
Hari ini Nala tampil cantik dengan kebaya berwarna silver yang menempel sempurna ditubuh rampingnya. Ia memoles wajahnya dengan makeup sederhana namun tak mengurangi kecantikannya.
"Sudah siap?". Nala menoleh, menatap sang mama yang juga sudah siap.
Malam ini, ia dan kedua orang tuanya akan datang menghadiri acara pertunangan sahabat baiknya. Nala ikut bahagia untuk kebahagiaan sahabatnya.
"Mami tunggu dibawah ya". Nala mengangguk, ia masih harus menyempurnakan makeup miliknya.
Nala menghela nafas panjang, waktunya semakin menipis untuk bisa mendapatkan cinta dari lelaki yang amat ia sayangi itu. Dirinya mulai berfikir, apakah mungkin ini waktunya untuk menyerah dan mundur.
"come on Nala..lo pasti bisa luluhin hatinya pangeran es itu". Nala kembali memecut semangatnya untuk kembali menakhlukkan hati Gaara.
.
.
Nala memasang senyum terbaiknya saat sampai di rumah keluarga sahabatnya itu. Setelah menyapa Diandra dan Abi, Nala bergegas ke kamar Kara untuk melihat sahabatnya bersiap.
"Aaa..yaampun yaampun, cantik banget sih lo santen". Pekik Nala saat melihat Kara yang cantik dengan kebaya berwarna baby pink.
"Makasih, La.." Ucap Kara menatap sahabatnya dari pantulan cermin.
"Lo juga cantik banget.." Puji Kara tulus. Karena memang pada kenyataannya, Nala terlihat sangat cantik dan jauh lebih dewasa.
"Si sarap kaga balik?". Tanya Nala yang belum melihat Raffa.
"Kaga. Emang sodara kaga ada akhlak si sarap mah. Gue mau tunangan, dia kaga mau balik". Gerutu Kara
Nala tersenyum. Memahami mungkin Raffa memang sibuk dengan kegiatan kuliahnya hingga tidak bisa menghadiri acara pertunangan saudara kembarnya.
"Lagian kenapa sih si sarap kuliahnya musti pergi jauh". Nala masih belum paham mengapa Raffa memilih kuliah di luar kota daripada dikota yang sama dengan dirinya dan Kara.
"Tau ah! Ngejar cinta nya kali". Ketus Kara. Ia benar-benar kesal karena sudara kembarnya tidak bisa menghadiri hari bahagianya bersama Baim.
"Jangan ngomel-ngomel mulu deh lo. Ntar makeup lo berantakan". Peringat Nala membuat Kara mendengus.
"Gue sih cuma takut.."
"Takut apaan?". Tanya Kara penasaran.
"Takut lo dikirain emaknya kak Baim kalo kebanyakan ngomel. Keriput dimana-mana. Hahahaha". Tawa Nala pecah melihat Kara melotot pada dirinya.
__ADS_1
"Hahaha.." Semakin keras saja tawa Nala karena Kara terlihat sangat kesal. Benar-benar menghibur.
"Santen..disuruh mama tu--run". Gaara mematung didepan pintu melihat siapa yang ada didalam kamar adiknya.
Sementara Gaara masih mematung, Nala tersenyum sangat manis menatap Gaara yang nampak gagah dengan balutan kemeja batik.
"Woii..bengong aja lo bang. Awas tuh iler kemana-mana". Kara yang melihat Gaara terpesona melihat Nala langsung menggoda sang kakak.
"Apaan sih lo. Sono turun lo, calon laki lo udah dateng". Gaara mengalihkan pembicaraan karena sejujurnya ia memang terpesona dengan penampilan Nala.
"Cantik banget.." Batin Gaara menatap kagum Nala yang tampil anggun malam ini.
"Yuk.." Ajak Nala menggandeng tangan Kara.
"Kenapa lama sekali". Diandra yang sudah menunggu sejak tadi menjadi kesal karena Kara tak kunjung turun. Sementara acara sudah akan dimulai.
"Ini baru mau turun ma..nggak sabaran banget sih". Gerutu Kara yang mendapat sorotan tajam sang mama.
"Jawab aja kamu tuh". Omel Diandra membuat Kara terkekeh.
"Abang juga. Bukannya cepet-cepet bawa adeknya turun, malah diem aja". Giliran Gaara mendapatkan omelan sang mama.
"Udah disuruh ma, orang dia yang nggak turun". Kilah Gaara yang tak mau disalahkan.
"Udah-udah. Kok malah ribut sih berdua, ayo kamu turun". Diandra menggandeng lengan putrinya dan langsung membawa putrinya keluar. Namun sebelum Kara benar-benar keluar, Kara menoleh pada Nala.
"Gue bakal kasih lo kejutan, La". Kara mengedipkan sebelah matanya penuh arti dan Meninggalkan Gaara dan Nala yang masih sama-sama bungkam.
Namun itu tidak berlangsung lama karena Nala melangkahkan kakinya mendekati Gaara. Berjinjit sedikit dan langsung mencium pipi lelaki tampan itu dan melabuhkan bibirnya di bibir seksi Gaara.
