Suamiku, Kakak Iparku

Suamiku, Kakak Iparku
mencuri kesempatan


__ADS_3

"K-kenapa kesini bang. Abang harus diobatin". Nala tergagap saat Gaara membawanya ke apartemen yang dulu sering ia kunjungi.


"A-apa enggak kita pulang ke rumah mama Diandra aja". Jujur pikiran Nala sudah berkelana entah kemana. Ia sudah berpikir yang iya-iya saja saat Gaara membawanya ke apartemen lelaki itu.


"Aku nggak perlu ke dokter. Ini bukan luka serius". Gaara sudah berjalan lebih dulu. Sedangkan Nala masih mematung.


"Mau aku gendong?". Goda Gaara yang melihat Nala masih mematung.


"K-kita bisa kerumah mama Diandra". Nala masih mencoba menolak.


"Mama bisa pingsan kalo liat muka aku kaya gini". Nala menghela nafas panjang. Disatu sisi ia mengkhawatirkan kondisi Gaara, namun disisi lain ia lebih mengkhawatirkan dirinya sendiri.


Khawatir jika nantinya dirinya akan terjebak dengan suasana didalam apartemen Gaara yang menyimpan banyak kenangan ia dan lelaki itu.


"Bang.." Nala terkejut saat Gaara menariknya masuk kedalam lift. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saat Gaara tak juga melepaskan genggaman tangannya.


Nala menoleh, dan si alnya Gaara juga tengah menatapnya dengan intens. Buru-buru Nala memalingkan wajahnya. Dirinya sudah berusaha menjadi gadis galak didepan Gaara, tapi mengapa selalu gagal.


"Segitu cinta nya kamu sama dia, La. Astaga...bisa-bisanya". Batin Nala yang merutuki sikapnya sendiri.


Ia kembali dibuat terkejut saat Gaara menarik tangannya agar mengikuti langkahnya. Beberapa orang yang berpapasan dengan mereka menatap wajah Gaara yang terlihat babak belur.


"A-aku pulang aja. Abang bisa panggil dokter abang". Terlambat, usaha Nala sudsh terlambat karena Gaara sudah lebih dulu mendorongnya masuk kedalam apartemen.


"Katanya mau ngobatin luka aku". Nala terus berjalan mundur karena Gaara melangkahkan kakinya semakin dekat dengan Nala.


"Ka-kan aku bilang kerumah sakit". Nala semakin mundur dengan sikap waspada. Apalagi melihat Gaara yang tersenyum penuh arti.


"Kamu bisa obatin aku disini". Jarak keduanya semakin dekat saja membuat Nala mati-matian menahan debaran jantungnya yang semakin tak terkendali.


"J-jangan macem-macem ya bang". Peringat Nala dengan tatapan galak namun Gaara justru tergelak.


"Mundur bang.." Nala kembali memperingatkan Gaara. Namun bukannya mundur, Gaara justru semakin melangkah maju.


"Aku bilang mundur bang". Sebisa mungkin Nala memasang wajah galaknya. Tapi sepertinya itu tak berarti untuk Gaara.


"Aakkh.." Nala sedikit berteriak sambil memejamkan matanya saat tubuhnya terhuyung ke belakang lantaran kakinya tersandung sesuatu.


Perlahan Nala membuka matanya saat ia merasakan tangan kokoh membelit pinggangnya. Hal yang pertama Nala lihat adalah wajah babak belur Gaara yang si alnya masih saja terlihat tampan.


"Benar-benar menyebalkan". Umpat Nala kesal karena terus mengagumi Gaara.

__ADS_1


Gaara memiringkan kepalanya. Menatap intens wajah cantik Nala yang terlihat semakin cantik dengan rona merah yang menghiasi wajahnya saat ini. Gaara menyunggingkan senyumnya, senyum yang mampu membuai Nala.


"Ya ampun ganteng banget.." Batin Nala mengagumi wajah Gaara.


Perlahan Gaara mendekatkan wajahnya pada Nala. Jelas Nala paham apa yang akan Gaara lakukan.


Hampir saja Nala kembali terbuai dan memejamkan matanya. Namun sesaat kemudian ia ingat hal terakhir yang Gaara lakukan hingga membuatnya malu setengah mati.


Mata yang hampir terpejam itu kembali Nala buka lebar. Ia menggerakkan kepalanya cepat hingga dahinya membentur dahi Gaara dengan cukup keras.


"Awwww..." Seru keduanya bersamaan dengan Gaara melepaskan belitan tangannya dipinggang Nala.


"Kamu kenapa sih?". Gaara mengelus keningnya yang terasa sakit akibat benturan.


"Aku nggak akan ketipu sama abang. Jangan ngarep!". Ketus Nala yang kemudian merapikan pakaian dan rambutnya.


Gaara mendengus. Keinginannya untuk kembali mencicipi bibir manis Nala terhempas karena penolakan Nala. Ia merutuki tingkah jahilnya beberapa minggu lalu yang membuat Nala tak memberinya izin untuk menciumnya lagi.


"Si al". Umpat Gaara pelan.


"Awas! Aku mau pulang!". Nala menggeser paksa tubuh Gaara yang menghalanginya. Ia hendak melewati Gaara namun rupanya semua tak semudah itu.


