
Nala semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Gaara saat lelaki itu menambah kecepatan motornya. Dengan lihai Gaara meliukkan kendaraannya untuk menyalip beberapa mobil dan kendaraan lain.
Keduanya melupakan sejenak segala masalah yang tengah ada. Melupakan Haikal dan perempuan yang Gaara yakini saat ini tengah mencari nya di kantor.
Biar lah Nick yang mengurusnya. Toh selama bertahun-tahun ini Nick yang selalu mengurus wanita itu.
Nala melonggarkan pelukannya, melebarkan tangannya saat mereka memasuki kawasan hutan kota yang sangat sejuk. Ia menghirup udara sebanyak mungkin, memberikan paru-parunya udara yang sangat bersih itu.
Dibalik helmnya, Gaara tersenyum. Sejak Nala melonggarkan pelukannya, Gaara sudah mengurangi laju motornya agar gadisnya itu bisa menikmati udara yang tidak bisa mereka dapatkan ditengah kota yang penuh dengan polusi.
"Suka??". Tanya Gaara sedikit berteriak dan Nala mengangguk.
"Suka banget". Nala balas berteriak dengan senyum merekah sempurna.
Nala semakin melebarkan senyumnya saat Gaara menghentikan motornya disebuah laham yang cukup luas itu. Nala mengedarkan pandangan, pemandangan yang sangat memanjakan matanya.
Dengan cepat Nala turun, tapi langkahnya terhenti saat Gaara mencekal pergelangan tangannya.
"Dilepas dulu dong.." Nala meraba kepalanya. Ia bahkan lupa tengah memakai helm.
"Nggak sabaran banget sih sayang nya abang.." Gaara terkekeh pelan sambil membuka helm Nala. Kemudian tangannya merapikan helaian rambut Nala yang berantakan.
Gaara menggeleng pelan saat melihat Nala berlari ke sisi tebing yang memiliki pembatas itu. Gadis itu kembali merentangkan tangannya dan menghirup udara segar disana.
"Seger banget..." Gumam Nala
"Hai paru-paru, nih gue kasih makanan fresh buat lo. Bersihin deh tu ya penyakit-penyakit elo". Nala menepuk dada nya beberapa kali seolah tengah berbincang dengan anggota tubuhnya itu.
"Lagi ngomong sama siapa?". Tanya Gaara yang memeluk Nala dari belakang. Saat ini hanya ada beberapa orang disana. Dan kebanyakan dari mereka berpasangan, sama seperti keduanya.
"Lagi ngomong sama paru-paru aku bang. Biar dia nyimpen oksigen bagus ini banyak-banyak". Gaara terkekeh pelan dan mengeratkan pelukannya. Sementara tangan Nala menangkup tangan Gaara yang membelit diperutnya.
Keduanya menatap lurus ke depan. Menikmati pemandangan dan suasana romantis yang lama atau bahkan belum pernah mereka lewati bersama.
"Pesanannya mau ditaruh dimana kasep?". Seorang wanita paruh baya datang menghampiri dengan nampan berisi dua minuman yang masih mengeluarkan asap dan jagung bakar.
"Disana aja ambu". Wanita itu mengangguk dan tersenyum.
"Si kasep mah meuni bisaan milih pacar". Goda si ibu sebelum berlalu dan meletakkan pesanan Gaara ditempat biasa lelaki itu berdiam diri.
"Abang kenal??". Masih dalam posisi dipelik Gaara dari belakang, Nala menolehkan kepalanya dan menatap Gaara.
__ADS_1
"Rahasia.." Gaara mengedipkan sebelah matanya membuat Nala mencebik.
"Dasar genit", Mencubit pelan lengan Gaara dan melepaskannya, kemudian ia berlalu meninggalkan Gaara.
Gaara tergelak kemudian melangkah mengikuti Nala. Ditatapnya gadis yang saat ini tengah menghirup aroman bandrek susu pesanannya dengan mata terpejam.
Sejak melihat minuman yang ia yakini bandrek itu, Nala sudah sangat tergiur. Ditambah lagi aroma jagung bakar yang menggoda indra penciumannya.
"Hmmm...enak banget". Puji Nala pada minuman yang baru saja ia seruput. Hangat langsung menjalar ditenggorokannya.
"Suka?". Gaara duduk lesehan bersama Nala.
"Heem..suka banget". Nala tersenyum bahagia. Senyum yang menular pada Gaara.
"Nih juaranya udah ambu bawain". Wanita yang tadi menghidangkan bandrek dan jagung bakar itu kembali lagi dengan sebuah mangkok yang belum bisa Nala lihat isinya.
"Waaah..mi rebus plus cabe rawit". Seru Nala dengan mata berbinar.
"Meuni geulis pisan atuh ini teh". Si penjual yang Gaara panggil ambu itu justru terpesona melihat kecantikan Nala dari jarak dekat.
"Cantik kan bu. Calon istri aku ini". Gaara merangkul Nala yang menatap Gaara dan si penjual dengan wajah bingung.
