Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Satu Kisah


__ADS_3

Keesokan harinya semua penghuni villa Alex itu sudah berada di ruang tengah seperti tadi malam. Semalaman yang laki-laki berjaga namun tak ada teror seperti kejadian beberapa hari yang lalu. Grizz sedari tadi sibuk wira-wiri untuk menyiapkan makanan agar semuanya bisa sarapan secepatnya.


Alex dan ketiga sahabatnya sudah duduk di ruang tengah setelah tadi bergantian untuk membersihkan diri. Sedari tadi ketiga sahabat Alex terus menatap kaki Grizz seperti teka-teki yang disampaikan oleh sahabatnya itu. Bahkan kadang Grizz yang sadar langsung memelototkan matanya karena berpikir bahwa sahabat Alex itu suka padanya.


Mata mereka melebar saat menemukan sesuatu yang aneh pada kaki Grizz. Bekas kecoklatan yang lumayan banyak disana yang mereka yakini adalah karena pukulan benda keras. Ketiganya menatap Alex seakan meminta penjelasan namun laki-laki itu hanya diam tanpa mengucapkan satu patah kata pun.


"Itu kenapa kaki Grizz?" tanya Josh pada Luis yang memang duduk disampingnya.


Kalau memang Alex tak mau menjelaskan atau menceritakannya, mereka lebih memilih bertanya kepada Luis dan Felix. Keduanya pasti tahu tentang asal usul dari Grizz bahkan kisah masa lalunya. Mereka sudah begitu penasaran dengan apa yang terjadi, kalau menunggu Alex pasti hanya akan dibuat emosi.


"Dipukuli sama ayah kandungnya. Bahkan saat sampai sini dari bawah sampai area paha sudah berdarah-darah. Sebelumnya sudah ada bekas pukulan cuma yang terakhir kemarin lebih mengerikan" ucap Luis bergidik ngeri.


Bahkan sampai sekarang Luis masih mengingat bagaimana darah terus mengalir dari kaki Grizz karena pukulan sapu yang dilayangkan ayahnya. Melihat banyak bekas luka yang ada di kaki Grizz membuatnya sampai sekarang tak habis pikir dengan keluarga gadis itu.


Sedangkan ketiga sahabat Alex yang mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Luis menatap tak percaya kearah laki-laki itu. Mereka tak menyangka kalau keluarga gadis itu benar-benar kejam melebihi mereka. Walaupun mereka kejam, namun jika dengan keluarga masih ada toleransi sedikit jika kesalahannya tak fatal.


"Bahkan keluarganya itu hanya memberi makan Grizz sehari sekali, terkadang puasa juga. Semua gajinya bekerja di cafe diminta oleh ibu tirinya hingga menyisakan uang 20 ribu untuk membeli makanan satu keluarga. Ayahnya dan kakak tirinya penjudi, sedangkan si ibu tiri doyan shopping. Biasa gaya elit, ekonomi sulit" lanjutnya menceritakan sekilas tentang kehidupan istri Alex.

__ADS_1


Ketiganya hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kehidupan pahit Grizz. Mungkin jika mereka berada di posisi Grizz sudah pasti akan kabur melarikan diri dari rumah itu. Namun ternyata gadis itu memilih bertahan dengan siksaan yang begitu luar biasa dari keluarganya sendiri.


Setelah tahu semua tentang bagaimana penderitaan Grizz, ada keinginan dari ketiganya untuk melindungi gadis polos itu. Mereka masih tak menyangka jika gadis polos dan ceria seperti Grizz kehidupannya sepahit itu. Ketiganya menatap iba kearah Grizz yang kini tengah melayani suaminya dengan mengambilkan makanan di piring Alex.


Akhirnya semua fokus dengan makanan yang ada di piringnya masing-masing. Tak ada seorang pun yang berbicara bahkan ketiga sahabat Alex terdiam sambil fokus makan. Padahal biasanya ketiganya itu tak pernah sarapan menggunakan makanan berat seperti ini.