"Ada bekas lipstik". Nala mengusap lembut pipi Gaara yang tanpa sadar memejamkan matanya karena sentuhan lembut Nala.
"Jadi gimana bang? Udah cinta belom?". Nala kembali berbisik, membuat Gaara langsung membuka matanya.
"Apaan sih lo". Gaara mendorong kening Nala karena wajah mereka begitu dekat hingga bisa merasakan hembusan nafas lawan bicaranya.
"Ish, dasar kanebo kering". Gerutu Nala yang mengelus keningnya dan berlalu meninggalkan Gaara yang tengah meraba dada nya yang berdebar kencang.
Semakin hari perasaannya semakin tak menentu setiap berada dekat dengan Nala. Apalagi semakin hari, gadis nakal itu semakin berani saja.
Menyadari Nala sudah meninggalkannya, Gaara segera turun untuk menyusul gadis nakal yang sudah mampu membuat harinya tak tenang karena terus memikirkan gadis itu.
__ADS_1
Gaara melangkahkan kaki jenjangnya dengan tidak sabar. Mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah untuk mencari sosok yang selalu membuat jantungnya berdebar kencang.
Namun langkah kakinya terhenti ditengah tangga saat melihat gadis yang baru saja mengecup bibirnya tengah menampakkan tawa bahagia bersama seorang pria yang belum ia ketahui siapa.
Tangannya terkepal kuat menatap Nala yang masih tertawa lebar. Ia hendak melangkahkan kakinya untuk menghampiri keduanya, namun urung ia lakukan karena acara inti pertunangan adiknya akan dimulai.
Tepuk tangan menggema diseluruh penjuru rumah saat Baim dan Kara bertukar cincin. Terlihat jelas raut wajah bahagia dari keduanya. Namun tidak dengan Gaara yang sejak tadi tidak melepaskan pandangannya dari sosok Nala dan seorang pria yang terus menempel pada gadisnya itu.
"Gue kira lo udah ilang ditelen bumi.." Nala kembali tertawa. Sementara Gaara menggertakkan giginya menahan amarah.
"Siapa sebenernya laki-laki itu?". Batin Gaara penasaran.
"Samperin bang kalo penasaran. Dibawa kabur ama laki-laki lain baru tau rasa lo". Gaara segera menoleh dan mendapati adiknya sudah berdiri disampingnya dengan tatapan lurus pada Nala.
"Dia itu Bagas. Temen gue ama Nala dulu, dia suka ama Nala dari dulu. Cuma Nala nya aja yang oon nya overdosis, milih suka ama patung kaya elo". Gaara melirik sekilas dan kembali fokus menatap ke depan.
"Bukan urusan gue". Jawab Gaara mencoba acuh. Namun matanya terus menatap pada Nala yang sejak tadi tersenyum bahkan tertawa.
"Bukan urusan gue". Cibir Kara menirukan suara Gaara.
"Ngomongnya apa tapi matanya kemana. Sok jual mahal!". Sindir Kara membuat Gaara mendengus kesal dan pergi meninggalkan adiknya yang tertawa puas.
"Jangan boongin perasaan sendiri bang. Ilang baru tau rasa lo". Kara yang memang berniat menyadarkan sang kakak berjalan sejajr dengan sang kakak dan terus mencoba berbicara pada Gaara meski lelaki tampan itu tampak tak berniat menanggapinya.
"Berisik banget sih lo, santen. Udah sono! Tuh tunangan elo udah nungguin". Gaara mendorong pelan punggung adiknya agar segera menjauh darinya.
Bukan tanpa alasan Gaara melakukannya, tangannya sudah gatal ingin membekap mulut gadis yang masih saja mengumbar senyum manisnya pada lelaki yang kini Gaara tahu bernama Bagas itu.
"Nala nggak deket ama cowok bukan karena nggak ada yang suka bang. Masih banyak yang ngantri buat dapetin si kuman kalo elo kaga cepet". Entahlah, Kara suka melihat Gaara yang mulai terbakar api cemburu, ditambah bumbu-bumbu darinya yang seolah menjadi kayu bakar yang semakin membuat kobaran api membesar.
Dengan tidak sabar Gaara menggeser tubuh adiknya dan melewati Kara yang terkikik geli melihat Gaara yang kebakaran jenggot karena ulahnya.
"Jahil". Telinganya dijewer dengan lembut oleh Baim yang sejak tadi sudah mengawasinya.
"Orang kaya abang kudu dibikin sadar, kak. Aku nggak bohong kok, Bagas emang pernah suka sama Nala. Ya walaupun dulu banget sih, sekarang mereka sahabatan, sama kaya aku". Kara menampakkan deretan giginya yang rapi.
"Dasar kamu tuh.." Baim merangkul pundak Kara, membawa gadisnya kembali menyapa para tamu.
...€€€***€€€...
Wokeyyy, triple nih..crazy up mumpung otak othornya lagi tokcer banget😂😂
__ADS_1
Jangan oeek baca cerita mereka yak..apa mau ditambah lagi biar sekalian nih kenyang bacanya😂😂
Becanda deh tapinya..takut jari jari lentikku tremor kalo nambah satu bab lagi..tapi kalo ada keajaiban ya gapapa kan nambah satu?😅😁