Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
terlalu berbahaya


__ADS_3

Gaara tidak menyianyiakan kesempatan saat melihat Nala berjalan menjauh dari laki-laki bernama Bagas yang Kara bilang adalah teman mereka.


Dengan cepat Gaara menyusul langkah Nala yang sepertinya hendak pergi ke toilet. Dengan sabar Gaara menunggu hingga Nala menyelesaikan hajatnya. Dan saat gadis itu keluar, Gaara segera membekap mulut gadis itu dan menyeretnya kesebuah ruangan yang Nala tahu jika itu adalah gudang.


Ia mencoba memberontak dan melepaskan tangan yang membekap mulutnya. Namun perlawanannya mengambang saat dirinya dihimpit ditembok. Ia kini lebih terkejut melihat siapa yang membawa dirinya.


Rasa takut dan terkejutnya berganti menjadi sebuah senyuman saat melihat dari dekat wajah tampan Gaara.


"Abang ngapain nyulik gue? Kaga usah diculik juga gue mah sukarela ikut lo kemana aja bang". Mata indah itu mengerling genit menggoda Gaara yang masih menatapnya tajam.


"Lo sengaja bawa laki-laki itu?!", Alis Nala menukik tajam. Menatap bingung Gaara karena sejujurnya ia tidak memahami arah pembicaraan Gaara saat ini.


"Lo sengaja?!". Sentak Gaara dengan suara lebih keras.


"Siapa sih bang? Maksud lo apa?". Tanya Nala bingung.


"Lo kira, dengan lo deket sama laki-laki, gue bakal perhatiin lo gitu? Cara lama". Sinis Gaara menatap nyalang gadis cantik didepannya.


Nala mencoba mencerna ucapan Gaara, dan seulas senyum menghiasi bibir mungil Nala. Tangannya terangkat, membelai dengan sangat lembut wajah rupawan lelaki yang mampu menjungkir balikkan hatinya.


"Abang cemburu?". Tanya Nala pelan masih dengan menatap mata tajam Gaara.


"Cih, cemburu? Dalam mimpi sekalipun nggak akan pernah". Sentak Gaara membuat Nala menyunggingkan senyum miring.


"Jangan lo pikir dengan cara lo kaya gini, gue bakal tertarik ama elo. Jangan pernah mikir rencana elo berhasil". Kata-kata pedas kembali meluncur dengan mulusnya dari mulut Gaara.


"Karna lo udah nuduh gue segitunya, jadi gue bakal lakuin apa yang lo tuduhin bang". Nala membalik keadaan. Memutar tubuhnya dan balik menghimpit Gaara di tembok. Perlahan wajahnya mendekat dan segera mencium bibir Gaara. Entahlah, bisa dibilang mencium atau tidak apa yang dilakukannya saat ini. Karena yang Nala lakukan hanya menempelkan bibirnya diatas bibir tebal nan menggoda milik Gaara.


"Gue harap setelah ini, lo bakal cinta sama gue bang. Karna kalo engga, gue bakal bener-bener ilang dari hidup elo bang". Ucap Nala setelah menjauhkan wajahnya dari Gaara. Dengan perlahan ia membalikkan tubuhnya, hendak keluar dari gudang itu.

__ADS_1


Namun langkahnya kembali terhenti saat Gaara menarik keras lengannya hingga tubuhnya menubruk dada bidang Gaara. Tubuh keduanya rapat tanpa celah hingga keduanya bisa melihat jelas bagaimana sempurna nya wajah mereka.


Gaara yang sudah dikuasai oleh amarah ditambah dengan ucapan Nala yang kini membuatnya semakin kalut, segera melu mat dengan sedikit kasar bibir Nala. Awalnya Nala terkejut, karena Gaara kembali menciumnya dengan begitu berha srat.


Dalam hati ia berharap, semoga Gaara sudah membuka hatinya untuk Nala, meskipun itu hanya sedikit. Namun Nala sangat mengharapkannya. Anggap saja dia bodoh, tapi Nala lebih memilih dianggap bodoh dan terus mengharapkan cinta Gaara yang entah kapan akan dia dapatkan.


Nala membuka matanya saat tautan bibir mereka terlepas. Jangan tanyakan kerja jantungnya. Saat ini jantungnya berdetak sangat kencang seolah hendak melompat keluar dari dadanya.


Mata keduanya bertemu, saling menatap untuk bisa menyelami perasaan masing-masing. Sedangkan tangan Gaara mengusap bibir Nala yang basah akibat ulahnya tanpa mengalihkan tatapannya pada Nala. Bibir mungil gadis itu juga terlihat sedikit bengkak karena ciumannya.


"Bang.." Lirih Nala yang juga menatap langsung mata Gaara yang saat ini masih sibuk mengusap bibirnya.


