Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kekeluargaan


__ADS_3

Grizz...


Nona...


Adek...


Sontak saja semua panggilan menuju kearah Grizz yang baru saja datang. Bahkan Grizz sampai berjengit kaget karena teriakan semua orang yang memanggil dirinya. Sungguh dirinya sampai mengelus dadanya untuk menetralkan detak jantungnya yang begitu cepat berdetak.


"Kalian ini. Sudah kaya paduan suara mau manggil seseorang saja" tegur Alex yang langsung mengelus kepala istrinya itu.


Semuanya hanya bisa cengegesan bahkan maid dan bodyguard juga tak ada yang ketakutan walaupun sudah ditegur oleh Alex. Ini semua dikarenakan mereka tak merasa ada masalah atau bersalah sama sekali toh ini hanya ungkapan kekhawatiran saja.


"Huh... Kalian itu bikin Grizz kaget saja. Kalau Grizz jantungnya jatuh gimana?" kesal Grizz sambil memelototkan matanya kearah semua orang disana.


Tentunya mereka tak ada yang takut dengan pelototan yang diberikan oleh Grizz itu. Justru mereka hanya bisa terkekeh geli karena merasa wajah Grizz sungguh menggemaskan. Alex pun segera saja berjalan mendekat kearah semua orang yang ada di ruang keluarga bersama dengan Grizz.


"Kalau Grizz jantungnya jatuh tinggal kakak pungut deh. Lalu kakak jual, pasti terjual mahal tuh jantung" ucap Nicho sambil terkekeh geli.


"Ish... Grizz buang kak Nicho ke kandang cicak lagi ya entar kalau macam-macam" ancam Grizz pada sahabat suaminya itu.


Seketika saja Nicho langsung mengangkat tangannya pertanda menyerah. Ia lebih memilih menyerah jika sudah berhubungan dengan buaya. Terlebih kemarin Grizz hampir saja jatuh membuatnya ada trauma tersendiri. Sedangkan Grizz sudah tertawa penuh kemenangan karena Nicho tak berani melawannya lagi.

__ADS_1


"Jadi tadi gimana Grizz? Kamu keren banget lho, berani mengungkapkan semuanya di hadapan semua orang" ucap Dara dengan penuh penasaran.


"Oh jelas dong. Grizz kan memang pemberani" ucap Grizz sambil menepuk dadanya dengan penuh bangga.


Dara memutar bola matanya malas melihat kepercayaan diri dari Grizz itu. Sedangkan yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar semua yang dilontarkan oleh Grizz. Bahkan mereka justru terhibur dengan perdebatan yang dilontarkan.


"Disana nggak gimana-gimana orang Grizz hanya mengungkapkan unek-unek saja kok. Lagi pula ada teman Grizz yang dulu membantu sehingga bisa mengungkapkan semuanya dengan lancar" ucapnya bercerita dengan antusias.


Mereka semua menganggukkan kepalanya sambil melihat kearah Grizz yang tampaknya sudah mulai mengantuk. Bahkan Grizz sedari tadi sudah menguap berulangkali karena memang jam segini masuk jam tidurnya. Alex pun langsung mengajak istrinya itu masuk dalam kamar.


"Ayo tidur" ajak Alex membuat Grizz menganggukkan kepalanya.


Bahkan Grizz memberi kode pada suaminya dengan merentangkan kedua tangannya. Alex pun langsung menggendong istrinya itu ala koala membuat Dara mencibir tingkah sahabatnya itu.


"Dara iri. Makanya nikah sana sama Kak Luis" celetuk Grizz sebelum pergi menuju ke kamarnya bersama Alex.


Semua langsung menatap kearah Dara saat Grizz mengucapkan satu nama yang tak asing. Dara sendiri menjadi salah tingkah karena merasa dicurigai tengah menjalin hubungan dengan Luis. Padahal selama ini dirinya sudah tak pernah berkomunikasi dengan laki-laki yang menjadi asisten Alex itu.


"Apa lihat-lihat?" ucap Dara dengan memelototkan matanya.


Akhirnya semua orang memilih untuk masuk kamarnya masing-masing karena semua rasa penasaran mereka sudah terobati. Terlebih semuanya baik-baik saja tinggal besok akan ada berita heboh apalagi mengenai ini. Pasti akan banyak orang-orang bermuka dua datang ke perusahaan Alex agar anak-anaknya dibebaskan dari kepolisian.

