Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
Antarkan dia


__ADS_3

Gaara menatap Nala dari kejauhan, menatap gadis yang dulu selalu ia acuhkan. Namun siapa yang menyangka, seiring berjalannya waktu, gadis cerewet yang selalu mengganggu hari-harinya sudah mampu menguasai seluruh hatinya.


Namun sayang, saat Gaara menyadari perasaannya, Nala sudah pergi jauh. Bahkan kini gadis itu sudah memiliki lelaki yang begitu menyayangi dirinya dan selalu berlaku lembut padanya.


Hingga kini Gaara masih berkeyakinan jika Zayn adalah kekasih Nala, atau bahkan mungkin calon suami gadis itu.


"Abang ngapain disini?". Gaara yang sedang termenung dikejutkan dengan sebuah tepukan di bahunya. Dan suara yang sangat ia kenali itu membuatnya menghela nafas panjang.


"Ngapain disini?". Ulang Kara yang tak kunjung mendapat jawaban dari sang kakak. Dalam hati ia tersenyum, melihat sang kakak yang hanya menatap kamar rawat milik Zayn dari balik pintu.


"Ayo masuk. Kalo mau jenguk orang jangan setengah-setengah. Masa jengukin orang sakit cuma ngintip di pintu". Gaara ditarik paksa oleh Kara, meskipun menolak, Kara tetap memaksanya.


"Assalamualaikum..." Teriak Kara membuat Gaara cepat membekap bibir tipis adiknya yang jika sudah bersuara bisa membuat seisi rumah sakit mendengar.


"Wa'alaikumsalam.." Sahut Nala dan Zayn pelan.


"Pelanin dikit suara kamu". Geram Gaara yang masih membekap mulut adiknya.


Sementara Nala dan Zayn hanya tersenyum lucu melihat interaksi kakak beradik itu. Tak lama Baim masuk, disusul Raffa dan Delisha dibelakangnya.


"Kalian juga dateng?". Nala tampak berbinar melihat kedatangan pengantin baru itu.


"Iyalah.." Sahut Raffa yang kemudian menyalami Zayn yang masih terbaring.


"Maafin ya, Raf. Kemarin nggak bisa nunggu sampai selesai acara". Sesal Nala.


"Nyantai aja..keadaan mas Zayn lebih penting". Raffa menepuk pelan pundak sahabatnya itu.


"Oh iya. Kenalin..ini istri aku. Delisha". Raffa menarik tangan Delisha agar berdiri disampingnya. Karena sejak tadi, gadis yang resmi menjadi istrinya sejak kemarin itu selalu berdiri dibelakangnya.


"Delisha.." Dengan senyum ramah, Delisha mengulurkan tangannya dan disambut tak kalah ramah oleh Nala.


"Nala.." Nala dengan senang hati menerima uluran tangan gadis bernama Delisha itu.


"Kenalin, ini mas Zayn..dia---"


"Dia calon suami Nala". Sambar Kara cepat membuat semua orang bingung terutama Raffa yang sangat tahu siapa Zayn sebenarnya.


Jangan tanya bagaimana terkejutnya Nala dan juga Gaara. Diantara semua orang, hanya Baim dan Zayn yang terlihat tenang. Seolah sudah mengetahui apa maksud ucapan Kara. Memang apalagi jika bukan untuk membuat Gaara semakin salah paham dan cemburu.


"Ra.." Kara menatap Raffa dan Nala bergantian dan melirik Gaara.

__ADS_1


"Tapi kan mas Zayn---"


"Iya, mas Zayn lagi sakit kan". Potong Kara lagi membuat Nala semakin bingung.


"Udah biarin aja.." Nala yang hendak protes lagi mengurungkan niatannya saat sang kakak mengelus lengannya.


Dan sungguh semua itu membuat mata Gaara terasa perih. Bahkan bukan hanya mata, hatinya pun terasa sakit.


"Wah, jadi Nala juga udah punya calon suami ya?". Tanya Delisha polos membuat Baim dan Raffa mengulum bibir menahan senyuman.


"Hah? Eh.." Bingung sudah Nala sekarang. Ia melirik Kara yang tampak santai saja setelah membuat kesalahpahaman.


"Mas Zayn itu--"


"Mas Zayn butuh istirahat". Potong Raffa cepat membuat Kara tersenyum puas. Soalsaling memahami, Raffa memang juaranya.


"Iya kan mas? Pasti mas Zayn kecapekan makanya bisa dirawat begini". Zayn mengangguk pelan disertai senyum tipis.


"Iya..jagain Nala tu butuh tenaga ekstra. Makan harus selalu diingetin. Kadang mau tidur juga harus ditemenin dulu sampe bener-bener tidur baru bisa ditinggal". Semakin puas saja Kara mendengar ucapan Zayn. Dapat ia pastikan jika Gaara semakin jauh salah paham.