***


"Lex, setelah tahu tentang kehidupan Grizz kok gue rasanya pengen bunuh orang ya" celetuk Josh.


Bahkan kini Nicho dan Nando juga sudah mengepalkan kedua tangannya. Sedari tadi mereka sudah menahan emosinya saat sarapan bersama karena melihat Grizz yang tetap lincah seperti tak pernah mengalami hal buruk. Kini mereka berempat sudah dalam perjalanan ke sebuah tempat yang dijadikan tempat untuk latihan.


"Njirrr... Brutal kau bos. Jiwa-jiwa psiko mulai merajalela" ucap Nicho dengan sinis.


"Memangnya kalian tidak? Lihat luka yang ada di kaki Grizz saja aku sudah bisa membayangkan bagaimana siksaannya. Udah loe balas belum mereka? Kalau belum biar gue yang maju" kesal Josh sambil mengeratkan genggamannya oada setir mobil.


Alex terlihat terdiam sambil menatap lurus kedepan bahkan ia seperti tak niat untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. Ternyata bukan hanya dirinya yang bisa merasakan kesakitan Grizz namun sahabatnya juga turut respect.

__ADS_1


"Belum. Aku ingin Grizz sendiri yang membalas rasa sakit hatinya itu pada keluarganya sendiri" ucap Alex dengan seringaian kejamnya.


"Jangan jadikan Grizz seperti kita yang kejam. Biarkan dia punya sifat polos seperti itu, aku kasihan kalau sampai dia punya sifat gelap" ucap Nando memberi peringatan.


Alex terdiam memikirkan nasihat yang diberikan oleh Nando. Sebenarnya ia juga ingin Grizz tetap polos seperti ini namun keadaan tak memungkinkan untuk gadis itu bersikap lemah. Mau tak mau Alex harus membuat istrinya kuat dan berdiri sendiri di saat-saat tertentu.


"Aku melakukan ini untuk membuat Grizz bisa berdiri sendiri saat keadaan darurat. Terlebih kalian tahu kalau musuhku ada dimana-mana. Seandainya kita sedang fokus pada satu titik tak mungkin kita bisa menyelamatkan titik lainnya. Itu lah gunanya membentuk titik itu kuat agar bisa melawan sendiri saat keadaan genting" ucap Alex.


Ketiganya akhirnya mengerti dengan alasan yang diberikan oleh Alex walaupun masih sedikit tak setuju untuk menjadikan Grizz kuat. Namun memang posisi Alex yang kini masih diatas angin entah dalam perusahaan atau dunia bawah tentu akan membuat Grizz selalu dalam bahaya.


"Kita akan bantu untuk menjaga keluarga kecil loe. Terlebih Grizz sudah kami anggap sebagai adik kami sendiri" ucap Nicho sambil tersenyum tipis.


"Dih... Emangnya Grizz mau menganggap kalian sebagai kakaknya? Luis dan Felix saja harus memaksanya agar mau menjadi adiknya" ucap Alex dengan sinis.


Sebenarnya ini hanya alibinya saja agar ketiga sahabatnya itu tak lagi seperti dua orang kepercayaannya. Luis dan Felix bukannya memaksa Grizz menjadi adiknya namun kedua laki-laki itu yang memaksanya agar diberikan ijin untuk menjadikan gadis polos itu sebagai adik.


"Wah... Kalau gini, nanti setelah pulang latihan kita mohon-mohon sama Grizz agar dijadikan kakak olehnya" ucap Josh dengan semangat begitu tinggi.

__ADS_1


Alex hanya bisa menepuk keningnya karena usahanya untuk menjauhkan mereka dari Grizz tidak lah berhasil. Bahkan mereka dengan semangat malah ingin memohon pada istrinya. Sedangkan ketiga sahabatnya yang tahu kalau Alex begitu frustasi dengan jawaban mereka, diam-diam terkekeh geli.


Terlihat sekali jika Alex cemburu karena banyak laki-laki disekitar Grizz. Bahkan mereka begitu menyayangi istrinya itu walaupun hanya dianggap sebagai seorang adik atau kakak.


__ADS_2