia memperlakukan Nala, sungguh Gaara menyesal. Namun menyesal pun tidak akan mengembalikan semua yang sudah terjadi.


"I love you.." Nala menghentikan gerakannya mengambil lauk saat mendengar Gaara tiba-tiba mengatakan i love you.


Jantungnya dipaksa bekerja dua kali lebih cepat hanya karna bibir seksi itu mengucapkan kata sakral itu.


"Jangan lemah, jangan lemah! Kalo lo nggak mau sakit hati lagi, jangan pernah anggep serius". Batin Nala mengingatkan dirinya.


"Makan bang.." Nala menyerahkan piring pada Gaara.

__ADS_1


"Love you.." Lagi, Gaara mengucapkannya dengan mata fokus pada Nala.


Tanpa membalas ucapan Gaara, Nala duduk dan mengambil makan untuk dirinya dan mulai menikmati makanan dipiringnya. Bukan ia tak berdebar dan terkejut dengan ucapan Gaara. Namun ia lebih memilih menjaga hatinya agar tidak kembali terluka karena sebuah harapan.


Sementara disebrangnya, Nala mendengar Gaata menghela nafas panjang. Ia melirik sekilas dan lelaki itu mulai menyentuh makanan dipiringnya.


Sudut bibir Nala terangkat sedikit hingga membentuk sebuah senyum tipis. Hatinya bahagia melihat Gaara begitu lahap dan menikmati makanan yang ia masak.


Selesai makan, Nala membereskan meja makan. Gaara tak tinggal diam. lelaki itu ikut membantu membereskan piring bekas makan mereka. Lelaki itu bahkan tak ragu untuk mencuci piring dan peralatan masak yang belum sempat Nala cuci.


"Biar aku aja bang. Abang duduk aja". Gaara menggeleng dan menatap Nala dengan senyumannya.


"Ini nggak berat sayang. Abang bisa bantu". Antara bahagia dan juga kesal. Mengapa begitu ringan bibir lelaki itu memanggilnya sayang. Tak tahukah ia jika dampaknya sangat besar bagi kinerja jantungnya? Nala terus menggerutu dalam hatinya.


Melihat Gaara yang belum selesai mencuci peralatan makan dan masak. Nala berinisiatif membereskan ruang tamu Gaara yang terlihat sedikit berantakan. Bibirnya menyunggingkan sebuah senyum kepuasan melihat ruangan yang sudah kembali rapi.


"Kita udah cocok bangun rumah tangga ya sayang". Hari ini jantung Nala benar-benar diuji dengan kelakuan Gaara.


Lelaki itu sudah kembali mendekap tubuhnya dari belakang dan kembali meletakkan kepalanya dipundaknya. Benar-benar menguji jantung dan juga imannya.


"Mana ada rumah tangga. Ngaco". Cibir Nala yang sebenarnya membohongi hatinya. Bagaimana mungkin ia tak bahagia mendengar ucapan Gaara. Sementara lelaki itu masih memegang tahta tertinggi dihatinya.


"Liat mata abang, La". Gaara membalikkan tubuh Nala. Memegang kedua lengan gadis itu dan memaksanya menatap dirinya.


"Abang apaan sih". Nala berusaha melepaskan diri namun kini Gaara justru menangkup kedua pipinya. Mau tak mau akhirnya Nala harus menatap Gaara.


"Liat abang, sayang.." Wajah Gaara terlihat serius sekaligus sendu. Tatapan matanya begitu tulus hingga membuat lutut Nala lemas hanya ditatap begitu oleh Gaara.


"Maafin abang.." Keduanya saling menatap dalam. Seolah menyelami kedalaman hati masing-masing melalui pancaran mata.


"Maafin abang yang lama menyadari betapa pentingnya kamu. Betapa abang sangat mencintai kamu". Nala masih menatap tak percaya pada Gaara. Lelaki beku yang dulu ia kejar kini seolah menyatakan cinta pada dirinya.


"Abang nggak bisa jauh dari kamu, La. Abang baru sadar kalo kamu terlalu berharga". Gaara membelai lembut pipi Nala yang terasa sangat halus ditangannya.


"Mungkin dulu abang emang keterlaluan dan nggak pantes minta apapun dari kamu". Nala seolah semakin tenggelam dalam mata hitam Gaara.


"Tapi abang mohon..kasih abang satu kesempatan lagi, La". Belaian dipipinya tak berhenti, dan Nala sangat menyukai ini.


"Jangan...jangan terbuai Nala. Belum tentu abang benar-benar mencintai mu". Batin Nala seolah terus mengingatkan dan semakin membuatnya ragu.

__ADS_1


"Pasti sulit..abang tau pasti sulit. Apalagi setelah yang semua abang lakuin ke kamu". Nala mencoba menolehkan kepalanya agar tidak terus bertatapan dengan Gaara. Namun lelaki itu seolah tak membiarkan dirinya untuk menatap ke lain arah.


"La..." Nala yang coba menatap ke sembarang arah kembali menatap Gaara.


"Abang cinta..abang bener-bener cinta sama kamu". Spontan mata Nala sedikit melebarZ Benar-benar tak mempercayai jika saat ini Gaara tengah menyatakan cinta padanya.


"Kasih abang satu kesempatan. Satu kali aja, sayang.." Nala menatap netra hitam lega itu. Mencari kebohongan dari setiap ucapan Gaara. Namun hanya sebuah kejujuran yang Nala temukan dari pancaran mata lelaki tampan itu.


"Abang apaan sih. Nggak lucu becandanya". Dengan cepat Nala melepaskan tangan Gaara dari wajahnya.


Ia segera memalingkan wajahnya ke sembarang arah agar Gaara tak melihat rona merah yang ada diwajahnya.


Nala menghempaskan tubuhnya ke sofa, diikuti Gaara yang duduk disampingnya.


"Kenapa?". Tanya Gaara khawatir saat melihat Nala tiba-tiba menutup matanya dengan tangan dengan wajah meringis.


"Perih bang. Kelilipan kayanya". Gaara menahan tangan Nala yang hendak menggosok mata dengan tangannya.


"Jangan dikucek. Nanti tambah parah, bisa infeksi. Sini abang tiup". Baik Gaara dan Nala sama-sama mengubah posisi duduknya hingga kini saling berhadapan.


"ABAAANG!!! Apa yang kalian lakuin!!!". Sebuah teriakan keras dari pintu apartemen membuat keduanya terlonjak kaget dan reflek berdiri.


Mata keduanya melebar melihat siapa sosok yang baru saja berteriak. Keduanya saling menatap dan kembali menatap sosok yang masih berdiri didepan pintu itu.


Merasa seperti maling yang kepergok sedang mencuri oleh sang pemilik rumah. Susah payah keduanya menelan ludahnya. Saling melirik sekilas dengan tatapan yang sama. Seolah mengisyaratkan 'mati kita' dengan tatapan mata keduanya.


...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...


Hollaaaaa...pakabar nih semua??? Sehat ya?? Sehat insyaallah ya..aamiin🤲🏻🤲🏻


Hayoloh siapa lagi tuh yang mergokin itu maling berdua🙄


Siap-siap kena hukuman apa siap-siap dinikahin aja nih si kuman ama kang garagara???🤔🤔


Enaknya diapain nih readers??


Jangan lupa tampol like nya, komen sama vote nya yaaa☺️☺️


sarangheo sakebon readers kuuu💐💐💋💋🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2