__ADS_1


***


Berita kejadian semalam semakin memanas karena semua media massa dan elektronik langsung saja memberitakan semuanya. Bahkan banyak sekali cuplikan dari tentang kejadian semalam yang tentunya narasinya ditambah-tambahi. Hal ini membuat beritanya semakin simpang siur bak bola panas yang bergerak dengan liar.


Bahkan di sekolah lama Grizz dan perusahaan Alex langsung saja ramai oleh para pemburu berita. Perusahaan Alex langsung dijaga ketat oleh bodyguard dan anak buahnya membuat para pencari berita tak bisa merangsek masuk ke halaman kantor.


"Lex, mau mengadakan konferensi pers tidak untuk menekan berita ini? Soalnya ini ada salah satu wali siswa yang anaknya ditangkap mulai menggiring opini publik tentang Grizz. Malah mereka menyangkal dan menyalahkan Grizz" ucap Luis menghubungi Alex lewat ponselnya.


Luis sejak tadi sudah ada di perusahaan sedangkan Alex memang tak ia ijinkan memasuki area kantor dulu karena keadaannya sedang tidak kondusif. Sedangkan tadi pagi Luis sempat melihat berita ada seorang wali siswa yang anaknya diamankan pihak kepolisian malah menyalahkan dan memfitnah Grizz. Tentu saja ia tak terima adiknya itu difitnah seperti ini.


"Yang salah itu bukan pihak sekolah dan siswa lainnya, namun itu yang ada diatas panggung. Dua siswa dengan salah satunya mantan murid sekolah disana itu sebenarnya dikeluarkan. Dia mencuri uang iuran dana wisata siswa lainnya yang ada di ruang bendahara sekolah sehingga guru dan jajarannya memutuskan mengeluarkannya dari sana. Sebelum itu memang benar mereka dibully oleh siswa lain karena memang tindakan pencurian yang dilakukan keduanya" ucap wali siswa itu didepan awak media.


Sontak saja berita itu menjadi heboh namun banyak juga yang tak percaya. Pasalnya seorang Alex tak mungkin menikah dengan seorang pencuri. Alex tentunya akan selektif dan mencari identitas dari gadis yang dinikahinya itu sehingga banyak yang tak percaya dengan omongan itu. Mereka kini butuh kepastian dari ucapan orang-orang itu dari pihak Alex.


"Konferensi pers akan aku lakukan saat nanti pemanggilan Grizz dan temannya ke kantor polisi sebagai saksi. Lagi pula mereka hanya ingin mencari simpati publik saja soalnya anak-anaknya tentu takkan bisa keluar dari penjara sebelum aku memerintahkan. Biarkan saja... Biar mereka puas mencari alasan dan pembenaran, setelahnya kita hancurkan saja" ucap Alex dari seberang sana.


"Siap bos" jawab Alex yang kemudian langsung menutup panggilannya.


Luis segera saja keluar dari ruangannya menuju ke lobby bawah untuk menemui para awak media. Hal ini ia maksudkan agar mereka segera pergi dari perusahaan ini agar tak mengganggu jalannya operasional kantor. Tentunya ini juga membuat kenyamanan para karyawan terganggu karena suara ramai-ramai di luar perusahaan.


Luis berjalan menuju kearah luar diikuti oleh enam orang bodyguard Alex. Benar saja saat dia keluar dari perusahaan, sudah ada banyak orang dari awak media dan beberapa wali siswa membuat seruan-seruan agar Alex segera membebaskan anak-anaknya. Bahkan anak buah dan bodyguard Alex menjaga disana dengan membuat pagar pembatas walaupun sudah ada gerbang perusahaan.

__ADS_1


"Saya disini mewakili tuan Alex. Dengarkan ini baik-baik, tuan Alex akan mengadakan konferensi pers besok saat dia dan istrinya akan diperiksa sebagai saksi di kantor polisi. Setelah pemeriksaan saksi, mereka berdua sendiri yang akan menjelaskannya. Jadi saya mohon untuk segera kalian membubarkan diri karena para karyawan disini sangat terganggu dengan keramaian ini" seru Alex menggunakan microfon dari salah satu awak media.


__ADS_2