Gaara mendekapnya erat dari belakang. Menyusupkan kepalanya dileher Nala hingga membuat Nala harus menahan nafasnya. Tubuhnya meremang saat Gaara mengecup lembut lehernya.


"A-abang ng-ngapain. J-jangan kaya gini bang. Le-lepas". Nala berusaha melepaskan belitan tangan Gaara.


"Aku nggak mau kamu pergi lagi, La". Bisik Gaara dengan suara serak. Nala memejamkan matanya saat hembusan nafas Gaara menerpa lehernya.


"A-aku ngg-nggak akan pergi. T-tapi lepas". Tanpa Nala duga, Gaara membalikkan tubuhnya. Tanpa memberi Nala kesempatan bergerak. Gaara meraup bibir mungil yang menjadi candunya itu.


Ciuman yang awalnya begitu lembut itu kian lama kian terasa menuntut. Dan Nala sangat merasakan itu. Ia hanya diam tak membalas ciuman Gaara.


Perlahan Nala membuka bibirnya. Gaara sudah tersenyum di sela ciumannya. Namun senyumannya luntur, berganti dengan erangan karena rasa sakit yang mendera.


"Anala..." Geram Gaara sambil menatap Nala yang juga tengah menatap dirinya tajam.


Rupanya Nala menggigit bibir Gaara hingga mengeluarkan darah. Lelaki itu meraba bibirnya yang mengeluarkan cairan merah segar.


"Kamu mah nggak ngobatin malah nambahin luka aku". Sungut Gaara membuat Nala mencebik.


"Makanya jangan coba-coba cari kesempatan!". Ucap Nala galak membuat Gaara merengut. Usahanya kembali gagal. Rupanya ucapan Nala yang tidak akan mengizinkannya kembali menciumi Nala benar dilakukan gadis itu.

__ADS_1


Nala yang sudah sangat mengenal apartemen Gaara segera berlalu meninggalkan Gaara yang kesakitan diruang tamu. Ia berjalan masuk kedalam kamar lelaki itu dan mencari kotak obat yang ada di lemari kecil disamping ranjangnya.


Tak butuh waktu lama untuk Nala menemukannya. Ia segera kembali keruang tamu untuk mengobati luka Gaara yang baru saja ia tambah.


Sejujurnya ia merasa kasihan pada Gaara. Luka akibat perkelahian dengan Haikal saja belum sempat diobati, dan ia tambah dengan gigitan keras yang membuat bibir seksi lelaki itu kembali terluka.


"Suruh siapa macem-macem". Gumam Nala yang mencoba mengusir rasa bersalahnya.


Sesampainya diruang tamu, Nala melihat Gaara duduk dengan kepala disandarkan dikepala sofa.


Nala mendekat kemudian duduk disamping Gaara. Sedangkan lelaki yang beberapa saat lalu memejamkan mata itu kembali membuka matanya saat merasakan pergerakan disampingnya.


"Sini.." Perintah Nala yang mulai mengeluarkan salep untuk luka lebam dan bethadine untuk luka Gaara yang lain.


"Galak banget sih". Keluh Gaara. Namun tetap menuruti perintah Nala.


Keduanya duduk berhadapan. Dengan cekatan Nala mulai mengobati luka Gaara. Dimulai dari membersihkan luka Gaara yang mengeluarkan darah.


Beberapa kali Nala meringis saat menyentuhkan kapas yang sudah ia beri obat merah. Gaara yang terluka namun dirinya seolah ikut merasakan sakitnya.


"Maaf.." Gaara menatap Nala saat gadis itu mengucapkan kata maaf.


"Abang kaya gini karna aku". Nala menatap Gaara dengan tatapan sendu. Ia merasa bersalah, jika saja Gaara tidak terlibat dalam masalahnya. Lelaki itu tidak perlu babak belur berkali-kali.


"Mulai sekarang abang nggak perlu bantu aku. Aku bisa selesaiin masalah aku. Aku nggak mau ab---" Ucapan Nala menggantung saat Gaara kembali menempelkan bibir mereka. Hanya sekedar menempel.


Gaara tidak suka mendengar Nala menyalahkan dirinya. Apalagi memintanya untuk tidak ikut terlibat dalam permasalahan gadis cantik itu.


"Bang.."


"Kamu tanggung jawab abang. Abang nggak akan biarin siapapun ganggu kamu. Termasuk si kutukupret si alan itu". Geram Gaara yang kembali tersulut emosi saat mengingat wajah menyebalkan Haikal.


...•••££££•••...


Pepet terooosss bang..jangan kasih kendor pokoknya lah😂😂😂


Ciri orang jenius nih si abang. Dimanapun dan kapanpun tidak pernah menyiakan kesempatan yang ada. Sosor teroossss🤣🤣🤣


Pokoknya dikasih yang manis-manis deh ama othor. Diabetes diabetes deh ah kebanyakan manis-manis🤣🤣


Pliisss jangan bosen ya..jangan bosen juga baca sama dukung karya aku🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Sarangheo sekebon kalian semuaaaah💋💋💋🥰😁


__ADS_2