Entah karena suasana sepi yang mendukung, atau karena apa, Gaara kembali mendekatkan wajahnya hingga bibir keduanya kembali menyatu.


Nala tidak peduli jika orang akan berpikir dia gadis mura han atau rendah yang seolah melemparkan tubuhnya hanya demi pengakuan cinta seorang lelaki.


Ya, terkadang Nala pun merasa dirinya tidak lebih dari seorang wanita ja lang yang mampu melakukan apapun untuk menarik perhatian lelaki pujaannya. Namun ia menepis semua pikirannya, ia kembali berpegang pada keteguhannya untuk bisa menakhlukkan pangeran es seperti Gaara.


"Sagaara Sanjaya!!! Ba jingan lo!!!". Umpat Nala yang kesal ditinggal Gaara setelah dua kali dicium lelaki itu dengan begitu ber naf su.


"Aku akan membunuhmu!! Dasar breng sek!!!". Umpatnya lagi sambil menendang pintu gudang dengan kakinya.


"Dasar manusia kutub!!! Kanebo kering!!! Manusia kaku!!!". Seluruh umpatan dan kata-kata kasar meluncur begitu indah dari bibir yang baru saja dicium oleh Gaara.


Gaara yang masih bisa mendengar umpatan dan makian Nala hanya tersenyum tipis tanpa mau repot-repot membalikkan tubuhnya.


Puas mengumpat dan memaki Gaara dengan segala nama binatang, Nala bergegas keluar dari gudang.


"Dari mana aja sih? Gue kira lo mati di kamar mandi". Semakin kesal saja Nala saat baru saja datang dan mendapat sindiran dari Bagas, lelaki yang sejak tadi terus membuntutinya.

__ADS_1


"Tu bibir kenapa?". Mata Bagas menyipit, menatap dengan seksama bibir Nala yang terlihat sedikit bengkak.


"Abis disengat tawon! Tawon gila!!". Ucap Nala sedikit keras saat melihat Gaara berdiri tidak jauh dari dirinya dan Bagas.


"Lo yang bener aja, dirumah sebagus ini mana ada tawon. Ngaco aja lo". Bagas tak percaya


"Oh, ini emang tawonnya beda. Tawonnya punya tangan ama kaki, sama kaya kita. Cuma bedanya tu tawon kaga punya hati!". Sarkas Nala melirik tajam Gaara yang juga tengah menatapnya tak kalah tajam.


"Kurang ajar! Gue disamain ama tawon!". Umpat Gaara dalam hati saat mendengar ucapan Nala yang mengatakan bibirnya bengkak karena sengatan tawon.


"Awas lo.."


"Heh kuman! Mau kemana lo?". Bagas bergegas mengejar Nala yang berjalan menuju pintu keluar.


"Mau balik! Awas ah lo". Nala ingin segera pergi dari rumah Kara. Ia masih sangat kesal dengan kelakuan kurang ajar Gaara yang meninggalkannya begitu saja setelah menciumnya dua kali dengan begitu bringasnya.


"Gue anter! Lo tunggu sini jangan kemana-mana. Gue pamit si santen dulu ama nyokap bokapnya". Nala hanya mengangguk dengan wajah cemberut. Sungguh ia sangat kesal dengan perbuatan Gaara.


"Bukain pintu mobilnya! Lo mau gue jadi patung ngejogrok disini". Kesal Nala membuat Bagas menggeleng dan kemudian menyerahkan kunci mobil miliknya pada Nala yang langsung membuka mobil dan masuk.


"Lo harus jelasin semuanya besok bang!". Gumam Nala mengepalkan kedua tangannya. Ia sudah memutuskan, esok ia akan mendatangi Gaara dan menanyakan apa maksud lelaki itu menciumnya. Bahkan hingga dua kali.


Sementara dibalkon kamar yang tepat mengarah ke depan rumah, seorang lelaki tengah menatap gadis yang baru saja hampir mmebuat hilang kendali dan melakukan hal lebih.


Ia mengacak rambutnya kesal. Apalagi melihat wanita yang baru saja ia nikmati bibirnya pulang bersama dengan lelaki lain yang jelas ia tahu pernah menaruh hati pada gadis itu. Lelaki yang tak lain adalah Gaara itu terus menatap mobil yang didalamnya ada Nala yang ia yakin saat ini tengah mengumpati dan menyumpahi dirinya.


"Deket lo terlalu bahaya, La". Gumam Gaara menatap mobil yang perlahan bergerak keluar dari halaman luas rumah kedua orang tuanya.


...£££•••£££...

__ADS_1


Nah loh tu orang berdua..yang satu ngebet banget, yang satu masih galauan😌


__ADS_2