Biarkan ia dibilang jahat, Kara hanya ingin Gaara mengakui perasaannya pada Nala dan memulai kisah bahagia mereka.


"Maaass..." Rengek Nala dengan wajah cemberut saat sang kakak membuka semua kemanjaannya.


Tanpa banyak bertanya pun, Raffa sudah memahami rencana Kara. Berbeda dengan Nala yang masih terlihat tak mengerti mengapa Kara memperkenalkan Zayn sebagai kekasihnya bahkan calon suaminya.


"Oh iya, kenalin mas..ini istri aku. Delisha". Raffa memecah kesunyian dengan memperkenalkan Delisha pada Zayn.


"Zayn.." Zayn mengulurkan tangannya dan langsung diterima oleh Delisha.


"Delisha kak.." Sahut Delisha sopan.


"Yang itu.." Zayn menatap Gaara. Sudah terlanjur basah, lebih baik berenang sekalian, pikir Zayn.


"Oh yang ini..ini abang Kara. Namanya Gaara". Nala melirik sinis kakaknya. Bisa-bisanya berpura-pura tak mengenal, padahal sang kakak tahu jelas siapa lelaki bernama Gaara itu, dan apa artinya lelaki itu untuk Nala.


"Dasar ngeselin". Gumam Nala yang masih bisa didengar oleh Zayn yang langsung tersenyum.


"Maaf kemarin saya merepotkan". Ucap Zayn sungkan. Dan itu bukan sekedar sandiwara karena Zayn benar-benar merasa sungkan dengan kejadian saat pesta pernikahan Raffa.


"Maaf karena saya pingsan, jadi merepotkan kalian semua dan merusak hari bahagia kalian". Imbuhnya lagi.

__ADS_1


"Sama sekali tidak". Sahut Gaara berusaha seramah mungkin. Meski sejujurnya tak rela hanya untuk sekedar berbasa-basi, namun ia tak ingin terlihat konyol karena tiba-tiba membenci Zayn.


"Kenapa aku ada di posisi seperti ini? Benar-benar menyebalkan. Bisakah aku cepat keluar dari sini? Mataku sakit melihat mereka". Gaara menatap sekilas Nala yang terlihat cekatan membantu Zayn minum.


Dengan senyum penuh kepuasan, Kara melirik sang kakak yang terlihat gusar. Dan sesekali melirik pada Nala yang dengan telaten mengurus Zayn.


"Maem deh tuh cemburu". Kara terkikik geli melihat kegundahan Gaara. Jika saja pantas, sudah sejak tadi ia menyemburkan tawanya.


"Ehm.." Suara deheman Gaara membuat semua orang menatapnya.


"Maaf, tapi saya harus permisi dulu. Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan". Pamit Gaara membuat senyum dibibir Kara semakin lebar.


Rasa cemburu sepertinya membuat Gaara yang terkenal cerdas itu menjadi sedikit bo doh. Alasan pekerjaan benar-benar tidak masuk akal mengingat mereka sekarang berada dikota lain.


"Emang abang bawa kerjaan kesini?", Tanya Raffa dengan alis berkerut. Dan Kara senang mendengar pertanyaan Raffa.


"Iya bang. Kan kita masih di kota nya Delisha". Timpal Kara semakin membuat Gaara gelagapan. Ia benar-benar melupakan dimana dirinya kini berada hanya karena perasaan cemburunya.


"S*al". Umpat Gaara dalam hati. Sungguh kini ia merasa menjadi manusia paling konyol.


"Tadi Nick telpon. Katanya ada berkas yang harus abang periksa. Laptop abang ada dihotel". Gaara tersenyum ketika otak cerdasnya menemukan alasan masuk akal.


"Sekali lagi terimakasih.." Ucap Zayn saat Gaara menjabat tangannya untuk berpamitan.


"Tidak perlu sungkan.." Balas Gaara tersenyum. Ia menolong Zayn dengan tulus, tak ada perasaan apapun saat menolong Zayn kemarin. Itu murni kemanusiaan.


"Saya permisi dulu.."


"La..antar tuan Gaara keluar". Perintah Zayn membuat mata Nala membeliak.


"Tidak perlu repot.." Ucap Gaara berbasa-basi. Padahal hatinya sangat mengharapkan Nala mau sekedar mengantarkan dirinya hingga keluar ruangan yang terasa pengap itu.


"Cepat. Antarkan dia.." Perintah Zayn tak terbantahkan membuat Nala pasrah dan mengantarkan Gaara keluar dari ruang rawat Zayn.


...¥¥¥•••¥¥¥...


Hollaaa readers tersayang...


Siapa nih yang kangen sama si abang?? Yang kangen kuman mana nih suaranya???


Maapin othor yang menghilang beberapa waktu, dunia nyata sedang melambai minta diperhatikan, hingga dunia haluku terabaikan beberapa saat😌

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya..biar jari othor makin swemangat nulisnya😁😁


Happy reading semuaaaah😊🥰


__ADS_2