"Alhamdulillah atuh..jadi kalo kesini nggak sendirian terus ngelamun kaya ayam masuk angin". Gaara tergelak, pun dengan si ibu.
"Aduh malah dianggurin yang cantik", Nala tersenyum manis membuat si ibu semakin terpesona.
"Masyaallah..si eneng meuni geulis". Puji ibu penjual lagi membuat Nala tersipu.
"Ambu seneng liat kamu sudah bersama wanita yang kamu cintai".
"Si kasep mah biasanya kalau kesini cuma sendiri neng". Nala melirik Gaara yang terlihat santai.
"Cuma ngelamuuun aja sama minta dibikinin minum sama mi rebus. Udah persis ayam masuk angin lah pokoknya mah". Nala terkekeh pelan.
"Abang sering kesini bu?", Tanya Nala penasaran. Pasalnya Gaara dan sang penjual terlihat sudah sangat akrab.
"Dulu iya..sekitar dua tahun lalu. Hampir setiap minggu kesini. Sekarang mah udah jarang. Da sudah ada yang punya hatinya". Si ibu terkekeh geli mendengar ucapannya sendiri.
"Dulu mah kalo kesini cuma diem aja. Kalo kata anak muda mah neng, galau". Nala tergelak melihat lucu nya si ibu.
"Tapi sekarang ambu seneng. Kasep sudah ada yang punya. Ambu doakan semoga langgeng sampai kakek nenek. Sampai maut yang memisahkan.." Doa ambu diamin kan langsung oleh Gaara dan Nala.
__ADS_1
Bukankah doa yang baik harus selalu kita aamiinkan. Begitu pikir Gaara dan Nala.
"Ya sudah atuh ya..itu ada yang beli lagi". Nala dan Gaara mengangguk.
"Makan dulu, nanya-nanya nya nanti aja". Gaara mendorong mangkok berisi mi yang masih berasap itu ke depan Nala yang menerimanya dengan sukacita.
"Abang nggak makan??". Tanya Nala saat suapan pertama mi rebus itu masuk kedalam mulutnya.
"aaa...suapin". Gaara membuka mulutnya, meminta Nala menyuapi dirinya. Sama seperti yang dulu sering Nala lakukan saat mengantarkan sarapan atau makan siang ke kantornya.
"Dasar bayi tua.." Gerutu Nala, namun ia tetap menyuapi Gaara.
"Lebih nikmat kalo disuapin kamu". Nala menggeleng pelan saat mendengar Gaara terus saja berkata manis.
Dengan telaten, Nala terus menyuapi Gaara sambil dirinya juga makan. Hingga semangkuk mi rebus itu tandas, berpindah ke dalam perut mereka berdua.
"abang mau??". Gaara menggeleng saat Nala menyodorkan jagung bakar didepan mulutnya.
"Buat kamu aja.." Nala mengangguk dan melanjutkan setiap gigitan yang terasa nikmat dilidahnya. Apalagi dengan pemandangan yang begitu menyejukkan matanya.
"Disini tempat abang nenangin diri saat kamu tinggal dua tahun lalu". Nala yang sedang fokus pada pemandangan mengalihkan atensi nya pada Gaara. Lelaki itu tak menatapnya, Gaara tengah menatap pemandangan didepan mereka.
"Abang baru sadar, betapa berharga nya dan betapa cinta nya abang sama kamu saat kamu pergi". Nala terus menatap Gaara yang seolah tengah mencurahkan segala isi hatinya itu.
"Abang bener-bener ngerasa kehilangan dan ngerasa jadi manusia paking bo doh didunia ini karna lepasin kamu, sayang". Kali ini Gaara menatap Nala hingga netra keduanya bertemu.
Nala bisa melihat bagaimana perasaan cinta Gaara untuknya melalui sorot mata lelaki itu. Sorot mata penuh cinta yang dulu begitu ia harapkan. Sorot mata yang dulu juga selalu ia berikan pada lelaki itu namun tak pernah terbalas. Kini, semua penantian Nala selama ini seolah terbalaskan sudah.
Bahkan Gaara, lelaki yang dulu selalu ia kejar dan ia harapkan cintanya itu, kini lelaki itu sendiri yang datang pada dirinya dengan sejuta perasaan cinta yang begitu besar.
"Anala, i love you..." Untung saja Nala tengah duduk, jika saja dirinya tengah berdiri. Sudah pasti ia akan ambruk. Tak kuasa menahan rasa bahagia dan haru nya.
...¥¥¥¥••••¥¥¥¥...
Satu lagiiiii...kasih uwuw-uwuw an teroossss😂😂😂
Readers atiati yaaa..takutnya diabetes baca yang manismanis terus begindang😅
Jangan lupa tampol like nya, komen nya juga vote nya yaaa💋😘
Salam sayang othor buat readers semuaaa..saranghae sekebon readers💋💋😘😘🥰🥰💐💐
__ADS_1